Kamis, 03 September 2015

Indonesia Scouts Challenge 2015-2016, Upaya Gairahkan Kepramukaan

Setelah sukses menggelar East Java Scouts Challenge 2015 yang sudah digelar bulan Februari lalu, hasil kerjasama Jawa Pos Grub dengan Kwarda Jawa Timur, kini Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka bersama Jawa Pos Group segera akan menggelar kegiatan Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015 – 2016.

ISC 2015 sebagai upaya terobosan Kepramukaan dalam melakukan proses transformasi Gerakan Pramuka, dimana kegiatan tersebut merupakan aktivitas berkemah sekaligus kompetisi seru untuk Penggalang Ramu. Yakni, anggota pramuka yang duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD atau sederajat. Kompetisi dilakukan mulai tingkat kota kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Dalam acara Jumpa Pers yang digelar di Aula Kwarnas Gambir Jakarta, Kamis (3/9), Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault menegaskan, bahwa ISC 2015 merupakan rebranding pramuka bagi anak muda, agar lebih relevan dengan zaman sekarang untuk ditingkatkan kualitasnya, Kompetisi kepramukaan tersebut akan hadir dengan konsep lebih lebih fun dan modern. Nantinya juga disediakan hadiah jalan-jalan ke Amerika Serikat bagi kelompok yang juara, atas dukungan sponsor Jawa Pos Group, melalui konsep modernisasi ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan pramuka, yang selalu berkaitan dengan kegiatan positif, tegas Mantan Menpora ini.

Kak Adhyaksa Dault sangat mengapresiasi keterlibatan pihak swasta ini dalam menggairahkan kembali kegiatan Pramuka di Indonesia. ”Kami terharu, bangga sekaligus berterimakasih atas inisiatif Kak Azrul Ananda dan Jawa Pos Group atas kepeduliannya mengembangkan Pramuka melalui program Indonesia Scouts Challenge ini,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Utama Jawa Pos Group Kak Azrul Ananda, bahwa kegiatan Indonesia Scouts Challenge 2015 -2016 ini, merupakan kegiatan yang positif dan menarik bagi anak-anak dan para remaja di Indonesia. Serta untuk menggairahkan kegiatan Kepramukaan di Indonesia, bagaimaan dengan permainan-permainan nantinya mampu membangun ketrampilan dan kerjasama serta untuk membentuk karakter anak didik, sebagaimana yang tertuang dalam Dasa Darma Pramuka dan Tri Satya. Dan seluruh kegiatan yang dilakukan tetap mengacu pada buku saku Pramuka, sebai acuan pendidikan Kepramukaan bagi Penggalang, tegasnya

Ditempat yang sama, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur, Kak Saifulah Yusuf, juga mengaku bangga dengan Pramuka, karena Pramuka merupakan sarana yang tepat untuk dijadikan salahsatu pilar untuk mendidik karakter anak, sebenarnya prestasi Pramuka di daerah juga memiliki kemampuah dan prestasi yang tidak kalah dengan mereka yang tinggal di perkotaan, terbukti dengan kegiatan Java Scouts Challenge beberapa waktu lalu, pemenangnya adalah Regu Putri dari lereng gunung salahsatu desa di Jawa Timur yang sebentar lagi akan mengikuti kegiatan Kepanduan Dunia di Amerika, oleh sebab itu arena atau panggung lomba tingkat Provinsi maupun Nasional harus terus digelar, sehingga anak-anak pedesaan juga bisa tampil di panggung nasional, kegiatan Indonesia Scouts Challenge adalah kegiatan pemerataan apalagi nantinya seluruh permainan telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini yang digemari anak-anak, namun tetap mengacu pada Dasa Darma Pramuka dan Tri Satya, tidak menabrak aturan baku di Kepramukaan, dan Pramuka adalah milik Pelajar, milik Pemuda dan milik Rakyat, tegas Ka Kwarda yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini.


Readmore »

Rabu, 02 September 2015

GABPEKNAS GELAR RAKERNAS DAN KENDURI SYUKURAN

Setelah bersatu kembali dalam wadah  Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional  (GABPEKNAS), bertempat di Hotel Grend Cempaka Jakarta Pusat, seluruh Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah GABPEKNAS Se-Indonesia menggelar Kenduri Syukuran yang dilanjutkan dengan acara Rapat Kerja Nasional. Acara yang dibuka secara resmi oleh Menteri PU dan Perumaan Rakyat yang diwakili Direktur Jenderal Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Ir. Yusid Toyib, M.Eng.Sc.

