SESKOAL TUAN RUMAH PROGRAM KEGIATAN BERSAMA (PKB) KEJUANGAN TAHUN 2019

SESKOAL TUAN RUMAH PROGRAM KEGIATAN BERSAMA (PKB) KEJUANGAN TAHUN 2019

Seskoal,23 September 2019, -- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan Tahun 2019 yang diawali dengan kegiatan Seminar terpadu dibuka secara resmi dibuka oleh Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia  (Dansesko TNI) Marsekal Madya TNI Trisno Hendardi di Auditorium Yos Sudarso Seskoal Cipulir Jakarta Selatan, Senin (23/9).

Seminar Program Kegiatan Bersama Kejuangan Tahun 2019 (PKB Juang 2019) dengan tema “Profesionalitas TNI-POLRI Menjamin Pembangunan Nasional Aman” diikuti 1.204 peserta terdiri dari undangan VIP 20 orang, pejabat/dosen patun 120 orang, Pasis/serdik 1.024 orang, Sesko TNI 152 orang, Sespimti Polri 62 orang, Seskoal 308 oanrg, Seskoal 150 orang, Seskoau 132 orang, Sespimmen Polri 220 orang, para Viewer 10 orang terdiri dari Prof.Dr .Abdul Munir Mulkhan (UGM), Dr. Soesaningtyas N.H.Kertopati (Pakar Komunikasi Inteljen), Poengky Indarty,SH.LLM (Kompolnas), Dr. Eddy Prasetyono (Pengamat Militer UI),  Dr. Dra. Nadirah, M.Sc (BPPT), Dr.M.Alie Humaedi (Peneliti Utama LIPI), Dr. Misdah, M.Pd (IAIN Pontianak), Dr. Ir. Dadan Hindayana (IPB), Haris Azhar, S.H., M.Sc (Lokataru Foundation), dan Dr. Eduard Sigalingging, M.Si (Kemendagri) dan dosen serta mahasiswa  dari berbagai universitas (Unhan, UI, Trisakti, IPB, UNJ, ITB,UIN,UG, Binus, dan UPN) dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan motivasi tentang pentingnya profesionalitas TNI - Polri, khususnya bagi calon pemimpin TNI-Polri di masa mendatang.

Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Trisno Hendardi dalam sambutannya mengatakan tema yang diambil tersebut karena melihat dari dinamika perkembangan yang terjadi di dalam negeri tanpa melupakan perkembangan diluar negeri. Soliditas TNI-Polri, merupakan hal yang mutlak sebagai kesatuan dua lembaga yang selalu menjadi cerminan kekuatan dan kedaulatan NKRI, dapat diperoleh melalui pembangunan komponen pertahanan dan keamanan Negara secara terarah untuk mewujudkan profesionalitas personel TNI-Polri.

Lebih lanjut dikatakan Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Trisno Hendardi agar selanjutnya seminar ini ada upaya maksimal dari para peserta seminar untuk dapat mencurahkan segenap daya kemampuan yang dimiliki. Serta dapat dapat menuangkan ide dan inspirasi guna menghasilkan konsep strategis untuk memecahkan masalah actual sebagai sumbangsih terbaik untuk kepentingan bangsa dan Negara.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 23 - 27 September 2019 mendatang melalui beberapa mekanisme antara lain paparan makalah terpusat, diskusi tersebar, dan paparan makalah gabungan yang masing-masing perwakilan Pasis akan memaparkan makalahnya   antara lain Pasis Sesko TNI dan Sespimti Polri tentang Konsepsi peran TNI-Polri guna mendukung pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional, sedangkan Pasis Sesko Angkatan  dan Sespimmen Polri mengenai optimalisasi peran TNI-Polri menjaga stabilitas keamanan guna keberlangsungan pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Turut mendampingi Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Trisno Hendardi, Kasespim Polri Irjen Pol. Drs. Bambang Waskito, Danseskoad Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., serta Danseskoau Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi.
Readmore »

JARTE BEAUTY SQU4D, BUKA KEMITRAAN JOIN RESELLER PRODUK KECANTIKAN

JARTE BEAUTY SQU4D, BUKA KEMITRAAN JOIN RESELLER PRODUK KECANTIKAN

Diera kemajuan teknologi berbasis big data, saat ini telah membuka peluang usaha dengan modal kecil, namun bisa memiliki keuntungan besar hingga tak terbatas, dimana seseorang bisa memasarkan produk-produk tanpa harus memiliki stok barang, dan cukup memasarkan lewat media sosial maupun translaksi elektronik, atau lebih gampang disebut jualan online/ online shop, dan kini Jarte Beauty SQU4D, menawarkan anda,khususnya kaum perempuan untuk bergabung menjadi Join Reseller produk Jarte Beauty, ungkap Co-Founder JARTE BEAUTY, Melvern Hidajat.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa dalam memasarkan produk Jarte Beauty pihaknya menggunakan Definition strategi, yaitu mengajak para pemuda, remaja maupun ibu-ibu rumah tangga untuk bergabung sebagai Reseller Jarte Beauty, dan untuk menjadi Reseller tidak harus membayar mahal, dimana calon reseller cukup mengeluarkan dana Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah), namun dengan uang pendaftaran anggota reseller tersebut, peserta akan mendapatkan produk seharga Rp. 500.000,- sehingga anggota bisa langsung memasarkan produk kecantikan Jarte Beauty, tegasnya.




Dan untuk membantu dalam pemasaran produk Reseller baik online maupun ofline, Jarte Beauty akan mensuport kebutuhan pemasaran, baik brosur, video maupun kebutuhan lain, bahkan Jarte Beauty juga membantu pemasaran melalui Online shop, Instagram, Facebook, WA serta Marketplace seperti melalui Shopee maupun Toko Pedia. Reseller cukup bermodalkan HP Smartphone saja, jadi Reseller cukup mencari order, dan Jarte Beauty akan menyiapkan packing, produk dan pengiriman ke pembeli.

