Sabtu, 21 Januari 2017

Panglima TNI Ajak 1.000 Siswa/i SMA Nuantara Bersatu Meraih Mimpi

Panglima TNI Ajak 1.000 Siswa/i SMA Nuantara Bersatu Meraih Mimpi

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, ada sembilan kunci meraih mimpi antara lain Berdoa kepada Tuhan YME (Great Prayer), Bermimpilah setinggi-tingginya (Great Dreamer), Berbuat maksimal mewujudkan mimpi (Action), Selalu optimis bahwa pasti akan terkabul (Optimist), tetap fokus wujudkan mimpi (Focus), menghadapi hambatan harus fleksibel (Flexible), harus memiliki relasi (Networking), tetap belajar (Keep Learning), lakukan semuanya dengan hati (Do by Heart).

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 1.000 siswa/i SMA peserta Wisata Nusantara Bersatu dari seluruh Indonesia di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2017).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam meraih mimpinya seluruh siswa/i SMA harus optimis, suatu saat mimpi itu akan tercapai dan tetap melakukan tindakan untuk meraih mimpi itu melalui belajar dan juga harus fleksibel terhadap hambatan-hambatan yang ada. Terus fokus terhadap mimpimu, dan mimpimu itu besar sehingga kamu tidak bisa melakukannya sendiri dan kamu harus mempunyai great netwoork, katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI juga menyampaikan, raihlah mimpimu dan ajak teman-temanmu untuk meraih mimpi bersama-sama, karena meraih mimpi tidak bisa diraih sendirian, tetapi jangan hanya menjadi seorang pemimpi. Kamu harus fokus terhadap mimpimu sepanjang masa dan setiap saat belajar dengan giat dan sungguh-sungguh serta tetap konsisten, ucapnya.


Disinilah kesempatan kamu berkumpul bersama teman-teman siswa/i lain dari seluruh Indonesia dan jadikan kebersamaan ini sebagai netwoork kamu dan bersama-sama mempunyai satu visi, serta tetap harus belajar terus tentang kebersamaan dan bersosialisasi, sehingga jika semua dilakukan dengan hati maka hasilnya pasti akan meningkat, tambah Panglima TNI.

Mengakhiri pembekalannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, siswa/i Wisata Nusantara Bersatu mempunyai mimpi besar dalam meraih cita-citanya membangun negara dan bangsa ini. Saya titip bangsa dan negara kepadamu karena kamu sudah punya mimpi-mimpi besar dengan belajar dan berjuang menjadi bangsa ini lebih maju, pungkasnya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI mengatakan bahwa kegiatan siswa/i Nusantara bersatu ini merupakan inspirasi dari amanat Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tentang membangun bangsa Indonesia dari pinggiran. Para siswa/i kelas 2 SMA berasal dari tempat-tempat yang terpencil, terpinggir seperti dari Sangir Talaud dan pulau-pulau kecil, mereka dikumpulkan di sini, ujarnya.

Diharapkan siswa/i ini setelah diberikan motivasi dan tugas, mereka punya bekal untuk menceritakan kepada teman-teman sekolah lainnya. Kemudian program ini akan dilakukan setiap enam bulan dan nanti yang selanjutnya mereka membuat Kader-Kader serta merekomendasi program ini kepada semua pelajar seusia mereka agar berjuang dengan belajar untuk bangsa dan negara, ucap Panglima TNI.

Turut hadir pada pembekalan tersebut diantaranya, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Asops Panglima TNI Mayjen  TNI Agung Risdhianto, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, serta para Asisten Angkatan dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.(Nrl)
Readmore »

Jumat, 20 Januari 2017

APTISI DKI Dukung Kebijakan Pengalihan Perijinan Prodi

APTISI DKI Dukung Kebijakan Pengalihan Perijinan Prodi

Dalam upaya menjadikan Kopertis sebagai Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi yang mampu memberikan pelayanan terbaik pada Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, berencana akan memberikan kewenangan pada Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta atau Kopertis untuk mengevaluasi pengajuan izin program studi dari perguruan tinggi di wilayahnya, kalau selama ini, pengajuan izin program studi (Prodi) baru langsung ke Kemristek dan Dikti, maka nanti, ada kewenangan yang akan dilimpahkan ke Kopertis atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. Pendelegasian evaluasi tersebut, disambut baik oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III, DKI Jakarta.