Menurut  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GABPEKNAS, TB Pangaribuan, bahwa Kenduri Tasyakuran Nasional Masyarakat Jasa Konstuksi Indonesia kali ini, disamping memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke 70 tahun juga sebagai ungkapan syukur atas penyatuan dua lembaga pengembangan jasa konstuksi saat ini, karena 5 tahun lebih ada dualisme, dan Mentri Pekerjaan Umum dan Perumaah Rakyat pada 27 Juli 2015 telah menyatukan kembali dalam wadah Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional , sehingga kita berharap kedepan lembaga ini sudah tidak lagi di goyang-goyang oleh pihak manapun juga, dan kita tetap satu sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No,18 tahun 1999 tentang Jasa Konstuksi, tegasnya.


Sementara dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Yusid Toyib, M.Eng.Sc, berharap lembaga pengembangan jasa konstuksi di Indonesia tetap satu dan tidak mendua, apalagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang dimulai 1 Desember 2015, kita harus bersatu, sehingga kita akan kuat dalam menghadapi persaingan global atas serangan perusahaan jasa konsuksi dari Negara lain.

Maraknya aksi demo para buruh, atas pemutusan hubungan kerja di beberapa perusahaan saat ini, sebagai Pemerintah berharap  seluruh perusahaan jasa konstuksi di Indonesia tidak ada yang mem-PHK karyawannya, mari bangun Lembaga ini lebih kokoh, maju, kuat dan tetap jaya, melalui Rakernas GABPEKNAS ini, Kementrian PU dan PR berharap akan menghasilkan program kerja yang baik dan ada saran/masukan atau usulan yang spesifik, guna membantu masyarakat industri konstuksi di Indonesia, pinta Yusid Royib.

Sementara ditempat yang sama, Ketua Dewan Penasehat GABPEKNAS DPD DKI Jakarta, Prof. Dr.MH Matondang berharap seluruh jajaran Pengurus DPP maupun DPD GABPEKNAS betul-betul solid dan jangan ada lagi perpecahan, tingkatkan SDM untuk membangun organisasi yang baik, dan Pemerintah  harus melakukan pembinaan karena pergerakan usaha jasa konstuksi di era pasar bebas ini akan bergerak dengan cepat, kekawatiran pengusaha Konstuksi harus direspon positif.

Saat disinggung akan minimnya penyerapan anggaran khususnya dibidang Konstuksi, Prof Matondang mengaku prihatin, hal tersebut terjadi taklain karena ketidakharmonisan Eksekutif dengan Legeslatif, seharusnya Pemerintah Daerah dengan DPRD bisa saling menghargai, karena semua bekerja untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara, sehingga dalam pengesahan APBD DKI menjadi molor, dan berdampak pada mundurnya proses lelang dan pelaksanaan beberapa proyek fisik di DKI Jakarta, dan berdampak pada penciptaan lapangan kerja di DKI Jakarta itu sendiri,  oleh sebab itu dirinya berharap Pemerintah sebagai pengguna anggaran dapat lebih fleksibel dan jangan terlalu kaku, jangan seolah-olah kita dalam revolusi pembasmian korupsi, karena semua itu harus bertahap dan pelan-pelan, pintanya.

Readmore »

Selasa, 01 September 2015

Menag Lukman H Saifuddin Buka MTQ Internasional III

Setelah sukses menggelari MTQ Internasional ke 2, pada tahun 2015 ini Kementrian Agama RI melalui Dirjen Bimas Islam kembali menggelar MTQ Internasional, acara pembukaan MTQ Internasional  ke-3 pada 1- 5 September 2015. Yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tersebut, juga dihadiri bebepa Duta Besar negara sahabat, seperti Duta Besar negara Maroko, Mesir, Brunei Darussalam, Bosnia dan Thailand.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku menyambut baik terselenggaranya event MTQ Internasional ini. “Dalam momentum MTQ Internasional ini, saya mengimbau kepada para ulama dan pemimpin umat di tanah air serta para pengelola lembaga pendidikan Islam, mari bahu-membahu untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Al Quran di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam ajang MTQ ini, selain menjadi ajang perlombaan, juga diharapkan akan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar negara dan bangsa, sekaligus untuk merangsang, memotivasi berbagai lembaga pendidikan Al Quran kita, dan juga untuk mengasah kemampuan Qari dan Qariah (pembaca Al qur'an) kita di dunia internasional,tegas Lukman H Saifuddin.


Dirjen Bimas Islam, Machasin juga menambahkan, bahwa MTQ Internasional diselenggarakan sebagai bentuk partisipasi bangsa Indonesia dalam syiar agama untuk menjalin persahabatan antarbangsa dalam upaya memelihara perdamaian di tingkat regional dan internasional.

“Partisipasi dan prestasi Indonesia di sejumlah event MTQ Internasional secara tidak langsung mengangkat harkat martabat bangsa di mata dunia, khususnya dunia Islam. Prestasi tersebut perlu terus dipertahankan di masa-masa mendatang,” ujar Machasin.

