Jumat, 27 Maret 2015

Jakarta Timur Siap Ikuti Ujian Nasional Online

Kasudin Pendidikan Jakarta Timur Zona II, Drs. Didi Sugandhi, MM saat dimintai tanggapan tentang kesiapan siswa-siswi menghadapi ujian secara online atau dikenal dengan nama computer based test (CBT)., menegaskan, bahwa beberapa sekolah di SMA dan SMK Jakarta Timur akan mengikuti ujian secara online dan anak didik sudah menyiapkannya jauh hari, demikian juga Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sarana dan prasarananya, mudah-mudahan tidak ada masalah dan hasilnya bisa maksimal sesuai  yang kita harapkan.


Kita yakin dengan sistem online ini maka akan lebih simpel dan lebih mandiri, bahkan para siswa saat kita tanya saat tryout ujian online, mereka mengaku lebih suka dengan sistem online daripada dengan kertas ujian, harena kalau jawaban dengan kertas bisa salah karena coretan maupun pensil yang tidak cocok.kita berharap hasilnya dapat maksimal, paparnya
Readmore »

OSTN 2015 Tingkat Kota Jakarta Timur Mulai Digelar

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pendidikan Zona 1 dan Zona 2 serta melalui Seksi SMK, kembali menggelar kegiatan Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur pada Jumat 27 Maret 2015. Kegiatan yang dipusatkan di SMK 26 Pembangunan Rawamangun Jaktim tersebut  Ketua Panitia yang juga Kasie SMK Zona 1 H Wurdono MPd. OSTN diikuti peserta dari SMK zona I berjumlah  116 Siwa, dan zona II diikuti oleh 186 Siwa,

Peserta mengikuti 5 jenis lomba,  meliputi mata lomba Matematika Teknologi, Matematika Non Teknologi, Fisika Terapan, Kimia Terapan, dan Biologi Terapan, seluruh peserta mengikuti 2 sesi, untuk sesi pertama dengan metode Pilihan Ganda, dan Isian, untuk sesi kedua dengan soal uraian. Peserta yang di apresiasi adalah juara 1,2 dan 3 serta Harapan 1 dan Harapan 2. Dan pemenang akan diikutsertakan pada Lomba OSTN tingkat Provinsi, papar H Wurdono.

Disela acara tersebut Kasudin Pendidikan Jakarta Timur Zoba I, Drs H Ari Budiman, M.Ed menegaskan, bahwa dalam kegiatan selama ini ada 2 jenis, pertama adalah Lomba Kompetensi Siswa yang lebih menitikberatkan pada sektor produktif dan praktek-praktek, dan yang kedua lebih menekankan pasa Sains Terapan, dimana peserta lomba lebih pada matapelajaran adaktif teori-teori,seperti yang diterapkan di SMA. Sehingga siswa-siswi SMK tidak hanya mengerti praktek saja, tetapi juga teori-teori yang dalam aplikasi kedepan bisa diterapkan untuk masa depan meraka, karena siswa SMK nantinya tidak semuanya bekerja, tetapi juga akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi, inilah upaya menyiapkan mereka untuk dapat berkompetensi secara teoritis, tegas H Ari Budiman M.Ed.


Readmore »

Meneg Tutup MHQH Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Suud, Tingkat ASEAN dan Pasifik

Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Suud tingkat ASEAN dan Pasifik ke-6 Tahun 2015, yang digelar tanggal 24 – 26 Maret 2015, secara resmi ditutup, acara penutupan MHQH oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin tersebut sebelumnya juga diisi dengan silaturahmi dengan Wapres Jusuf Kalla bersama seluruh peserta MHQH.

Berikut para juara MHQH ASEAN, Pasifik, dan Asia Tengah VI: Pertama, kategori hafalan 30 juz, dimenangkan oleh Abdurrahim Syamsuri (Indonesia), disusul Thalhah A Alimudin (Filipina), dan Jajang Hasanuddin (Indonesia). Kedua, kategori hafalan 20 juz, dimenangkan oleh M Rifki (Indonesia), disusul M Nazir Abd Fatah dan Shalaluddin (keduanya dari Filipina).

Ketiga, kategori hafalan 15 juz, dimenangkan Jundi Abdurrahim (Indonesia), disusul Tari Surya Putra (Indonesia), dan Mihammidin Abdul Basith (Thailand). Keempat, kategori hafalan 10 juz, dimenangkan Sholah Balangan A Ghani (Filipina), disusul Asgari Manalukar (Filipina), dan Husen Samuh (Thailand).

Untuk lomba hafalan Hadits, pemenang seluruhnya berasal dari Indonesia. Mereka adalah Abdullah Muhammad, Syarifuddin, dan Noval Hisyam.

