Minggu, 25 Januari 2015

Tanggapan Fraksi-fraksi RAPBD DKI, DPRD DKI Minta Pemda Berikan Honor Guru Sesuai UMP

Dalam acara pandangan Fraksi DPRD DKI terhadap RAPBD DKI, sorotan banyak ditujukan pada kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya menyangkut Pendidikan, salahsatunya adalah kebijakan Honor bagi guru honor yang mengajar di seluruh sekolah Negri.

Beberapa Fraksi seperti Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Demokrat serta Fraksi Nasdem mendesak Pemda DKI untuk tidak menyerahkan upah guru honor terhadap sekolah sesuai kemampuan sekolah, karena Upah Minimum Perkotaan (UMP) merupakan keputusan Pemerintah bersama Masyarakat, oleh sebab itu sudah selayaknya Pemda DKI memberikan honor guru yang bukan guru PNS maupun TU, sesuai Upah Minimun Perkotaan.

Disela acara pandangan Fraksi-Fraksi DPRD DKI terhadap RAPBD DKI, Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi pada wartawan menegaskan, bahwa pemberian honor terhadap guru bantu baik di SD Negri, SMP Negri maupun SMA/K Negri sudah sepantasnya diberikan sesuai UMP DKI Jakarta, selama ini mereka hanya memperoleh honor 500 ribu hingga 1 juta sebulan, ini jelas tidak cukup untuk hidup layak di Jakarta, sementara tugas mereka berat.

Disamping itu mereka sudah menjadi guru honor ada yang sepuluh tahun, ada yang lima tahun bahkan ada yang sudah dua puluh tahun, beberapa kemungkinan harus kita ambil, kalau memungkinkan mereka akan diangkat menjadi PNS, tetapi kalau hal tersebut tidak memungkinkan, perlu dicarikan solusi lain, salahsatunya adalah tunjangan sesuai Upah Minimum Perkotaan Provinsi DKI Jakarta, sebagaimana yang kita sepakati bersama, saya yakin kalau tidak diterima jadi PNS pasti ada solusinya, karena memang kita membutuhkan guru, dan guru honor selama ini juga sudah bekerja, dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang sama seperti guru yang sudah diangkat jadi PNS, kalau hal tersebut harus dibuatkan Perda, DPRD DKI akan membuatkan perdanya, tegas Politisi Gerindra ini.

Disamping itu Fraksi Gerindra juga mendesak agar perlengkapan kantor atau sekolah yang sudah tidak terpakai untuk dapat dihibahkan ke sekolah Swasta serta Madrasyah, banyak peralatan pendidikan termasuk meja dan bangku yang sudah diganti baru, namun yang lama masih menumpuk di gudang, untuk menunjang pembelajaran di Sekolah Swasta DPRD DKI mendukung agar dihibahkan ke Swasta yang membutuhkan dan menurut Muhammad Sanusi, hal tersebut tidak melanggar aturan, demikian juga bantuan bagi TK dan PAUD, sebaiknya Pemda DKI memberikan bantuan alat peraga dan Edukasi PAUD untuk yang masih sangat minim di tempat pendidikan anak usia dini, harapnya.
Readmore »

Yayasan Teratai Peringati HKSN dengan Serangkaian Kegiatan Sosial

Sebagai lembaga sosial yang peduli dengan masyarakat kurang mampu, Yayasan Kesejahteraan Sosial Teratai atau yang lebih dikenal dengan nama Yayasan Teratai, dalam memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), beberapa waktu lalu menggelar serangkaian kegiatan sosial berupa Pengobatan Gratis, Bedah Kamar Lansia dan bantuan Sembako.

Menurut Pendiri yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Teratai Inten Suweno, bahwa Kegiatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) hingga saat ini masih sangat relevan, dimana kepedulian dan kebersamaan atau gotong-royong adalah budaya bangsa Indonesia sebagai orang timur, karena dalam mengatasi masalah Penyandang Masalah Kerawanan Sosial (PMKS) tidak mungkin diselesaikan sendiri oleh Pemerintah dan butuh peranserta seluruh komponen masyarakat, baik secara individu maupun kelompok.

Jikalau Yayasan Teratai memberikan perhatian pada 310 PMKS khusus lansia, yang menurut data berjumlah 2 juta orang, kita berharap lembaga sosial lainnya juga dapat memberikan perhatian khusus pada para lansia, saat ini Yayasan Teratai memberikan makan dengan berisi lauk pauk dan buah senilai 10 ribu, sebenarnya warga masyarakat bisa juga bisa memberikan perhatian khusus dilingkungan masing-masing, kita berharap mereka yang belum memberikan santunan lansia, akan tergerak menyantuni lansia yang kurang mampu, harapnya.



Lebih jauh mantan Menteri Sosial ini juga mengaku telah membuka 6 Pusat Santunan Dalam Keluarga atau Pusaka, dan salahsatunya didesa Sido Mulyo, Bantul, Yogyakarta, demikian juga kegiatan hari ini diikuti oleh 300 anggota binaan lansia, serta 80 lansia disekitar yayasan di Kelurahan Ceger, ungkap Inten Suweno.

Hal senada juga diungkapkan Lurah Cegar Nasir Sugiar, pihaknya mengapresiasi Yayasan Teratai yang senantiasa membantu masyarakat dan bekerjasama dengan pemerihah Daerah untuk membantu masyarakat kurang mampu, bantuan kali ini juga sebagaian dari Gubernur DKI Jakarta yang disalurkan melalui Dinas Sosial, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang digelar di Kelurahan Ceger juga diharapkan dapat membangun silaturahmi dan kebersamaan masyarakat dengan Yayasan Teratai yang berlokasi di Ceger, dan kedepan diharapkan akan dapat ditingkatkan, paparnya.