Sistem pemasaran Reseller sebenarnya sangat mudah, karena tidak banyak menyita waktu, serta tidak harus membuka toko, dan cukup mobile dan broadcast saja, dan Jarte Beauty juga akan memberikan poin yang akan diakumulasi selama 1 tahun sebagai reseller, dimana poin tersebut bisa ditukarkan dengan hadiah menarik, tegas Melvern.



Hal yang sama juga diungkapkan Jennifer Halim, bahwa produk JARTE BEAUTY memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan produk kecantikan lainnya, dimana Produk Kecantikan berkonsep 2 in 1 dan Travel Friendly, serta dengan kemasan yang unik dan menarik, seperti produk MATTE LIPSTICK & SOFT LIPCREAM, dimana untuk satu kemasan di atas soft matte lip cream dibawahnya lip matte. Ini adalah produk dan kemasan pertama di Indonesia.



MATTE LIPSTICK & SOFT LIPCREAM berkonsep 2in1 LipDuo, yang dilengkapi dengan matte lipstick dan soft matte lipcream sekaligus dalam satu kemasan. yang lipstik bagian atas itu lebih soft, cocok untuk sehari-hari. Sementara, lipcream yang bawah itu kesannya lebih pop up dan glam, cocok untuk acara malam. Jarte Beauty 2in1 LipDuo ini hadir dalam 6 varian warna, yakni Scarlett (sentuhan warna coklat, nude), Pumpkin (sentuhan warna coklat, oranye), Diva (sentuhan warna merah), Dolly (sentuhan warna pink mauve), Charlotte (sentuhan warna mauve nude), dan Latte (sentuhan warna merah tua, pink). Dengan hasil matte, Jarte Beauty 2in1 LipDuo ini adalah piliham makeup praktis untuk Anda para wanita dinamis. Tak hanya untuk bibir, Jarte Beauty 2in1 LipDuo ini juga bisa diaplikasikan sebagai blusher dan eyeshadow. Sangat multifungsi, papar Jennifer Halim.



Disamping itu produk Jarte Micellar Oil dan Infused Cleanersing Water yang dapat Menutrisi Kulit Wajah, keduanya juga memiliki inovasi baru, dimana Jarte Micellar Oil dan Infused Cleanersing Water akan mampu membersihkan wajah dengan praktis dan efisien, dimana produk kecantikan ini tak hanya berfungsi sebagai pembersih wajah dari kotoran, namun produk Jarte Beauty ini juga menawarkan beragam keuntungan, dipekaya dengan bahan alami, yang terdiri dari Argan Oil dan D Panthenol (pro vitamin B5), yang dapat menjaga kelembapan kulit secara optimal.




Jarta Beauty Micellar-Oil Infused Celansing Water ini terdiri 2 jenis, yaitu Tea Tree dan Pomegranate, dimana Jarte Micellar Oil dan Infused Cleanersing Water cocok digunakan oleh anda yang memiliki kulit berminyak, karena dapat mengurangi produk minyak berlebih tanpat membuat kulit kering, kandungan tea tree juga dapat mencegah bakteri penyebab jerawat pada kulit.

Sementara untuk produk Pomegranate ini kaya akan vitamin C, cocok dipakai oleh mereka yang punya kulit wajah yang Cenderung Sensitif, Kering atau normal, Jarte Micellar Oil dan Infused Cleanersing Water ini dapat membantu memperlambat proses penuaan kulit, juga aman digunakan setiap hari, karena tidak mengandung bahan kimia SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dan Parben, ini berbeda dengan micellar water produk lain, ujar Jennifer Halim.




Produk lain Jarte Beauty adalah Facial Cleansing Brush dengan bentuk yang lucu, kini digemari para beauty enthusiast. Kalau merek lain harus meroboh kocek yang dalam, namun untuk Jarte Facial Cleansing Brush tak perlu menguras tabungan untuk mendapatkan facial cleansing brush, cukup dengah dana Rp. 389.000,- ini merupakan facial cleansing brush versi lokal yang tak kalah kece dari versi high-end. Semua produk Jarte Beauty sangat travel friendly. Dengan kemasan terbaik yang mudah dibawa kemanapun, Facial Cleansing Brush Jarte Beauty terbuat dari silikon kelas medis dan silikon ultra-hygenic yang mencegah pertumbuhan bakteri.




Facial Cleansing Brush Jarte Beauty hadir dengan teknologi Vibra-Sonic Antibakteri untuk kulit normal dan sensitif. Aman digunakan sehari-hari untuk exfoliasi kulit, membersihkan, menyegarkan dan merevitalisasi kulit wajah. Facial Cleansing Brush Jarte Beauty hadir dalam 3 pilihan warna yaitu Baby Pink, Tosca & Baby Blue dan dibanderol dengan harga Rp389.000. (Nrl).
Readmore »

Optimalkan Fungsi Binbangkum, BPK Gelar Rakor Unit Kerja Hukum

Optimalkan Fungsi Binbangkum, BPK Gelar Rakor Unit Kerja Hukum

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam hal ini Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum (Ditama Binbangkum) harus menjadi leading sector dalam hukum pemeriksaan keuangan negara.

Hal tersebut dikarenakan BPK yang berkedudukan sejajar dengan lembaga tinggi negara lainnya adalah satu-satunya lembaga eksternal pemeriksa keuangan negara.

"Dengan kewenangan yang demikian besar, seharusnya Ditama Binbangkum menjadi leading sector, referensi dan agent of trust dalam hukum pemeriksaan keuangan negara" kata Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Kerja Hukum, di Bogor, pada Kamis (19/09/2019).

Ketua BPK mengatakan walaupun tugas utamanya aspek hukum, para pegawai pada Ditama Binbangkum seharusnya tidak hanya cakap dalam ilmu hukum, tetapi juga mempunyai pengetahuan praktis dalam pemeriksaan.