Kepada para pemenang, panitia MHQH  telah menyiapkan hadiah berupa uang tunai, misalnya sebesar 16 ribu real untuk juara 1.  Selain itu, apresiasi berupa kesempatan beribadah haji untuk seluruh pemenang.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertempat di Aula Hotel Ritz Carton Jakarta, mengucapkan terimakasih pada Pemerintah Saudi Arabia yang telah memberikan kepercayaan pada Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan kegiatan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits, Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Suud tingkat ASEAN dan Pasifik, penghargaan setinggi-tingginya juga diberikan pada Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia, maupun pimpinan Masjid Istiqlal yang telah turut mensukseskan MHQH ini.

Menurut H Lukman Hakim Saifuddin, kegiatan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Suud tingkat ASEAN dan Pasifik ini sebagai bukti kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Saudi Arabia yang sudah terjalin berabad-abad lamanya dengan landasar hukum Islam.

Sebagaimana kita ketahui melalui kegiatan hafalan Quran dan Hadits yang sangat bermanfaat menuju pintu gerbang kesadaran umat untuk mendalami esensi dan makna kandungan Al-Quran dan Hadits sebagai sumber ajaran Islam dan petunjuk dalam menuntuk kehidupan setiap muslim, paparnya.

Readmore »

Wisuda Ke 34 Usahid Jakarta, Siapkan SDM Hadapi MEA

Universitas Sahid Jakarta (USAHID)  menggelar Wisuda yang ke 34, di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel, hadir dalam acara prosesi pelepasan mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akademik tersebut,  Ketua Pendiri dan Pembina Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya Sukamdani Sahid Gitosardjono (kedua dari kiri) bersama wakilnya, Juliah Sukamdani, Rektor Universitas Sahid (Usahid) Jakarta Tony Atyanto Dharoko, dan Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Illah Sailah, Ketua Umum Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya, Dr. H. Nugroho B. Sukamdani, MBA, BET didampingi Rektor Usahid Prof. Toni Atyanto Dharoko.

Dalam Orasi Ilmiahnya, Menteri Negara Riset Teknologi & Pendidikan Tinggi Prof. Muhammad Nasir, mengatakan, pendidikan tinggi Indonesia harus bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Selain itu, dapat berinovasi dan berkontribusi secara nyata kepada peningkatan daya saing bangsa agar mampu menyejajarkan diri dengan negara-negara lain.

’’Inovasi yang berbasis produk litbang akan memberi dampak langsung pada peningkatan produktivitas berkelanjutan yang pada akhirnya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa,’’ kata Menristek Dikti dalam orasi ilmiahnya di hadapan 428 wisudawan dari 5 Fakultas dalam Wisuda ke-34 Universitas Sahid Tahun Akademik 2014/2015 bertema ’Peranan Sumber Daya Manusia yang Unggul dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean’ di Jakarta,

Menurut Menristek Dikti, untuk mengejar ketertinggal Indonesia, pembangunan iptek dilaksanakan dengan menggunakan wahana sistem inovasi nasional (SiNas). Into dari SiNas ini adalah interaksi antar aktor inovasi yaitu akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk menghasilkan produk inovasi.

’’Interaksi tripel helix ini di mana akademisi menjadi aktor dalam pengembangan iptek, pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, pengusaha sebagai ujung tombak inovasi dan pembangunan ekonomi nasional,’’ tambahnya.

Sementara Rektor Usahid Jakarta, Prof. DR. Ir Toni Atyanto Dharoko, M. Phil, PhD pada wartawan menjelaskan,  bahwa Wisuda kali ini merupakan wisuda yang ke 34 dengan melepas 428 Wisudawan program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) serta Program Doktor S3. Dengan orasi Ilmiah Menteri Riset dan Teknologi

Lebih jauh Prof Toni Atyanto Dharoko menegaskan, bahwa Universitas Sahid Jakarta terus menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang mampu bersaing di era pasar bebas, dimana Indonesia telah masuk dalam Pasar Bebas Asean (MEA), dibidang pendidikan tinggi diakuinya seluruh perguruang tinggi di Indonesia harus mampu bersatu menghadapi persaingan global tersebut.

Saat ini Indonesia memiliki 3.000 perguruan tinggi, maka jika seluruh perguruan tinggi tersebut digabung, maka akan menghasilkan kualitas SDM yang luar biasa serta mampu bersaing di era pasar bebas, sejumlah perguruang tinggi tersebut memiliki kekuatan bidang ilmu yang berbeda-beda, misalkan Universitas Sahid Jakarta yang kuat dibidang ilmu pariwisata dan kewirausahaan dengan fasilitas laboratorium, sarana pariwisata dan SDM kepariwisataan, harus didukung oleh sekolah tinggi pariwisata yang lain, demikian juga universitas lain dengan kekhususannya jika disatukan akan memiliki kekuatan yang luar biasa dan akan mampu bersaing di pasar global, hal tersebut harus di kembangkan dan dukungan Pemerintah. Sebab kalau tidak maka kita hanya buang energi dan bisa lemah, kembangkan keanekaragaman ilmu pengetahuan untuk bersama-sama menghadapi pasar bebas Asean. Dan Usahid Jakarta siap melakukan kerjasama memperkuat daya saing, dan saya yakin dibidang kualitas dan kuantitas Indonesia tidak akan kalah dengan Negara lain, tegas Prof Toni Atyanto.


Sementara Wisudawan Usahid yang juga Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Hotman Raja Panjaitan SH menegaskan, bahwa dirinya bersyukur telah menyelesaikan tugas akademik dibidang ilmu Hukum di Usahid Jakarta, serta telah dapat melangkapi S2 Hukum dan S3 Hukum, diakuinya sebagai duta besar, dirinya terus berupaya membangun kerjasama dibidang Ekonomi maupun Hukum, dan ingin lebih meyakinkan kerjasama ekonomi pada Pasar Bebas, bahkan pro kontra hukuman mati juga telah menjadi isu di Negara-negar Eropa, karena saat ini beberapa Negara Eropa sudah tidak lagi menerapkan hukuman mati, namun mereka juga harus memahami bahwa hukuman mati di Indonesia telah melalui proses hukum yang panjang, kita terus memberikan penjelasan pada mereka memang Undang-Undang di Indonesia masih melakukan hukuman mati, kerjasama juga dilakukan dibidang pendidikan, dimana Pemuda Indonesia bisa mengikuti program beasiswa S2 dan S3 ke Perancis, dan bantuan juga diberikan untuk kegiatan
penelitian, tegas Hotman Raja Panjaitan putra pahlawan Indonesia Jenderal TNI Panjaitan.

Readmore »

Selasa, 24 Maret 2015

Tuntutan PTUN Yayasan Pendidikan Mulia Bakti pada Sudin Dikmen Jakut Salah Alamat

Disela Sidang gugatan tuntutan Peredilan Tata Usaha Negara (PTUN) oleh  Yayasan Pendidikan Mulia Bakti pada Sudin Pendidikan Menengah Kota Administrasi  Jakarta Utara,  menyangkut perijinan dan Operasional Kelompok Bermain (KB) Saint Monica Jakarta Chool Sunter, Jakarta Utara, menurut Kasudin Pendidikan Jakarta Utara Zona I,  Mustafa Kemal, obyek sengketa tuntutan tersebut adalah salah alamat.

Sebagaimana aturan yang baru, berlaku 1 Januari 2015, dalam setiap perijinan lembaga pendidikan/sekolah, termasuk ijin operasional Kelompok Bermain, sebagaimana yang diatur dalam Perda tentang Penyelenggaraan pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) yang kemudian tertaung dalam Lembaran  Daerah sebagai Perda No. 12 Tahun 2013. Produk hukum yang baru ini dibuat untuk meningkatkan kewenangan dan memperkuat desain kelembagaan penyelenggaraan PSTP, maka pengurusan perijinan dan operasional Kelompok Bermain ada pada PTSP, demikian juga Sudin Pendidikan Menengah Kota Administrasi  Jakarta Utara sudah tidak ada, sehingga tuntutan agar Sudin Pendidikan Menengah Kota Administrasi  Jakarta Utara memberikan ijin operasional Kelompok Bermain (KB) Saint Monica Jakarta Chool Sunter Jakarta Utara, sudah tidak mungkin diberikan, demikian juga Sudin Pendidikan Jakarta Utara zona I dan II sudah tidak mengeluarkan ijin operasional sekolah, sehingga obyek sengketa tuntutan PTUN atas surat Sudin Dikmen tersebut salah sasaran, seharus

nya Yayasan Pendidikan Mulia Bakti kembali mengurus ke PPTSP Kota Administrasi Jakarta Utara dan bukan melakukan gugatan Surat Sudin Dikmen Jakut, ungkapnya.

Diakuinya saat dirinya menjabat Kasudin Dikmen Jakarta Utara yang tidak memberikan surat ijin operasional Kelompok Bermain Saint Monica Jakarta Chool Sunter, karena proses hukum kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru di playgroup lembaga pendidikan tersebut masih berjalan di kepolisian dan belum selesai proses hukumnya, demikian juga perijinan baik PAUD, TK hingga SD juga tidak ada, ini jelas menyalahi aturan, dan hal tersebut juga dalam proses hukum di Kepolisian Resort Jakarta Utara, sehingga ijin operasional Kelompok Bermain juga tidak dikeluarkan hingga proses hukum selesai, hal tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman peserta didik termasuk guru dan orang tua murid, dan kalau proses hukum selesai mungkin bisa dipertimbangkan, itu pertimbangan kami,  namun saat ini ijin tersebut ada pada kewenangan PPTSP, maka nantinya terserah PPTSP, jadi gugatan peradilan tata usaha Negara ini tidak akan menyelesaikan masalah, sebaiknya  Yayasan Pendidikan Mulia Bakti yang mengelola  lembaga pendidikan

Saint Monica Jakarta Chool Sunter Jakarta Utara, untuk melengkapi persyaratan dan mengurusnya ke Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Administrasi Jakarta Utara, papar Mustafa Kemal.