Sementara Ketua Yayasan Teratai Joko Suyono disela acara peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) di secretariat Yayasan Teratai dibilangan Ceger Jakarta Timur, pada wartawan juga mengaku, bahwa disamping penanganan korban Nafsa/Narkoba khusus Perempuan, Yayasan Teratai juga pernah menangani anak jalanan, yaitu rumah singgah anak-anak jalanan, demikian juga beberapa aksi sosial lainnya, seperti bantuan korban bencana Aceh, Sumatera Barat, Jogja, Gempa di Jawa Barat, Banjir Jakarta hingga Longsong di Banjar Negara, dan untuk membantu siswa-siswi kurang mampu, bantuan Tongkat bagi penyandang Tuna Netra, Yayasan Teratai juga memberikan santunan Beasiswa Pendidikan siswa SD dan SMP dari Keluarga Kurang mampu.


Saat ini dengan banyaknya Lansia yang kurang memperoleh perhatian dari keluarga, masyarakat dan Pemerintah, Yayasan Teratai sejak tahun 2007 mengkhuskan menangani para Lansia dari keluarga kurang mampu, bersama beberapa organisasi sosial kemasyarakatan, seperti Relawan Sosial, PSM, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, Pokja Kusuma, PemudaMasyarakat dan Tokoh Agama, memberikan pelayanan lansia mulia dari Bantuan Sembako, Pemeriksaan Kesehatan, Pengobatan Gratis hingga pemberian tali asih dari para Donatur dan Sponsor¸ semua bersatu dalam wadah Pusat Santunan Dalam Keluarga (PUSAKA) dimana Yayasan Teratai sudah membentuk di 5 Wilayah DKI Jakarta dan 1 di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, papar Joko Suyono. 

Readmore »

Peringati HKSN, Yayasan Juang Anak Bangsa Gelar Santunan dan Donor Darah

Yayasan Juang Anak Bangsa sebagai salahsatu organisasi sosial yang terus berupaya membantu masyarakat yang kurang beruntung, bertempat di Aula Rangkok, ARHANUD, Tanjung Priuk pada Sabtu (24/1) menggelar kegiatan bhakti sosial, kegiatan dalam memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tersebut mengambil tema “INDAHNYA BERBAGI BERSAMA”.

Dalam acara HKSN tersebut Yayasan Juang Anak Bangsa juga didukung oleh PMI Kota Jakarta Utara menggelar kegiatan Deteksi Golongan Darah dengan gratis, serta digelar Donor Darah, menurut panitia acara Jennet, untuk jumlah bantuan Sembako bagi Lansia dan Keluarga kurang mampu,  berjumlah 200 kantong, yang berisi beras, gula, minyak goreng, terigu, Bluband, Mie Instan serta kebutuhan kebersihan seperti Sabun Mandi, Odol, Sampoo serta produk lainnya.

Untuk jumlah pendonor terkumpul 67 kantong darah, sementara yang melakukan tes golongan darah sekitar 100 orang, pihaknya bersyukur partisipasi masyarakat, TNI serta FKPPI yang turut menyumbangkan darah untuk kemanusiaan, dengan darah tersebut diharapkan dapat membantu mereka yang membutuhkan, papar Jennet.




Sementara Ketua Yayasan Juang Anak Bangsa, Moch Fahruddin Gani dalam sambutanya mengajak mereka yang memiliki rezeki lebih untuk peduli sesama, kegiatan sosial ini merupakan kegiatan rutin Yayasan Juang Anak Bangsa sebagai salahsatu organisasi sosial dalam membantu masyarakat, dimana kondisi warga ibukota Jakarta masih banyak masyarakat miskin, yang membutuhkan bantuan kita bersama, oleh sebab itu hari ini Yayasan Juang Anak Bangsa bekerjasama membantu meringankan beban warga kurang mampu, khususnya dari wilayah Kecamatan Tanjung Priok, dengan memberikan bantuan paket sembako dan Donor Darah.

Untuk sumbangan sembako hari ini memang di khususkan bagi orang tua yang kurang mampu,dari Tanjung Priok, panitia menyediakan 200 paket sembako, kegiatan mengisi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini juga sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas keberhasilan seluruh masyarakat dan bangsa menuju kemerdekaan, dengan peringatan HKSN ini juga diharapkan akan meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan dengan mengingat kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial juga akan mampu membangun semangat persatuan dan kesatuan, keberagaman dan kegotong-royongan sebagai ungkapan syukur atas Kemerdekaan RI yang telah kita raih, mari kita bangun kepedulian sesama, karena berbagi bersama itu indah, ungkap Moch Faruddin Gani.   



Readmore »

Jumat, 23 Januari 2015

Menekan Kriminalitas di BKT, Pemkot Jaktim Pasang Lampu Sorot

Banyaknya laporan maupun keluhan warga dan beberapa Ormas yang masuk ke Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana, akan adanya kriminalitas di areal Kanal Banjir Timur, atau yang lebih dikenal dengan istilah BKT, serta masih banyaknya remaja yang pacaran di areal BKT tersebut, pada Kamis (24/1) Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Sudin Perindustrian dan Energi memasang lampu sorot.

Yang lebih menarik dalam pemasangan tersebut, Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana turut naik ke atas dengan Tangga Hidrolik, dan membantu petugas instalasi listrik dalam memasang lampu yang memiliki daya sorot hingga 300 meter tersebut.

