Senin, 26 September 2016

Dua Kapal Bakamla RI di Zona Maritim Barat Siap Layar Bersama Komandan Baru

Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksamana Pertama TNI Freddy R. D. Egam, S.H. memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Kapal yang baru untuk Kapal Negara (KN) Bakamla RI di lingkungan Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Batam, beberapa waktu lalu.

Dua Komandan Kapal tersebut masing-masing Mayor Laut (P) Widi Aditya sebagai Komandan KN Bintang Laut 4801 dan Mayor Laut (P) Pulung Nugroho, S.E. sebagai Komandan KN Belut Laut 4806.

Dalam sambutan Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat selaku Inspektur Upacara, menyampaikan beberapa penekanan kepada pejabat baru pada khususnya dan seluruh personil di lingkungan Kantor Kamla Zona Maritim Barat diantaranya himbauan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar di dalam menjalankan tugas diberikan kesuksesan dan keselamatan.

Selain itu, Laksma TNI Freddy juga mengingatkan agar seluruh jajarannya senantiasa menjaga kekompakan dengan seluruh personil serta stakeholder yang memiliki kewenangan penegakan hukum di laut.


Instruksi untuk memetakan hakikat ancaman di laut dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk penanggulangan tindak kejahatan di laut juga diluncurkan. Tidak lupa Pati TNI berbintang satu ini memerintahkan untuk tertib administrasi dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan secara berjenjang.

Pada akhir sambutannya, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada personel yang menjabat sebagai komandan kapal sebelumnya, Mayor Laut (P) Faruq Dedy Subiantoro dan Mayor Laut (P) Fajar Yuswantoro, yang telah memberikan kemampuan terbaiknya selama menjabat sebagai komandan. 

Segenap keluarga besar Kantor Kamla Zona Maritim Barat mengucapkan terima kasih kepada komandan kapal yang telah mengakhiri masa jabatannya. Terima kasih atas pengabdian yang diberikan dan untuk komandan kapal yang baru, segera aksi arahan-arahan yang diberikan dan selamat bergabung, ungkapnya.(Nurul)
Readmore »

Minggu, 25 September 2016

Sidang Sengketa Pengurus RAPI Memasuki Pembacaan Gugatan dan Jawaban

Sidang Sengketa Pengurus RAPI Memasuki Pembacaan Gugatan dan Jawaban

Mediasi yang ditawarkan Majelis Hakim pada sengketa Kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) di Pengadilan Nageri Jakarta Timur tidak tercapai kesepakatan, sehingga persidangan terus berlanjut.

Pengacara penggugat, Parasian Simbolon SH, sebelum persidangan pada wartawan menjelaskan, bahwa dalam proses mediasi persidangan kedua hingga persidangan ketiga tidak berhasil, oleh sebab itu persidangan berlanjut.

Pada persidangan ketiga di Ruang Sidang Wirjono Prodjodikoro, PN Jakarta Timur telah di diagendakan pembacaan tuntutan, meskipun tidak dibaca namun berkas tuntutan telah kita serahkan, dan pada Senin 26 Sep ini agendanya mendengarkan jawaban tergugat, ungkapnya.

Saat dimintai penjelasan tentang gugatan, Parasian Simbolon SH tidak bersedia menjelaskannya, materi gugatan sama dengan yang pertama, dan tidak ada perubahan, karena mediasi tidak tercapai atau gagal, paparnya. 

Persidangan sudah 3 kali digelar, dan hari ini yang keempat kalinya, papar pengacara penggugat Kemas Benjamin selaku Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Radio Antar Penduduk Indonesia. (Nrl)
Readmore »

UNINDRA Siapkan Program Doktor

Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya para Pendidik, Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) kini sudah mengajukan program Doktor (S3) Kependidikan, dan diharapkan pada tahun 2017 mendatang, UNINDRA telah membuka program S3, sehingga para Guru serta Dosen yang telah menyelesaikan program Magister dapat melanjutkan ke program Doktor.

Rektor Unindra, Prof H Sumaryoto saat ditemui Wartawan menegaskan, bahwa penambahan program S3, menurutnya sudah menjadi kebutuhan agar kualitas guru dan dosen di Indonesia juga meningkat, apalagi saat ini Unindra telah banyak meluluskan program S2, sehingga mereka juga harus di berikan kesempatan untuk meneruskan ke program S3.

Untuk sarana dan prasarana akademik, Unindra sudah memenuhi persyaratan untuk membuka program S3, demikian juga SDM Dosen juga telah memenuhi aturan yang ada, jadi Unindra berpotensi untuk membuka program Doktor tersebut, tegasnya.

Untuk jumlah mahasiswa program Doktor (S3), nantinya akan dibatasi, disesuaikan dengan jumlah rasio dosen, demikian juga seleksi penerimaan akan lebih ketat, sebagaimana ketentuan, yang sudah diatur, Unindra terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta kurikulum, karena bagaimanapun lulusan S3 harus lebih mumpuni dari lulusan S2, nanti akan ditentukan dalam proses itu sendiri, demikian juga untuk mahasiswa S3 juga harus memiliki kualitas yang baik, saat ini tengah diajukan proposal dan studi kelayakan untuk di proses, kita berharap tahun depan bisa diijinkan, untuk itu diharapkan Pemerintah melalui Kementrian Ristek dan Dikti dapat segera mengeluarkan ijin program S3 tersebut, sehingga tahun depan program doctor dapat berjalan, dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing anak bangsa di era Pasar Bebas Asean ini, dan kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tegas Prof Sumaryoto. (Nurul)



Readmore »

Sabtu, 24 September 2016

STP Trisakti Bersama SEAMEO SEN Gelar Seminar Pendidikan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

STP Trisakti Bersama SEAMEO SEN Gelar Seminar Pendidikan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

Sebagai bentuk komitmen Yayasan Trisakti dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi Mahasiswa berkebutuhan Khusus (Disabel), bertempat di Aula Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Yayasan Trisakti bersama SEAMEO SEN menggelar Seminar Pendikan Untuk Berkebutuhan Khusus. Keynote Speaker adalah DR Hjh Yasmin Hussain selaku Direktur SEAMEO SEN.

Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati,SE, MM mengungkapkan pihaknya bersyukur dapat menyelenggarakan Seminar atas kerjasama Yayasan Trisakti dengan SEAMEO SEN ini, dan pada dasarnya STP Trisakti telah menerima Mahasiswa berkebutuhan khusus, meskipun di STP Trisakti tidak menyediakan kelas khusus untuk Mahasiswa berkebutuhan khusus, dan kami berterimakasih pada para dosen yang telah membimbing dengan sabar, pada mahasiswa STP Trisakti yang berkebutuhan khusus, sehingga mereka yang telah kuliah dan lulus bisa bekerja di industri Pariwisata dan Perhotelan. Ini menunjukkan komitmen Yayasan Trisakti, khususnya STP Trisakti memiliki komitmen dalam mencerdaskan anak bangsa, termasuk bagi penyandang Disabel untuk memperoleh pendidikan maupun bekerja, serta bisa diterima ditengah masyarakat. Oleh sebab itu kita harus peduli pada mereka yang berkebutuhan khusus, kehadiran seluruh peserta merupakan wujud nawaitu niat baik, semoga kita semua mendapat ridho dan bimbingan dari Allah, SWT, papar Fetty Asmaniati SE.MM.


Sementara panitia seminar, Ismet, menjelaskan bahwa STP Trisakti sudah 5 tahun menerima mahasiswa berkebutuhan khusus meskipun dalam jumlah terbatas, seperti penderita tuna rungu dan tuna grahita, serta Autis.

Seminar ini juga wujud saat jajaran Yayasan Trisakti berkunjung ke China pada Konferensi khusus anak-anak berkebutuhan khusus, saat itu pihak yayasan bertemu dengan SEAMEO SEN, dan sepakat untuk membantu mahasiswa berkebutuhan khusus dan kita menyebutnya non inskusif program, bahkan pada konverensi SEAMEO di Bandung beberapa waktu lalu, dan Yayasan Trisakti telah mendesain Seminar dalam rangka yang sama yaitu pendidikan berkebutuhan khusus ini, ini komitmen Yayasan Trisakti membantu mahasiswa berkebutuhan khusus ini.

Khususnya untuk pendidikan tinggi. Dan Seminar ini diikuti oleh Semua Sekolah Tinggi dibawah binaan Yayasan Trisakti, harapan terakhir Pemerintah maupun dunia industri bisa menerima mereka untuk bekerja, kita bersyukur beberapa Hotel sebagai mitra STP Trisakti, mau menerima penyandang Disabel STP Trisakti untuk bekerja pada unit usaha mereka, ungkapnya. (Nurul)
Readmore »

FORKABI SIAP SUKSESKAN AGUS - SYLVI MENUJU KURSI GUBERNUR DKI

FORKABI SIAP SUKSESKAN AGUS - SYLVI MENUJU KURSI GUBERNUR DKI


Disela pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Sylviana Murni, 
Sekjen Forkabi, H Muhammad Ichsan pada Wartawan menegaskan, bahwa FORKABI mendukung penuh pasangan Agus -Sylvi. Yang diusung Partai Demokrat, Partai PPP, PKB dan PAN.

