Minggu, 28 Agustus 2016

BANJIR BANDANG DI HULU SUNGAI TENGAH

Hujan deras menyebabkan banjir bandang menerjang Desa Alat Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu, 28-Aug-2016 pukul 18.00 WITA.

Banjir Bandang di Prov. Kalimantan Selatan.
   
*Korban Jiwa : Nihil

*Kerugian Materil :
- ± 300 unit rumah dipinggiran sungai terdampak (dalam pendataan)
- Luapan banjir mengenangi bahu jalan, pasar dan perumahan setinggi 40 cm dan berkisar 2 m saat kejadian  

*Kronologis : Hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya sungai Hantakan yang berada di kaki gunung.

*Upaya : Tim BPBD dan Kodim masih di lapangan guna evakuasi dan pendataan lebih lanjut, terkait dampak dari banjir bandang.

*Kondisi Mutakhir :
- Hujan mulai reda
- Kebutuhan masih dilakukan pendataan.

Info lanjut hubungi:
- BPBD Kab. HST Harlansyah (Kalak) 081351061706) dan
- Kodim 1002/Barabai Kapt. Inf. Nasib Tanjung (Perwira Piket) 0851741031
Readmore »

44 HOTSPOT KARHUTLA MENYEBABKAN KUALITAS UDARA MEMBURUK DI RIAU

44 HOTSPOT KARHUTLA MENYEBABKAN KUALITAS UDARA MEMBURUK DI RIAU

Satelit MODIS dari NASA berhasil mendeteksi 32 hotspot kebakaran hutan dan lahan di Riau pada Minggu sore (28/8/2016), dalam siaran Pers yang dikeluarkan Pusdatim BNPB dijelaskan, bahwa 32 hotspot pada tingkat kepercayaan Sedang (30-70%) dan 12 hotspot pada tingkat kepercayaan Tinggi (lebih dari 70%).  Daerah yang paling banyak terjadi hotspot adalah di Kabupaten Rokan Hilir yaitu 32 titik. Lainnya tersebar di Pelalawan, Kampar, Meranti, Rokan Hulu, Bengkalis, Inhil dan Inhu. Lahan yang terbakar di Kabupaten Rokan Hilir antara lain di Kecamatan Pujud (50 hektar), Labuhan Tangga (10), Rantau Bais (40 ha), Tanah Putih (25 ha), Teluk Beno (40), dan Kubu (10 ha. Lahan yang terbakar adalah lahan sebagian besar adalah lahan open akses, kebun masyarakat tanah ulayat, dan lahan swasta yang dikuasai masyarakat. Pembakaran dilakukan untuk pembersihan lahan dengan membakar sebelum dimanfatkan untuk perkebunan. 

Pantauan udara terlihat masih banyak ditemukan asap tebal produk dari kebakaran hutan dan lahan. Sebaran asap menyebabkan menurunnya jarak pandang. Jarak pandang di Dumai 1 kilometer dan Pelalawan 3 kilometer karena tertutup asap pada Minggu (28/8/2016) pukul 16.00 Wib. Di Pekanbaru 6 kilometer dan Rengat 8 kilometer. Sejak pagi hingga sore jarak pandang di Dumai hanya 1 kilometer. 

Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun. Berdasarkan laporan dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau dan KLHK, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada 28/8/2016 pukul 17.00 Wib di Bagan Siapi-api (Rokan Hilir) pada tingkat Berbahaya; di Duri Camp (Bengkalis) pada tingkat Sangat Tidak Sehat; dan di Dumai, Libo (Rokan Hilir), Duri Field (Bengkalis) pada tingkat Tidak Sehat. Sedangkan di Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, dan Siak masih pada level Sedang. 

ISPU dengan tingkat Berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius, sedangkan pada Sangat Tidak Sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Begitu juga dengan ISPU level Tidak Sehat dapat merugikan pada manusia atau kelompok hewan yang sensitive atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Berdasarkan pantauan Satelit Himawari dari BMKG pada 28/8/2016 pukul 12.00 Wib, sebaran asap tipis dari Riau terbawa angin ke timur hingga Singapura dan perairan di bagian timur. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara di Singapura kembali Tidak Sehat pada PM2,5 dengan konsentrasi 159 psi. Sedangkan untuk PM10 masih baik.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan masih terus dilakukan. Kondisi udara kering menyebabkan api cukup sulit dipadamkan. Apalagi lahan yang terbakar adalah gambut. Satgas darat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan dan karyawan perusahaan memadamkan api di berbagai lokasi kebakaran hutan dan lahan. Dua pesawat Air Tractor water bombing BNPB pada hari ini melakukan penerbangan 7 sortie dengan menjatuhkan 27,9 ribu liter air di daerah Pujud Rohil dan Kandis Siak. Empat heli water bombing beroperasi di daerah Tasik Serai Bengkali, Karya Indah Kec Tapung Kampar, dan Pujud Rohil.

Luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau sejak Januari hingga sekarang sekitar 3.218 hektar. Satgas Penegakan Hukum telah menangani 64 kejadian perkara dengan jumlah tersangka 84 orang. (Nurul)
Readmore »

Kereta Kencana Mampu Sedot Perhatian Ribuan Masyarakat Citra Indah City

Kereta Kencana Mampu Sedot Perhatian Ribuan Masyarakat Citra Indah City


Masih dalam rangka memperingatai HUT ke-71 Kemerdekaan RI, seluruh warga Cluster TNI AL , Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City, Jonggol, Bogor, Jawa Barat, dengan penuh antusias mengikuti karnaval yang digelar para Pengurus Cluster pimpinan Didik Ruspriyanto, S.Sos., di lingkungan perumahan tersebut, Minggu (28/8/2016).

Kegiatan yang dibuka oleh Camat Jonggol Beben Suhendar tersebut merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan yang telah digelar oleh para pengurus Cluster maupun seluruh RT di jajaran Cluster TNI AL , Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City.

Peserta kirab tersebut diikuti seluruh warga RT 02, 03, 04, 05, dan Yayasan Al Muhajirin pimpinan Ustadz Riyanto, yang terdiri dari: Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), Taman Kanak-Kanak Al Qur’an (TKQ), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta Baitul Maal Wattamwil Maslahah Lil Ummah (BMT), yang seluruhnya berada di wilayah Cluster TNI AL , Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City.

Rute yang dilalui para peserta kirab dengan dengan jarak tempuh sejauh 5 kilo meter tersebut, start dari Cluster TNI AL , Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City, keluar pintu gerbang melintasi Jl. Citra Indah Raya, Jl. Citra Indah Utama, Jl. Menteng, kemudian memutar arah balik di bundaran yang berada di depan Kantor Pemasaran Perumahan Ciytra Indah City, hingga kembali masuk ke Bukit Wijayakusuma, dilanjutkan dengan panggung hiburan yang dipandu oleh MC pilihan, yakni Ny. Endah Supeni Puji Hartono yang tampil duet dengan H. Tris Suswanto.

Ribuan masyarakat dari segala umur, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua sangat antusias melihat penampilan dari seluruh peserta karnaval yang saling menunjukkan kreasinya.

Masyarakat Citra Indah semakin terpukau tatkala menyaksikan berbagai atraksi dari para warga RT 02 yang menampilkan ‘Kereta Kencana’ dengan berbagai aneka ragam tampilan pendukung lainnya, yakni: wayang orang, raja dan ratu beserta dayang-dayangnya, tari kreasi, replika alut sista, dll.

Bahkan, saat tim karnaval unggulan tersebut melintas di Jl. Menteng yang kebetulan ada panggung gembira di lapangan bola perumahan tersebut, seluruh penonton artis papan atas Indra Brugman pun segera mengalihkan pandangannya terpusat kepada keunikan ‘kereta kencana’ dan tarian ‘gila’ yang diperankan oleh warga RT 02 dari Cluster TNI AL itu.
Untuk mewujudkan tekadnya dalam membuat ‘Kereta Kencana’, Ketua RT 02/09 Yusbandi sengaja mengerahkan seluruh warganya untuk bersatupadu mencurahkan kreasinya yang dipimpin langsung oleh seorang seniman ternama yakni Iwan Sanusi yang didukung para seniman lainnya, Acep, Thamrin, Istiono, serta sejumlah tim kreatif lainnya, yang kebetulan juga bertempat tinggal di wilayah tersebut.

Karnavalpun semakin semarak manakala belasan warga RT 02 tampil dengan tari kreasinya yang dipimpin langsung oleh koreografer yang cukup banyak memiliki ‘jam terbang’ di bidang seni tari, yakni Slamet Suyanto dan Nur Hadi.