"Ditama Binbangkum harus mampu berperan dalam quality control dan quality assurance dalam pemeriksaan, dengan cara proaktif melakukan kegiatan preventif agar tidak timbul potensi-potensi masalah yang dapat menjadi gugatan," tambahnya.

Selain Ketua BPK, kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Peran Unit Kerja Hukum dalam Menunjang Tugas dan Fungsi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)" tersebut juga menghadirkan Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar untuk memberikan pengarahan.

Di hadapan para pejabat struktural di lingkungan Ditama Binbangkum dan para Kepala Sub Bagian Hukum BPK Perwakilan yang hadir, Wakil Ketua BPK menyarankan agar Ditama Binbangkum menyelaraskan produk hukum BPK dengan produk hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah.(Red)
Readmore »

Ganjil IJI Turnamen, Personel Bakamla RI Sabet Medali Emas

Ganjil IJI Turnamen, Personel Bakamla RI Sabet Medali Emas

Jakarta, 22 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)--- Emily Azizah Putri, S.Kom., personel Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bakamla RI menyabet medali emas dalam Ganjil Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI) Turnamen yang berlangsung di HAD Dojo Ramahadi RS. Ramahadi, Purwakarta, Jawa Barat, kemarin (21/9/2019).

Pencapaian oleh atlit putri yang sehari hari bertugas di Bagian Kepegawaian Bakamla RI dengan keberhasilannya memenangkan medali emas di kelas 55 kg itu didukung penuh oleh dojo Bakamla RI dan Institut Ju-Jitsu Indonesia.

Dalam pertandingan tersebut, Bakamla RI mengirimkan empat perwakilannya, yaitu Lorenzia Rezael Sanjaya, S.IP., Emily Azizah Putri, S.Kom., Prasetyo Kurnia Santoso, dan Riendinta Etta Surya. Adapun pertandingan diikuti oleh atlit-atlit Ju-Jitsu dari seluruh Indonesia di Cabang Olah Raga Ju-Jitsu untuk kategori Newaza.

Keberhasilan ini merupakan sumbangsih prestasi oleh personel Bakamla RI, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pengawak Bakamla RI untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki di bidangnya masing-masing dalam pelaksanaan tugas pengamanan laut Nusantara.


Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Kepala Zona Kamla Timur Jadi Pembicara di Akademi Maritim Maluku

Kepala Zona Kamla Timur Jadi Pembicara di Akademi Maritim Maluku

Ambon, 21 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)
Kepala Zona Kamla Timur Laksamana Pertama Bakamla Vetty V. Salakay, S.H., M.Si., hadir sebagai pembicara di hadapan 50 Taruna/i Akademi Maritim Maluku Jl. DR. Kayadoe RT 05/05 Kudamati, Ambon beberapa hari lalu.

Dialog bertemakan" Wujudkan Taruna/i yang Unggul, Indonesia Maju". Adapun kegiatan ini diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada Taruna/i Akademi Maritim Maluku terhadap tugas dan fungsi Bakamla RI dalam keamanan dan keselamatan pelayaran di Maluku. 

Selaku narasumber, ada beberapa hal yang disampaikan Laksma Vetty, yaitu dalam upaya penegakan hukum di wilayah Indonesia secara efektif ada beberapa tantangan yang kita hadapi. Pertama adalah posisi dan konstelasi geografis Indonesia. Kedua adalah posisi Indonesia yang terletak di dua benua, dua samudera, dan kurang lebih 70.000 kapal yang melintasi setiap tahun di perairan Indonesia kemudian terdapat empat choke point dari sembilan didunia. "Tantangan ketiga adalah tentang kewajiban UNCLOS yaitu terkait dengan ALKI, kita harus menjamin tiga jalur ALKI aman untuk digunakan.

Lebih lanjut, sebagai Bakamla dengan dasar hukum UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Perpres No. 178 tahun 2014 dan ditegaskan dalam amanat Presiden berbunyi "telah dimulai era baru, efisien dengan komando tunggal yang didukung sistem peringatan dini dan unit penindakan hukum. Semua stakeholder Keamanan Laut, saya perintahkan untuk mendukung aset awal Bakamla berupa kapal, pesawat dan personel". 

Bakamla RI khususnya Kantor Zona Kamla Timur mempunyai tugas melaksanakan keamanan dan keselamatan laut di wilayah alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) tertentu sesuai dengan kewenangannya. Selain itu sesuai dengan amanat Presiden bahwa Kantor Zona Kamla Timur juga mempunyai fungsi pelaksanaan koordinasi, sinergi dan penyelenggaraan serta pemberian dukungan teknis kepada instansi terkait dalam pelaksanaan operasi keamanan dan keselamatan laut.

"Dalam menjalankan tugasnya Kantor Zona Kamla Timur didukung oleh dua unsur kapal berukuran 48 Meter yaitu KN Kuda Laut 403 dan KN Ular Laut 405 yang siap beroperasi, kemudian didukung oleh Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang, SPKKL Ambon, SPKKL Jayapura dan SPKKL Merauke yang siap memantau perairan wilayah Zona Timur dalam segala bentuk ancaman di laut," kata Laksma Vetty.

Sementara itu, kehadiran Kepala Kantor Zona Kamla Timur didampingi oleh Kasubbid Kerja sama Zona Timur Mayor Bakamla Milla Letakompessy.

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono.
Readmore »

Diskusi Terpumpun Kebijakan Satu Peta, Kepala Bakamla RI Bahas Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut

Diskusi Terpumpun Kebijakan Satu Peta, Kepala Bakamla RI Bahas Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut

Jakarta, 20 September 2019 (Humas Bakamla RI/Indonesian Coast Guard)--- Kepala Bakamla RI Laksdya A. Taufiq R. membeberkan tentang Kompleksitas Penegakan Hukum di Laut, pada kegiatan diskusi terpumpun “Urgensi Perundingan Batas Maritim dan Peran Peta Batas Wilayah Maritim dalam Mendukung Kebijakan Satu Peta (KSP)”, yang dihelat oleh Kementerian Luar Negeri RI, di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (20/9/2019).