H Moch Ichsan mengaku, bahwa Sylviana Murni merupakan Cagub/Cawagub yang direkomendasikan oleh Bamus Betawi, yang disodorkan pada seluruh parpol di DKI Jakarta, sebenarnya ada 4 yang di usulkan, dan akhirnya Sylviana Murni diusung oleh 4 parpol yaitu PPP, PKB, PAN dan Partai Demokrat mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono, ini suatu kehormatan buat masyarakat Betawi, untuk itu seluruh masyarakat Betawi wajib memilih pasangan Agus - Sylvi pada Pilkada 15 Februari 2017 mendatang, tegasnya.

Ichsan mengaku Bamus Betawi dan FORKABI pada khususnya sangat senang saat mendengar putusan Koalisi 4 parpol memilih Prof. DR. Sylviana Murni sebagai Cawagub dari Agus Harimurti, perlu diketahui bahwa Agus Harimurti adalah anaknya Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI 2 Periode) jadi ini penghargaan buat masyarakat Betawi, dan Sylviana Murni juga bukan orang biasa, karena beliau adalah Profesor yang mengabdi di Birokrat Pemda DKI puluhan tahun, dengan beberapa jabatan yang pernah diemban dengan baik, dan sekali lagi saya tegaskan bahwa Sylviana Murni hasil Rekom Bamus Betawi, untuk itu Forkabi sangat senang dengan keputusan ini, ungkapnya. H Moch Ichsan juga yakin seluruh ormas Betawi juga senang dan akan al out mendukung pasangan Agus - Sylvi, tegasnya.


Forkabi dengan putusan ini akan saegera melakukan konsolidari total dengan struktur hingga tingkat RW, akan bekerja keras memenangkan pasangan ini, dan bagi masyarakat Betawi, ini bukan sekedar Pilkada tetapi lebih pada harga diri Betawi dan umat Islam. Ini ada unsur jihat, dan ormas Betawi tidak akan terpecah dukungannya, karena Sylviana Murni adalah rekomendasi Bamus Betawi, tegas H Moch Ichsan. (Nurul).
Readmore »

Agus - Sylvi Resmi Daftar Ke KPUD DKI, Siap Rebut Kursi Gubernur DKI

Pasangan Cagub dan cawagub DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sudah resmi mendaftar Pilgub DKI 2017. Meski hujan mengiringi saat pendaftaran, Arak-arakan dari DPP Partai Demokrat menuju Kantor KPUD DKI tetap semangan meneriakkan yel-yel Agus Sylvi pasti menang.

Saat memasuki kantor DPP Partai Demokrat, Sylviana Murni mengaku telah menyelesaikan seluruh persyaratan termasuk pengunduran dirinya, "sudah-sudah persyaratan sudah selesai.. mohon doa dari rekan-rekan wartawan semua", paparnya sambil memasuki sekretariat DPP PD di jalan Proklamasi, Jakpus.

Agus yang memakai baju khas Betawi dan Sylviana yang mengenakan kebaya encim. Keduanya membawa tanda terima dari pendaftaran KPU DKI dan menggelar jumpa Pers. didampingi Ketua DPD Partai Demokrat DKI H Nachrowi Ramli, Ketua DPW PAN DKI Eko Hendro Purnomo, Ketua DPW PKB Hasbiallah Ilyas dan Ketua DPW PPP DKI Abdul Aziz. 

Dalam surat yang ditandatangani Ketua KPUD DKI, Sumarno.
Tertulis berkas pencalonan lengkap.


Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, H Nachrowi Ramli, usai menghantarkan Agus - Sylvi pada wartawan mengaku bersyukur pendaftaran Cagub susah diterima.

Langkah berikut adalah menyusun segala sesuatu yang belum sempurna, jadi tim pemenangan akan segera dibentuk dan pertemuan dengan partai pengusung harus diintensifkan, agas satu sama lain bisa bersinergi, untuk program awal dengan mengintensifkan di internal pendukung, tegasnya.