MTQ Internasional 3 tahun 2015 kali ini,  diikuti 21 negara peserta, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Philippina, Timor Leste, Maroko, Iran, Belgia, Canada, Yordania, Saudi Arabia, Dubai, Uni Emirat Arab, Aljazair, Tunisia, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Norwegia, dan Mesir.

sementara cabang yang diperlombakan terdiri dari dua cabang, yaitu Tilawah Dewasa Putera (bacaan Al Quran sesuai tajwid), dan Cabang Tahfiz (menghafal) 30 Juz Al Quran Dewasa Putera.

Adapun dewan hakim MTQ Internasional 3 ini berasal dari beberapa negara, di antaranya Indonesia, Yordania, Kerajaan Saudi Arabia, Uni Emirat, Iran dan Perancis. Seluruh agenda kegiatan MTQ Internasional III Tahun 2015 terkonsentrasi di Masjid Istiqlal Jakarta.

Readmore »

Senin, 31 Agustus 2015

Demo Buruh 1 September Mulai Patung Kuda Menuju Istana Presiden

1 September besuk merupakan puncak aksi buruh yang akan diikuti oleh seluruh organisasi buruh di Indonesia. Dalam acara Jumpa Pers yang digelar di museum juang Menteng. Sait Igbal Presiden KSBSI menegaskan bahwa konsentrasi masa akan mengarah ke Istana Presiden.

Tempat berkumpulnya buruh akan dipusatkan di Patung kuda/Kereta Kencana depan Indosat atau kementrian Pariwisata. Serikat buruh akan bersama-sama menuju Istana Presiden.

Dalam tuntutannya Buruh meminta Presiden dan jajarannya untuk menekan kemungkinan terjadinya PHK khususnya pengaruh menurunnya rupiah atas mata uang dolar.pemerintah jangan hanya Retorika tetapi kerja nyata.

Demo 1 september akan digelar serentak di 20 provinsi. sementara di Jabodetabek akan dimulai jam 10 dari patung kuda ke Istana. Setelah itu akan terpecah dua, yaitu ke Kemenkes dan kementrian Tenaga Kerja oleh sebab itu kami mohon maaf jika ada kemacetan, ini semua untuk perjuangan rakyat.ungkapnya.

Polisi Alihkan Arus Berikut pengalihan arus di HI dan Istana Negara:

1. Bunderan HI

A. Dari Semanggi/Jl. Sudirman arah ke Bunderan HI di alihkan ke Jl. Teluk Betung-Jl. Kebon Kacang/Dukuh Atas lalu Jl. Sultan Agung dan seterusnya.

B. Dari Jl. Diponegoro arah ke Jl. Imam Bonjol di alihkan ke Jl. Rasuna Said.

C. Dari Jl. Hayam Wuruk arah ke Harmoni dibelokan ke kiri Jl. Juanda - Pasar Baru - Lapangan Banteng dan seterusnya.

D. Dari Tanah Abang arah ke Jl. Budi Kemuliaan diluruskan ke Jl. Merdeka Selatan - Tugu Tani dan seterusnya.

E. Dari Jl. Merdeka Selatan arah ke Tanah Abang dialihkan ke kanan Harmoni dan seterusnya.

F. Dari Jl. Kebon Sirih diluruskan ke Jl. Kebon Kacang - Tanah Abang dan seterusnya.

G. Dari Tanah Abang arah ke Kebon Sirih diluruskan ke arah Tugu Tani dan seterusnya.



2. Istana Negara (Jl. Medan Merdeka Utara)

A. Arah Thamrin belok kiri ke Patung Kuda masuk ke Jl. Budi kemuliaan arah ke Jl. Majapahit - Harmoni dan seterusnya

B. Dari Tugu Tani belok kanan arah ke Masjid Istiqlal - Pasar Baru dan seterusnya.

C. Dari Jl. Juanda di alihkan ke Jl. Pasar Baru - Lapangan Banteng - Jl. Gunung Sahari dan seterusnya.

D. Dari Jl. Merdeka Selatan diluruskan ke Jl. Budi Kemuliaan.


"Bagi pengguna jalan yang tidak berkepentingan pada area tersebut agar menghindari jalan tersebut di atas, sehingga tidak terjebak kepadatan lalu lintas. Patuhi petunjuk Petugas Polri yang ada di lapangan demi terciptanya Kamseltibcar lalu lintas kita bersama,"tutupnya.
Readmore »

Lomba Olahraga Tradisional Tingkat Perguruan Tinggi Sarana Sosialisasi Masyarakat

Sosialisasi standarisari Olahraga Tradisional terus dilakukan jajaran Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) bersama Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI), dan salahsatu upaya untuk memasyarakatkannya, FORMI bersama Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, menggelar lomba Olahraga Tradisional Tingkat Perguruan Tinggi se-Jabodetabek, acara yang digelar di Lapangan Veldrome Rawamangun tersebut, dibuka secara resmi oleh Ketua Umum FORMI Nasional, Haryono Isman.

Ketua Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia, Suherman S.Sos disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa lomba olahraga Tradisional antar Perguruan Tinggi kali ini akan melombakan 4 jenis permainan tradisional yang sudah dilakukan standarisasi nasional, diantaranya cabang Dagongan, Egrang, Hadang (Gobaksodor) serta Terompang Panjang.

Diakuinya beberapa daerah sudah melakukan lomba mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi,  bahkan di Mall Lippo Karawaci juga telah menggelar lomba 4 cabang olahraga tersebut untuk tingkat SD, dan kita berharap akan lebih banyak lagi iven yang digelar, sehingga kedepan olahraga Tradisional juga akan masuk dalam Olahraga Prestasi, harapnya.

Sementara Ketua Umum FORMI Nasional, Haryono Isman, menegaskan, bahwa Olahraga Tradisional merupakan pendorong bagi majunya olahraga Prestasi, kita prihatin olahraga Prestasi saat ini Indonesia selalu terpuruk, hal tersebut disebabkan kurangnya perhatian Pemerintah akan olahraga Masyarakat atau olahraga Tradisional, oleh sebab itu kami minta Kementrian Pemuda dan olahraga tidak menganaktirikan olahraga Tradisional, namun menempatkan Olahraga Tradisional sejajar dengan olahraga Prestasi.

Dan Lomba Olahraga Tradisional Tingkat Perguruan Tinggi ini, juga sebagai upaya meningkatkan peran mahasiswa untuk turut bersama-sama mensosialisasikan olahraga tradisional, agar olahraga tradisional bukan saja sebagai ajang olahraga, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi ditingkat nasional bahkan tingkat dunia, melalui Olimpiade Olahraga Tradisional (TAFISA 2016), dan kita akan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak olahraga Tradisional yang juga bisa di kembangkan ke tingkat Internasional sebagai olahraga tradisional dunia, ungkapnya tegas.

Readmore »

Jumat, 28 Agustus 2015

Pentingnya Medical Check Up Bagi Karyawan

RSU Bunda Jakarta sebagai rumah sakit umum, kini terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, salahsatunya adalah pelayanan Medical Check Up (MCU), baik untuk Karyawan Perusahaan maupun perorangan, dengan biaya yang terjangkau, hal tersebut diungkapkan Direktur Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, dr Didit Winnetow, disela acara Seminar Kesehatan, bertema "Pentingnya Medical Checkup bagi Karyawan" yang berlangsung di Auditorium RSU Bunda Jakarta pada Jumat (28/8).

Lebih jauh dr Didit menjelaskan, bahwa RSU Bunda Jakarta  yang berlokasi di Jl. Teuku Cik Ditiro No.24, Menteng, Jakarta Pusat, dahulu memang khusus melakukan pelayanan bagi Ibu dan Anak, namun sebagai Rumah Sakit Umum, saat ini RSU Bunda Jakarta memiliki banyak produk layanan, dan salahsatunya adalah Medical Check Up.

Pelayanan Medical Check Up ini dilakukan, juga dalam upaya memberikan pelayanan pada setiap karyawan, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagekerjaan dan UU tentang Kesehatan, serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pemeriksaan Kesehatan, ungkap Didit.

Dalam peparan sebagai pembicara Seminar, dr Sphatika Ekakarttika menjelaskan, bahwa Medical check up merupakan pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan bagi setiap orang. Pemeriksaaan kesehatan yang bersifat menyeluruh ini jika dilakukan secara rutin mampu menghemat biaya pengobatan keluarga maupun biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Hanya sayangnya,  tidak semua orang mau melakukan MCU, dengan berbagai alasan, mulai dari biaya yang mahal, takut ketahuan penyakitnya, takut darah, takut jarum suntik hingga merasa tidak ada gunanya, Padahal dengan MCU, kita akan mengetahui lebih dini semua gangguan kesehatan yang mungkin timbul pada seseorang. Jika diketahui lebih dini, tentu penyakit akan mudah diobati dan ini akan jauh lebih menghemat biaya pengobatan yang dikeluarkan individu maupun perusahaan.

Menurut Dr Tika, idealnya MCU dilakukan secara rutin oleh mereka yang sudah berusia diatas 35 tahun. Minimal MCU dilakukan setahun sekali dengan paket pemeriksaan sesuai risiko dari pekerjaan maupun lingkungan dimana tinggal.

Hal yang sama juga diungkapkan  Dr Edi Alpino, MKK, (Tim dokter MCU RSU Bunda),  bahwa semua pekerja memiliki risiko kesehatan sesuai jenis pekerjaannya. Karena itu MCU seharusnya dilakukan oleh semua karyawan. "MCU harus dilakukan secara berkesinambungan mengingat karyawan yang sehat merupakan aset penting perusahaan," jelasnya.

Kesehatan pekerja menurutnya akan mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan dan tentu berkaitan dengan keuntungan atau laba perusahaan dan juga menjadi pilar pencapaian misi perusahaan.

Adapun beberapa manfaat MCU, pertama  menghemat biaya perusahaan. MCU akan membuat perencanaan pembiayaan yang rasional dan efektif untuk anggaran kesehatan perusahaan.

Kedua MCU merupakan salah satu aturan pemerintah yang tertuang dalam UU no I tahun 1970, UU No 21 tahun 2003 yang meratifikasi ILO.

Ketiga, MCU akan membuat kinerja perusahaan menjadi optimal. Karena dengan kondisi kesehatan karyawan yang terkontrol dan bagus, tentu kinerja perusahaan juga meningkat.

Keempat, MCU bisa mendeteksi penyakit lbih dini. Jika diketahui sejak dini maka bisa diatasi secara lebih cepat. Pemeriksaan rutin juga mencegah penyakit yang terdeteksi dini tidak akan berlanjut.

Dan yang kelima, MCU akan membuat karyawan lebih terjamin dan nyaman.

Di RSU Bunda sendiri, MCU dilakukan dengan customized dan profesional. Artinya sesuai faktor risiko dan kebutuhan perusahaan, dilakukan oleh dokter kesehatan kerja dan dokter spesialis patologi klinik. Hasil pemeriksaan kesehatan karyawan benar-benar real dan actual, sesuai apa adanya, ungkap dr Edi.


Readmore »

Kamis, 27 Agustus 2015

Perdagangan Hewan Qurban di DKI Jakarta Harus Memiliki Ijin

Dalam upaya memberikan kenyamanan pada masyarakat, serta agar memperoleh hewan Qurban yang sehat dan sesuai syarat yang sudah diatur dalam ajaran Islam, kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan aturan bagi para Pedagang Hewan Qurban dan tempat pemotongan hewan Qurban.

Menurut Kepala Sudin Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Jakarta Utara, Una Rusmana, bahwa pedagang yang ingin berdagang hewan Qurban, baik Sapi, Kerbau maupun Kambing diwajibkan untuk meminta ijin pada pihak kelurahan.

Beberapa tempat umum termasuk trotoar, taman kota maupun jalur hijau tidak di perbolehkan untuk tempat berjualan Kambing maupun Sapi, dan untuk tempat berjualan hewan Qurban harus sehat, teduh/terlindungi dari panas untuk hewan-hewan dan cukup makanan.

Tempat yang diijinkan untuk berjualan, nantinya pedagang harus mengurus ijin ke Kelurahan, dan nantinya pihak Kelurahan yang akan menentukan titik-titik mana saja yang di bolehkan untuk berdagang hewan Qurban, ungkapnya tegas.

Diakuinya Sudin Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Jakarta Utara akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan-hewan Qurban, dimana hewan Qurban harus Sehat, tidak cacat/tidak terinveksi bakteri yang membahayakan, umurnya sudah memenuhi syarat untuk di potong, dan Sapi Betina tidak boleh dalam kondiri hamil.

Sudin Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Jakarta Utara juga akan mengirimkan petugas untuk memeriksa hewan dalam penampungan hewan, maupun saat akan di potong, bahkan nantinya daging hewan,khususnya bagian dalam juga akan di periksa, dan hewan yang layak di jual akan diberi surat keterangan setelah dilakukan pemeriksaan, oleh sebab itu nantinya masyarakat Jakarta juga bisa mempertanyakan surat pemeriksaan kesehatan, sehingga akan mendapatkan hewan Qurban yang sehat dan layak untuk di potong, papar Una Rusmana.
Readmore »

DPD GABPEKNAS DKI Resmi Dikukuhkan

Setelah menggelar Musda Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional  (GABPEKNAS) Kepengurusan Provinsi  DKI Jakarta pada tanggal 24 Agustus, bertempat di Hotel Grand Cempaka, pada Kamis (27 Agustus 2015), Pengurus DPD GABPEKNAS Provinsi DKI Jakarta hasil Musda DKI, dikukuhkan secara resmi oleh Ketua Umum GABPEKNAS, TB Pangaribuan. Hadir juga dalam acara tersebut Ketua DPD GABPEKNAS Sumut dan Ketua DPD Jawa Barat, Irwan Silalahi dan pengurus lainnya.