Laksamana bintang tiga tersebut diundang sebagai salah satu pembicara untuk membawakan pembahasan bertema Tantangan Penegakan Hukum di Zona Maritim Indonesia. Dijelaskannya, posisi geogafis Indonesia yang berbatasan dengan 10 negara di laut, dimana masih adanya permasalahan batas maritime terutama di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Sebagai contoh adalah insiden yang terjadi dengan apparat maritime Malaysia dan Vietnam di dispute area. Dikatakannya pula bahwa dalam rezim Hukum Laut Internasional pengguna laut memiliki hak lintas damai di wilayah Perairan Indonesia, Hak Lintas Alur Laut Kepulauan di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), Hak Lintas Transit di Selat Malaka dan Selat Singapura, Hak Akses dan Komunikasi sesuai perjanjian bilateral, Hak Kebebasan Pelayaran, Penerbangan, Pasang Kabel dan Pipa Bawah Laut di Zona Tambahan, Hak Kebebasan Pelayaran dan Penerbangan Internasional, Pemasangan Kabel dan Pipa Bawah Laut di ZEEI dan di Landas Kontinen. Untuk itu, fokus pencapaian tugas yang diemban adalah tercapainya pengamanan choke point di seluruh perairan Indonesia, terjaminnya keamanan ALKI, terjaganya kedaulatan NKRI, dan tegaknya hukum di seluruh perairan Indonesia.

Dalam presentasi yang disampaikannya, Laksdya Taufiq memberikan penekanan tentang mengedepankan fungsi Coast Guard untuk mengatasi ancaman non militer, karena Coast Guard sebagai bagian civil supremacy. Hal itu selaras dengan arahan Presiden RI untuk mengembangkan fungsi Bakamla RI sebagai Coast Guard Indonesia. Berbagai tantangan dalam penegakan hukum di laut, maka perlu adanya penguatan dasar penindakan melalui peta yang valid, karena pada saat penindakan apparat harus didukung dengan dasar yang jelas atas posisi pelanggaran, jenis kapal dan tindakan pelanggaran yang dilakukan.      

Keberadaan peta batas wilayah negara dan peta tematik lainnya yang valid, lebih komprehensif dan terintegrasi ini diperlukan untuk mendukung proses perundingan batas maritime di masa mendatang, yang diwujudkan dalam Kebijakan Satu Peta (KSP), dimana Kemenlu ditunjuk sebagai walidata peta batas wilayah negara, sekaligus sebagai Ketua Tim Perunding Batas Maritim. Kebijakan Satu Peta itu sendiri dapat membantu instansi operasional seperti Bakamla RI dalam melaksanakan penegakan hukum di laut dengan penggunaan sebuah peta tunggal yang integratif.

Acara dibuka oleh Perwakilan Dekanat Fakultas Hukum UGM, Kepala Departemen Hukum Internasional Prof. Dr. Agustinus Supriyanto, S.H., M.Si, Sebagai walidata Kebijakan Satu Peta yaitu Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, Kemenlu Dr. iur. Damos Dumoli Agusman, S.H., M.A. juga memberikan sambutannya. 
Adapun selaku nara sumber pada sesi pertama yaitu Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu, Purnomo Ahmad Chandra, dan Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Prof. Dr. Marsudi Triadmodjo, S.H., LL.M. Moderator yaitu Sekretaris Departemen Hukum Internasional, Fakultas Hukum UGM, Agustina Merdekawati, S.H., LL.M.

Sedangkan pada sesi kedua menghadirkan nara sumber antara lain Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H., M.H., Deputi bidang Informasi Geospasial Dasar, Badan Informasi Geospasial (BIG) Ir. Mohammad Arief Syafi’I, M.Eng. Sc., Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, Badan Informasi Geospasial dan Sekretariat Tim Percepatan Kebijakan Satu Peta Lien Rosalina, dan Peneliti Senior sekaligus Dosen Fakultas Teknik, UGM Dr. I Made Andi Arsana. Sesi kedua dipandu oleh Dosen Hukum Pajak, Fakultas Hukum Gadjah Mada, Taufiq Adiyanto, S.H., LL. M. selaku moderator.

Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Bakamla Amankan Kapal Minyak SPOB di Sungai Musi Palembang

Bakamla Amankan Kapal Minyak SPOB di Sungai Musi Palembang
Bakamla Amankan Kapal Minyak SPOB di Sungai Musi Palembang

Palembang, 19 September 2019 (Humas Bakamla/PR Indonesian Coast Guard).
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengamankan kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB) yang diduga bermuatan solar (HSD) hasil oplosan tanpa dilengkapi dokumen kapal yang sesuai di perairan Musi, Palembang, Kamis (19/9/19).

Kapal SPOB dengan inisial (RS) berhasil diamankan KN Belut Laut 406 saat melaksanakan Operasi KAMLA-VI di perairan Musi Palembang dengan menggunakan Sea Rider yang pada saat itu pukul 16.00 WIB diposisi 02°59'000"S - 104°46'470"T mendeteksi sebuah kapal yang sedang berlayar. Kemudian Sea Rider melaksanakan pengejaran terhadap kapal SPOB tersebut dan pukul 16.30 WIB posisi 02°59'000"S - 104°46'470"T Sea Rider melaksanakan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan didapati kapal SPOB (RS) membawa kurang lebih 20 ton muatan solar (HSD) tanpa dilengkapi dokumen kapal yang sesuai.

Berdasarkan keterangan dari nakhoda, kapal SPOB (RS) berlayar dari Meranti Jaya menuju Palembang dan telah selesai melakukan kegiatan bunker. Hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (RS) diduga melanggar tindak pidana Minyak dan Gas. 

Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, komandan KN Belut Laut 406 Letkol Bakamla Heni Mulyono langsung memerintahkan kapal SPOB (RS) untuk ditangkap dan dikawal menuju pelabuhan Boombaru Palembang. 