Saat disinggung masuknya Sylviana Murni yang juga asli Betawi, H Nachrowi yang juga Ketua Umum FORKABI, bersyukur karena Sylviana Murni adalah Cawagub yang juga diusulkan Bamus Betawi, oleh sebab itu kedepan Bamus Betawi terus kita dorong agar bisa melahirkan putra-putri Betawi yang tampil di kancah perpolitikan Nasional, kita akan bikinkan Kaderisasi agar banyak calon untuk kita tawarkan ke parpol lain, tegas H Nachrowi Ramli.

Sementara saat Pidato Politik disela Jumpa Pers, Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan rasa syukur bisa menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta, selama aktif berdinas di TNI wujud pengabdian pada bangsa dan negara, dan saat ini siap mengabdi pada tugas yang lain, di Pemerintahan.

Dalam mengabdi pada masrarakat, bangsa dan negara memang tidak mengenal batas dan waktu, termasuk wilayah tugas, prinsip inilah yang menjadikannya siap maju dalam Pilkada DKI Jakarta ini, jika Allah mengijinkan dan masyarakat Jakarta memberikan amanah pada saya bersama Sylviana Murni, saya akan bertekat dan bekerja sekuat tenaga untuk menjadikan Jakarta menjadi semakin aman, semakin tertib, ekonominya makin tumbuh, masyarakatnya makin sejahtera, hukum dan keadilan semakin tegak, kejahatan terus kita perangi, lingkungan kita jaga, pemerintah dikelola secara transparan dan akuntabel, serta terbebas dari penyimpangan hukum, serta mengatasi masalah banjir dan kemacetan. 

Saya tau bahwa ini adalah tugas yang tidak mudah, tantangannya besar, tetapi saya percaya, Jakarta yang lebih baik bisa kita wujudkan bersama, sebagaimana semboyan yang kami usung adalah Jakarta Untuk Rakyat, sekali lagi... Jakarta Untuk Rakyat, karena Jakarta memang milik Rakyat, untuk itu saya bersama Sylviana Murni, siap berkompetisi secara sehat dan demokratis, ungkap Agus disambut tepuk tangan hadirin yang memenuhi Aula DPP Partai Demokrat. (Nurul).
Readmore »

Kamis, 22 September 2016

WASRIK SEKTORAL IT KOLINLAMIL DI DISKOMLEK DITUTUP

Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Inspektorat Kolinlamil di bawah pimpinan Inspektorat kolinlamil Kolonel Laut (S) Mulyono didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Kadiskomlek) Kolonel Laut (E) Yasa Nuryasa secara resmi menutup kegiatan Wasrik Diskomlek Kolinlamil di Laut Sulu, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (22/9).

Inspektur Kolinlamil Kolonel Laut (S) Mulyono dalam sambutannya saat penutupan Wasrik mengatakan, Wasrik internal di lingkungan kedinasan Diskomlek Kolinlamil telah selesai dilaksanakan dan berjalan lancar atas kerja sama yang baik dari staf Diskomlek Kolinlamil dalam memberikan data-data kepada tim wasrik. Sementara fokus tugas pengawasan dan pemeriksaan yang dilaksanakan diantaranya bidang operasi dan latihan (opslat), bidang personel, bidang keuangan, bidang material, dan bidang khusus.

Lebih lanjut Inspektorat Kolinlamil mengatakan bahwa, kegiatan pengawasan internal ini merupakan kegiatan yang mengandung unsur pembinaan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku yang belum sepenuhnya dipahami, sekaligus tim akan memberikan arahan dan saran terhadap permasalahan yang dialami obyek wasrik, guna diupayakan solusi pemecahan secara menyeluruh dalam upaya mewujudkan dan meningkatkan kinerja satuan.

Diakhir sambutannya, Inspektorat Kolinlamil menyampaikan bahwa dari hasil pelaksanaan Wasrik terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, telah terlihat adanya upaya untuk meningkatkan kinerja dengan melakukan berbagai langkah perbaikan dan pembenahan di semua bidang, hal-hal yang baik dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Sementara itu, di akhir pertemuan Kadiskomlek Kolinlamil menyampaikan terima kasih kepada tim Wasrik, yang telah melaksanakan pemeriksaan di satuan kerjanya yang berlangsung dari tanggal 1 s.d 22 September 2016, selanjutnya hasil dari Wasrik akan dijadikan bahan evaluasi dalam rangka meningkatkan kinerja Diskomlek di masa mendatang. (Dispen Kolinlamil)
Readmore »

 
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menyampaikan hasil capaian Operasi Nusantara I -VII pada kesempatan kunjungan ke salah satu stasiun televisi, Kamis (22/9/2016).
Bakamla RI dalam melakukan tugasnya yaitu melakukan patroli di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, secara kontinyu melakukan operasi baik di laut maupun di udara.

Untuk operasi laut yang dijalankan, menggunakan sandi Operasi Nusantara dan per periode September 2016 telah berhasil menyelenggarakan Operasi Nusantara I - VII yang berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Secara kuantitas penanganan perkara tindak pidana di laut yang dilakukan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) pada tahun 2016 hingga 19 September 2016 naik sebesar 300% dari target sebanyak 15 pekara yang direncanakan.

Jumlah perkara yang berhasil ditangani sebanyak 45 perkara dengan status P21 8 perkara, SP3 15 perkara, dalam proses 17 perkara, serta yang belum ditindaklanjuti sebanyak 5 perkara, imbuh Kepala Bakamla RI.

Hal ini merupakan buah manis dari kerja keras dan koordinasi yang baik dengan para stakeholder terkait. Bakamla RI harus melakukan tugas yang besar dengan sumber daya yang terbatas. Dengan demikian kedekatan dengan stakeholder harus dibina, ujarnya.

Patroli surveillance system (sistem pengawasan) juga gencar dilakukan melalui Pusat Informasi Maritim Bakamla RI. Jadi hal ini merupakan rantai kesinambungan yang harus dijaga kestabilannya, tambah Pati berbintang 3 tersebut.
Jenis perkara yang ditemui dalam Operasi Nusantara I -
 VII beragam, dari mulai dokumen kapal dan pelayaran yang tidak lengkap, dugaan melakukan illegal fishing, sampai dengan kasus penyelundupan barang dan dugaan penyelundupan manusia dengan modus mempekerjakan anak buah kapal (ABK) asing tanpa dokumen yang sah.

Saat ini kami sedang mempersiapkan Operasi Nusantara VIII. Diharapkan prestasi yang membanggakan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder terkait yang telah mendukung Bakamla RI dan berkontribusi dalam mengamankan lautan nusantara, ujar Kepala Bakamla RI saat mengakhiri kunjungannya.
Sebelum berpamitan Kabakamla RI melakukan tukar menukar cindera mata dengan Wapemred tv one Totok Suryanto, serta Indriarto dan Ecep S. Yasa yang masing-masing menjabat sebagai Senior Manager dan General Manager dari TV swasta nasional terseb
Readmore »

PANGKOLINLAMIL HADIRI PEMBERANGKATAN SATGAS SAIL KARIMATA 2016

PANGKOLINLAMIL HADIRI PEMBERANGKATAN
SATGAS SAIL KARIMATA 2016


Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI I.G. Putu Wijamahaadi, S.H. menghadiri pemberangkatan satuan tugas (Satgas) Sail Karimata 2016 di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (22/9).

Pemberangkatan Satgas Sail Selat Karimata 2016 ini, dilepas secara resmi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan dan dihadiri beberapa menteri dari Kabinet Kerja serta Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Arie H. Sembiring, dan para Pangkotama lainnya di jajaran TNI Angkatan Laut.

Acara puncak Sail Selat Karimata 2016 akan dilaksanakan pada 15 Oktober mendatang yang dipusatkan di Pantai Pulau Datok Sukadana, Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat yang rencananya akan dihadiri dan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Pada acara puncak Sail Selat Karimata 2016 nanti akan dimeriahkan dengan sejumlah penampilan diantaranya; Parade Kapal Perang (Fleet Review), Terjun payung, Air Medevac dan Sailing Pass kapal tradisional dan kapal nelayan. Dukungan TNI Angkatan Laut dalam even tersebut melibatkan 15 kapal perang.

Sail Selat Karimata 2016 adalah even internasional yang memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Selain itu juga menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air dengan menjadikan kawasan Karimata sebagai destinasi utama wisata.

Kegiatan sail ini sudah menjadi agenda nasional tahunan bangsa Indonesia. Pada tahun 2016 ini kegiatan sail dilaksanakan di Selat Karimata 2016 yang dipusatkan di Pantai Pulau Datok Sukadana, Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat. 

Sementara itu, di beberapa tempat lain dilaksanakan kegiatan diantaranya Operasi Surya Bhaskara Jaya ke-LXV/2016 dan Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) ke-VI.

Operasi Surya Bhaskara Jaya ke-LXV/2016 menggunakan KRI Makassar 590, dengan rute pelayaran dimulai dari Jakarta–P. Karimata– P. Maya – Sukadana (Kayong Utara) –Tanjung Batang – dan kembali Jakarta.

Kegiatan Operasi Surya Bhaskara Jaya ke-LXV/2016 menitikberatkan pada pelayanan kesehatan, serta perbaikan sarana dan prasarana lingkungan serta promosi kesehatan, dengan target melayani kesehatan bagi pasien yang tinggal di pesisir dan pulau-pulau terpencil dan terdepan.

Dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang berada di kapal perang TNI Angkatan Laut melayani pengobatan umum, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), diare, penyakit kulit, hernia, malaria klinis, pengobatan gigi dan mulut, operasi katarak, operasi bibir sumbing, dan pelayanan KB yang melibatkan juga tenaga kesehatan yang terdiri dokter spesialis, dokter umum, dan para medis.

Dan untuk memperkuat pemberian dukungan pelayanan kesehatan baik selama dalam pelayaran maupun kepada masyarakat di tempat daerah/pulau yang disinggahi Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mengirimkan lima personel kesehatan, terdiri dari satu dokter gigi dan empat bintara kesehatan bergabung dengan tim kesehatan yang sudah ada.

Sedangkan Satuan Tugas Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) ke-VI dengan KRI Surabaya 591 adalah kegiatan yang diprakarsai TNI Angkatan Laut dengan Pramuka Saka Bahari Tingkat Nasional.

Tujuan Penyelenggaraan kegiatan Pelantara ini untuk membentuk karakter generasi muda Saka Bahari serta memberikan pemahaman tentang pentingnya pengamanan pulau terluar bagi keutuhan NKRI, mengenalkan kehidupan masyarakat yang beraneka ragam baik budaya maupun kehidupan sosialnya juga untuk memperkenalkan lingkar luar wilayah perbatasan Indonesia, sehingga kegiatan ini disebut dengan Pelayaran Lingkar Nusantara.

Selama dalam pelayaran para peserta akan diberikan pembekalan dan diperkenalkan tentang wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, kemaritiman, keangkatanlautan, kehidupan prajurit angkatan laut di KRI dan dinas dalam selama di KRI, serta kepemimpinan.(Dispen Kolinlamil).
Readmore »

KASAL PAPARKAN PROGRES WPNS KE-15 DI FORUM ISS

KASAL PAPARKAN PROGRES WPNS KE-15 DI FORUM ISS

Amerika Serikat, 21 September 2016,- Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi S.E., M.A.P., menjadi salah satu pembicara dalam International Seapower Symposium (ISS) ke-22 tahun 2016, dihadapan 185 pemimpin yang terdiri dari para kepala staf angkatan laut dan pimpinan coast guard serta delegasi dari 113 negara, Rabu (21/09) di US Naval War College Newport, Rhode Island, Amerika Serikat.

International Sea Power Symposium atau (ISS) adalah sebuah forum yang diselenggarakan oleh Kepala Saf Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat dan Komandan Sekolah Staf dan Komando AL AS. Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan dihadiri oleh para Kepala Staf Angkatan laut dan kepala coast guard dari berbagai negara.

Dalam paparannya Kasal sebagai Chairmain Western Pacific National Symposium (WPNS) ke-15 menyampaikan dengan judul "Pencapaian dan Tantangan Bagi WPNS". Dijelaskan Kasal WPNS adalah wadah kerjasama angkatan laut yg telah berdiri selama hampir 30 tahun dan menjadi model atau contoh kerjasama antar angkatan laut regional lainnya.

Pada kesempatan tersebut Kasal menyampaikan beberapa pencapaian WPNS yang dicapai baru-baru ini yaitu telah diterimanya Code for Unalerted Encounter at Sea (CUES) yang digunakan unsur-unsur operasional untuk berkomunikasi dan berkoordinasi di lapangan. Menurut Kasal dokumen ini akan selalu dievaluasi dan di revisi agar tetap sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis. 

Disampaikan pula oleh Kasal, bahwa status pengamat diberikan kepada angkatan laut Inggris dan Kolombia yang berada di luar Pasifik Barat, namun memiliki kepentingan. Hal ini mencerminkan respon dari WPNS yang saling keterkaitan antara angkatan laut di beberapa wilayah yang terpisah dangan wilayah Pasifik Barat dalam menghadapi tantangan bersama. 

Selain itu Kasal menyampaikan adanya peningkatan kegiatan praktis berupa latihan dan Working Group, terutama yang melibatkan generasi muda perwira. Hal ini penting untuk menumbuhkan kerjasama personal sejak dini serta adanya perubahan lingkungan strategis, termasuk di Pasifik Barat yang dapat membawa berbagai tantangan yang kompleks pada anggota WPNS.

Tantangan yang dimaksud lanjut Kasal, yaitu perlunya meningkatkan kerjasama dengan pemangku kepentingan di bidang keamanan maritim selain angkatan laut seperti coast guard, pihak swasta, polisi perairan, dan lain sebagainya. Kemudian perlunya memperluasan cakupan geografis kerjasama dengan angkatamn laut di luar Pasifik Barat serta mencegah stagnasi WPNS melalui inovasi agar kerja sama antar angkatan laut melalui WPNS tetap seusai dengan perubahan di lingkungan strategis.

Kehadiran Kasal bersama pemimpin angkatan laut dan delegasi pada ISS, selain menjadi salah satu pembicara pada symposium tersebut, juga untuk membahas dan menjajaki kemungkinan kerjasama keamanan maritim internasional. Dalam Simposium ini para peserta dapat memiliki kesempatan untuk melaksanakan kerjasama regional dan internasional yang bertujuan mencari pemecahan masalah dan tantangan yang dihadapi oleh negara negara di bidang maritim. 

Hal ini sejalan dengan tujuan diselenggarakannya ISS adalah sebagai forum bagi para pemimpin senior angkatan laut internasional untuk membahas tantangan maritim pada umumnya dan untuk menciptakan peluang meningkatkan kerjasama keamanan maritim internasional. (Nurul)
Readmore »

Bakamla RI Sosialisasikan Hacgam di Layar Kaca

Bakamla RI Sosialisasikan Hacgam di Layar Kaca

Bakamla RI akan menjadi tuan rumah pada ajang bergengsi di dunia kemaritiman dengan mempertemukan Kepala Coast Guard dari 22 negarai di wilayah Asia. Pernyataan ini disampaikan Kepala Bakamla RI pada kesempatan wawancara di salah satu stasiun televise swasta, Kamis (22/9/2016).

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., menegaskan bahwa ini merupakan kali kedua untuk Bakamla RI mewakili Indonesia dalam kegiatan ini. Awalnya Bakamla RI, yang dahulu Bakorkamla RI, sudah pernah memfasilitasi kegiatan ini pada Tahun 2009. Setelah terdapat jeda beberapa tahun, barulah Bakamla RI memiliki kesempatan lagi untuk menjadi tuan rumah pada tahun ini, ungkapnya.

Kegiatan yang bertajuk Head of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM) ini merupakan forum kerja sama negara-negara di Asia di bidang keamanan maritime yang bersifat sukarela.

Kegiata ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran negara-negara di Asia akan terjadinya peningkatan insiden keamanan maritim pada Tahun 1999, khususnya di wilayah perairan Asia Tenggara. Untuk menangani hal tersebut, Jepang mengusulkan diselenggarakannya pertemuan otoritas penting di Asia yang berwenang menangani isu keamanan maritime.

Melalui wadah ini, HACGAM bertujuan untuk membangun dan mengembangkan kemampuan organisasi/badan Coast Guard di seluruh kawasan Asia melalui diskusi dan latihan bersama terkait dengan seluruh isu keselamatan dan keamanan maritime, tutur Kepala Bakamla RI. 

Karena isu keamanan dan keselamatan laut saat ini sudah merambah kepada trans national crime (tindak kejahatan lintas negara), maka tidak mungkin suatu negara dapat menanganinya sendiri tanpa campur tangan negara lain. Oleh karena itu, negara-negara di Asia pada khususnya dan seluruh negara di dunia pada umumnya, harus bekerja sama dengan harmonis untuk saling membantu menangani isu yang timbul, tambahnya.

Kegiatan yang dibahas dalam HACGAM meliputi search and rescue (SAR), perlindungan lingkungan, mencegah dan mengendalikan tindakan melanggar hukum di laut dan pengembangan kapasitas.

Pada kesempatan terdahulu, telah diselenggarakan kegiatan Working Level Meeting (WLM) sebagai kegiatan pendahuluan acara HACGAM Ke-12 pada tanggal 18 – 19 Mei 2016 di Crowne Plaza Hotel, Jakarta.
Kami sudah tidak sabar untuk menyambut pada delegasi HACGAM Ke-12 di Jakarta.