 Dalam pesannya Ketua Umum GABPEKNAS, TB Pangaribuan meminta pada seluruh pengurus GABPEKNAS DKI Jakarta, periode 2015 – 2020 agar bekerja dengan baik, dengan mendahulukan kepentingan organisasi dan angota daripada kepentingan pribadi, jaga kekompakan jangan sampai ada perpecahan,  serta terus melakukan komunikasi dengan organisasi yang lain, serta lakukan sinergi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, pintanya.

Sementara Ketua DPD GABPEKNAS Provinsi DKI Jakarta, Mulyadi Guntur Aritonang disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pendekatan dengan Pemerintah Provinsi DK Jakarta, agar Pemda DKI Jakarta melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan penyerapan anggaran pada APBD DKI Jakarta.

Dimana hingga Agustus penyerapan anggaran sangat minim, dan beberapa proyek stagnan bahkan berhenti total, sehingga berdampak pada mandegnya seluruh perusahaan konstuksi di Provinsi DKI Jakarta, dan berdampak pada meningkatkan angka pengangguran pegawai perusahaan Kontraktor, dan hampir 80% perusahaan Kontraktor tidak bekerja, baik Kontaktor, tenaga ahli, Mandor maupun tukang, hal ini tidak boleh dibiarkan, dan kami dari GABPEKNAS akan mendorong jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun komunikasi antara pengguna jasa konstuksi maupun penyedia jasa konstuksi. Kami akan mengusulkan agar Proyek Fisik yang nilainya dibawah 1 milyar dapat dilakukan secara manual, karena proses lelang melalui ULP DKI Jakarta terlalu lama prosesnya, maka harus ada terobosan baru, jika ada kekawatiran kemungkinan kebocoran, maka pengawasan perlu ditingkatkan, harapnya.


M Guntur juga mengaku akan segera melakukan pembenahan secara internal, khususnya memberikan sertifikasi pada seluruh anggota GABPEKNAS DKI Jakarta, sehingga perusahaan-perusahaan Konstuksi dapat bekerja dan beraktifitas kembali, ungkapnya.

Readmore »

Selasa, 25 Agustus 2015

Kemah Warga Binaan Lapas Sarana Menanamkan Rasa Nasionalisme

Bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, Kementrian Hukum dan HAM, melalui Kanwil Kumham Provinsi DKI Jakarta menggelar Kemah Warga Binaan Jawa – Sumatera, berkesempatan selaku Inspektur Upacara Menpora RI, Imam Nachrowi.

Dalam sambutannya, Menpora Imam Nachrowi menegaskan, "Perkemahan pemasyarakatan ini adalah  bagian dari kegiatan pramuka karena merupakan proses pendidikan non formal untuk membangkitkan karakter dan meningkatkan kecakapan hidup berbangsa khsusunya warga binaan dalam pembentukan karakter bangsa dan peningkatan dasa saing generasi muda di tengah persaingan global yang kompetitif," kata Menpora.

Revolusi mental merupakan gerakan nasional yang diharapkan dapat mengukuhkan jati diri dan mental bangsa menuju bangsa yang bermartabat, berintegritas yang muaranya agar kita mampu berdiri sama tinggi dengan negara lain. "Revolusi mental harus dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa melalui berbagai kegiatan terlebih dalam kegiatan kepramukaan termasuk saudara-saudaraku warga binaan dimana berada," tambahnya.

Menpora berharap agenda seperti ini dapat didorong untuk menjadi agenda rutin. "Kami pemerintah akan selalu mensupport, mendukung agar kegiatan ini dapat mempererat antar warga binaan, kita memotivasi semangat dan mental mereka untuk kembali ke daerah dan pada saatnya mereka siap untuk kembali ke masyarakat, sesuai Dasa Darma Pramuka telah jelas bahwa mereka harus punya karakter, mental, moral dan watak yang kuat untuk disatukan kepada masyarakat," ujar Menpora.

Dalam laporannya,  Kepala Kantor Wilayah DKI Jakarta Kemenkumham Mardjoeki mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan kepribadian warga binaan pemasyarakatan melalui Kepramukaan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur dan pada akhirnya pembentukan akhlak dan budipekerti luhur khususnya kaum muda dan mewujudkan masyarakat madani dan melestarikan keutuhan
NKRI.

Kegiatan ini menurut Mardjoeki diselenggarakan berdasarkan UU No.12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, UU No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, AD/ART Gerakan Pramuka No.24 dan No.23 Tahun 1999. "Peserta dari Warga Binaan Pemasyarakatan terdiri dari Jawa Barat 7 regu Pramuka, Banten 4 regu, DKI Jakarta 6 regu, DI Yogyakarta 1 regu, Jawa Tengah 2 regu, Jawa Timur 2 regu dan Lampung 1 regu sehingga total keseluruhan peserta dan pembina 504 orang," paparnya.