Readmore »

MHQH Tingkat ASEAN dan Pasifik, Tingkatkan Syiar dan Ukhuwan Islamiyah

Bertempat di Aula Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (24/3) hingga Kamis (26/3), 82 peserta dari 13 negara dari ASEAN dan Pasifik, unjuk kebolehan dalam Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul ‘Aziz Alu Su’ud tingkat Asean, Pasifik dan Asia Tengah, dan acara tersebut dibuka secara resmi oleh Duta Besar Arab Saudi di Indonesia dan rencana akan ditutup oleh Presiden RI, H Joko Widodo di Istana Presiden.

Disela acara tersebut, Ketua panitia MHQH, Dr Shobah Surur Syamsi, pada wartawan menjelaskan, bahwa dalam lomba Hafalan Al-Quran dan Hadits ini, merupakan tindak lanjut lomba MHQH Tingkat Nasional yang digelar beberapa waktu lalu, dimana pemenang tingkat nasional, juara 1,2 dan 3 disertakan dalam Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits tingkat Asean, Pasifik dan beberapa Negara Asia Tengah. Dimana untuk MHQH tingkat nasional merupakan kegiatan yang ke 7, sementara untuk tingkat Asia Tenggara, Pasifik dan Asia Tengah merupakan kegiatan lomba ke 6, yang melombakan 5 cabang hafalan, yaitu Hafalan Al-Quran 30 Juz, 20 Juz, 15 Juz dan 10 Juz, dan hafalan Hadits para pemenang akan memperoleh hadiah uang real serta akan diberangkatkan haji serta menjadi tamu kehormatan kerajaan Saudi Arabia, tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Yayasan Sosial Pangeran  Sultan Bin Abdul ‘Aziz Alu Su’ud, Syech Salih I Alkholaifi, bahwa peserta MHQH ini sebenarnya ada 18 negara yang diundang, dan Alhamdulillah yang bisa hadir 13 negara. Jumlah peserta yang hadir ada 82 peserta, mereka dari Negara Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Myammar, Kamboja, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyz, Australia dan New Zealand serta tuan rumah Indonesia. untuk juara 1 akan memperoleh hadiah  sebesar 16 ribu real atau sekitar Rp 48 juta dan Ibadah Haji dan juara 2 dan 3 menurun sedikit, namun semua pemenang di ikutkan dalam ibadah Haji” tambahnya.

Sementara Duta Besar Arab Saudi Mustofa Mubarak juga menambahkan, bahwa lomba musabaqah hafalan Al Quran dan Hadits ini akan dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi, MHQH ini digelar juga sebagai upaya untuk  meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pemahaman Al Quran dan Hadits, serta mampu menjadi contoh bahwa masa muda juga bisa diisi dengan hal-hal positif, disamping itu dengan kegiatan yang diikuti dari beberapa Negara, maka para peserta akan dapat membangun tali silaturahmi, saling mengenal satu sama lain antar Negara.

Menurut Dubes, musabaqah ini menunjukan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi semakin erat khususnya dalam pengembangan dakwah Islam. “Kegiatan ini juga memberi semangat kepada peserta dan masyarakat dalam menggiatkan Al Quran, melalui kegiatan ini para peserta semakin bersemangat untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, melalui kegiatan ini, kerjasama antar negara-negara juga dapat ditingkatkan” kata Mustafa.

Readmore »

UIA Gelar Wisuda, Bangun Kerjasama Ormas Betawi

Wajah ceria dan penuh haru terpancar pada para wisudawan Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) yang mengikuti acara Wisuda di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), bahkan keluarga yang turut mendampingi terlihat bangga, karena mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugas akademik di UIA tersebut, akan segera kembali ke masyarakat untuk mengabdikan diri turut membangun bangsa dan Negara.

Disela acara wisuda, Universitas Islam As-Syafi'iyah juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), yang diwakili H. Nachrowi Ramli (Dewan Tertinggi Forkabi) dan Drs. H. Murdhani MH (Ketua Umum Forkabi), dimana UIA akan memberikan kesempatan pada FORKABI untuk mengirimkan anggotanya mengikuti program beasiswa (kuliah gratis) di UIA.

Dalam pidato Sidang Senat Terbuka, Rektor UIA Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah AS, MA menegaskan, bahwa pada era baru sekarang ini, setiap perguruan tinggi dituntut untuk melakukan berbagai pembaharuan dan penguatan dalam rangka menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.


Bila merujuk pada hasil survey Internasional Price Waterhouse Cooper (PwC) tentang perubahan dunia kerja, maka ditemukan beberapa faktor yang akan menjadi penentu trend perubahan dunia kerja pada masa yang akan datang, yaitu (1) Terobosan dalam bidang teknologi, (2) Kelangkaan sumber daya dan perubahan iklim, (3) Pergeseran kekuatan ekonomi global (dari barat ke timur), (4) Pergeseran demografis dan percepatan angka urbanisasi.

"Temuan ini sudah barang tentu, menghendaki agar penyelenggaraan pendidikan tinggi dilakukan secara kreatif, inovatif, dan inspiratif. Pada abad baru ini, selain peluang dan kesempatan, perguruan tinggi juga menghadapi tantangan yang sudah di depan mata adalah akan segera diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean atau populer dengan sebutan MEA pada Desember tahun ini," papar Rektor UIA yang juga pendiri Pendidikan Tinggi As-Syafi'iyah.

Tantantangan berikutnya, demikian Hj. Tutty Alawiyah AS, adalah bahwa sekarang ini perguruan tinggi tidak lagi menjadi agen dan pemain tunggal dalam penciptaan ilmu pengetahuan (knowledge creation). Globalisasi yang berbasis Iptek menimbulkan sumber-sumber pembelajaran baru yang sangat luas di masyarakat melalui internet. "Sekarang telah hadir apa yang dinamakan Corporate University," tambahnya.

Memperkuat sarana dan prasarana, termasuk pengembangan kampus. "Perlu saya sampaikan, bahwa telah dilakukan peletakkan batu pertama Kampus II UIA yang berlokasi di Jatiwaringin, kemudian Kampus III UIA di atas tanah seluas 20 hektar di daerah Sentul Bogor, Jawa Barat. Sementara Kampus IV UIA telah selesai dibangun di daerah Jati Makmur Bekasi, Jawa Barat yang telah diresmikan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin yang juga Alumni UIA. Semua ikhtiar yang baik dan tulus ini akan membawa berkah dan kemajuan bagi UIA, karena seperti telah menjadi keyakinan ayahanda K.H. Abdullah Syafi'ie, bahwa semua perjuangan yang dilakukan secara tulus akan tumbuh dan berkembang," ujar Hj. Tutty Alawiyah AS.

Sementara disela acara tersebut, Tokoh Betawi yang juga Dewan Tertinggi Forkabi, H.Nachrowi Ramli pada wartawan menjelaskan, bahwa Bamus Betawi maupun FORKABI menyambut baik pimpinan UIA, Prof Hj Tutty Alawiyah AS serta Prof H Dailami Firmaus, yang telah memberikan kesempatan pada anak-anak Betawi khususnya dari FORKABI untuk kuliah di UIA.

Diakuinya ini merupakan langkah yang sangat baik, sebab untuk menyiapkan sumber daya manusia itu tidak mudah, dan modal utama bagi kehidupan bangsa juga organisasi adalah SDM, jadi kalau sumber daya manusia disekolahin, dapat ilmu, maka kedepan bangsa ini juga akan lebih baik, oleh sebab itu FOKABI bersama UIA ingin menyiapkan kader-kader untuk kedepan dapat mengisi pembangunan bangsa, khususnya di Ibukota Jakarta ini, dan kita bersyukur Senator yang juga Putra Betawi Prof H Dailami Firdaus telah menyiapkan biaya untuk memberikan kesempatan kuliah, dan Forkabi akan menyiapkan orang-orangnya, Dailami Furdaus adalah Calon Pemimpin masa depan yang harus kita siapkan, tegas H Nachrowi yang juga Ketua Majelis Tinggi Bamus Betawi

Readmore »

Minggu, 08 Maret 2015

April Masuk Musim Kemarau, BMKG Ingatan Aktivitas Resiko Bencana

Setelah melewati musim penghujan pada Desember hingga Februari, pada April  hingga Juni 2015 ini, Indonesia akan masuk musim Kemarau, dimana di sebagian besar daerah tidak lagi diguyur hujan, dan musim kemarau tersebut juga rentan terhadap bencana, oleh sebab itu aktivitas masyarakat harus juga melihat resiko bencana yang mungkin timbul, seperti resiko Kebakaran, Angin Puyuh, Angin Putting Beliung, serta dalam menanam produk pertanian dan perkebunan. Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Dr. Andi Eka Sakya dalam Jumpa Pers mengenai prakiraan musim kemarau 2015 di kantor BMKG, Jakarta beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Andi Eka Sakya menjelaskan, bahwa secara umum di sebagian besar daerah diprakirakan pada bulan April (29.8%), Mei (28.9%) dan Juni (24.6%).  "Dibandingkan dengan rata-rata awal musim kemarau (1981-2010), sebagain besar daerah diprakirakan sama (34.5%), kemudian maju (33%) dan mundur (32,5%), ", Menurut dia, sifat hujan musim kemarau 2015, sebagian besar daerah diprakirakan normal (63,9%).

Andi Lebih jauh mengemukakan, pada Bulan Maret wilayah-wilayah yang mulai memasuki musim kemarau antara lain Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian utara seperti wilayah Nunukan hingga Sulawesi bagian utara seperti Ternate. Curah hujan di kawasan tersebut cukup rendah yaitu kurang dari 150 mm.

Kemudian pada Bulan April, wilayah yang mengalami curah hujan kurang dari 150 mm semakin berkembang, yaitu hingga Bali, NTT dan NTB. Sulawesi Selatan seperti Makassar dan bagian selatannya juga mulai memasuki musim kemarau. Sementara itu pada bulan Juni nanti diperkirakan 85 persen wilayah Indonesia curah hujannya sudah kurang dari 150 mm. "84 persen memang normal Dan 20 persen wilayah lainnya kemarau tapi basah", jelasnya.

Menurut Andi, puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan September, dimana seluruh wilayah curah hujannya akan sangat minim. "Yang dikawatirkan tetunya potensi kebakaran hutan saat kemarau. Untuk itu. BMKG menyediakan data wilayah kering yang potensial mudah terbakar, seperti Provinsi Riau,"pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Widada Sulistya menjelaskan, musim kemarau akan mulai merata pada Juni mendatang. Kemudian puncak kemarau akan terasa pada September. ”Kapan kemarau terasa, yaitu di ujung September ketika sudah beberapa bulan tidak terasa hujan,” tutupnya.
Readmore »

BNPT Ajak Media Online dan Blogger Perangi Terorisme

Perkembangan media informasi dan media komunikasi seperti Website, Facebook, Twitter, Blogger, wechat, Watshap serta sosial media lainnya saat ini sudah dijadikan ajang propaganda terorisme, bahkan media internet dan game online juga telah dijadikan ajang para terorieme untuk mempengaruhi masyarakat Indonesia khususnya Remaja dan Pemuda akan kekerasan serta ajaran para teroris, oleh sebab itu untuk mengantisipasi lebih jauh, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak para wartawan dan pengelola Media Online, Media Cetak, Media elektronik dan para Blogger untuk memerangi Terorisme pada sosial media.

Dalam Seminar yang digelar di Rumah Makan Hijau Daun Cikini Jakarta Pusat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menampilkan pembicara beberapa Wartawan Senior serta pakar Teknologi Komunikasi,(Pepih Nugraha/Kompasiana, Chamad Hojin/Jurnalis, Imam Wahyudi/Pakar IT UGM, Ahmad Zaki)  serta menampilkan tema "Pencegahan Terorisme Dalam Dunia Maya" dan BNPT juga meluncurkan program Tahun 2015 sebagai “Tahun Damai di Dunia Maya”.

Deputi I Bidang Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen (TNI) Agus Surya Bakti dalam dialog tersebut menegaskan, bahwa propaganda terorisme melalui sosial media telah menjadi masalah krusial, kami mengajak para wartawan dan blogger untuk turut memerangi terorisme dalam dunia maya, serta terus mengkampanyekan Tahun Damai di Dunia Maya, ajaknya.

Website terorisme telah menyasar generasi muda, pada 2013 ada 2.650 website yang melakukan propaganda terorisme. Setahun kemudian sudah bertambah menjadi 9.800 website.

"Mereka (teroris) menjadikan internet untuk propaganda karena mudah diakses, tidak ada kontrol, punya audiens yang luas, serta tidak bisa diketahui identitasnya. Internet bisa jadi source pemberitaan para jurnalis. Inilah yang akan kita lawan dengan membangun suasana damai di dunia maya," papar Mayjen Agus.

Contoh  nyata adalah langkah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menjadikan dunia maya sebagai alat utama dalam menyebarkan ajaran dan merekrut anggota dari kalangan anak muda dan terpelajar, tambahnya.

Sementara dalam Dialog Media, Pembicara diskusi yang juga pengasuh Kompasiana, Pepih Nugraha memaparkan, bahwa gerakan terorisme di dunia maya terorganisasi. "Mereka punya anak-anak muda yang paham media sosial dan tahu bagaimana memanfaatkan media sosial, serta sangat ekspansif. Ini membahayakan generasi muda Indonesia," ujar Pepih.

Menurutnya, ISIS punya jaringan komunikasi canggih dan menggunakan isu serta model yang sedang tren di kalangan anak muda.

"Program 'Damai di Dunia Maya' ini tidak hanya tugas BNPT saja, tetapiharus dicoba seperti TNI memanfaatkan cyber army dan intelijen di bidang internet. Pemerintah melalui kemenkominfo juga harus sigap menutup situs-situs terorisme. Selain itu, pengelola dan penggiat media juga jangan kecolongan dengan propaganda ala terorisme," ucap Pepih.
Readmore »

Rabu, 04 Maret 2015

OSN SARANA MEMBANGUN JIWA KOMPETISI

Olimpiade Sains Nasional  (OSN) merupakan sarana untuk membangun jiwa kompetisi. Demikian disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Selatan, Budiana,  dalam pembukaan OSN Tingkat Sekolah Dasar untuk Kota Administrasi Jakarta Selatan di SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Sabtu (28/2).

Melalui OSN,  para peserta didik juga didorong dan dilatih keberaniannya dalam bersaing secara sehat sehingga kelak mereka akan menjadi generasi muda Indonesia yang siap untuk berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Melalui OSN diharapkan juga terjadi peningkatan minat peserta didik terhadap bidang Matematika dan IPA, karena kedua bidang mata pelajaran ini sebagai dasar dalam pengembangan sains.

Dalam kesempatan tersebut Budiana memberikan motivasi kepada seluruh peserta lomba untuk berjuang dengan sungguh-sungguh menjadi yang terbaik. “Kalian adalah anak-anak terbaik dan juara di sekolah dan di kecamatan masing-masing oleh karena itu yakinkan pada diri kalian masing-masing bahwa kalianpun bisa menjadi juara di tingkat nasional. Asal ada kesungguhan”, katanya labih lanjut.

Ketika Budiana meneriakkan “Peserta OSN SD Kota Jakarta Selatan”, secara serempak para peserta lomba tersebut menjawabnya dengan “Saya bertekad menjadi juara”.

OSN SD merupakan agenda tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia. OSN SD Tingkat Sudin Pendidikan Wilayah 2 Kota Jakarta Selatan kali ini diikuti 120 orang peserta masing-masing 60 peserta untuk bidang matematika dan 60 peserta untuk bidang IPA. Peserta berasal dari 6 kecamatan, yaitu : Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Setia Budi dan Tebet.

Keluar sebagai juara untuk Bidang Matematika adalah Teuku Muhamad Zaki Aulia dari  SD Adik Irma sebagai JUARA I, Briyan Philinataniel    dari  SD  Strada sebagai  JUARA II, dan Fani Sassabila dari SDN Pejaten Timur 18 Pg sebagai  JUARA III

Sedangkan untuk bidang IPA adalah  Fathi Khairi Agani dari SDN Mampang Prapatan 02 sebagai  JUARA I, Kemas Alaudin R dari  SD Bhakti Tugas sebagai JUARA II dan Fanny Izzati Maizura dari  SDI Al Azhar 1 sebagai  JUARA III.


Readmore »

Rabu, 25 Februari 2015

23 Negara Ikuti Rapat Kerja International Muslim Women Union 2015

IMWU sebagai organisasi internasional non-pemerintah yang bersifat sukarela dan aktivitasnya pun nirlaba. Organisasi ini berjalan atas dasar musyawarah, kerja sama dan tukar menukar informasi dengan berbagai yayasan untuk membangkitkan peran wanita dan menumbuhkan kemampuan mereka sampai batas yang tidak terhingga.

Dan pada Rapat Kerja IMWU yang digelar di Areal Yayasan As-Syafi’iyah Jakarta, baik di Pesantren Putra, Putri, Pesantren Khusus dan Kampus Universitas As-Syafi’iyah tersebut, diikuti oleh peserta dari 23 negara antara lain Sudan, Pakistan, Palestina, Iran, Prancis, Malaysia, Nigeria, Somalia, Rusia, Mesir, Afrika Selatan, Tunisia, Maroko, Suriah, Yaman, Uganda, Sri Lanka, Yordania, Australia, Mauritania, Kashmir, Albania, Rumania dan Thailand.

Disela acara tersebut, Ketua International Muslim Women Union (IMWU) kawasan Asia Tenggara, Prof. Dr. Hj Tuty Alawiyah didampingi Sekretaris Jenderal IMWU asal Sudan, Kausar Firdaus menjelaskan, bahwa Rapat Kerja ini merupakan kegiatan yang paling krusial, bagi sebuah organisasi untuk dapat mencapai tujuannya, dengan penyusunan program kerja, evaluasi kerja, rapat organisasi serta penyatuan kembali visi agar gerek organisasi dan pengurusnya terarah, produktif, terukur dan organisasi bisa lebih baik.

Apalagi saat ini permasalahan wanita pada umumnya, dan muslimah pada khususnya semakin kompleks mulai dari keterbelakangan pendidikan dan pengetahuan, kesenjangan sosial dan ketidakberdayaan ekonomi, keterbelakangan teknologi, kekerasan dalam rumah tangga hingga kejahatan seksual dan kriminalitas.

"Ajaran Islam meletakkan posisi yang proporsional antara pria dan wanita dan wanita bukanlah warga kelas dua yang harus dibelakangkan. Wanita tidak lebih rendah daripada laki-laki, itulah esensi dari ajaran Islam," tegas Prof. Dr. Hj Tuty Alawiyah AS.

 Tokoh Muslimah Indonesia, yang juga Rektor UIA ini juga mengajak para peserta pertemuan Muslimah dunia untuk berfokus lagi pada persoalan hak-hak perempuan, keadilan, dan kesetaraan gender. "Kita mesti meningkatkan jalinan komunikasi, silaturahim, dan menggiatkan share ide, terutama mengenai keadilan dan kesetaraan gender. Khususnya para pengurus IMWU, mengevaluasi cermat lagi, program-program yang telah dan sedang berjalan," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekjen IMWU, Firdaus Kausar, dalam sambutannya menyampaikan, umat Islam sedunia sangat penting untuk segera menyatukan tekad. Tokoh Muslimah asal Sudan itu juga menekankan, betapa mengkhawatirkan konflik  antar muslim di penjuru dunia. "Agar ditingkatkan solidaritas umat Islam, untuk menjawab tantangan zaman. Apalagi, tidak sedikit fakta, kaum Muslim baku bunuh sesama Muslim. Ini antara lain yang wajib kita atasi," kata Kausar Firdaus. 
Readmore »

Tingkatkan Kinerja dan Pelaporan Pengelolaan Dana Pendidikan, Sudin Pendidikan Jakut Gelar Pelatihan

Melihat kenyataan hasil pelaporan dana BOP dan BOS di beberapa sekolah hasilnya kurang baik, bahkan membuat pihak sekolah terkadang berurusan dengan LSM dan Badan Sengketa Keterbukaan Informasi Publik bahkan berurusan dengan Inspektorat serta BPK, kini Suku Dinas Pendidikan Zona I Kota Administrasi Jakarta Utara, menggelar Pelatihan Peningkatan Kinerja Aparatur Pemerintah Dilingkungan Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, khususnya dalam Pembuatan Pelaporan Pengelolan Dana BOS dan BOP.

Menurut Kasudin Pendidikan Jakarta Utara Zona I,  Drs.Mustafa Kemal, MM, bahwa pelatihan ini sebagai upaya untuk memberikan bekal pada Kepala Sekolah, Bendahara Sekolah dan Tata Usaha dalam menyusun pelaporan kegiatan di sekolah, termasuk pelaporan penggunaan dana BOS dan BOP, karena para Kepala Sekolah pada dasarnya adalah pendidik/Guru, yang diberi tugas sebagai Kepala Sekolah, dan mereka besik ilmunya mengajar dan sebagai pelaksana Kurikulum, kebanyakan mereka kurang menguasai tentang keuangan atau bidang ilmu akutansi.

Melalui pembinaan pelatihan yang menampilkan pembicara dari BPK dan Inspektorat Kota Administrasi Jakarta Utara ini diharapkan para Kepala Sekolah, TU dan Bendahara memperoleh pembekalan teknis Peng SPJ-an dalam penggunaan dana BOP dan BOS tahun 2015 ini dapat di kuasai, tegasnya.

Kita harapkan hasil laporan SPJ dana BOP dan BOS tahun depan akan lebih baik, karena tidak boleh lagi ada kata tidak mengerti atau kurang memahami, kita akan lihat hasilnya tahun depan, disamping itu dengan pembinaan ini juga mampu membangun integritas moral, sikap mental pegawai, kalau beberapa waktu lalu sudah ada deklarasi kejujuran, maka saat ini kita bekali mereka, sehingga akan bisa bekerja dengan sejujur-jujurnya, tidak ada penyimpangan sedikitpun, dan memiliki kemampuan teknis  cara pengelolaan BOP dan BOS termasuk membuat SPJ kegiatan lain, sehingga sebagai PNS dilingkungan Dinas Pendidikan maupun aparatur Pemerinta Kota Administrasi Jakarta Utara, tanpa di hantui rasa salah.

Disamping itu sebagaimana Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yang sudah belaku, dengan menuntut seluruh pengguna anggaran untuk transparan, Sudin Pendidikan Zona I Kota Administrasi Jakarta Utara juga sudah mengeluarkan surat edaran agar, semua terbuka pada masyarakat, hasil penggunaan dana BOP dan BOS serta kegaitan lain harus di pampang di papan pengumuman yang bisa dibaca oleh seluruh warga Sekolah, termasuk casflow keuangan sekolah, dan sekolah tidak boleh lagi memungut uang dari masyarakat dengan dalih apapu, karena dana BOP dan BOS sudah cukup untuk membiayai kegiatan pendidikan di sekolah, kami membuka pengaduan masyarakat yang menyangkut kegiatan pendidikan di Jakarta Utara ini, silahkan melapor jika menemukan kejanggalan,  tegas Drs.Mustafa Kemal, MM.
Readmore »