Kasudin Perindustrian dan Energi Jakarta Timur, Dra. Tuti Kurniati, M.Si, pada wartawan menjelaskan, bahwa lampu sorot akan di pasang sepanjang areal BKT mulai dari Pondok Kopi hingga Cipinang, dimana pada areal tersebut pada tiap malam selalu dipenuhi warga yang bersantai menikmati suasana malam hari.

Pemasangan Lampu Sorot dengan jarak antar lampu penerang sekitar 100 meter, atau diantara 3 titik lampu penerang, dimana satu tiang lampu berjarak 35 meter, jadi untuk lampu sorot dipasang 1 berbanding 3, sehingga dalam memberikan situasi yang terang dapat dimaksimalkan. Malam ini akan kita pasang 100 lampu sorot hingga selesasi, kami mengerahkan mitra kerja dengan 84 orang dalam 12 Tim, dengan peralatan didukung peralatan Tangga Hidrolik, mereka akan memasang hingga pagi hari, tegasnya.


Tuti Kurniati juga mengaku akan terus bekerjasama dengan Suku  Dinas lain dalam menata areal Kanal Banjir Timur, seperti Dinas Kebersihan, Dinas Pertamanan, Satpol PP dan Sudin Perhubungan, sebagaimana permintaan Sudin Pertamanan, di beberapa jembatan penyeberangan BKT akan dipasang lampu warna-warni sehingga memiliki daya tarik dengan keindahannya,sehingga warga bersama keluarga dapat berekrasi dengan penerangan yang cukup dan indah. paparnya.

Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana seusai membantu petugas PLN dalam memasang lampu sorot pada wartawan juga mengaku hal tersebut sebagai bentuk jawaban atas keluhan warga Jakarta, akan kondisi Kanal Banjir Timur, karena BKT merupakan areal unggulan Jakarta Timur dibidang pariwisata, Pemerintah Kota Jakarta Timur akan terus bekerja keras dalam menjadikan aeral BKT sebagai kawasan Wisata yang aman, nyaman dan menarik untuk di kunjungi.

Dengan lampu sorot ini diharapkan akan menekan angka kriminalitas seperti penodongan, penyalahgunaan Narkoba, prostitusi serta ajang pacaran muda-mudi, dirinya berharap masyarakat juga akan turut menjaga keberadaan lampu-lampu yang ada di BKT ini, pihaknya juga akan memaksimalkan patroli petugas Satpol PP di lapangan, sehingga warga yang bersantai dan berekreasi di aeral BKT bisa nyaman dan aman, ungkap Walikota Jakarta Timur tersebut.  (Pry)

Readmore »

Walikota Jaktim Bambang Musyawardhana Gelar Dialog dan Silaturahmi Ke Kecamatan Duren Sawit

Sebagai pimpinan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur yang baru, Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana terus menjaring masukan dan mengajak Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama untuk bersama-sama membangun Kota Jakarta Timur, dan pada Kamis (22/1), Bambang Musyawardhana pada malam hari melakukan Silaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kecamatan Duren Sawit serta Tokoh Masyarakat.

Dalam sambutannya Camat Duren Sawit H Abubakar, SE menjelaskan, bahwa Diwilayah yang memiliki 7 Kelurahan  tersebut, 6 diantaranya di lintasi BKT, dimana pada Areal Kanal Banjir Timur sebagai icon wisata Kecamatan Duren Sawit, juga menjadi ajang rekreasi warga Duren Sawit, oleh sebab itu jajaran Pemerintah Kecamatan juga terus menjadikan areal BKT yang aman, nyaman dan tertata dengan baik.

Dalam mengendalikan kemacetan akan keberadaan pedagang kaki lima di bahu jalan dan sungai, pihaknya telah melakukan penertiban bersama jajaran Satpol PP Kota Jakarta Timur, bangunan semi permanen pedagang terus dilakukan penertiban, dan dengan dukungan Lampu Penerangan dan Lampu Sorot oleh Sudin Perdagangan dan Energi Jakarta Timur, juga diharapkan dapat membantu menekan adanya kriminalitas di BKT.

Wilayah Kecamatan Duren Sawit yang 80%nya adalah hunian, pihaknya juga terus melakukan penertiban, karena masih banyak bangunan yang belum memiliki IMB, tertib hunian juga harus dipatuhi warga. Demikian juga masalah sampah yang terus di produksi oleh keluarga, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Sudin Kebersihan  agar seluruh sampah dapat segera terangkat dari penampungan sementara ke TPA, bahkan peranserta masyarakat dalam mengolah sampah menjadi kompos juga sudah dilakukan, diharapan Sudin Pertamanan dapat menampung produk pupuk kompos olahan warga, harapnya.

Dalam mengatasi masalah tawuran pelajar, H Abubakar, SE disamping telah mengerahkan Satpol PP dan kerjasama dengan Kepolisian, juga mengaku telah berkoordinasi dengan masyarakat yang daerahnya rawan taruwan seperti Kelurahan Klender dan Kelurahan Pondok Kopi, sehingga tawuran dapat di hindari dan ditekan agar tidak meluas, paparnya.

Didepan warga Walikota juga memperkenalkan para pejabat dilingkungan Pemkot Jaktim agar masyarakat jika berkepentingan untuk datang langsung menemui Kasudin atau Kepala Kantor, kehadirannya di Kecamatan Duren Sawit juga meminta dorongan dan kerjasama dalam mengelola Kota Jakarta Timur.

Sebagaimana program yang sudah dicanangkan, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam penataan Pemukiman khususnya program RW Kumuh, normalisasi sungai dengan membersihkan got dan sampah dilingkungan masing-masing.