Bukan itu saja. Beberapa saat menjelang pemberangkatan lima tim peserta Karnaval oleh Camat Jonggol Beben Suhendar, Pembina Cluster TNI AL Wijayakusuma Laksda TNI Kingkin Suroso, Manager Citra Indah City Mawardi, Ketua Cluster TNI AL Wijayakusuma Didik Ruspriyanto, S.Sos., serta Pembina Yayasan Al Muhajirin Drs. Syarif Thoyib, M.Si., tampak ada dua orang warga RT 02 yang mendemokan kemampuannya untuk makan beberapa bilah pisau dalam kondisi sangat panas karena telah dibakar di atas bara api, setelah sebelumnya juga ditampilkan atraksi bela diri karate asuhan Didik Irawan dan tae kwon do asuhan Didik Ruspriyanto, S.Sos.


Camat Jonggol Beben Suhendar merasa bangga dan terharu melihat penampilan seluruh peserta karnaval, terlebih setelah melihat penampilan para warga RT 02 yang menurutnya penuh semangat dan kaya akan kreatifitas.

Karenanya, Beben Suhendar berjanji akan segera menggelar karnaval terbesar di Kabupaten Bogor, yang tentu saja tak ketinggalan akan menampilkan karya-karya dari tim kreatif RT 02/09, Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City, yang kali ini telah sukses menyabet gelar juara satu karnaval dan kreatifitas terbaik umum tersebut.

Menyoal tentang karnaval, sejatinya sejak Cluster TNI AL diresmikan oleh Presiden RI kala itu Dr. Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007 dan kemudian dibentuk pengurus RW 09 pada tahun 2008 sudah langsung menggelar karnaval serupa yang melibatkan seluruh RT se- RW 09, meski masih penuh dengan keterbatasan karena memang jumlah warga maupun sarana dan prasarana yang belum memadai. Kala itu sempat berjalan hingga tahun 2010.
Seiring dengan perkembangan situasi, pada tahun 2011 hingga saat ini karnaval terus digelar oleh warga Cluster TNI AL Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City. Meski pengurus RW maupun Pemerintah Desa belum sempat memberikan perhatian kusus tentang kegiatan tersebut, namun seluruh warga Cluster TNI AL Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City tetap semangat dan penuh antusias untuk tetap menggelar kegiatan tahunan tersebut.

Sementara itu, masih dalam rangka memperingati HUT ke-71 Republik Indonesia, seluruh warga Cluster TNI AL, Bukit Wijayakusuma, Citra Indah City, telah mengikuti berbagai lomba yang digelar secara serentak oleh empat RT di Cluster tersebut, yakni RT 02, 03, 04, dan RT 05.

Menurut Ketua Cluster TNI AL Wijayakusuma yang juga menjabat rangkap sebagai Wakil ketua RW 09 Desa Sukamaju, Didik Ruspriyanto, S.Sos., berbagai jenis perlombaan ini digelar tak hanya sekedar untuk mencari kesenangan semata, namun lebih dari itu untuk memupuk kembali rasa nasionalisme seluruh warga di wilayah kepemimpinannya.
Kegiatan tahunan tersebut dilakukan atas ide cemerlang dari pengurus yang disampaikan dalam rapat dan mendapat dukungan penuh dari seluruh warga, tuturnya.

Adapun beberapa jenis perlombaan yang dihelat tahun ini antara lain: lomba kebersihan lingkungan, lomba hias sepeda, motor, dan mobil, serta berbagai jenis perlombaan tradisionil, antara lain: makan kerupuk, balap kelereng, joget berpasangan, dll.
Demi netralitas dalam penilaian, tim juri tidak melibatkan ‘orang dalam’, melainkan terdiri dari gabungan Staf Desa dan Staf Pengembang.

Indikator dan skala nilai lomba kebersihan lingkungan antara lain: taman tepi jalan dan kebersihan jalan, kerapihan bak sampah, saluran air, gapura, kerapihan dan keindahan lingkungan, taman toga, serta fasilitas umum lainnya.

Setelah dilakukan penilaian, kemudian dilakukan evaluasi penentuan nominator lomba kebersihan, bagi RT yang juara diberikan piala bergilir dari panitia, yang diserahkan langsung oleh Pembina Cluster, Laksda TNI (Purn) Kingkin Suroso.

Dari hasil evaluasi secara umum banyak sisi positifnya, masyarakat bisa lebih berpartisipasi langsung terhadap program rutinitas yang selalu dilaksanakan semenjak tahun 2008 agar setiap warga bisa senantiasa mencintai lingkungannya, apresiasi dan antusiasme warga terhadap lomba cukup bagus.

Seluruh rangkaian acara tersebut ditutup dengan panggung gembira di lapangan bulu tangkis Cluster TNI AL Wijayakusuma, yang dirangkaikan dengan pembagian hadiah para juara.
Juara 1 karnaval berhasil direbut oleh peserta dari RT 02, juara 2 RT 03, sementara RT 04 harus puas pada posisi ke 3. Pada lomba karnaval tersebut, RT 02 tak saja menyandang predikat juara 1, tetapi juga berhasil memperoleh nilai kreatifitas terbaik umum. Sedangkan untuk lomba kebersihan, juara 1 RT 03, berturut-turut RT 04 dan RT 02.(Nrl)
Readmore »

Sabtu, 27 Agustus 2016

39 RW DI JAKARTA SELATAN TERENDAM BANJIR

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta pada Sabtu siang (27/8/2016) telah menyebabkan banjir di sejumlah tempat. Banjir terkonsentrasi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur karena hujan berintensitas tinggi turun di wilayah ini. Selain hujan yang deras, banjir juga disebabkan saluran drainase tidak mampu menampung dan mengalirkan aliran permukaan dari hujan. Hujan berintensitas tinggi seringkali menimbulkan banjir dan genangan di wilayah Jakarta.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD DKI Jakarta terdapat 39 RW di 15 kelurahan 8 kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir. Sebanyak 10.538 KK atau 31.622 jiwa terdampak langsung oleh banjir. Tidak ada pengungsian akibat banjir.

Banjir di Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Kebayoran Baru, Cilandak, Cipete Selatan, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, dan Pesanggrahan. Sedangkan di Jakarta Timur banjir di Kecamatan Pasar Rebo, Ciracas, dan Kramat Jati.

Daerah yang paling parah terendam banjir adalah di Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru yang terendam banjir setinggi 90-100 centimeter. Sekitar 39 RT di 3 RW di daerah Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Banru yang terendam banjir. Banyak rumah dan kendaraan yang terjebak oleh banjir.

Di Kecamatan Cilandak banjir setinggi 40 – 100 centimeter merendam 3 kelurahan dan 9 RW yang meliputi 54 RT di Kelurahan Pondok Labu, Cipete Selatan, dan Gandaria Selatan. Tinggi banjir di Kelurahan Gandaria Selatan mencampai 70 – 100 centimeter. Kendaraan yang nekat melintas jalan akhirnya mogok di jalan. Begitu juga dengan banjir di Kecamatan Pasar Minggu yang meliputi Kelurahan Jatipadang dan Ragunan. 

Saat ini banjir sebagian sudah surut. Dampak banjir, selain menimbulkan ribuan rumah dan banyak kendaraan terendam banjir,  juga menimbulkan kemacetan di berbagai ruas jalan. Pusdalops BPBD DKI Jakarta masih melakukan pendataan banjir.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada menghadapi banjir. Fenomena La Nina diperkirakan akan memberikan pengaruh meningkatnya hujan. Terlebih lagi pada saat musim hujan nanti diperkirakan curah hujan meningkat lebih besar sehingga potensi banjir di Jakarta akan meningkat. Hujan lebat diprediksi berlangsung November 2016 hingga Maret 2017 nanti di wilayah Jakarta. (Pry)
Readmore »

KEPALA BNPB PIMPIN OPERASI PEMADAMAN KARHUTLA DI RIAU, KUALITAS UDARA DI SINGAPURA MEMBAIK

KEPALA BNPB PIMPIN OPERASI PEMADAMAN KARHUTLA DI RIAU, KUALITAS UDARA DI SINGAPURA MEMBAIK

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau masih terjadi di beberapa daerah. Satelit MODIS tidak mampu mendeteksi karena tertutup oleh awan yang cukup merata di Riau. Pantauan udara dari pesawat Air Tractor dan helicopter water bombing BNPB kebakaran hutan dan lahan ditemukan di Kabupaten Siak, Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Kampar dan Rokan Hulu. Asap tebal masih mengepul di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, Kecamatan Berangkat Kabupaten Dumai, Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir dan  Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. 

Kondisi kualitas udara di wilayah Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jambi,  dan Aceh kondisinya Baik hingga Sedang kecuali di Kabupaten Bengkalis Riau yang kategori Sedang hingga Sangat Tidak Sehat pada 27/8/2016 pukul 07.00 Wib. Pengukuran kualitas udara di Duri Field Kabupaten Bengkalis menunjukkan Indeks  Standar Pencemaran Udara (ISPU) 287 psi yang berarti Sangat Tidak Sehat. