Satgas Gabungan TNI-Polri Kembali Menemukan Jenazah Korban Pembantaian di Yigi

Satgas Gabungan TNI-Polri Kembali Menemukan Jenazah Korban Pembantaian di Yigi

Jayapura, Minggu, 9 Des 2018. Berdasarkan laporan yang diterima dari TKP pasca insiden pembantaian sejumlah karyawan PT. Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jembatan di Distrik Yigi oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) tanggal 2 Desember lalu, hari ini tanggal 9 Desember 2018 sekitar pukul 13.00 WIT Tim gabungan TNI -Polri kembali menemukan 1 orang jenazah. 

Korban ditemukan di dalam hutan sekitar 500m - 1 km dari posisi pembantaian di lereng bukit puncak Kabo. Ciri-ciri umum jenazah jenis kelamin laki-laki berambut panjang menggunakan celana panjang warna putih. Kondisi jenazah sudah mulai rusak atau membusuk.

Saat ini jenazah telah diangkut ke poros jalan Distrik Yigi-Mbua untuk dievakuasi ke Mbua melalui jalur darat. Selanjutnya Jenazah korban rencana akan dievakuasi ke Wamena dengan jalur udara (helly). 

Satgas gabungan TNI- Polri akan terus melaksanakan pencarian sisa korban yang belum ditemukan. Sesuai dengan data bahwa masih tersisa dua orang jenazah yang belum ditemukan dan dua orang korban yang diduga masih hidup hingga sekarang belum diketahui nasibnya.

Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki distrik Yigi dan Mbua. Situasi di distrik Mbua pasca penyerangan KKSB terhadap pos TNI di Mbua pada tanggal 3 Des lalu, masyarakat secara umum mengungsi ke hutan namun sejak kemarin hingga sekarang warga Mbua sudah mulai berangsur2 kembali ke kampung dan kegiatan sosial serta roda ekonomi mulai berjalan kembali. Sedangkan di Yigi situasi kampung masih sepi hanya beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan.

Menanggapi pemberitaan oleh beberapa media yang katanya berdasarkan laporan dari kepala kampung di Yigi mengatakan bahwa dalam proses evakuasi, pasukan TNI melakukan serangan udara dan serangan Bom dan mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas menjadi korban. Kami perlu tegaskan di sini bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom, TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infantri yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit. Media dan warga juga bisa melihat bahwa alutsista yang digunakan TNI hanya helly angkut jenis bell dam MI-17. Tidak ada helly serang apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom.

Selain itu TNI juga hingga saat ini belum pernah melakukan serangan, sebaliknya pada saat melaksanakan upaya evakuasi justru merekalah KKSB yang menyerang Tim Evakusi sehingga terjadi kontak tembak dan mengakibatkan satu orang anggota Brimob menderita luka tembak.

Perlu juga kami gambarkan bahwa lokasi pembantaian di bukit puncak Kabo adalah kawasan hutan yang terletak sekitar 4-5 km dari pinggir kampung terdekat. Jadi bila ternyata ada laporan telah jatuh korban akibat kontak tembak tersebut maka dapat dianalisa bahwa korbannya bukan warga sipil murni tapi mungkin saja mereka adalah bagian pelaku yang telah melaksanakan pembantaian. 

Menanggapi juga seruan Sabby Sambon yang mengaku juru bicara KKSB agar TNI bertempur secara benar. Jangan bertempur diluar zona tempur yang sudah ditentukan. Mereka mengklaim bahwa mereka telah menentukan zona tempur di kawasan Habema sampai dengan Mbua. Walaupun itu hanya klaim sepihak karena tidak pernah ada perjanjian antara TNI dan KKSB tentang zona tempur tersebut.

KKSB melalui jurubicaranya Sabby Sambon mengatakan TNI jangan bertempur di Yigi atau Mbua karena sudah di luar zona tempur. Tapi faktanya justru KKSB telah melakukan pembantaian di bukit Puncak Kabo Distrik Yigi dan melakukan penyerangan Pos TNI di Mbua, mereka telah melakukan serangan terhadap pasukan gabungan TNI-Polri yang sedang melakukan upaya evakuasi terhadap korban baik di TKP puncak Kabo maupun di sepanjang jalur evakuasi Yigi-Mbua. Artinya mereka sangat tidak konsisten terhadap pernyataannya sendiri.

Ini adalah cara bertempur sistem gerilya di mana tidak dikenal adanya zona tempur, tapi di mana pasukan TNI bertemu dengan KKSB maka disitulah zona tempurnya. 

Segala pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bom dan istilah zona tempur hanyalah upaya propaganda pihak KKSB untuk berusaha menggiring opini publik guna memojokkan TNI-Polri seolah-olah TNI-Polri yang telah melakukan tindakan pelanggaran HAM, sedangkan mereka yang telah membatai puluhan orang warga sipil yang tidak berdosa seakan-akan bukan suatu kesalahan dan ingin mencari pembenaran.

Publik telah tahu semuanya bahwa mereka (KKSB) menyerang warga sipil pekerja yang sama sekali tidak mengancam mereka, dan bahkan para pekerja telah menyumbang bahan makanan untuk acara bakar batu dalam rangka memperingati 1 Desember yang mereka klaim sebagai hari kemerdekaan mereka. Malah KKSB membunuh para pekerja secara sangat sadis. Ini adalah sikap pengecut dan tidak punya harga diri, sangat hina dimata Tuhan dan dimata kita semua yang hanya berani kepada warga sipil yang tidak berdaya. Saat TNI bertindak mereka langsung koar-koar melolong bagaikan anjing kejepit minta perhatian kepada publik seolah-olah mereka para KKSB yang teraniaya. 

Kami TNI memberikan ultimatum kepada KKSB, hanya punya dua pilihan segera menyerah atau kita selesaikan, ingat waktu terbatas. 