Sekjen Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III, DKI Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si saat ditemui diruang kerjanya menegaskan, bahwa peningkatan kewenangan Kopertis, yang selama ini berkewenangan sebagai pembinaan Perguruan Tinggi, namun dengan penambahan kewenangan maka Kopertis disamping berfungsi dalam pembinaan, tetapi juga Pengawasan dan lain sebagainya, ini ada positifnya, karena nantinya di setiap Provinsi akan memiliki Lembaga Layanan Perguruan Tinggi, dan lembaga tersebut bukan saja memberikan layanan pada Perguruan Tinggi Swasta, tetapi juga Perguruan Tinggi Negeri, akan ada pelebaran saya Kopertis dalam tugas dan fungsinya.

Prof Raihan berharap dengan kebijakan tersebut, juga diimbangi dengan SDM maupun sarana dan prasarananya pada Kopertis, apalagi saat ini semua sudah berbasis IT, dengan jaringan online, ini butuh tenaga trampil yang siap bekerja keras, dalam melayani, mengawasi maupun melakukan pembinaan disetiap Provinsi.

Sebagaimana Undang-undang no.12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, juga telah mengatur tentang Tupoksi Kopertis tersebut, dan pada 2017 ini Menristek dan Dikti, Muhammad Nasir juga telah menegaskan akan diberlakukan UU tersebut ditahun 2017 ini.

Menyangkut masalah Perijinan Program Studi, Sekjen APTISI DKI Jakarta ini mengaku, bahwa selama ini memang harus meminta rekomendasi ke Kementerian, dan rekomendasi itu akan diberikan setelah pimpinan perguruan tinggi memberikan presentasi dihadapan panitia yang dibuat Kopertis, baru rekomendasi keluar, dan rekomendasi keluar serta bisa mengisi boring online dengan rekomendasi tersebut, baru kemudian perguruan tinggi tersebut memperoleh Akreditasi langsung yaitu C, ini akan lebih terbit dan PTS tidak perlu menunggu lama.

Diakuinya saat ini menyangkut prodi, sudah tidak ada lagi surat ijin operasional, sehingga setelah keluar ijin langsung terakreditasi C, dan 2 tahun kemudian lembaga pendidikan tinggi tersebut bisa memperbaiki peningkatan akreditasi, dan akreditasi tersebut juga sebagai wujud legalitas bagi sebuah perguruan tinggi, ini juga diatur dalam UU no.12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, dimana setiap prodi harus terakreditasi, baru bisa menjalankan operasionalnya.

Dengan kebijakan baru tersebut, disamping menunggu pemberlakuannya dalam layanan perguruan tinggi, APTISI juga akan mensosialisasikan pada Perguruan Tinggi Swasta, khususnya diwilayah III DKI Jakarta, dan nanti juga akan digelar Forum Diskusi antara Kopertis dengan APTISI, sehingga perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta juga bisa mengikuti aturan yang ada, sekaligus mengkritisi hal-hal yang menyulitkan PTS, ungkap Prof Raihan, yang juga Rektor Universitas Islam Jakarta.(Nrl).
Readmore »

Kasal Buka Rapim TNI Angkatan Laut 2017

Kasal Buka Rapim TNI Angkatan Laut 2017

Bertempat di Auditorium Yos Sudarso, Mabes AL, Cilangkap, Jakarta, Jumat (20/1/2017), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi secara resmi membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AL, tema Rapim adalah, Kita tingkatkan efektivitas operasi, kesiapan alutsista dan profesionalisme prajurit matra laut untuk melaksanakan tugas-tugas TNI AL.

Usai membuka acara, didepan para wartawan, Kasal menegaskan bahwa Rapim TNI Angkatan Laut ini, merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI, dan sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai arah kebijakan pimpinan TNI. Rapat Pimpinan TNI AL digelar juga dalam melaksanakan penyamaan persepsi dan pemahaman berbagai kebijakan pemimpin pada perencanaan pembangunan TNI AL pada tahun 2017, serta sebagai sarana evaluasi berbagai program yang digelar di tahun 2016.