Semoga acara ini memberikan dampak positif bagi negara-negara peserta pada khususnya dan seluruh negara di dunia pada umumnya”, tutur Kepala Bakamla RI saat mengakhiri wawancara.

HACGAM Ke-12 akan dilaksanakan pada tanggal 11 – 14 Oktober 2016 di Fairmont Hotel Jakarta dengan mengundang Kepala Coast Guard dari negara peserta seperti Bangladesh, Brunei Darussalam, RRT, Hongkong, India, Australia, Filipina, Jepang, Kamboja, Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Singapura, Sri Langka, Thailand, Vietnam dan Maladewa serta menghadirkan observer dari 2 negara tentangga yaitu Jepang dan Singapura. (Nurul)
Readmore »

Rabu, 21 September 2016

KRI MENTAWAI 959 ANGKUT PASUKAN MARINIR AMANKAN PULAU TERLUAR

KRI MENTAWAI 959 ANGKUT PASUKAN MARINIR
AMANKAN PULAU TERLUAR

Kapal KRI Mentawai 959 jenis Coaster yang dinakhodai Mayor Laut (P) Hadi Subandi, Rabu (21/9) berangkat mengangkut pasukan Marinir Batalyon Infanteri (Yonif) 2 yang akan ditugaskan mengamankan pulau terluar dalam Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Pulau Terluar Pulau Natuna.

Pasukan Marinir Yonif 2 yang bermarkas di Cilandak ini berangkat di bawah pimpinan Komandan Kompi C Lettu Marinir Andhik Dewantoro yang membawa 58 orang prajurit.

Asisten Operasi (Asops) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) P. Rahmad Wahyudi, S.E. mengatakan bahwa dalam rangka mendukung pengangkutan pasukan dan logistik pengamanan pulau terluar di wilayah barat Indonesia telah disiapkan satu unsur KRI yaitu KRI Mentawai 959.

Dalam penugasannya, KRI Mentawai 959 akan embarkasi/mengangkut prajurit Marinir dan logistik dari Jakarta dan debarkasi/diturunkan ke pulau-pulau tujuan yang telah ditentukan menggantikan satuan tugas (Satgas) yang lama. Selanjutnya pasukan Marinir yang telah selesai masa penugasannya akan diangkut kembali ke Jakarta.

Dalam rencananya sasaran pengiriman pasukan ini diarahkan ke pulau Pulau Sekatung, Pulau Berhala dan Pulau Rondo yang merupakan pulau-pulau terluar di wilayah Indonesia di bagian barat, jelas Asops Pangkolinlamil.

Sementara hal yang sama disampaikan Komandan KRI Mentawai 959 Mayor Laut (P) Hadi Subandi bahwa saat ini kondisi kapalnya dan seluruh anak buah kapal dalam kondisi siap, sehingga dalam penugasan mendukung pergeseran pasukan Satuan Tugas Yonif 2 Marinir pengamanan pulau-pulau kecil terluar ke wilayah Barat diharapkan akan berlangsung dengan lancar tanpa terdapat suatu halangan.

Sebelum melakukan pelayaran, sesuai prosedur Komandan KRI Mentawai 959 Mayor Laut (P) Hadi Subandi melaksanakan pengecekan kesiapan dan kelengkapan serta pengarahan kepada personel sebelum berlayar ke daerah tujuan.

Operasi pergeseran pasukan dan material merupakan salah satu tugas dan fungsi Kolinlamil sebagai pembina kemampuan sistem angkutan laut militer, dengan menyelenggarakan pergeseran pasukan TNI yang meliputi personel, peralatan dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis strategis.

KRI Mentawai 959, jenis kapal perang Bantuan Umum (BU) diproduksi di Hongaria tahun 1964, memiliki spesifikasi panjang 74,54 meter dan lebar 11,30 meter.

KRI Mentawai 595 masuk jajaran TNI AL pada tanggal 1 September 1964 dan dioperasikan oleh Kolinlamil sejak tahun 1975. Kapal perang ini memiliki berat 1.301 DWT dan mampu mengangkut 850 ton dan personel dengan fasilitas 250 pasukan dengan kelengkapan perorangan lainnya memiliki kemampuan menempuh kecepatan maksimal 11,5 knot/jam. (Nurul)
Readmore »