Kepada masyarakat Indonesia dan International bahwa percayalah TNI akan bekerja sangat profesional terbukti prajurit yg bertugas di PBB mendapatkan penghargaan dan reward dari PBB dan bahkan PBB minta kepada Indonesia untuk menambah kuota pasukan PBB untuk menyelesaikan konflik-konflik di seluruh Dunia, sehingga apa yg dikatakan provokator yang namanya Sabby Sambon semua Bohong dan Hoax.

Kami juga menhimbau kepada Pemda baik provinsi maupun kabupaten agar jangan hanya diam melihat situasi dan insiden yang sangat nista ini terjadi di wilayah Saudara. Jangan beranggapan seolah-olah ini hanya tugas TNI-Polri. Ingat Saudara dilantik menjadi pejabat Kepala daerah telah berumpah atas nama Tuhan YME dibawah kitab suci bahwa saudara setia kepada Negara Kesatuan Republik Indinesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Termasuk siapapun yang menentang membangunan infrastruktur di Papua, mereka adalah orang-orang yang ingin melihat Papua tetap hidup primitif di erah digital saat ini. Kita ketahui bersama bahwa sebagian besar warga Papua khususnya di daerah pedalaman pegunungan tengah saat ini masih hidup di masa prasejarah. Artinya mereka belum mengenal baca tulis. 

Sebagaimana pernyataan Filep Karma salah seorang tokoh KKSB yang videonya beredar di media mengatakan bahwa orang Papua bisa hidup cukup dengan makan ubi. Ingat, kebutuhan manusia bukan hanya sekedar hidup seperti binatang. Dan kebutuhan hidup tidak hanya sekedar makan ubi. Manusia butuh pendidikan, layanan kesehatan, tempat tinggal yang memadai serta manusia butuh mengikuti perkembangan kemajuan dunia. 

Karma sekarang sudah pintar, pasti dia pintar bukan karena dia belajar atau sekolah di Yigi atau di Mbua tapi dia sekolah di daerah yang memiliki infrastruktur yang memadai. Tetapi betapa piciknya Karma setelah pintar, dia tidak ingin genarasi Papua lainnya ikut pintar. Karma ingin agar warga Papua tetap bertahan dalam kehidupan Primitif.

Otentikasi: Kapendam XVII/Cend
Kolonel Inf Muhammad Aidi
Readmore »

LAKSMA TNI DR. IVAN YULIVAN TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM INKAI

LAKSMA TNI DR. IVAN YULIVAN TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM INKAI

Perwira Tinggi TNI AL Laksamana Pertama TNI Dr. Ivan Yulivan.SE.MM MTR (Han), yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Laut (Kadisdikal) terpilih sebagai Ketua Umum INKAI periode 2018-2022. Terpilihnya Laksma TNI Ivan ini melalui Musyawarah Keluarga Besar Institut Karatedo INKAI yang berlangsung mulai dari tanggal 7 sampai dengan 9 Des 2018 di Hotel Santika TMII Jakarta, diikuti 29 utusan ketua Pengurus Propinsi INKAI dan Ketua Majelis Sabuk Hitam INKAI seluruh Propinsi  Indonesia.

Pada sambutannya di kesempatan itu, Laksma TNI Ivan menyampaikan bahwa sudah saatnya INKAI ditangani secara profesional, akuntabel,  transparan dan tetap menjaga kemurnian Karate INKAI yang memiliki Integritas, tangguh dan tetap rendah hati. “INKAI telah banyak memberi kontribusi Positif terhadap Pembentukan karakter bangsa melalui jalur Prestasi Karate baik di dalam negeri dan Luar Negeri”, tandasnya.

Dihadapan peserta Musyawarah Keluarga Besar ini juga Laksma Ivan mencanangkan INKAI Goes To World Class, serta mengajak  Professor Hermawan Sulistyo aktivis Dan Peneliti yang sebelumnya juga merupakan kandidat Ketua Umum INKAI, untuk bergabung dalam kepengurusan INKAI mendatang.

Sebelum terpilih menjadi Ketua INKAI, Laksma TNI Ivan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum INKAI mendampingi Letnan Jenderal TNI Agus Kristianto. Di kesempatan ini pula kembali dikukuhkan, Sensei Harmen Lukas (Dan 9 INKAI) sebagai Ketua Dewan Guru dan Sensei Abdul Kadir yang merupakan mantan Juara Dunia di era tahun 70 (Dan 9 INKAI) sebagai wakil ketua Dewan Guru serta Sensei Edy Mursalim PHD sebagai Sekretaris Dewan Guru.

Sedangkan mantan Juara Dunia Kata era tahun 90an Abdullah Kadir (Dan 7 INKAI)   dikukuhkan sebagai Anggota Dewan Guru baru, beserta  5 Orang lainnya sebagai Guru Madya di bawah Dewan Guru sebagai Kaderisasi dan penerus Dewan Guru Kelak.

INKAI telah berkomitmen dan konsisten untuk membangun karakter bangsa melalui karate dan cinta tanah air demi kejayaan dan harumnya nama bangsa ke seluruh dunia, pungkas Laksma TNI Ivan mengakhiri sambutannya.
Readmore »

Ketua Umum KOMI : Kejurnas Orienteering Untuk Mendapatkan Atlet Terbaik di Jajaran TNI

Ketua Umum KOMI : Kejurnas Orienteering Untuk Mendapatkan Atlet Terbaik di Jajaran TNI

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orienteering Piala Panglima TNI IV Tahun 2018 difokuskan pada dua kategori tingkatan yaitu kelas Middle Distance/jarak menengah  (individual/tim) dan Long Distance/jarak jauh (individual/tim) dalam rangka untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik di jajaran TNI.

Hal tersebut disampaikan Asops Panglima  TNI selaku Ketua Umum Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. pada upacara penutupan Kejurnas Orienteering Piala Panglima TNI IV Tahun 2018 di Pusdik Arhanud, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Minggu (9/12/2018).