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Seskoal Gelar Round Table Discussion tentang Penyelesaian Konflik Papua dari Perspektif Sosiokultural

Seskoal Gelar Round Table Discussion tentang Penyelesaian Konflik Papua dari Perspektif Sosiokultural

Seskoal, 18 September 2019, Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D, mengatakan bahwa mengelola dan merawat ke-Indonesia-an sebagai bangsa yang majemuk, membangun sikap "Aku Indonesia" - Negara berbasis Bhinneka Tunggal Ika memang tidaklah mudah, seringkali berhadapan dengan pelbagai isu-isu sensitif bernuansa suku, agama, ras, antar golongan (SARA), kesenjangan sosial, disparitas pembangunan dan lain-lain yang  dapat berdampak pada stabilitas nasional dan menguji kadar/derajat nasionalisme. Hal ini dapat dipahami mengingat struktur masyarakat indonesia dibangun dari beragam suku, agama, etnisitas provinsionisme, geografis, bahasa, etnik, budaya, geografi, tingkat pendidikan maupun status sosial.

Sambutan yang dibacakan Seklem Seskoal Kolonel Laut (S) Hardiko tersebut diungkapkan dalam kegiatan Round Table Discussion (RTD) dengan topik "Penyelesaian Konflik Papua dari Perspektif Sosiokultural" yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal pada Rabu (18/09).

Sebagai narasumber, Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag., Wakil rektor bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Jakarta, mengemukakan bahwa konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain atau pemerintah karena perbedaan yang diekspresikan, diingat, dan dialami serta sebagai persepsi mengenai adanya perbedaan mengenai kebutuhan atau intres, yang disebabkan oleh perbedaan tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber - sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, dan perilaku setiap pihak yang terlibat.

“Diperlukan beberapa langkah solusi dalam menyelesaikan permasalahan Papua” kata Masri. Langkah yang direkomendasikan adalah komitmen penegakkan hukum pelanggaran HAM dan tindakan rasis terhadap masyarakat Papua; mengambil langkah tegas dan menghukum aktor intelektual pencipta kerusuhan di Papua; dan menyelenggarakan dialog-partisipatif dengan pemerintah daerah, tokoh dan unsur masyarkat, tegas doktor yang berlatar belakang ilmu sosilogi tersebut.

Prof. Masri juga merekomendasikan untuk meminimalisir pendekatan kemanan dan kebijakan militerisme dalam penanganan Papua melalui sikap empati atau mengambil hati dan menjaga martabat dan kehormatan masyarakat Papua, melaksanakan pembangunan yang betul dibutukan (real need) masyarakat Papua seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi secara berkeadilan dan berkelanjutan, serta pendekatan pembangunan sosio-kultural berupa dialog, partisipatif, keunikan karakteristik, memperhatikan keragaman ekologi dan kearifan lokal masyarakat Papua, dan konsistensi penerapan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).

Dr. Vidhyandika Djati Perkasa, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial  CSIS, sebagai narasumber kedua menegaskan perlunya memahami dan menyelesaikan kompleksitas Papua secara multidemensial.

"Masalah di Papua sangat kompleks, sumber permasalahan sudah terang benderang di depan mata,  akan tetapi masih lemah komitmen, keberanian dan terobosan (business as usual) yang dilakukan selama ini", tegas peneliti CSIS ini. Perlu langkah solutif papua secara multidimensional yang meliputi dimensi Inter-linking factors, Ekonomi, Politik, HAM, Internasional, Budaya, Tata Pemerintahan (Governance), Sistem Elektoral dan Kepemimpinan, lanjut Vidhyandika.

Diskusi yang dilaksanakan dihadiri 45 orang terdiri dari Staf Potensi Maritim Mabesal, Pusjiantra TNI, Dosen Seskoal, serta Perwira Mahasiswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 ini diharapkan mampu memberikan pandangan secara akademis maupun empiris membangun kerangka pemikiran untuk memahami pembangunan dan keamanan di Papua dalam perspektif sosiokultural.
Readmore »

Cupli Risman Wasekjen IK Alumni PMII Minta Hentikan Perzaliman Imam Nahrowi

Cupli Risman Wasekjen IK Alumni PMII Minta Hentikan Perzaliman Imam Nahrowi

Mesti KPK telah menetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai “tersangka” dalam kasus suap dana hibah KONI, namun azas praduga tidak bersalah seharusnya dijunjung tinggi oleh KPK, dimana dalam penentuan status hukum seseorang, harus didukung dengan bukti-bukti yang kuat, dan bukan sekedar pengakuan orang lain, seharusnya KPK berkonsentrasi mengumpulkan barang bukti terlebih dahulu, ketimbang menetapkan tersangka Imam Nahrowi,untuk itu hentikan Perzaliman Imam Nahrowi, ungkapkan Cupli Risman (Wasekjen IK Alumni PMII) saat ditemui sejumlah insan media Kamis 19 September 2019.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa kasus ini merupakan kasus Miftahul Ulum yang bekerja sebagai Asisten Pribadi (Aspri) Menpora, dan sebagaimana pernyataan Iman Nahrowi, bahwa dirinya tidak pernah menugaskan (Ulum) untuk berkoordinasi atau membicarakan masalah fee dari dana hibah KONI, dan tidak ada uang KONI yang mengalir ke dirinya, Kalalu penetapan hanya karena pernyataan Miftahul Ulum tanpa bukti kuat, apalagi di masa-masa politik Indonesia yang sedang memanas menjelang pelantikan Presiden RI, kita kawatir penetapan tersangka Menpora bermuatan politik, KPK jangan membuat opini publik seakan Imam Nahrowi menerima uang hibah KONI 26,5 milyar, sementara KPK tidak punya barang bukti uang dari Imam Nahrowi, untuk itu IK Alumni PMII meminta KPK segera menghentikan perzaliman Imam Nahrowi, tegas Cipli Risman.