Dalam membangun ekonomi masyarakat, Pemkot Jaktim akan terus melakukan penataan dan akses jalan di kawasan ekonomi dan pariwisata, dengan membuka akses jalan ke Kawasan Wisata TMII, Pasar Induk Kramatjati, Pasar Induk Beras Cipinang, Pasar Khusus Mainan, Pasar Khusus Batu Aji Rawa Bening, Pasar Material Batu, Pusat Kerajinan Kayu dan Mebel Klender, Pasar Burung Pramuka dan Pasir serta Kawasan Industri Kecil (PIK) kita ingin PIK jadi Icon wisata kuliner dan kerajinan di Jakarta Timur, kalau wisatawan ke Bandung selalu mampir ke Cibaduyut, kita berharap wisatawan ke Jakarta Timur juga mampir ke Pusat Kerajinan Industri Kecil Cakung, dan akses ke PIK juga akan segera dibuka on/of dari Tol Cacing (Cakung – Cilincing) nantinya kita akan perlebar jalan hingga PIK menjadi 4 jalur, tegas Bambang Musyawardana. (Pry).
Readmore »

Minggu, 18 Januari 2015

WISUDA UNINDRA KE 44, WUJUD KONTRIBUSI PEMBANGUNAN BANGSA

Sebagaimana biasa, kegiatan dalam melepas mahasiswa yang sudah menyelesaikan program akademik dengan prosesi Wisuda, Diawal tahun 2015, Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) mengambil tempat  di Sasono Langen Utomo TMII, dengan melepas Wisudawan Program S1 dan S2.

Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto,SE,MM dalam sambutannya menegaskan, bahwa wisudawan ke 44 semester genap kali ini berjumlah 1.850 Wisudawan yang terdiri dari Wisudawan program S1 dan wisudawan program Pasca Sarjana (S2), dan karena tempat tidak memungkinkan, maka proses wisuda digelar 2 kali, yaitu pagi dan siang hari.

Ketentuan pokok UU Sistem Pendidikan Nasional, ada juga hal-hal yang memberatkan, seperti pembatasan usia dosen dan guru besar serta aturan akreditasi akademik, namun demikian sebagaimana ketentuan tersebut kita tetap mengikuti aturan yang berlaku, sehingga kedepan Unindra mengarahkan program pendidikan berkualitas.

Diakuinya di era Pasar Bebas ASEAN saat ini akan terjadi lalu lalang tenaga kerja antar Negara Asean, sehingga hal tersebut menjadi tantangan dan peluang bagi para wisudawan, lintas tenaga kerja tersebut memungkinkan para wisudawan untuk dapat mengisi pekerjaan di Negara-negara Asean, oleh sebab itu kita ditantang untuk berkompetensi dengan Negara lain.

Bagi Unindra sendiri, Pasar Bebas Asean bukanlah tantangan besar, karena Unindra memiliki pangsa pasar tersendiri, yang mungkin tidak mudah ditembus oleh perguruan tinggi dari Negara lain, karana Unindra berkomitmen untuk memberikan kesempatan pada generasi muda dalam meraih cita-cita, Unindra berkonsentrasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkemampuan tinggi, berbudi pekerti luhur dan bertanggung jawab, dan segmen mengarah pada masyarakat berkemampuan menengah kebawah.

Pada orang tua dan wisudawan Prof H Sumaryoto juga mengucapkan terimakasih pada orang tua wisudawan yang telam mempercayakan pada Unindra sehingga saat ini sudah menjadi Sarjana, tetap jaga nama baik almamater, dan selamat kembali ke masyarakat untuk mengabdi sebagaimana ilmu yang sudah diterima, ungkapnya. (Pry)




Readmore »

Kamis, 15 Januari 2015

Prof. DR.H Raihan MSi : Penutupan 546 Prody Akan Merugikan Masyarakat

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berencana akan menutup 546 Program Study yang ada di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia, menurut Sekjen Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III Jakarta, Prof. DR. Raihan, MSi, penutupan Program studi tersebut akan merugikan masyarakat banyak.

Diakuinya penutupan tersebut memang bisa memprihatinkan tetapi juga bisa memotifasi bagi pengelola perguruan tinggi, agar perguruan tinggi benar-benar menjalankan tugasnya sebagai pengembang Tri Dharma Perguruan Tinggi, kita seharunya melihat apakah penutupan program study itu tidak memenuhi aturan/azas, karena kalau di Perguruan Tinggi Swasta ditiap semester setiap Prody harus dilaporkan data-datanya atau Pangkalan Data, kedua apkah Program Studi itu punya ijin apa tidak, karena kalau dahulu ada ijin operasional, sebagaimana kebijakan DIKTI ijin operasional tersebut sudah di hilangkan, karena hal sebagaimana keputusan yang baru, jika Perguruan Tinggi tersebut sudah memiliki ijin operasional maka Prodi baru dianggap sudah memiliki akreditasi C, tetapi harus mempersiapkan diri untuk mengajukan akraditasi, dan kalau tidak mengajukan maka dianggap illegal, ketiga proses di Program Studi, apakah mahasiswanya sedikit atau banyak, mungkin dinilai prodi tersebut tidek diminati masyarakat, kemudian bisa juga mahasisw
anya banyak tetapi pengelolaannya kurang baik, dengan standar yang ada di BAN PT, dan program studi tersebut tidak melakukan re-akreditasi, jadi saya rasa dari empat itulah mereka  melihat dan memilah-milah mana yang harus ditutup.

Sebenarnya penutupan Program studi bagi Perguruan Tinggi Negeri tidak begitu bermasalah, karena mahasiswa bisa pindah ke Perguruan Tinggi Negeri lain yang program studinya sama, namun bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta ini menjadi masalah karena merugikan masyarakat, dalam arti kalau program studi tersebut ditutup maka mahasiswa tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi yg lain, oleh sebab itu sebaiknya kalau program studi akan ditutup, maka harus dilihat terlebih dahulu serta diberikan pembinaan dan kalau ada yang tidak sesuai azas maka dilakukan teguran terlebih dahulu.

Prof Raihan yakin, kebijakan penutupan program studi tersebut tidak banyak dilakukan di PTS di Jakarta, karena  anggota APTISI Wilayah III Jakarta sudah melaporkan, dan kalau tidak melaporkan hingga 2 atau 3 semester pasti sudah ditegur melalui surat atau internet Kopertis, jadi kalaupun harus ditutup sebaiknya dilakukan pembinaan terlebih dahulu, pinta Sekjen APTISI Wilayah III Jakarta ini.

Saat disinggung koordinasi antara Kopertis dengan APTISI, Prof Raihan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan baik, bahkan sosialisasi juga dilakukan bersama antara Kopertis dengan APTISI, bahkan seminar-seminar dilakukan untuk memberikan masukan dalam pengambilan kebijakan, jadi khusus untuk Kopertis III bagi mereka yang program studinya belum sesuai standar, maka pengelola akan segera dipanggil, sehingga ada komunikasi yang baik, setiap peraturan yang ada selalu kita berikan masukan dan kita kritisi untuk mencari solusi yang baik, karena kekuatan PTS di Jakarta sangat heterogin apalagi sumber daya manusianya,seperti program studi kesenian ini mungkin sangat sulit kalau jumlah dosennya harus dari S2 atau S3 Seni, paparnya.

APTISI Wilayah III menghimbau kepada Pemerintah jika memang harus ada program studi yang ditutup hendaknya disesuaikan dengan aturan, dan kalau memungkinkan untuk dilakukan pembinaan secara kontinyu, lakukan pembinaan serta teguran. Di era pasar bebas ASEAN dengan akan masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia, Pemerintah juga harus membina perguruan tinggi didalam negeri, kebijakan maupun aturan harus melindungi perguruan tinggi di Indonesia, pinta  Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta (NRL).


Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berencana akan menutup 546 Program Study yang ada di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia, menurut Sekjen Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III Jakarta, Prof. DR. Raihan, MSi, penutupan Program studi tersebut akan merugikan masyarakat banyak.

Diakuinya penutupan tersebut memang bisa memprihatinkan tetapi juga bisa memotifasi bagi pengelola perguruan tinggi, agar perguruan tinggi benar-benar menjalankan tugasnya sebagai pengembang Tri Dharma Perguruan Tinggi, kita seharunya melihat apakah penutupan program study itu tidak memenuhi aturan/azas, karena kalau di Perguruan Tinggi Swasta ditiap semester setiap Prody harus dilaporkan data-datanya atau Pangkalan Data, kedua apkah Program Studi itu punya ijin apa tidak, karena kalau dahulu ada ijin operasional, sebagaimana kebijakan DIKTI ijin operasional tersebut sudah di hilangkan, karena hal sebagaimana keputusan yang baru, jika Perguruan Tinggi tersebut sudah memiliki ijin operasional maka Prodi baru dianggap sudah memiliki akreditasi C, tetapi harus mempersiapkan diri untuk mengajukan akraditasi, dan kalau tidak mengajukan maka dianggap illegal, ketiga proses di Program Studi, apakah mahasiswanya sedikit atau banyak, mungkin dinilai prodi tersebut tidek diminati masyarakat, kemudian bisa juga mahasiswanya banyak tetapi pengelolaannya kurang baik, dengan standar yang ada di BAN PT, dan program studi tersebut tidak melakukan re-akreditasi, jadi saya rasa dari empat itulah mereka  melihat dan memilah-milah mana yang harus ditutup.

Sebenarnya penutupan Program studi bagi Perguruan Tinggi Negeri tidak begitu bermasalah, karena mahasiswa bisa pindah ke Perguruan Tinggi Negeri lain yang program studinya sama, namun bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta ini menjadi masalah karena merugikan masyarakat, dalam arti kalau program studi tersebut ditutup maka mahasiswa tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi yg lain, oleh sebab itu sebaiknya kalau program studi akan ditutup, maka harus dilihat terlebih dahulu serta diberikan pembinaan dan kalau ada yang tidak sesuai azas maka dilakukan teguran terlebih dahulu.

Prof Raihan yakin, kebijakan penutupan program studi tersebut tidak banyak dilakukan di PTS di Jakarta, karena  anggota APTISI Wilayah III Jakarta sudah melaporkan, dan kalau tidak melaporkan hingga 2 atau 3 semester pasti sudah ditegur melalui surat atau internet Kopertis, jadi kalaupun harus ditutup sebaiknya dilakukan pembinaan terlebih dahulu, pinta Sekjen APTISI Wilayah III Jakarta ini.

Saat disinggung koordinasi antara Kopertis dengan APTISI, Prof Raihan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan baik, bahkan sosialisasi juga dilakukan bersama antara Kopertis dengan APTISI, bahkan seminar-seminar dilakukan untuk memberikan masukan dalam pengambilan kebijakan, jadi khusus untuk Kopertis III bagi mereka yang program studinya belum sesuai standar, maka pengelola akan segera dipanggil, sehingga ada komunikasi yang baik, setiap peraturan yang ada selalu kita berikan masukan dan kita kritisi untuk mencari solusi yang baik, karena kekuatan PTS di Jakarta sangat heterogin apalagi sumber daya manusianya,seperti program studi kesenian ini mungkin sangat sulit kalau jumlah dosennya harus dari S2 atau S3 Seni, paparnya.