Menurut Ketua umum KOMI, upaya pembinaan pada dua kategori tersebut dapat berjalan dengan baik pada tingkat Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Angkatan dan Kotama.Gambaran keberhasilan tersebut dapat dibuktikan pada event Kejurnas ini yang terus menerus meningkat, baik pesertanya maupun teknik yang dimiliki para atletnya, ungkapnya.

Dalam upaya pembinaan prestasi yang dilakukan oleh PB. FONI untuk mendapatkan atlet-atlet terbaik tingkat nasional, dilakukan secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, kata Mayjen TNI Ganip Warsito.

Orienteering adalah olahraga yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas untuk menyelesaikan suatu lintasan dari titik kontrol satu ke titik kontrol lain dalam waktu sesingkat mungkin.

Kompetisi yang dihadirkan di Kejuaraan Nasional Orienteering Panglima TNI IV Tahun 2018 antara lain Sprint Distance dan Middle Distance dengan pemisahan kelas umur dan gender serta Mountain Bike Orienteering. Kompetisi tersebut digelar selama dua hari mulai tanggal 8 dan 9 Desember 2018 di Pusdik Arhanud Kota Batu Malang, Jawa Timur.

Sebagai juara pada kategori Sprint Distance dan Middle Distance yaitu Nomor Putra U 18 dengan jarak 2,9 km : Juara I Ibnu Hirbak (FONI Jateng), Juara II Sukma Bayu (FONI Jateng) dan Juara III Agung Nugroho (FONI Jateng). Untuk Nomor Putra U 20 dengan jarak 3,5 km : Juara I Reza Aulia Pradipta (TNI AD), Juara II Fendi Cahyono (FONI Jateng) dan Juara III Aji Santoso (FONI Jateng).

Nomor Putra U 21 dengan jarak 3,9 km : Juara I  Fiqi Ardian (TNI AL), Juara II Mursalim (TNI AL) dan Juara IlI Reka Arinaldy (TNI AL). Sedangkan Nomor Putra U 35 dengan jarak 3,5 km : Juara I Achtizen (TNI AL), Juara II  Suwardi (FONI Jateng) dan Juara III Rinto Efendi (FONI Banten).

Untuk Nomor Putri U 18 dengan jarak 2.2 km : Juara I Siti Choiriya A. (FONI Jateng), Juara II Fera Rahmawati (FONI Jateng) dan Juara III Dewi Kusuma W. (FONI Jateng).  Untuk Nomor Putri U 20 dengan jarak 2,6 km : Juara I Asri Kori K. (FONI Jateng),  Juara II Calvina Izumi H. (FONI Banten) dan Juara III Cici Rebkania S. (TNI AD). Sedangkan Nomor Putri U 21 dengan jarak 3,3 km : Juara I Megawati (TNI AL), Juara II Ernita (TNI AD) dan Juara III R. Puspita Rahayu (TNI AD).

Sementara itu, kategori Mountain Bike Orienteering. Untuk Nomor Putra dengan jarak 7,4 km : Juara I M. Buchori Fauzi (TNI AD), Juara II Asep Wilantoro (FONI Jatim) dan Juara III C. Kumbara Sakti (FONI Jatim).
Readmore »

F1QR Lanal TBA Tangkap KIA Malaysia di Perairan Selat Malaka

F1QR Lanal TBA Tangkap KIA Malaysia di Perairan Selat Malaka

Jakarta, 6 Desember 2018, Keberadaan Unsur KRI/Patkamla Jajaran Koarmada I dalam memberantas kegiatan ilegal serta menegakkan hukum di laut terus membuahkan hasil. Kali ini Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan menggunakan Patkamla Sea Rider berhasil menangkap Kapal Ikan Asing Malaysia di Perairan Selat Malaka, Rabu (5/12).

Penangkapan berawal adanya informasi bahwa ada kapal melaksanakan tindakan ilegal Human Trafficking bergerak dari Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara menuju Portklang Malaysia. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan menggunakan Patkamla Sea Rider  berangkat dari Posmat Bagan Asahan menuju Perairan Selat Malaka guna melaksanakan pengejaran terhadap kapal tersebut, namun tidak membuahkan hasil.

Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan tidak patah semangat dan terus melanjutkan penyisiran di sekitar Perairan Selat Malaka dan berhasil mendapatkan kontak kapal ikan asing yang dicurigai sedang melakukan tindakan ilegal fishing menggunakan trawl pada posisi 3° 21.945 N - 100° 14.185 E, selanjutnya dilaksanakan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui Kapal Ikan Asing Jenis Trawl (Pukat Tarik), Kebangsaan Malaysia, ABK 6 orang termasuk nakhoda (WNA Myanmar). Dugaan awal KIA tersebut melakukan kesalahan Fishing Ground.

Berdasarkan kesalahan tersebut, Danlanal Tanjung Balai Asahan memerintahkan agar KIA tersebut dikawal menuju Posmat Bagan Asahan untuk selanjutnya diproses di Lanal Tanjung Balai Asahan.

Readmore »

KRI Sembilang-850 Berhasil Menangkap Kapal Muatan Limbah CPO Di Pulau Rupat

KRI Sembilang-850 Berhasil Menangkap Kapal Muatan Limbah CPO Di Pulau Rupat

Jakarta, 9 Desember 2018, Keberadaan Unsur KRI Jajaran Koarmada I dalam memberantas kegiatan ilegal serta menegakkan hukum di laut terus membuahkan hasil. Kali ini KRI Sembilang-850 berhasil menangkap kapal yang memuat limbah CPO di Selatan Perairan Pulau Rupat, Jumat (7/12).

Penangkapan berawal saat KRI Sembilang-850 melaksanakan patroli sektor di sekitar Perairan Pulau Rupat mendapatkan kontak kapal yang sedang melintas pada posisi 01̊ 42’ 27’’ U - 101̊ 28’ 79’’ T, selanjutnya KRI Sembilang-850 melakukan Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeldehan terhadap muatan, personel, dan dokumen.

Dari hasil pemeriksaan diketahui kapal bernama KM. Bahtera Sukses Bersama, Tonage 30 GT, Kebangsaan Indonesia, Jenis Kapal Motor Kayu, Nahkoda Eduart Sianipar, Pemilik Andi, ABK 3 orang, Penumpang 10 orang (pekerja), Muatan Limbah CPO 17 Ton.

Dugaan awal, KRI Sembilang-850 melakukan kesalahan tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) melanggar Pasal 42 (3) jo 98 UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008, tidak ada Sertifikat Keselamatan melanggar Pasal 117 (2), 124 (1), 126 (1) UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008, tidak dilengkapi Dokumen Muatan/Manifest, tidak ada Crew List melanggar Pasal 145 jo 312 UU Pelayaran Nomor 17 Tahun.

Berdasarkan pelanggaran tersebut, Komandan KRI Sembilang-850 Mayor Laut (P) Wida Adi Prasetya memerintahkan agar KM. Bahtera Sukses Bersama dikawal menuju ke Lanal Dumai guna penyelidikan lebih lanjut.

Selanjutnya dilaksanakan serah terima barang bukti kapal tangkapan dari Pihak KRI Sembilang-850 kepada Pihak Lanal Dumai bertempat di Dermaga Pokala Dumai.

Readmore »

Motivasi Prajurit Di Pulau Terluar, Pangkoarmada I Kunjungi Posal Tolop

Motivasi Prajurit Di Pulau Terluar, Pangkoarmada I Kunjungi Posal Tolop

Jakarta, 9 Desember 2018, Dengan menggunakan KAL Mapor, Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., bersama Waasop Kasal, Danguskamla Koarmada I, dan Danlantamal IV mengunjungi salah satu Posal Pulau Terluar di Kepri yaitu Posal Tolop yang bertugas menjaga perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Minggu (9/12).

Pangkoarmada I menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke Pulau Tolop tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi dan melihat situasi fasilitas penunjang yang ada di Posal Tolop yang merupakan salah satu Posal Pulau Terluar yang berada dibawah Jajaran Lanal Batam. Selain itu, kunjungan ini untuk memberingan motivasi dan dukungan moril kepada para prajurit agar melaksanakan tugas dengan penuh semangat dalam menjaga perbatasan NKRI dari berbagai ancaman dan tindakan ilegal.

Pangkoarmada I setiba disana menerima laporan dari Danposal Tolop Letda Laut (P) Mukidi dari mulai fasilitas, peralatan pendukung, dan luas lahan serta kerawanan-kerawanan di sekitar area kerjanya. Danposal Tolop menjelaskan bahwa jarak Pulau Tolop dari Batam sekitar 22 km dan jarak Pulau Tolop negeri Jiran Malaysia hanya 22,2 km. Pulau dengan luas 8,6 hektare ini terletak bersebelahan dengan Pulau Belakangpadang yang ada dibelakangnya. Komplek bangunannya tidaklah besar dan diisi oleh enam gedung ukuran kecil. Gedung-gedung itu terdiri dari tiga gedung mes tentara, satu gudang, satu gedung sebagai menara komando utama yang memiliki tinggi hingga 10 meter. Dan satu gedung lagi merupakan gedung serbaguna yang bisa digunakan oleh tentara untuk melakukan sholat berjamaah. Total luasnya mungkin mencapai 120 meter.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa ditengah-tengah komplek terdapat empat pemancar parabola bernama V-Satelit, fungsinya adalah untuk memetakan kondisi sekitar pulau lewat satelit. Petanya dapat dilihat di menara komando utama. Sumber listrik memakai panel tenaga surya dan air ditampung dari air hujan. Ada empat panel tenaga surya yang membentang keatas menyaring sinar matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh efek fotoelektrik.

Secara posisional, pulau ini sangatlah strategis karena berada digaris terdepan yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan Singapura. Jalur melewati perairan Pulau Tolop memang menjadi salah satu favorit bagi para penyelundup untuk beraksi. Umumnya penyelundup beraksi pada malam hari dan umumnya penyelundup berasal dari Malaysia.

Bahwa Pulau Tolop merupakan benteng terluar dari Indonesia. Apapun konsekuensinya, TNI AL siap mengemban tugas menjaga kedaulatan negara di titik terdepan, ”Hidup mati hanya untuk NKRI”, ujar Letda Mukidi.

Dalam kunjungan kerjanya, Panglima Koarmada I beserta rombongan memberikan pengarahan kepada Prajurit Posal, mengecek fasilitas Posal, memberikan tali asih sebagai bentuk perhatian pimpinan dan penanaman pohon di areal Posal Tolop.

Readmore »

MAHASISWA UNHAN MELAKSANAKAN PELATIHAN PROSEDUR ANALISIS DATA KUALITATIF DAN TEKNIK KODING DENGAN SOFTWARE NVIVO 12 DI SESKOAL

MAHASISWA UNHAN MELAKSANAKAN PELATIHAN PROSEDUR ANALISIS DATA KUALITATIF DAN TEKNIK KODING DENGAN SOFTWARE NVIVO 12 DI SESKOAL

Seskoal, 9 Desember 2018, Sebanyak 32 mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) tingkat akhir yang sedang menyusun thesis dan 10 Dosen Seskoal melaksanakan Pelatihan Prosedur Analisis Data Kualitatif dan Teknik Koding menggunakan Software NVivo 12, yang berlangsung di Kelas B Gedung R.E. Marthadinata Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Minggu (09/12).

Komandan Seskoal (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., yang diwakili Direktur Pengkajian Strategi Operasi (Dirjianstraops) Seskoal Kolonel Laut (P) Suharto, S.H., M.Si (Han) menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan kegiatan berkelanjutan setelah para mahasiswa melaksanakan penelitian guna menyusun thesis, dan menggunakan Software Nvivo 12 untuk mengolah data hasil penelitian tersebut sehingga hasil analisisnya tepat.

Pada kesempatan ini, Danseskoal yang juga sebagai salah satu dosen Unhan mengundang secara khusus Prof. Agustinus Bandur, Ph.D dari Universitas Bina Nusantara untuk memberikan pelatihan kepada para mahasiswa Unhan dan Dosen Seskoal tersebut.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, Wakapusjianmar Seskoal Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo, S.E., M.M., Dandenma Seskoal Letkol Marinir Rudianto, M.Tr.Hanla, dan Kabaginfo Seskoal Letkol Laut (E) IGP. Andik YN.
Readmore »

KOMANDAN SESKOAL PEMBICARA SEMINAR INTERNASIONAL 4TH EU-ASEAN SEMINAR ON SECURITY AND DEFENCE

KOMANDAN SESKOAL PEMBICARA SEMINAR INTERNASIONAL
4TH EU-ASEAN SEMINAR ON SECURITY AND DEFENCE

Seskoal, 3 Desember 2018, -- Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksmanana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., menjadi pembicara pada 4TH EU-ASEAN Seminar On Security and Defence, yang diselenggarakan atas kerjasama Universitas Pertahanan (Unhan) dengan European Security and Defence College (ESDC) bertempat di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, belum lama ini.

Seminar EU-ASEAN on Security and Defence ke-4 yang bertemakan “Penguatan Kerjasama Pertahanan dan Keamanan” ini dibuka oleh Rektor Unhan Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP., berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 26-29 November 2018 serta dihadiri 74 peserta yang merupakan perwakilan 28 negara anggota Uni Eropa dan sepuluh negara anggota ASEAN, baik dari kalangan militer maupun non militer dan ditambah pejabat Komisi Uni Eropa dan Sekretariat ASEAN. Para akademisi dari beberapa perguruan tinggi dunia, pakar dan praktisi juga hadir berinteraksi membahas berbagai isu pertahanan dan keamanan dunia terkini. 

Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., menjadi pembicara pertama pada panelis hari ke tiga forum ini, dengan makalah berjudul “Countering Organized Crime and Managing Maritime Security in Indonesia”. Dalam paparan tersebut, Danseskoal menjelaskan berbagai bentuk kerja sama keamanan maritim antara TNI AL dengan instansi- instansi lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang semakin efektif dari tahun ke tahun.

“Guna mengantisipasi dan mencegah berbagai bentuk kejahatan teroganisir yang berpotensi di masa depan, maka dibutuhkan konsep dan mekanisme baru melalui pembentukan Maritime Security Coordination Center (MSCC),” ungkap Danseskoal.

Lebih lanjut disampIkan bahwa, sesuai Hukum Laut Internasional 1982 serta berbagai peraturan perundangan nasional, TNI AL dan Bakamla adalah dua institusi yang dapat membentuk MSCC, baik pada tataran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sekaligus menjalin hubungan dengan Coordination Center milik negara-negara lain di kawasan.

Para peserta seminar internasional menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap pemerintah Indonesia dapat segera meresmikan MSCC sebagai salah satu implementasi kebijakan Poros Maritim Dunia.
Readmore »

Potong Pita, Kasdam XII/Tpr resmikan Kantor MMLO Malaysia di Pontianak

Potong Pita, Kasdam XII/Tpr resmikan Kantor MMLO Malaysia di Pontianak

PONTIANAK, tniad.mil.id,- Peresmian kantor MMLO (Malaysia Military Liason Officer) di Pontianak diharapkan dapat meningkatkan hubungan komunikasi dan koordinasi dalam menjaga pertahanan kedaulatan negara masing-masing dan kerjasama dalam menjaga wilayah perbatasan di kedua Negara. Demikian diungkapkan Kepala Staf Kodam XII/Tpr (Kasdam XII/Tpr), Brigjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh saat menghadiri acara tersebut di Pontianak, Sabtu (8/12/2018).

Kehadiran Brigjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh di Kantor MMLO, Jalan Fatimah, No.8 Pontianak Kota, mewakili Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Acmad Supriyadi.

Setelah peresmian Kantor MLLO oleh Panglima I Divisi Tentara Diraja Malaysia (TDM), Mayor Jenderal Dato Toh Choon Siang, Kasdam XII/Tpr didaulat untuk melakukan pemotongan pita. 

Sesaat setelah melakukan pemotongan pita, Kasdam XII/Tpr menyampaikan bahwa peresmian ini merupakan bentuk kerjasama bilateral dua negara serumpun dibidang kemiliteran.

Khususnya Kodam XII/Tanjungpura dengan TDM, ujar Kasdam. Ini juga dalam rangka meningkatkan hubungan komunikasi dan koordinasi dalam menjaga pertahanan kedaulatan dan kerjasama kedua negara, terutama dalam menjaga wilayah perbatasan di kedua Negara, tambahnya.

Kemudian, mantan Kadispenad tersebut juga menyampaikan harapannya, agar berbagai hal positif yang telah dibangun baik di tingkat kebijakan sampai di tingkat operasional terus dilanjutkan, dibina dan dikembangkan.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan peninjauan ruangan bagian kantor oleh Panglima I Divisi TDM serta Pejabat Perhubungan Tentara Malaysia untuk Indonesia di Kantor MMLO serta pemberian cinderamata berupa plakat oleh pejabat TDM Brigjen Bustaman Bin Hj Mat Zin.

Usai pelaksanaan peresmian, dilanjutkan ramah tamah serta jamuan makan malam di Lobi Hotel Mahkota Pontianak.

Hadir dalam acara tersebut Danrem dan para pejabat Korem 121/Abw termasuk pejabat Perhubungan Tentara Malaysia untuk Indonesia di Prov. Kalimantan Barat. (Dispenad)
Readmore »

Alih Kodal Yonif Mekanis 643/WS dan Peresmian Yonif 645/GTY "Garda Terdepan dan Benteng Terakhir NKRI"

Alih Kodal Yonif Mekanis 643/WS dan Peresmian Yonif 645/GTY "Garda Terdepan dan Benteng Terakhir NKRI"

SAMBAS - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, pimpin Upacara Pengalihan Komando dan Pengendalian (Kodal) Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti dan Peresmian Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa, bertempat di Markas Yonif 645/GTY, Sambas (6/12/2018).

Dalam amanatnya, Pangdam XII/Tpr mengatakan Pembentukan Satuan Baru serta Alih Kodal merupakan bagian dari program pembangunan kekuatan dan gelar Satuan TNI Angkatan Darat agar lebih adaptif terhadap perkembangan lingkungan.

Dikatakannya juga, pada hakekatnya penataan organisasi TNI AD dalam kerangka Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Force (MEF) yang dilaksanakan atas dasar konsep pertahanan berbasis kemampuan sesuai dengan kebijakan strategis TNI AD tahun 2010 - 2019. 

“Perubahan Yonif 643/WNS yang semula berada di bawah kendali Korem 121/Abw berubah menjadi Yonif Mekanis 643/WNS dan beralih Kodal di bawah Kodam XII/Tpr adalah untuk memaksimalkan pengendalian, pengawasan dan koordinasi guna mendukung tugas pokok Kodam XII/Tpr serta salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan, kesiapan operasional dan pembinaan satuan," terang Pangdam.

Selain itu, Pangdam XII/Tpr juga menjelaskan mengenai pembentukan Yonif 645/GTY yang berkedudukan di Kab. Sambas merupakan implementasi dari perencanaan strategis TNI AD dalam pembangunan kemampuan guna menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dan kontijensi yang dapat terjadi di wilayah perbatasan. 

“Yonif 645/GTY memiliki arti sebagai Pasukan Pelindung atau Penjaga Terdepan dalam Pertempuran atau Peperangan dalam menjaga Keutuhan Wilayah NKRI, dengan semboyan ”GARDA TERDEPAN DAN BENTENG TERAKHIR NKRI, merupakan satuan tempur Kodam XII/Tpr di bawah Komando Brigade Infanteri 19/Khatulistiwa,” jelas Pangdam XII/Tpr dalam amanatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XII/Tpr secara resmi menandatangani prasasti satuan baru serta menyerahkan Tunggul Batalyon 645/GTY kepada Komandan Batalyon (Danyon), Mayor Inf Sugiarto di depan seluruh prajurit Yonif 645/GTY.

Pangdam juga berpesan kepada seluruh prajurit, agar memelihara serta meningkatkan kemampuan dan kesiapan tempur. “ Setiap prajurit wajib memiliki sifat dan sikap disiplin, pandai menembak, bela diri militer dan memiliki fisik yang prima serta selalu menjalin hubungan dengan seluruh lapisan masyarakat, agar kemanunggalan TNI dengan Rakyat tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya mengakhiri.

Hadir pada acara tersebut Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi, Danrem 121/ABW, para Asisten Kasdam 12/Tpr, beberapa Forkopimda Kab. Sambas serta seluruh prajurit Yonif 645/GTY. (Dispenad)
Readmore »

Babinsa Koramil 07/Kresek Terjun Ke Sawah Bantu Petani Mengolah Sawah

Babinsa Koramil 07/Kresek Terjun Ke Sawah Bantu Petani Mengolah Sawah

Tigaraksa - Untuk membantu Pemerintah Daerah dalam melakukan ketahanan pangan Babinsa Koramil 07/Kresek terjun ke sawah membantu petani Membajak Sawah di Desa Cebatok Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang, Minggu (09/12/2018).

Kopka Beny Priyatna Babinsa 2 Koramil 07/Kresek Kodim 0510/Trs, Korem 052/Wkr menjelaskan, Mengolah Sawah yang di lakukan Babinsa 2 dan kelompok tani tersebut seluas 3000 M2 di wilayah Koramil 07/Kresek

"Kami terjun ke sawah dalam membantu petani tersebut adalah untuk membantu program Opsus pemerintah dalam rangka swasembada pangan di wilayah," katanya.

Lebih lanjut Kopka Beny Priyatna menambahkan, lahan yang di tanami padi adalah milik Kelompok Tani Babulak Desa Cebatok Pendampingan Upsus akan terus di lakukan oleh Babinsa.*#Kodim 0510/Trs.
Readmore »

SEMINAR PENGARUSUTAMAAN GENDER DI LANTAMAL IV

SEMINAR PENGARUSUTAMAAN GENDER DI LANTAMAL IV

 Tanjungpinang 6 Desembar 2018,…. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Koprs Wanita Angkatan Laut (Kowal) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang melaksanakan seminar tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) di Lingkungan TNI Angkatan Laut. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Yos Sudarso Markas Komando (Mako) Lantamal IV, Jalan Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Kamis (6/12).

 Topik seminar yang disampaikan oleh dua nara sumber yakni Ibu Afitri Safitri, S.PSI., M.M., CH.T dari Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri dan Letkol Laut (K) dr. Rudy Cahyono, SP.KJ dari Rumkital Dr. Mediyato Suratani Tanjungpinang dihadiri Pejabat Utama Mako Lantamal IV, Karumkital Dr. Mediyato Suratani, Para Kepala Dinas dan Kepala Satuan Kerja di lingkungan Lantamal IV, Pengurus dan perwakilan Korcab IV Daeraha Jalasenastri Armada I, Perwakilan Wan TNI dan Polwan serta Pegawai Negeri Sipil Wanita Mako Lantamal IV.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Aspers Danlantamal IV Kolonel Laut (KH) Dede Komarudin, S.Pd., M.M., mengatakan pengarusutamaan gender atau disingkat PUG adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia yaitu rumah tangga, masyarakat dan negara, melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan.

Tujuan akhir dari pelaksanaan PUG adalah transformasi dari keadaan tidak setara antara perempuan dan laki-laki dalam hak dan kondisi sosial, menjadi setara bagi keduanya serta terpenuhinya kebutuhan praktis dan strategi gender serta mendapat manfaat yang sama dan adil dalam proses pembangunan, ujar Danlantamal IV.
Dalam memperingati HUT ke-65 Kowal selain seminar PUG juga akan dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya lomba menghias tumpeng dan ziarah nasional masing-masing pada tanggal 12 Desember 2018 dan 3 Januari 2019 serta acara puncak upacara parede dan tasyakuran pada tanggal 7 Januari 2019. (Penlantamal IV)
Readmore »

Sambut HJK 2018 terpusat di Ambarawa, TNI AD gelar berbagai kegiatan menarik

Sambut HJK 2018 terpusat di Ambarawa, TNI AD gelar berbagai kegiatan menarik

AMBARAWA, tniad.mil.id,- Sebagai tuan rumah peringatan Hari Juang Kartika (HJK) 2018 terpusat, Komando Daerah Militer IV/Diponegoro (Kodam IV/Dip) menggelar berbagai kegiatan yang menarik dan melibatkan masyarakat. Demikian diungkapkan oleh Kapendam IV/Dip Kolonel Arh Zainudin, S.H,M.H. dalam rilis tertulisnya, Semarang, Sabtu (7/12/2018). 

Tahun ini, peringatan HJK atau hari lahirnya TNI AD dilaksanakan secara terpusat di Ambarawa. Tujuh puluh tiga tahun lalu, tepatnya 15 Desember 1945, Tentara Kemerdekaan Rakyat (TKR) dibawah pimpinan Jenderal Sudirman (waktu itu masih berpangkat Kolonel) berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan merebut kembali wilayah Jawa Tengah.

"Kini, menjelang peringatan peristiwa yang sangat heroik tersebut, mulai hari Jumat (7/12/ 2018), kita menggelar pameran Alutsista TNI AD di lapangan Pangsar (Panglima Besar) Jenderal Sudirman, Ambarawa," terang Zaenudin.


Menurut Zainudin, berbagai rangkaian kegiatan peringatan HjK lainnya pun tidak kalah menarik, seperti Festival Band (Sabtu, 8/12/ 2018) dan 3Fun atau Fun Bike, Fun Walk dan Fun Aerobic (Minggu, 9/1 2018) yang melibatkan masyarakat.

"Puncak acara peringatan (Sabtu,15/12/2018) akan dilaksanakan di Ambarawa, dan rencananya upacara langsung dipimpin Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa. Berbagai atraksi akan ditampilkan seperti terjun payung, flypass helly, Marching Band Taruna Akmil dan berbagai atraksi menarik lainnya,” kata Zenudin lebih lanjut.



"Sebagaimana tema kegiatan, TNI AD mengabdi dan membangun bersama Rakyat, mari kita sambut peringatan HJK ini bersama-sama, sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan kepada para Pahlawan gugur dan berhasil menegakan kehormatan bangsa Indonesia,"tegas Zaenudin. 

Lapangan Pangsar Jenderal Soedirman, Ambarawa yang menjadi pusat aktifitas peringatan HJK, sejatinya hanyalah lapangan olahraga. Namun dengan adanya berbagai Alutsista TNI AD, kini berubah layaknya pangkalan satuan perang yang dipenuhi masyarakat dari berbagai usia.


“Silakan, siapapun boleh datang dan saksikan langsung. Apapun yang TNI AD miliki, semuanya milik rakyat. Kita (prajurit) hanyalah pengemban amanah rakyat untuk mengoperasionalkan Alutsista tersebut, guna mempertahankan mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI” tandas lulusan Akademi Militer tahun 1996 ini.

Dalam pameran tersebut digelar berbagai Alutsista teranyar TNI AD, seperti Helly Apache, Rudal Starstreak (rudal canggih artileri pertahanan udara), Tank Leopard, Tank M113 satuan infanteri, Panser Anoa buatan PT Pindad, Meriam Artileri Medan Kaliber 155/Caesar, Kapal Motor dan berbagai persenjataan dan kendaraan tempur lainnya.

"Semuanya bisa dilihat bahkan dipegang dan dinaiki sambil berfoto selfi bersama keluarga maupun sahabat. Gratis, bahkan ada door prize,” pungkas Kapendam. (Dispenad)
Readmore »

Lolos Ujian CAT, Pelamar CPNS Bakamla RI Kembali Adu Kemampuan di Seleksi Kompetisi Bidang

Lolos Ujian CAT, Pelamar CPNS Bakamla RI Kembali Adu Kemampuan di Seleksi Kompetisi Bidang

Jakarta, 08 Desember 2018 (Humas Bakamla RI) - Ratusan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla-RI) yang telah lolos pada seleksi ujian system Computer Assisted Test (CAT), kembali memperebutkan beberapa formasi dan jabatan yang di butuhkan oleh Bakamla RI, dengan melaksanakan Tes Psikologi sebagai rangkaian seleksi tahap kedua, yang dilaksanakan di gedung R.E Marthadinata Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) jl. Ciledug Raya, Komplek Seskoal Cipulir, Sabtu (8/12/2018).

Sebelumnya, telah diumumkan pada tanggal 28 November lalu, bahwa jumlah peserta yang lolos seleksi pada tahapan pertama, yaitu ujian sistem CAT sebanyak 232 peserta. Pada tahapan seleksi kedua dihadirkan tim dari Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsi AL) Surabaya selaku tim penguji psikologi. Pelaksanaan psikotes hanya satu sesi dan dibagi dua ruang sesuai dengan klasifikasi pendidikannya. Ruang A di ikuti peserta berklasifikasi pendidikan D3 dan S-1 sedangkan untuk ruang B di ikuti peserta berklasifikasi pendidikan SMA sederajat dan peserta perempuan.

Sebelum pelaksanaan tes psikologi, ada pengarahan dari tim Dispsi AL. Letkol Laut (KH) Ari Yudha Kartika menyampaikan dihadapan para peserta bahwa," pelaksanaan tes psikologi ini dibagi menjadi tiga aspek penilaian. Pertama kecerdasan, tes ini untuk mengetahui seberapa besar kemampuan setiap pribadi orang dalam menggunakan kecerdasannya untuk mengatasi setiap masalah. Kedua cara kerja, tes ini untuk mengetahui motivasi kita dalam menyelesaikan pekerjaan, punya semangat atau tidak, teliti atau ceroboh. Ketiga fungsi emosi, tes ini untuk mengetahui bagaimana cara kita menempatkan diri pada situasi sosial dan cara kita mengontrol emosi. Dari tiga aspek ini setiap orang berbeda-beda satu dengan yang lain, ada orang yang pintar cara kerja bagus tapi emosional. Ada yang kerjanya hebat, emosi terkontrol tetapi tidak terlalu pintar. Tes ini untuk mencari secara proporsional sesuai dengan pekerjaan yang dilamar di Bakamla dengan memperhitungkan tingkat pendidikan. Tes psikologi ini tidak perlu persiapan yang khusus sesuai dengan apa yang ada pada diri kalian, ikuti perintah apa yang diberikan didalam kertas soal ini apapun perintahnya".

Menutup arahanya, "serahkan kepada Tuhan apapun nantinya hasilnya, mau lulus atau tidak itu bukan urusan kita tanggung jawab kita hanyalah berusaha seoptimal mungkin, berdoa seiklas mungkin dan hasilnya kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga jika lulus tidak terlalu eforia atau berlebihan dan bagi yang tidak lulus tidak kecil hati karena yakinlah rencana Tuhan jauh lebih baik daripada keinginan kita",imbuhnya.

Hadir pejabat Bakamla dalam pelaksanaan tes SKB yaitu Kepala Biro Umum Bakamla Laksma Bakamla Sandy M Latief, Kepala Bagian Kepegawaian Kolonel Bakamla Budi Santoso, M.A.P, Kepala Sub Bagian Mutasi Kepegawaian Letkol Bakamla Winardi dan pengawas dari inspektorat Bakamla Letkol Bakamla Agus Indrianto.**

Autentikasi:
Kasubbag Humas Bakamla RI, Letkol Bakamla Mardiono.
Readmore »

Lomba Tembak Panglima TNI 2018, melatih prajurit bertindak benar dan terukur

Lomba Tembak Panglima TNI 2018, melatih prajurit bertindak benar dan terukur

JAKARTA, tniad.mil.id,- Kemahiran menembak tidak hanya untuk membunuh musuh namun juga menghindari terjadinya salah tembak dan pelanggaran HAM. Oleh karenanya setiap prajurit harus bertindak dengan benar dan terukur. Demikian disampaikan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksda Didit Herdiawan, dalam amanat pembukaan Lomba Tembak Piala Panglima TNI Tahun 2018 di Cilodong, Jumat (7/11/2018).

Dalam upacara yang dihadiri juga oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman, Kasum TNI mewakili Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P yang masih yang masih berada di Papua bersama dengan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam melaksanakan berbagai penugasan, setiap prajurit harus melakukan segala tindakannya dengan benar dan terukur.

"Artinya, ketika prajurit menembak sasaran harus tepat, tidak salah sasaran, apalagi mengakibatkan korban masyarakat,"ujar Panglima TNI.

"Dihadapkan dengan dinamika lapangan, ini tentu tidak mudah, karena selain kemahiran menembak, juga membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi", sambungnya.

Menurut Panglima TNI, ini relevan dengan tujuan lomba menembak, yaitu diantaranya untuk meningkatkan kepercayaan diri prajurit ditengah berbagai tekanan dan persaingan.  

 "Hanya petembak yang memiliki kepercayaan dan pengendalian diri yang baik, yang dapat konsisten dalam hasil menembak," tegasnya.

Menurut Panglima TNI, selain untuk mengukur sistem pembinaan petembak di masing-masing Angkatan, juga sekaligus sebagai ajang seleksi tim petembak TNI pada lomba tebak AARM, BISAM dan AASAM.

Lomba Tembak Piala Panglima TNI yang dilaksanakan mulai tanggal 7 s.d 11 Desember 2018 merupakan program tahunan yang diikuti oleh 168 orang peserta yang terbagi menjadi 4 Tim.

Selesai acara pembukaan, dilanjutkan dengan lomba tembak Pistol Pati Eksekutif mempertandingkan materi Slow and Rafid Fire dan Falling Rate.

Medali emas perorangan materi Slow and Rafid Fire diraih Mayjen TNI Dedi Iswanto (Mabes TNI), sedangkan medali emas katagori Tim diraih oleh TNI AU. Namun, berkat kemenangan di materi Falling Plate, TNI AD-A berhasil memperoleh nilai indeks 14 dan menjadi juara I pada lomba antar Pati ini, disusul TNI AU-A (indeks 13) dan Mabes TNI -A (indeks 12) sebagai juara kedua dan ketiga.
 
Pada lomba tembak lainnya, TNI AD berhasil merebut 5 dari 7 medali emas yang tersedia, yaitu dari materi 25 M Pistol Center/ Duel Putra dan 10 M Air Pistol Putri (masing-masing menyumbang 2 emas perorangan maupun Tim), serta 1 emas dari 50 M Prone Putri Tim.

Hal menarik lainnya, para petembak putri TNI AD berhasil menyapu bersih semua medali (emas, perak dan perunggu) materi lomba 10 M Air Pistol Putri perorangan.

Pertandingan akan dilanjutkan hari Sabtu (8/12/2018) dengan memperlombakan materi lomba 10 M Air Pistol Putra, 25 M Center Pistol Putri, 50 M Rifle Putri 3, Standard Rifle 300 M Center dan Rifle 300 M Rapid. 

Hasil sementara perolehan medali pada hari pertama yaitu TNI AD memperoleh 5 Emas, 3 Perak dan 2 Perunggu, TNI AL memperoleh 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu, TNI AU memperoleh 1 Perak dan 2 Perunggu dan Mabes TNI memperoleh 1 perak dan 1 perunggu. (Dispenad).
Readmore »

 

SEL SURYA

SEL SURYA