Readmore »

Minggu, 23 Agustus 2015

Kebaharian Fair Museum Bahari Tampilkan Perjuangan Hang Tuah

Hang Tuah merupakan seseorang Pahlawan dan tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka. Ia adalah seorang pelaut dengan pangkat laksamana dan juga petarung yang hebat di laut maupun di daratan, dan untuk mengenang kembali perjuangan Hang Tuah, Museum Bahari yang berada di jalan Pasar Ikan, Kota, Jakarta Utara, dalam Kebaharian Fair 2015 yang akan digelar pertengahan September ini, akan mengangkat Pendokumentasian Hang Tuah.

Menurut panitia acara Kebaharian Fair Museum Bahari, Yani, bahwa kegiatan Kebaharian Fair merupakan kegiatan unggulan di Museum Bahari, dimana tahun lalu tema yang diambil adalah Pendokumentasian Fatahillah maka tahun 2015 ini kita mengangkat Pendokumentasian Hang Tuah, dimana tata pamer maupun Pergelaran Kesenian Drama Tari menceriterakan jejak perjuangan Hang Tuah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kejuangan Kepahlawanan Hang Tuang sebagai tokoh pelaut pada masyarakat, khususnya para Pemuda dan Pelajar, ini juga dalam upaya mendukung Program Presiden Jokowi yaitu membangun Kemaritiman di Indonesia.

Kemaritiman Fair 2015, nantinya juga akan didukung tata pamer dari beberapa museum di Jakarta, seperti Museum Juang 45, Museum Wayang, Museum Sejarah Jakarta,Museum Bank Mandiri, Museum Pos Indonesia, Museum Keramik, Museum Prasasti serta museum lain, dan dilengkapi dengan aneka kerajinan yang bisa dijadikan suvenir dengan produk keraninan kebaharian, seperti miniatur kapal serta perahu tradisional dan kerajinan hasil laut.

Untuk memberi hiburan pada pengunjung, panitia Kebaharian Fair juga akan menampilkan Band ternama di Indonesia, serta diisi dengan kegiatan seminar, bedah buku Sejarah Jakarta, serta penampilan beberapa kesenian tradisional Betawi, kegiatan ini juga dalam upaya membangun Museum Bahari sebagai museum berkelas dunia dengan koleksi museum serta bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi, tegas Yani.
Readmore »

PAKARI DUKUNG PEMBANGUNAN KABUPATEN WONOGIRI

Paguyuban Keluarga Asal Wonogiri (PAKARI) sebagai wadah masyarakat Wonogiri di perantauan, khususnya di Jabodetabek, untuk kegiatan sosial kemasyarakatan telah banyak membantu pembangunan daerah Kabupaten Wonogiri, baik secara fisik, pembangunan Masjid, Jalan desa, Perpustakaan, bantuan Air bersih hingga sumbang saran/pemikiran bagi kemajuan  Wonogiri, dan untuk membangun kebersamaan tersebut, bertempat di Aula Kantor Kementrian Transmigrasi dan Kementrian Desa dibilangan Kalibata Jakarta, seluruh anggota PAKARI menghadiri acara Halal Bihalal, bahkan dalam acara tersebut hadir 2 kandidat Bakal Calon Bupati Wonogiri.

Ketua Umum PAKARI, Hj Arry Susatanto disela acara tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa disamping kegiatan sosial, bagaimana seluruh masyarakat asal Wonogiri mau memikirkan daerah asalnya, agar Wonogiri pembangunannya lebih maju, dan ekonomi masyarakatnya juga lebih baik dan sejahtera, PAKARI terus mengajak masyarakat maupun investor khususnya di Jakarta dan sekitaranya untuk bersama-sama membangun Kabupaten Wonogiri.

 Saat disinggung tentang Pilkada pada Desember 2015 untuk memilih Bupati Wonogiri, Hj Arry Susanto mengaku bersyukur atas kehadiran kandidat yang akan maju maupun Tim Sukses, demikian juga kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri dalam acara Halal Bihalal ini, juga sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat asal Wonogiri, masalah yang kerapkali timbul adalah kekeringan dan kekurangan air, ini membutuhkan irigasi yang baik, serta mencari sumber air yang bersih untuk  kepentingan air minum masyarakat, melalui Pilkada langsung nantinya kita berharap akan terpilih Bupati yang amanah untuk membangun Kabupaten Wonogiri, dan PAKARI akan siap bekerjasama dengan Pemda Wonogiri, siapapun Bupati yang akan terpilih nantinya, ungkapnya tegas.

Hal yang sama juga diungkapkan Leles Sudarmanto, Pendiri PAKARI, bahwa Paguyuban ini didirikan dengan dasar kebersamaan untuk bersama membangun Wonogiri, karena tanpa kebersamaan Wonogiri tidak akan maju, sebagaimana daerah lain disekitar Wonogiri.  Karena kita tau untuk PAD di Kabupaten Wonogiri jauh dari harapan, dimana APBD tahun 2015 yang berjumlah 1,7 trilyun, tapi Pendapatan Asli Daerah berjumlah 174 milyar, itupun terbesar penyumbang PAD dari RSUD  Wonogiri.

Bupati terpilih kedepan harus mau mengajak warga Wonogiri di Perantauan, karena 30% penduduk Wonogiri adalah  perantau yang jumlahnya sekitar 400 ribu orang, kalau Pemerintah Wonogiri bisa membuka Bank Rakyat Wonogiri dengan investasi tabungan atau deposito senilai 10 juta rupiah/orang, maka uang yang terkumpul bisa mencapai 4 trilyun, untuk menggerakkan ekonomi di Wonogiri, dan pembangunan bisa digerakkan oleh masyarakat sendiri, tidak perlu menunggu investor dari luar. Inilah kami mengajak Pemda Wonogiri kedepan untuk mau melibatkan warga perantauan untuk bersama-sama membangun Wonogiri, ungkap Pengusaha Multi Media yang juga Budayawan asal Wonogiri ini.

Sementara ditempat yang sama, Pengusaha putra daerah yang sudah membangun 10 Perusahaan di Wonogiri, Suparno disela acara tersebut pada wartawan juga menegaskan, bahwa kelemahan di Wonogiri selama ini adalah masih kurang pekanya pejabat di Wonogiri dalam menyambut investasi, khususnya para Camat di Pemda Wonogiri, seringkali ada rapat-rapat, namun banyak Camat yang tidak mau hadir, padalah banyak peluang yang bisa dikembangkan di Wonogiri, baik disektor Pertanian, Perkebunan dan Wisata, dimana Wonogiri adalah penghasil Kacang Mede, Kacang Tanah, Ubi Kayu (Singkong), Jagung serta Buah-buahan seperti Melon dan Semangka, baik untuk pasar domestik maupun ekspor, ungkapnya tegas.

Saat disinggung akan adanya kekeringan yang sering melanda beberapa wilayah di Wonogiri, Suparno  berharap Pemerintah Pusat maupun Pemda Provinsi Jawa Tengah untuk serius menangani masalah ini, dengan mencari sumber air baik untuk dialirkan ke Wonogiri bagian Selatan, atau jika memungkinkan merubah air laut menjadi air tawar, dengan teknologi canggih yang sudah digunakan negara lain, pintanya.

Readmore »

PERINGATAN HUT RI KE 70 SMKN 19 JAKARTA

Dalam rangka memperingati Hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 70 tahun, SMKN 19 Jakarta mengadakan upacara bendera yang diikuti oleh semua siswa-siswi SMK Negeri 19 Jakarta, serta seluruh guru. Upacara di mulai pukul 07.00 WIB dengan pembina upara Kepala Sekolah SMKN 19 Jakarta, Arum Sari, M.Pd tersebut digelar penuh khidmat dan berjalan dengan baik.

Dalam amanatnya, Arum Sari S.Pd, M.Pd meminta pada siswa-siswi untuk dapat menghargai nilai-nilai kejuangan para Pahlawan yang telah gugur dan berjuang dengan iklas untuk menghantarkan bangsa Indonesia menuju gerbang Kemerdekaan, dan 70 tahun Indonesia Merdeka ini hendaknya dapat diisi dengan belajar dan belajar meraih prestasi untuk mengisi pembangunan bangsa, pintanya.

Usai upacara siswa-siswi juga merayakan kemerdekaan dengan mengikuti beberapa permainan tradisional, seperti Makan Kerupuk, memasukkan kelereng dalam gelas, lomba kebersihan kelas dan kegiatan permainan lalinnya, menurut Pembina OSIS SMKN 19 Jakarta Titin Nafisah, lomba-lomba ini disamping untuk menanamkan nilai-nilia Kejuangan, juga sebagai upaya menanamkan rasa kebersamaan, kekompakan dan saling mengenal satu sama lain, apalagi siswa kelas 10 adalah siswa baru yang belum kenal satu sama lain, diharapkan akan terbangun kekompakan mulai dari dalam kelas, dan kekompakan serta kebersamaan, akan terbangun di seluruh sekolah.

Di hari berikutnya juga akan digelar lomba Menyanyikan Lagu-lagu Perjuangan, Lagu Daerah serta lomba membaca Undang-Undang, hal tersebut juga diharapkan akan menanamkan wawasan kebangsaan dan kebhinekaan pada siswa, bahwa Indonesia memiliki aneka seni dan budaya yang beraneka ragam, dan lomba-lomba dalam memperingati HUT Kemerdekaan ini akan kita jadikan agenda rutin tahunan di SMKN 19 Jakarta, tegas Titin Nafisah.




Readmore »