APTISI Wilayah III menghimbau kepada Pemerintah jika memang harus ada program studi yang ditutup hendaknya disesuaikan dengan aturan, dan kalau memungkinkan untuk dilakukan pembinaan secara kontinyu, lakukan pembinaan serta teguran. Di era pasar bebas ASEAN dengan akan masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia, Pemerintah juga harus membina perguruan tinggi didalam negeri, kebijakan maupun aturan harus melindungi perguruan tinggi di Indonesia, pinta  Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Tinggi Islam Jakarta

Readmore »

Wagub DKI Gelar Kunjungan ke Pemkot Jakarta Timur

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat pada Rabu (16/1) berkesempatan melakukan kunjungan ke Walikota Jakarta Timur, meskipun ditunggu sejak pagi hari dan sampai di Kantor Walikota Jakarta Timur sekitar pukul 12 siang karena melakukan kunjungan terlebih dahulu ke Walikota Jakarta Utara, namun kehadiranya disamput baik oleh jajaran Pejabat Walikota serta seluruh Camat dan Lurah se Jakarta Timur.

Dalam paparannya Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana didepan Wagub menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan di sektor ekonomi melalui pembangunan kawasan pariwisata dan ekonomi, mulai dari Pasar Induk Sayur dan Buah Kramatjati, Pasar Gembrong, Pasar Induk Beras, Pasar Burung dan Obat Pramuka, hingga Kawasan Pemukiman Industri Kecil Penggilingan, dengan melakukan dukungan akses ke kawasan tersebut, saat ini tengah membuka akses Tok Pulogebang serta pintu masuk Terminal Pulogebang, menurutnya Perekonomian akan maju apabila pintu masuk maupun pintu keluar kawasan ekonomi tersebut lancar, oleh sebab itu bersama jajarannya akan berupaya memberaskan jalan, dengan menata untuk pelebaran jalan dan akses tol, untuk penataan pasar induk dan pasar tradisional, Pemkot Jaktim terus melakukan koordinasi dengan PD Pasar Jaya, papar.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat dalam kesempatan tersebut menegaskan, bahwa perombakan dan pelantikan pejabat eselon II, III dan IV beberapa waktu lalu merupakan upaya penataan birokrasi di Pemda KDI, menurutnya jebatan di Pemda DKI terlalu gemuk dan tidak efektif, sehingga 147 jabatan non job yang di kosongkan, seperti Kasie ditingkat Kecamatan, Kasie ditingkat Kelurahan, Wakil Lurah dan yang lain, hasil restrukturisasi perangkat daerah, sedikitnya ada 5.000 PNS yang diangkat menjadi pejabat mulai dari eselon 2-4. Sebaliknya ada 15 ribu pejabat yang terkena pemangkasan.

“Dengan cara ini, kita akan lihat lagi ke depannya. Artinya belum tentu yang non job ini akan terus selamanya. Kalau kinerjanya bagus, pasti akan dipromosikan lagi. Sedangkan yang mendapatkan jabatan saat ini, juga belum tentu aman. Makanya saya minta kepada Pak Sekda, siapa saja pejabat yang non job dan bagaimana riwayatnya? Sehingga kita punya data keseluruhan. Kita akan fair, kalau nantinya kinerjanya baik, akan dipromosikan kembali,” ujarnya.

Djarot Saiful Hidajat juga menyinggung maraknya minimarket di Jakarta Timur seperti seven eleven, dan meminta pada minimarket untuk menjual produk lokal minimal 20%, serta memberikan ruang binaan untuk pedagang kecil di aeral mereka. Menyinggung adanya pejabat eselon 2 dan 3 yang terindikasi Narkoba, Wagub mengaku tengah mendalami hal tersebut, untuk saat ini mereka masih dilingungi, namun apabila mereka nantinya terbukti sebagai pengguna dan sudah ketergantungan, apalagi mereka pengedar, sudah pasti akan dipecat, ungkapnya tegas. 

Readmore »

Walikota Jaktim Bambang Musyawardhana Blusukan Ke Kecamatan Matraman

Meskipun kedatangannya menggunakan sepeda motor sendirian pada malam hari tanpa pendamping maupun pengawalan khusus, namun tidak mengurangi kewibawaan Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana, saat melakukan Silaturahmi ke Kecamatan Matraman Jakarta Timur, kunjungan diluar jam kerja tersebut disambut Camat Matraman Ir Hari Nugroho, MM, Asisten Perekonomian Kota Jaktim, Andriansyah, Kapolsek Matraman, Danramil Matraman, Wakil Camat, Sekcam dan seluruh Lurah, Dewan Kota, Pimpinan Ormas serta tokoh Masyarakat/Tokoh Agama se-Kecamatan Matraman.

Dialog antara Walikota dengan Tokoh Masyarakat maupun RT/RW berjalan dengan baik, mulai dari penataan pedagang kaki lima, salurah air, penataan pemotongan ayam, penataan kawasan kumuh hingga kesiapan menghadapi banjir dan bahaya Narkoba di masyarakat.

Camat Matraman Ir Hari Nugroho dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan jajaran pemerintah Kecamatan Matraman, sebagaimana Visi kecamatan Matraman dalam mewujudkan Matraman yang Asri, Nyaman, Aman dan Tentram, kerjasama pemerintah dengan tokoh masyarakat serta Organisasi kemasyarakatan yang ada sudah berjalan dengan baik, dalam meningkatkan pelayanan masyarakat.

Dalam setahun ini program sudah berjalan, seperti pembangunan TPS yang akan dijadikan TPA Modern, dimana nantinya di TPA Matraman akan menghasilkan energy listrik dan pupuk kompos, Peskesmas juga sudah direnovasi menjadi Puskesmas Rawat Inap, demikian juga Pembangunan Balai Rakyat yang segera dibangun sesuai standar di Provinsi DKI Jakarta, yaitu 2 lantai.

Dalam penataan wilayah, saat ini juga tengah dilakukan penataan disepanjang jalan Palmeriam, dan nantinya para pedagang di jalan akan dimasukkan kedalam pasar Palmeriam, Penertiban PKL dan akses jalan serta pemukiman di Bantaran kali Baru dan Kali Ciliwung, sehingga kedepan fungsi salurah air dapat maksimal, ungkap Ir Hari Nugroho.

Disela acara Silaturahmi ke Warga, Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana pada wartawan menegaskan, bahwa kedatangannya ke Kecamatan Matraman ini, merupakan upaya Silaturahmi dengan seluruh jajaran paska pelantikan pejabat baru dilingkungan Pemprov DKI Jakarta ini, dan ini kunjungan pertama ke Kecamatan Matraman, nanti akan dilanjutkan ke kecamatan lain di Jakarta Timur, dalam upaya menjaring aspirasi masyarakat, untuk kedepan mengambil kebijakan dalam membangun masyarakat dan wilayah Jakarta Timur.

Kami juga membuka kesempatan pada para Tokoh Masyarakat untuk berkomunikasi baik ke Kantor maupun ke rumah dinas, bakan kami sudah memberikan nomor HP maupun Pin BB, karena dengan komunikasi yang baik, maka tugas kita dalam melayani masyarakat dan membenahi Jakarta Timur bersama Warga Jakarta Timur dalam maksimal, ungkap Walikota mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta ini.


Readmore »

DR. KH. Ahmad Syafi'i Mufid : Pendidikan Harus Bisa Di Implementasikan Ditengah Masyarakat

Pendidikan di Indonesia saat ini lebih mengedepankan pendidikan yang sifatnya ilmu pengetahuan, jadi lebih kuat pada keberhasilan sebuah pendidikan itu, sejauhmana peserta didik memahami materi atau substansi pelajaran yang diberikan, sementara didalam keberagaman sesungguhnya yang paling penting adalah bagaimana selain pemahaman siswa/murid itu dapat melaksanakan ajaran-ajaran agama.

Nilai-nilai Agama, moral agama dalam kehidupan nyata, inilah yang menjadikan keprihatinan kita dengan berbagai macam kemajuan, terutama yang menyangkut IT, banyak kasus terjadi, anak yang harus keluar dari sekolah gara-gara hamil, anaknya yang tidak melanjutkan pendidikannya karena Narkoba, atau anak yang kehilangan masa depan, disebabkan ketidakmampuan meraka untuk mengimplementasikan nilai agama dalam kehidupan nyata.

 Kurikulum  yang ada saat ini termasuk kurikulum sebelumya, baik kurikulum CBSA, Kurikulum KTSP, Kurikulum 2004, kurikulum 2006 atau Kurikulum 2013  bahkan kurikulum yang akan datang, itu sudah baik, dimana kurikulum selalu menempatkan tujuan pendidikan dalam menciptakan manusia Indonesia yang bertaqwa,  berilmu pengetahun, trampil cerdas,  memahami iptak dan iptek, serta tujuan lain yang sangat mulia.

 Tetapi  kenyataannya dalam implementasinya selalu keluar kritikan kurikulum ini kurang, kurikulum itu kurang, itu sebetulnya wujud akumulasi harapan yang tinggi tetapi, realisasinya tidak sesuai yang diharapkan, sehingga terjadi hal yang dianggap pendidikan tidak berhasil atau gagal, padahal menurut saya manusia Indonesia itu manusia yang terbaik dimuka bumi, karena masyarakat Indonesia masih banyak yang jujur, beriman dan bertaqwa,  jadi kalau ada yang menyimpang jumlahnya atau persentasenya masih sangat sedikit, tetapi kalau dilihat gejala yang ada, dibanding jaman sebelumnya atau jaman orang-orang tuanya, anak-anak sekarang ini  kurang memperhatikan nilai-nilai luhur, yang berkembang didalam masyarakatnya, termasuk nilai-nilai agamanya, ini problem semua Negara berkembang, tetapi kita tidak boleh pesimis, karena kalau kita menjalankan Falsafah dalam Pancasila dengan baik, maka gejala semacam itu hanya tempores, tetapi kalau ada yang menganggap Pancasila itu sebagai masalalu maka sangat mencemaskan, karena nilai dalam Pancasila merupakan nilai luhur dan sebagai wujud Indonesia, kita masih optimis Kurikulum yang ada mampu menghantarkan anak-anak kedepan, papar  DR. KH. Ahmad Syafi'i Mufid.  




Readmore »

Sabtu, 10 Januari 2015

PDI-P Latih Ratusan Kader untuk Tangani Bencana

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) melatih 173 kadernya yang tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) untuk diterjunkan di semua pelosok negeri yang tengah dilanda bencana alam. Pelatihan digelar sejak Rabu (7/1/2015) lalu, di Cibubur, Jakarta Timur.

Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto menjelaskan, Baguna PDI-P telah berdiri sejak 2009. Kali ini, keberadaan dan fungsinya lebih dimatangkan mengingat banyaknya daerah di Indonesia yang masuk wilayah rawan terjadi bencana.

"Berdasarkan e-blusukan, masalah utama kita ada dua, korupsi dan bencana. Kalau korupsi kita hapus, maka bencana jadi masalah utama," kata Hasto, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2015).

Hasto melanjutkan, pelatihan anggota Baguna akan berakhir pada hari ini. Rencananya, anggota Baguna akan dilepas secara resmi setelah Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya di acara peringatan HUT ke 42 PDI-P pada Sabtu (10/1/2015) besok.

"Anggota Baguna dilatih khusus, sehingga mereka punya kemampuan dalam mitigasi bencana. Besok Baguna akan dilepas ke daerahnya masing-masing dan siap untuk diterjunkan ke seluruh pelosok negeri untuk menangani bencana," pungkas Hasto.

Readmore »

Pisah Sambut Kasudin Pendidikan Jakarta Timur Digelar Sederhana

Pergantian pimpinan di Dinas Pendidikan DKI Jakarta adalah hal yang biasa, demikian juga pergantian jajaran Pendidikan Kota Administrasi Jakarta Timur hasil lelang jabatan Eselon II, III dan IV yang digelar oleh Pemda DKI dibawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama atau yang biasa disapa Ahok,

hanya saja perubahan sebagaimana di Kementrian Pendidikan, saat ini untuk Suku Dinas Pendidikan, yang dahulunya dibagi menjasi Suku Dinas Pendidikan Dasar dan Suku Dinas Pendidikan Menengah, namun saat ini sudah berganti menjadi Suku Dinas Pendidikan Kota Administrasi Jakarta Timur Wilayah I dan Wilayah II, dimana untuk  Wilayah Sudin Pendidikan Jakarta Timur I memiliki wilayah binaan sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/K meliputi Kecamatan Pulogadung, Matraman, Cakung, Duren Sawit dan Jatinegara sementara untuk Sudin Pendidikan Jakarta Timur II dengan membawahi PAUD, TK hingga SMA/K di Kecamatan Kramatjati, Pasar Rebo, Ciracas, Sipayung dan Makasar menurut Kasudin Dikdas Jaktim H Nasrudin bahwa hari ini
bukan pisah sambut, karena institusi kita berbeda dari Dikdas dan Dikmen menjadi Sudin Pendidikan Jakarta Timur I dan II, paparnya.

H Nasrudin juga meminta seluruh jajaran Sudin Pendidikan Jaktim I dan II untuk dapat bekerja baik dengan semangat baru, dirinya beharap di Tahun baru ini seluruh jajaran Sudin Pendidikan terus berkreasi meningkatkan pelayanan pendidikan dan ciptakan hal yang lebih baik, papar H Nasrudin yang saat ini memegang amanah menjadi Kasudin Pendidikan Kota Administrasi Jakarta Selatan ini.

Hal yang sama juga diungkapkan Kasudin Dikmen Jakarta Timur yang diberi amanah menjadi Kasudin Pendidikan Jakarta Selatan, Drs H Budiana, MM, bahwa pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran Sudin Dikmen yang selama ini sudah bekerja dengan baik, sungguh-sungguh dan penuh kreatif, sehingga dalam bekerja menjadi nyaman, selama ini semua bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya, oleh sebab itu dirinya berharap kekompakan dalam melayani lembaga pendidikan dan masyarakat di Jakarta Timur ini dapat dijaga dan ditingkatkan, harapnya.

Kasudin Pendidikan Jakarta Timur I, Drs H Ari Budiman, M.Ed juga mengajak seluruh jajaran Pendidikan di Jakarta Timur untuk dapat meningkatkan pelayanan, dengan bekerja dan bekerja, dalam penugasan kita harus sama-sama bertanggung jawab. Dengan kerjasama kita sama-sama mencapai tujuan. Arie Budiman menyampaikan pesan Kadis, kita harus berkomitmen, kreatif, harus juga berusaha untuk bertanggung jawab kepada penugasan ini.

Kami, kata Arie Budiman diminta oleh Kepala Dinas untuk menyampaikan program unggulan dari masing-masing sudin dan bidang, oleh karena itu saya mohon bantuan teman seksi maupun bapak/ibu pengawas untuk menyusun program unggulan ini. Dan akan dievaluasi selama 3 bulan pertama dan 6 bulan terakhir,  dari evaluasi ini akan menjadi ukuran kinerja kita, tutup Arie Budiman, M.Ed.

Hal yang sama juga ditegaskan Kasudin Pendidikan Jakarta Timur II, Drs. Didi Sugandhi, MM bahwa kehadirannya atas tugas dari Pemda DKI Jakarta,  Reformasi yang sedang dijalankan Pemprov. DKI Jakarta berjalan begitu cepat sangat luar biasa, dan pergerakannya hampir liar tapi terkendali, itu realitasnya, kata  Didi Sugandhi. Saya hadir disini menjadi bagian dari keluarga besar Sudin Pendidikan Jakarta Timur II. Kita bisa saling bersinergi secara maksimal, karena waktu kita sangat sempit.

Arahan Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan, kami hanya diberi waktu 3 bulan di evaluasi pertama, kemudian diberi kesempatan teakhir 6 bulan. Bukan tidak mungkin 6 bulan berikutnya nasib saya kurang mujur akan kembali menjadi staf biasa. Oleh karena itu lanjut Didi Sugandhi mohon dukungan dan bantuan teman-teman, tugas kita sangat berat. Kita hadir dalam organisasi yang baru oleh sebab itu kita juga butuh tenaga dan semangat baru, ajaknya.
Readmore »