Keberhasilan Menpora Imam Nahrowi dalam menata Olahraga di tahan air, seperti pembekuan PSSI tahun 2015 dan membenahi PSSI, harus diacungi jempol, juga prestasi lain dengan keberhasilan sepekbola U-22 juara Piala AFF U-22 2019, Keberhasilan lain di era Imam Nahrawi, yaitu dengan sejumlah agenda besar olahraga di level internasional, salah satunya Indonesia saat itu sempat jadi tuan rumah untuk ajang Asian Games 2018. Dan Indonesia berhasil meraih peringkat empat di ajang tersebut dengan perolehan medali 31 emas, 24 perak, 43 perunggu. Terobosan lain terkait bonus di pentas internasional. Jika sebelumnya atlet peraih medali emas hanya mendapat bonus rata-rata Rp1 miliar, kini mereka bisa mengantongi bonus mencapai Rp5 miliar, serta prestasi lain dalam penataan olahraga Indonesia, ini harus kita akui Imam Nahrowi telah mampu menjalankan tugasnya sebagai Menpora dengan baik, untuk itu hentikan opini penzoliman Iman Nahrowi, pinta Cupli Risman. (Red)
Readmore »

Wakil Ketua BPK Terima Penghargaan PMI karena 50 Kali Donor Darah

Wakil Ketua BPK Terima Penghargaan PMI karena 50 Kali Donor Darah

JAKARTA, Humas BPK - Wakil Ketua BPK RI, Bahrullah Akbar baru saja memperoleh penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta sebagai apresiasi karena ia telah mendonorkan darah 50 kali.

Baharullah termasuk satu di antara 400 pendonor darah yang menerima penghargaan di Gedung Lemhanas, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9/2019).

Meski berpengalaman mendonorkan darahnya puluhan kali, ternyata saat pertama ia melakukan bukan didorong inisiatif pribadi. "Dulu itu kalau mau membuat SIM syaratnya harus donor darah. Saya waktu lulus SMA tahun 1978, hendak bikin SIM di Polda, ya  terpaksa harus donor darah," tutur Akbar ditemui usai penyerahan penghargaan.

Akbar mengaku tidak menyesal dan justru kian rutin menyumbangkan darah setelah merasakan banyak manfaatnya. Ia bahkan bersyukur pernah "dipaksa" menjadi pendonor darah.

"Sampai sekarang pada usia saya 60 tahun sudah 50 kali donor. Saya ucapkan terimakasih penghargaannya dari PMI," katanya.

Selain membantu orang yang membutuhkan darah, menurut Akbar pendonor menjadi lebih sehat terutama usai memberikan darahnya. "Habis donor itu jauh lebih sehat, lebih segar. Lihat saja tadi yang menerima penghargaan 50 kali mendonor, banyak usianya di atas 60 tahun. Mereka segar-segar semua," katanya.

Dari 400 pendonor penerima penghargaan, menurut Pengurus PMI DKI Jakarta, Irwan D Makdoerah, sebanyak 379 orang pendonor pria dan 21 orang pendonor wanita. Usia tertua atas nama Paul Gunawan berumur 68 tahun dan bergolongan darah O. Sedangkan usia termuda 28 tahun dipegang M. Yusuf juga bergolongan darah O.

Irwan menyatakan PMI berterimakasih kepada sukarelawan yang telah mendonorkan darahnya 50 kali sebab tidak sederhana untuk mencapai angka tersebut, butuh proses panjang disertai tekad kuat membantu sesama.

PMI Provinsi DKI Jakarta, menurut Iwan, akan terus berusaha memaksimalkan perekrutan pendonor darah. "Pada tahun 2019 PMI menargetkan perolehan sebanyak 350.000 kantong darah," jelas lrwan. Kebutuhan darah di DKI Jakarta mencapai 800 - 1.000 kantong per hari.
Readmore »

Wakasad : Latma Safkar Indopura, Wahana Bangun Hubungan TNI AD-Singapore Army

Wakasad : Latma Safkar Indopura, Wahana Bangun Hubungan TNI AD-Singapore Army

JAKARTA – tniad.mil.id,- Menurut Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tatang Sulaiman menyatakan bahwa selain untuk memajukan kedua Angkatan Darat, Latma juga sebagai wahana membangun hubungan yang kuat antara TNI AD dan Singapore Army

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam rilis tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/9/2019)

Diungkapkan Kadispenad, pada hari ini Wakasad dan Chief of General Staff Singapore Army, Brigjen Kenneth Liow memimpin upacara pembukaan Latma Safkar Indopura  ke-31 di Kranji Camp III, Singapura

"Safkar Indopura merupakan bagian dari latihan bilateral militer antara TNI AD dengan Singapore Army, yang pelaksanaannya diselenggarakan secara bergantian," ujar Candra.

Dikatakan Candra, dalam latihan yang ke-31 ini akan dilaksanakan selama 10 hari di Kranji Camp III dan Murai Urban Training Facility (MUTF) Singapura, mulai tanggal 17 hingga 26 September 2019,tambahnya.

"Sebagaimana biasanya dalam kegiatan Latma, masing-masing pimpinan angkatan darat dalam hal ini Wakasad dan Chief of General Staff Singapore Army, keduanya bertindak sebagai  pimpinan upacara," terang Candra.

Selain mengucapkan apresiasi dan kesan terhadap fasilitas latihan Singapore Army yaitu Murai Urban Training Facility dan juga Multi Mission Range Complex (MMRC), lanjut Candra, Wakasad berharap agar Latma ini dapat mengintesifkan interaksi prajurit TNI AD dan Singapore Army.

“Latma sebagai wadah interaksi prajurit dalam membangun hubungan person to person yang kuat sekaligus untuk menumbuhkan sikap saling percaya, saling mengerti, serta saling menghargai antar kedua Angkatan Darat,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Candra, bahwa dalam latihan yang diikuti oleh 170 orang prajurit TNI AD ini akan memainkan tiga materi latihan, yaitu Combined Post Exercise atau latihan posko, Field Training Exercise atau latihan drill taktis dengan materi serangan pemukiman, serta materi menembak senapan.