Digelarnya Rapim TNI Angkatan Laut pada awal tahun 2017, oleh jajaran TNI AL memiliki tujuan yaitu Terwujudnya pemahaman unsur pimpinan TNI Angkatan Laut dalam menjabarkan kebijakan Kasal yang sejalan dengan kebijakan Panglima TNI serta program Pemerintah, tercapainya solusi pemecahan permasalahan yang dihadapi pada pelaksanaan program dan anggaran TA 2016 guna meningkatkan pencapaian pelaksanaan program dan anggaran TA 2017 secara optimal.

Terwujudnya kesamaan misi dan persepsi unsur pimpinan TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan pembinaan kekuatan kemampuan dan gelar guna mencapai keberhasilan pelaksanaan tugas pokok, serta terwujudnya soliditas unsur pimpinan TNI Angkatan Laut dalam rangka meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan satuan TNI Angkatan Laut.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kasal dan penyampaian arah kebijakan Panglima TNI Tahun 2017 dilanjutkan dengan Paparan Irjenal, paparan Asrena Kasal, paparan Aslog Kasal, Laporan Komando Pangarmatim, Laporan Komando Pangarmabar, Laporan Komando Pangkolinlamil, Laporan Komando Dankormar, Laporan Komando Dankodiklatal, Laporan Komando Gubernur AAL, Laporan Komando Danseskoal, Laporan Komando Kapushidrosal, Laporan Komando Danpuspomal.

Peserta Rapim TNI Angkatan Laut TA 2017 berjumlah sekitar 280 orang terdiri dari 12 orang Pembicara/Pemapar, 101 orang Pejabat Mabesal, 84 orang Pejabat Non Struktural, Pejabat 21 orang Kotama dan Lemdik, dan 62 orang Panitia/Pendukung.(Nrl)
Readmore »

Danlanal Banten Pimpin Sertijab Komandan Unit Intelijen

Danlanal Banten Pimpin Sertijab Komandan Unit Intelijen

Komandan Pangkalan Angaktan Laut (Lanal) Banten Kolonel Laut (P) Dadang Somantri memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Unit Intelijen Lanal Banten dari Kapten Laut (E) Mujiono kepada Lettu Laut (S) Anggoro Yogo Sujono di Lapangan Apel Mako Lanal Banten, Jalan Yos Sudarso No.1 Merak, Cilegon, Banten, Kamis, (19/1).

Dalam amanatnya, Danlanal Banten mengatakan bahwa serah terima jabatan dalam suatu organisasi merupakan hal yang wajar serta sebagai wujud dari dinamisasi organisasi dan sebagai bagian dari proses pembinaan personel. Di sisi lain dari pergantian pejabat adalah dalam rangka memberikan pengalaman kepada pejabat yang bersangkutan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam berbagai penugasan.

Selanjutnya Danlanal Banten mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Kapten Laut (E) Mujiono semoga sukses dan lebih maju dalam menunjang tugas TNI pada umumnya dan TNI Angkatan Laut pada khususnya sedangkan kepada Lettu Laut (S) Anggoro Yogo Sujono, selamat atas kepercayaan yang diberikan dan berharap dengan bekal pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Mengakhiri amanatnya Danlanal Banten menyampaikan beberapa arahan dan penekanan untuk dipedomani oleh pejabat baru, antara lain agar menguasai dengan benar tugas-tugas profesional yang menjadi tanggung jawab. Juga agar mempertajam naluri intelijen dalam upaya meningkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya terhadap anak buah dengan memelihara komunikasi yang dilandasi semangat kekeluargaan dan kebersamaan tanpa mengabaikan norma-norma dan etika keprajuritan.(Nrl)

Readmore »

Prajurit Lanal Ranai Ikuti Ceramah HIV/AIDS dan Bahaya Narkoba

Prajurit Lanal Ranai Ikuti Ceramah HIV/AIDS dan Bahaya Narkoba

Prajurit Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ranai mengikuti ceramah kesehatan terkait Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Bahaya Narkoba di Gedung Ciptadi, Markas Komando Lanal Ranai, Kepulauan Riau, Rabu (18/1). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau sebagai nara sumber Imam Suudi dan Wan Asrul Ardiansyah, S.K.M.

Dalam sambutannya, Komandan Lanal Ranai Letkol Laut (P) Tony Herdijanto mengajak kepada seluruh prajurit Lanal Ranai agar betul–betul menyimak dan memperhatikan apa–apa yang nantinya disampaikan oleh narasumber, karena penyuluhan ini merupakan topik dan pencerahan yang sangat penting bagi pribadi, organisasi dan keluarga, dan bermanfaat bagi kita semua.

Selanjutnya Komandan Lanal Ranai menegaskan  agar seluruh personel Lanal Ranai dapat menjaga diri dan tidak terjerumus ke dalam kegiatan penyalahgunaan Narkoba dan sejenisnya.

Sementara itu, Kabid Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Pemkab. Natuna Wan Asrul Ardiansyah, S.K. M., menyampaikan pentingnya pengetahuan dini mengenai bahaya HIV/AIDS bagi semua lapisan masyarakat, termasuk TNI, karena Virus ini tidak memandang status sosial di lingkungan masyarakat, semua lapisan berpotensi terjangkit Virus tersebut. Hal terpenting adalah dapat menghindari kegiatan–kegiatan yang dapat menimbulkan/mengakibatkan terjangkitnya virus HIV.(Nrl)

Readmore »

KOLINLAMIL TERIMA TIM REVIU LAPORAN KEUANGAN DARI ITJENAL

KOLINLAMIL TERIMA TIM REVIU LAPORAN KEUANGAN DARI ITJENAL

Panglima Komando Lintas Laut Militer yang di wakili oleh Inspektur Kolinlamil Kolonel Laut (S) Mulyono menerima tim reviu LK (laporan keuangan) dari Itjenal, di gedung Laut Sulu, Markas Komando Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (20/1).

Inspektur Kolinlamil saat mengawali sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan tim reviu, dan Kolinlamil siap menerima masukan, koreksi dan arahan dari tim demi kesempurnaan laporan keuangan yang didalamnya terdapat Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN) yang dikelola Kolinlamil sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebagai bentuk keseriusan jajaran Kolinlamil dan untuk mendukung tercapainya pemberian opini WTP oleh BPK RI dimasa mendatang. Pada acara tersebut seluruh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di lingkungan Kolinlamil hadir dan menyampaikan laporan dan data yang diperlukan lengkap dari tiap-tiap Satker, hal tersebut karena setiap Satker akan memberikan kontribusi terhadap kualitas Laporan Keuangan baik ditingkat Wilayah (Kolinlamil) maupun tingkat E1 TNI Angkatan Laut.

Sementara Tim reviu dari Itjenal yang diketuai oleh Kolonel Laut (S) Arief Muchtarom, Msi (Han) mengatakan tim ini hadir ke Kolinlamil bukan untuk mencari-cari kelemahan tapi tujuannya sesuai dengan program kerja Itjenal untuk melihat kembali apakah laporan keuangan semester dua tahun 2016 sudah memadai dan sesuai aturan yang telah digariskan atau masih ada yang perlu dilaksanakan penyempurnaan.

Lebih lanjut ketua tim menjelaskan bahwa tugas mereka selaku Aparat Pengawas Intern Pemerintahan (APIP) di lingkungan TNI Angkatan Laut mempunyai kewajiban untuk melihat dan mengecek setiap laporan keuangan baik SAK maupun SIMAK BMN yang dikelola sudah sesuai dengan aturan. Sehingga kualitas Laporan Keuangan lebih baik dan berkurangnya kesalahan-kesalahan yang bersifat administratif. Hal tersebut dengan harapan dapat menjadikan peningkatan pemberian Opini dari BPK RI terhadap Laporan Keuangan Kemhan TNI yaitu menjadi WTP.(Nrl)

Readmore »

Panglima TNI : Semangat Kebersamaan Membangun Desa Sebagai Basis Ketahanan Wilayah

Panglima TNI : Semangat Kebersamaan Membangun Desa Sebagai Basis Ketahanan Wilayah

Kehadiran Program TMMD bukan sekedar menghadirkan bangunan fisik, tetapi yang lebih penting yaitu terbangunnya semangat gotong royong, meningkatnya kepedulian sosial dan semangat kebersamaan membangun desa sebagai basis ketahanan wilayah menuju ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat membuka Rapat Paripurna TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) ke-37 TA. 2016, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (20/1/2017).

Panglima TNI menyatakan bahwa, semangat kejiwaan TMMD adalah semangat gotong-royong sebagai ciri dan budaya bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Pelaksanaan TMMD harus dapat memberi nilai tambah dalam prestasi kerja dan terbangunnya kondisi sosial, wawasan kebangsaan, ketahanan masyarakat serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat, jelasnya.

Kita perlu terus bangun komunikasi sosial dengan masyarakat desa, agar pembangunan di desa dapat terlaksana dengan cepat sesuai harapan rakyat, tegas Panglima TNI.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, sejalan dengan meningkatnya keinginan Pemda, Kabupaten dan Kota untuk dilaksanakan TMMD di wilayahnya, maka pelaksanaan TMMD yang selama ini dilaksanakan dua kali setahun di tingkatkan menjadi tiga kali setahun.

Selama TMMD para prajurit saya perintahkan tidur di rumah penduduk, kemudian uang lauk pauknya dimasak dan dimakan bersama penduduk dimana prajurit tersebut tinggal, dari situ diharapkan terjalin kekeluargaan dan persaudaraan dengan masyarakat, ungkapnya.

Diakhir pengarahannya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan kepada peserta Rapat Paripurna TMMD, yaitu: Pertama, pelaksanaan TMMD tidak keluar dari tujuan dan semangat TMMD. Kedua, keberhasilan TMMD bukan bangunan fisik semata, tetapi yang lebih penting adalah dampak positif dari pelaksanaan TMMD. Ketiga, pelaksanaan TMMD dimaknai sebagai program yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Keempat, evaluasi hasil TMMD sebelumnya untuk dapat meningkatkan dan mencapai hasil yang optimal pada pelaksanaan TMMD yang akan datang. Kelima, laksanakan TMMD dengan niat ingin berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada pemenang Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-37, serta penyerahan bantuan Laptop kepada perwakilan siswa SMA dari seluruh Indonesia yang berjumlah 1.000 orang.

Tema yang diangkat dalam penyelenggaraan Rapat Paripuna TMMD ke-37 TA. 2016 yaitu Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI.

Rapat Paripurna TMMD ke-37 TA. 2016 diikuti oleh 520 peserta, terdiri dari para staf PJO TMMD, anggota Tim Asistensi Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), para Danrem selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP), para Aster Kotama/Kostrad/ Kopassus, para Kapen Kotama/Kostrad/Kopassus, para Dandim/Dansatgas TMMD ke-98 dan ke-99, para Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi, para Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi, serta perwakilan Bupati/ Walikota penyelenggera TMMD.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.(Rul)

Readmore »

Panglima TNI : Menghadapi Kompetisi Global, Tantangan TNI AU Semakin Dinamis

Panglima TNI : Menghadapi Kompetisi Global, Tantangan TNI AU Semakin Dinamis

Menghadapi era kompetisi global, tantangan TNI AU di masa datang akan semakin dinamis terutama terkait dengan perkembangan kompetisi kedaulatan wilayah udara, pada sisi lain pemberlakuan kebijakan Asean Open Sky Policy 2015, juga perlu terus mendapat perhatian khusus karena diprediksi akan berimplikasi pada keamanan dan kedaulatan.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) dari Marsekal TNI Agus Supriatna kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/1/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, TNI AU perlu menempatkan dirgantara sebagai wahana penting dalam kehidupan nasional. Dirgantara nasional sebagai kedaulatan negara yang memayungi kelangsungan hidup bangsa harus dipertahankan dan diamankan, tegasnya.

Panglima TNI menyatakan bahwasanya dalam membangun kekuatan TNI AU, harus berani mengevaluasi diri secara jujur, terutama berkaitan dengan pembangunan kekuatan alutsista. TNI AU sebagai komponen utama pertahanan bangsa aspek dirgantara, harus dapat menjadi pertahanan udara nasional yang handal, ujarnya.

Dalam kurun waktu terakhir ini, masih terjadi peristiwa kecelakaan pesawat TNI. Oleh karena itu, perlu keseriusan dalam membenahi dan membangun kekuatan TNI Angkatan Udara. Peristiwa serupa tidak boleh terulang kembali, harus sungguh-sungguh dalam pembinaan alutsista mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, maupun pemeliharan, kata Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam menyikapi perubahan dan perkembangan dunia yang demikian pesat, harus diimbangi dengan kemampuan personel TNI yang profesional, militan dan memiliki dedikasi yang tinggi kepada bangsa dan negara. Loyalitas organisasi dan loyalitas leadership harus ditegakkan dan diimplementasikan, loyalitas adalah inti penghormatan seorang prajurit TNI, karena tanpa loyalitas bukanlah jiwa dan sikap seorang prajurit TNI, tegasnya.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa pada tahun ini, saya sudah mencanangkan untuk menjadi tahun bersih-bersih bagi TNI dari korupsi. Ini menjadi tonggak penting bagi sejarah TNI untuk menguatkan tekad dan komitmen bersama, agar TNI benar-benar menjadi institusi terpercaya di negeri ini, tegasnya.

Siapapun kita, tidak boleh mengingkari dan menghianati komitmen itu dengan cara tidak melakukan korupsi sekecil apapun sebagai pertanggung jawaban TNI terhadap rakyat, bangsa dan negara, pungkasnya.(Nrl)

Readmore »

LAKSDA TNI ACHMAD TAUFIQOERROCHMAN, S.E., DIKUKUHKAN MENJADI WAKASAL

LAKSDA TNI ACHMAD TAUFIQOERROCHMAN, S.E., DIKUKUHKAN MENJADI WAKASAL

Laksamana Muda TNI Achmad Taufiqoerrochman,S.E. resmi dikukuhkan menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E.,M.A.P., dalam suatu upacara pengukuhan, Jumat (20/1) di Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur. Laksamana Muda TNI Taufiq  lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 18 Oktober 1961.

Banyak  prestasi gemilang yang telah diraih oleh Perwira Tinggi lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1985 ini, salah satu diantaranya tahun 2011 saat menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar), Laksda TNI Achmad Taufiqoerrochman,S.E. berhasil dalam memimpin operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus, yang dibajak oleh para prompak di Somalia.

Selain itu, pada saat menjabat sebagai Pangarmabar untuk mengamankan perairan Indonesia wilayah barat, membentuk Werten Fleet Quick Respond (WFQR), WFQR yang dibentuk selain menangkap para perompak yang mengganggu jalur perdagangan juga berhasil menangkap kapal-kapal ikan asing yang menguras kekayaan laut Indonesia.

Berbagai jabatan strategis telah dilaluinya antara lain, Palaksa KRI Patiunus-384 (1985), Komandan KRI Pulau Rani 701 (1986), Komandan KRI Badik 623 (2000), Kepala Jurusan Pelaut Departemen Profesi AAL (2002), Komandan KRI Karel Satsuit Tubun 356, Komandan Satrol Koarmatim (2004), Komandan Satuan Kapal Eskorta Koarmatim (2005), Komandan Kolat Koarmatim (2010), Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (2011), Wakil Gubernur AAL & Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (2013), Gubernur AAL & Koorsahli Kasal (2014), Pangarmabar (2015) dan  Asisten Perencanaan Kasal pada tahun 2016.

Pengukuhan Wakasal yang dilaksanakan sesaat sebelum pelaksanaan Rapim TNI AL TA. 2017, dihadiri oleh seluruh Pejabat Tinggi dan Perwira Tinggi TNI AL diantaranya, Kasum TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A, Sekjen Kemhan RI Laksamana Madya TNI Widodo, S.E, M.Sc., Kabakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., para Asisten Kasal, para Pangkotama TNI AL, para Kepala Dinas di jajaran Mabesal, dan para pejabat terkait lainnya.(Pry)

Readmore »

Kamis, 19 Januari 2017

Panglima TNI : Ibu Adalah Seorang Managerial Yang Luar Biasa

Panglima TNI : Ibu Adalah Seorang Managerial Yang Luar Biasa

Setiap Ibu memiliki kesempurnaan dan mental melebihi laki-laki dalam mengarungi kehidupan, karena seorang ibu setiap hari harus mengurus keluarga, mendidik anak, mengatur keuangan keluarga dengan baik dan ibu merupakan seorang managerial yang luar biasa.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberi pembekalan kepada 503 orang ibu-ibu Dharma Pertiwi, IKKT, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardya Garini, di Gedung Auditorium Denma Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2017).

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, peran ibu sangatlah penting dalam menjaga anak-anaknya menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Sang anak sangat membutuhkan dukungan penuh dari ibu karena mempunyai jiwa mendidik untuk kemajuan bangsa, ujarnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, setiap manusia mempunyai teman untuk membuat kita bahagia, tetapi jangan merugikan orang lain. “Apabila kita berkumpul dengan sekelompok orang, bicaralah hal-hal yang positif saja, jangan membicarakan hal-hal yang negatif,  karena akan segera menularkan virus negatif juga dan itu sangat berbahaya, jangan biarkan hal-hal kecil menghancurkan kebahagiakan kita, katanya.

Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak penting, ingat dibalik keberhasilan seorang pria pasti ada peran ibu yang luar biasa, ucapnya

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI mengingatkan bahwa, saat ini kejahatan yang paling bahaya di lingkungan remaja adalah Narkoba, oleh sebab itu peran ibu sangat dibutuhkan dalam pengawasan terhadap anaknya agar terhindar dari bahaya Narkoba. “Narkoba sudah menjadi ancaman bagi generasi bangsa yang merupakan salah satu bentuk proxy war untuk melemahkan genarasi bangsa berkualitas (lost generation), pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Siwi Sukma Adji, Aspers Panglima TNI  Marsda TNI Bambang Samoedro, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos, Aspers Kasad Mayjen TNI Sonhadji, S.IP., M.M., Aspers Kasal Laksda TNI Karma Suta, S.E., M.M., Staf Khusus Kasau Marsda TNI Agus Munandar, Ibu Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nenny Gatot Nurmantyo.(Nrl)
Readmore »

Panglima TNI : TNI Dukung Pembangunan Nasional Dari Pinggiran

Panglima TNI : TNI Dukung Pembangunan Nasional Dari Pinggiran

Sesuai instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, TNI akan mendukung pemerintah dalam pembangunan nasional yang dimulai dari pinggiran dan tidak tersentralisasi. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) tahun 2017, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2017).

Panglima TNI dalam arahannya mengatakan, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam berbagai pertemuan bahwa sekarang ini sedang terjadi kompetisi global yang terjadi  karena pertumbuhan jumlah penduduk yang luar biasa dan akan habisnya energi pada tahun 2043.

Sesuai Peak Oil Theory, turunnya produksi minyak bumi akan mengubah secara drastis gaya hidup dan model bisnis, sehingga menyebabkan krisis ekonomi dan depresi ekonomi yang lebih lanjut akan meningkatkan kejahatan dan merusak tatanan masyarakat, yang akhirnya menyebabkan terjadinya kompetisi global, ujar Panglima TNI.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, setiap kebijakan Presiden RI merupakan solusi untuk menjawab permasalahan kompetisi global dengan memanfaatkan modal geografi Indonesia.

Presiden menetapkan dalam Nawacita, Indonesia sebagai Negara Maritim dengan mengoptimalkan permukaan, dalam laut, dasar laut dan pantai, selanjutnya Negara Agraris melalui perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan dengan cara melibatkan rakyat dan kesemuanya untuk rakyat, kata Panglima TNI.

Panglima TNI mengatakan bahwa pada tahun 2016 penegakan hukum terus dilakukan dalam TNI antara lain melalui deklarasi perang terhadap Narkoba dan telah terbukti melalui program bersih-bersih Narkoba disetiap Kotama.

Saatnya kita sikat itu Narkoba bersama BNN dan Polri, karena kalau kita biarkan maka anak cucu kita yang akan kena akibatnya. Tidak ada tawar menawar bila ada prajurit TNI terlibat sebagai pengguna dan peredaran narkoba harus di pecat, tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI mengatakan bahwa TNI yang kuat, hebat dan profesional perlu pemimpin-pemimpin handal yang mampu memberikan contoh tauladan serta selalu bersama-sama dengan prajuritnya. Dalam kondisi seperti ini kita harus solid dan tidak ada jarak antara yang memimpin dan yang dipimpin, soliditas diperlukan karena ancaman pemecah belah selalu ada, tuturnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyatakan bahwa, bangsa Indonesia harus menyatukan tekad untuk kembali kepada nilai-nilai asli dan kearifan lokal bangsa Indonesia serta mengimplementasikan kembali Pancasila secara benar dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

TNI dan Polri tidak boleh ada jarak, karena inti kekuatan bangsa Indonesia adalah TNI dan Polri. Apabila salah satu dilemahkan, maka Indonesia akan terganggu stabilitas nasionalnya, ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menjelaskan bahwa, Undang-Undang terorisme Indonesia masih mengkategorikan terorisme sebagai tindak pidana biasa, seharusnya terorisme didefinisikan sebagai kejahatan Negara. Teroris itu sudah pembunuhan massal, membuat ketakutan berlebihan, merusak sendi-sendi kehidupan bahkan merusak kedaulatan Negara, karena teroris adalah kejahatan Negara,katanya.

Sementara itu, Panglima TNI menyampaikan bahwa untuk mewujudkan kebijakan pemerintah tentang industri pertahanan maka harus dilakukan pemanfaatan industri pertahanan dalam negeri untuk pemenuhan Alutsista TNI.

Proses perencanaan pengadaan Alutsista TNI harus seijin Panglima TNI (sesuai UU RI No 34/2004 tentang TNI), memiliki interoperabilitas, transparansi, akuntabilitas serta terbaik, terinci, tepat guna dan berdaya guna serta mampu mendukung tugas pokok TNI, pungkas Panglima TNI.

Turut hadir dalam pengarahan tersebut diantaranya Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip.(Nrl)

Readmore »

TNI Antisipasi Perubahan Global Akibat Krisis Ekonomi Dunia

Pelaksanaan Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) Tahun 2017 telah selesai dan akan dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan Tingkat Angkatan, baik Darat, Laut maupun Udara sehingga dapat direalisasikan kegiatan untuk membantu pemerintah dalam mengantisipasi adanya perubahan-perubahan global akibat krisis ekonomi dunia.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dihadapan awak media massa, usai penutupan Rapim TNI Tahun 2017 di Aula Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, sesuai arahan Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam mengantisipasi perubahan global dan adanya dampak dari perubahan tersebut, yang harus dilakukan adalah penyebaran pasukan TNI dan pembangunan pangkalan militer secara merata. “Penyebaran pasukan TNI dan pangkalan militer agar tidak terpusat di Pulau Jawa dan difokuskan di wilayah pinggir Indonesia, sehingga bisa menciptakan sentra-sentra perekonomian baru dan di wilayah tersebut lebih maju, jelasnya.

Dalam penyebaran pasukan TNI, akan dibentuk Kodam baru dan Armada baru. Saat ini TNI hanya berorientasi pada Armada Timur saja, sehingga perlu dibentuk Armada baru yang direncanakan berada di wilayah Papua, tambah Panglima TNI.

Dalam mengantisipasi akibat krisis ekonomi dunia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa saat ini telah dilaksanakan MoU Kemenkeu dengan TNI dalam mendukung program pemerintah tax amnesty. Kerja sama antara Kemenkeu dengan TNI dan seluruh komponen bangsa lainnya diperlukan percepatan pelaksanaan tax amnesty dan kita pasti bisa memperoleh target yang direncanakan, ujarnya.

Apabila memenuhi target,  Menteri Keuangan telah berjanji akan menaikkan  anggaran belanja TNI menjadi 100% di tahun 2018, sehingga anggaran tersebut dapat digunakan untuk menghadapi ancaman global, ucap Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara teokrasi maupun negara sekuler, sehingga tidak boleh mempermasalahkan mengenai suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). “Indonesia adalah negara yang masyarakatnya agamais, jadi dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara pasti akan hidup bersama-sama sehingga kita tidak boleh menyudutkan orang-perorang maupun kelompok agama lain, pungkasnya.

Readmore »