“Sebagaimana disampaikan Wakasad, Latma ini juga, pada dasarnya ditujukan untuk sama-sama memajukan kedua Angkatan Darat dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ucap Candra.

“Jadi, dari latihan yang diikuti delegasi TNI AD, yaitu Brigif Mekanis 16/Wira Yudha yang dipimpin Letkol Inf Endra Saputra Kusuma ini, selain diharapkan memajukan kedua Angkatan Darat, juga sebagai wahana untuk membangun hubungan antar TNI AD dan Singapore Army yang lebih kuat dan kokoh,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Brigif Mekanis-16/Wira Yudha merupakan satuan tempur TNI AD yang berada di bawah komando dari Kodam V/Brawijaya, dan diresmikan pada tahun 2007.

Setelah serah terima obor dan bendera dilanjutkan dengan sesi foto bersama, dengan didampingi Kasdam V/Brw Brigjen TNI M. Bambang Ismawan, Waaspam Kasad Brigjen TNI Djaka Budi Utama, dan Waasops Kasad Brigjen TNI Rifki,  Wakasad juga berkesempatan untuk meninjau Display statis perlengkapan militer dari TNI AD dan Singapore Army. (Dispenad)
Readmore »

Tatap Muka Penasehat DWP dengan Istri Personel Bakamla RI

Tatap Muka Penasehat DWP dengan Istri Personel Bakamla RI

Jakarta, Rabu 18 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard).--- Keberhasilan Bakamla berawal dari adanya dukungan keluarga dan keberhasilan seorang suami ada doa yang kuat dari istri.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksdya Bakamla A. Taufiq R. selaku Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakamla RI., saat tatap muka dengan pengurus DWP Bakamla RI beserta ratusan istri personel Bakamla RI di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No.56, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/19).

Sementara itu, Ketua DWP Bakamla RI Ny. Ina A. Taufiq R., saat membuka acara mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara tatap muka dengan penasehat DWP adalah selain merupakan salah satu program kegiatan DWP Bakamla juga seluruh anggota akan lebih meningkatkan wawasan tentang Bakamla. 

Hal ini sangat penting untuk diketahui mengingat usai Bakamla yang masih muda sehingga wajar seandainya masih ada yang bertanya-tanya tentang Bakamla. Disamping untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, kegiatan ini diharapkan mampu menambah rasa kebanggaan terhadap institusi tempat dimana para suami mengabdikan diri.

Dikesempatan yang diberikan, Laksdya Taufiq sebagai penasehat DWP Bakamla RI menjelaskan tentang tugas pokok Bakamla RI. Bakamla dengan dasar hukum UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Perpres No. 178 tahun 2014 dan ditegaskan dalam amanat Presiden berbunyi "telah dimulai era baru, efisien dengan komando tunggal yang didukung sistem peringatan dini dan unit penindakan hukum. Semua stakeholder Keamanan Laut, saya perintahkan untuk mendukung aset awal Bakamla berupa kapal, pesawat dan personel". "Pertanyaannya adalah, apakah perintah Presiden ini dilaksanakan ?

Sedangkan tugas yang diamanatkan Presiden pada dasarnya Bakamla melaksanakan Patroli keamanan dan keselamatan laut di seluruh perairan Indonesia dan Yuridiksi Indonesia. Jadi tidak hanya di wilayah kedaulatan tapi di seluruh Yuridiksi sehingga Bakamla adalah institusi operasional yang berseragam. 

Ditambahkan pula, pada rapat kabinet ditegaskan bahwa Bakamla melaksanakan fungsi Coast Guard di Indonesia. Kalau berbicara Coast Guard maka secara universal mempunyai tiga fungsi yaitu Maritime Security, Maritime Safety dan Defense inward time di bawah Navy. Oleh karena itu Coast Guard merupakan suatu keniscayaan dengan tatanan dunia sekarang ini sehingga penegakan hukum disinergikan oleh Bakamla. Tetapi kita tahu bahwa UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan tidak menegaskan undang-undang yang lain sehingga undang-undang lain masih berlaku. Hal tersebut bukan menjadi masalah, yang penting adalah bagaimana kita melaksanakan di lapangan bisa bersinergi tanpa harus berkutat atau berdiskusi tentang undang-undang itu karena hal tersebut bukan tataran kita, tataran kita adalah operasional.

Hidup mati nasib baik buruk rejeki jodoh sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana ketulusan kita dalam menjalankan tugas pokok seorang personel Bakamla dalam pengabdian kepada negara. Kebanggaan seorang personel Bakamla bukan pada pangkat jabatan atau kedudukan melainkan berfungsi sebagai seorang personel saat ditempatkan dimanapun.

"Saya tekankan kepada pengurus DWP agar mengajak anggotanya dalam suasana kekeluargaan sehingga terjalin hubungan yang bagus dan pada akhirnya berdampak pada institusi Bakamla yang maju," tegas Laksdya Taufiq.

Turut mendampingi Kepala Bakamla RI yaitu Deputi Jakstra Laksda Bakamla Drs. Hariadi, S.H., dan Kepala Biro Umum Bakamla RI Laksma Bakamla Amin Budi Cahyono.

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Direktur Strategi Bakamla RI/IDNCG Hadir Pembahasan Pencegahan Peristiwa Tenggelam

Direktur Strategi Bakamla RI/IDNCG Hadir Pembahasan Pencegahan Peristiwa Tenggelam

Jakarta, 18 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard) --- Menanggapi laporan World Health Organization (WHO) terkait kematian akibat tenggelam, Direktur Strategi Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) Laksma Bakamla Sandy M. Latief hadir dalam Pembahasan Finalisasi Analisis Situasi Pencegahan Kejadian Tenggelam (Drowning Prevention) di Indonesia, dan Penyusunan Strategi Upaya Pencegahan Tenggelam, di WHO - Indonesia Country Office, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Pertemuan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI ini turut dihadiri oleh beberapa instansi pemerintah terkait lainnya.

Fokus pembahasan dalam aspek kematian karena tenggelam, memberikan perhatian khusus bagi Pemerintah Republik Indonesia. Selain wilayah Indonesia yang lebih banyak terdiri dari perairan, usaha negara untuk memberikan pencegahan kematian karena tenggelam merupakan hal yang melatar belakangi dilakukannya pembahasan ini.

Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan beberapa peraturan hukum untuk mencegah kasus tenggelam sebagai dampak terjadinya kecelakaan transportasi air, bencana alam, keadaan lingkungan yang tidak aman, dan sebagainya. Namun, perlu dirancang strategi dan kebijakan nasional khusus untuk pencegahan peristiwa tenggelam.

Pada media massa online, hampir setiap hari memberitakan adanya kasus tenggelam di laut ataupun di perairan pedalaman. Pencarian dengan google search menggunakan kata kunci "mati tenggelam" yang dilakukan pada April 2019 memberikan hasil sebanyak 22 halaman pencarian. Ditemukan berita 87 peristiwa tenggelam dengan 100 orang korban mati, dan 6 orang hidup. Lokasi kejadian tenggelam diantaranya 55 kejadian di tepi sungai, 11 kejadian di pantai, 8 kejadian di kubangan air, 8 kejadian di kolam renang, 2 kejadian di bendungan/dam, 2 kejadian di danau, dan 1 kejadian di sumur. 

Lebih lanjut, jenis kelamin korban tewas terdiri dari 25 orang wanita, 72 orang pria, dan 3 orang yang tidak dapat diidentifikasi. Rentang usia korban terbanyak adalah balita, anak usia sekolah dasar, dan lanjut usia. 

Hal ini sesuai dengan laporan WHO bahwa kematian akibat tenggelam adalah termasuk dalam 10 penyebab utama kematian pada anak-anak dan penduduk usia muda. Ditegaskan pula, masyarakat dan negara dapat mencegah sebagian besar kematian karena tenggelam. Oleh karena itu perlu untuk menentukan kebijakan dan program pencegahan untuk peristiwa tenggelam di Indonesia.

Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

Timsus Trisula Bakamla RI/IDNCG - APMM Tangkap Kapal Miras dari Singapura

Timsus Trisula Bakamla RI/IDNCG - APMM Tangkap Kapal Miras dari Singapura

Kepulauan Riau, 18 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard) --- Dalam rangka mengamankan tindakan ilegal yang kerap kali terjadi di Perairan Indonesia, Tim Operasi Gabungan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) bersama Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) berhasil menangkap kapal yang diduga memuat miras dari Singapura di Perairan Malaysia, Rabu (18/9/2019).

Operasi gabungan yang terdiri dari Timsus Trisula Bakamla RI/IDNCG, TNI Angkatan Laut, Bea & Cukai, serta Polair, bekerja sama dengan satuan unsur dari negara sahabat yaitu Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Kapal target yang diduga memuat barang ilegal berupa minuman keras (miras) dari Singapura, berhasil digagalkan oleh Satuan Tugas Operasi Gabungan, setelah berkoordinasi dengan APMM.

Diketahui bahwa kapal target telah memantau pergerakan Kapal Patroli RI di Perairan Kepri. Karena ingin menghindar, kapal tersebut putar haluan dan kembali memasuki Perairan Malaysia. Namun berkat kerja sama dan koordinasi yang dilakukan Bakamla RI dengan APMM, kapal tersebut berhasil ditangkap oleh unsur patroli APMM.

Hal ini merupakan salah satu bukti sinergitas antar aparat dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut. Tidak hanya antar instansi Pemerintah RI, kerja sama dan koordinasi terus dibangun dengan negara-negara tetangga.

Tak ada dalih untuk mengamankan perairan Nusantara. Segala daya dan upaya dikerahkan untuk menciptakan kondisi perairan yang aman dan kondusif. Raksamahiva Camudresu Nusantarasya = Kami adalah Penjaga Lautan Nusantara.


Autentikasi: Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

SPKKL Tarakan Bakamla Bersama Basarnas Cari Korban Musibah Roboh Tugu

SPKKL Tarakan Bakamla Bersama Basarnas Cari Korban Musibah Roboh Tugu

Tarakan, 16 September 2019 (Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard)
Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Tarakan Bakamla bersama Basarnas Tarakan hari ini melanjutkan operasi bersama dalam rangka pencarian korban musibah roboh tugu (rumah penangkap ikan ditengah laut) yang diterjang ombak tinggi di perairan Bagan antara pulau Tarakan dan pulau Bunyu, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (16/9/19).

Awal kejadian, pada Jumat, 13 September 2019 pukul 04.00 WITA diperairan Bagan sebanyak 30 tugu diterjang ombak tinggi. Sebanyak 30 orang mengalami kecelakaan laut tersebut dan diketahui 29 orang dapat diselamatkan oleh nelayan sekitar dan 1 orang atas nama Irhandayani (30) masih dalam pencarian.




Tim SRT (Spesial Respon Tim) SPKKL Tarakan Bakamla bersama Basarnas Tarakan, hari ini melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang  dengan menyisir dilokasi robohnya 30 tugu di perairan Bagan.

Proses pencarian dimulai dari pantai Amal dengan jarak tempuh menuju  lokasi pencarian sepanjang 4.41 NM radial timur laut 45° waktu 60-90 menit menggunakan rubber boat milik Basarnas.

Tim SRT SPKKL Tarakan Bakamla yang terlibat antara lain Kepala SPKKL Tarakan Mayor Bakamla Herlambang Adhi Pradhana, S.E., dan dua staf SPKKL Tarakan Serka Bakamla Saprudin, Serma Bakamla Ilham Syah.

Autentikasi : Kasubbag Humas Letkol Bakamla Mardiono
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA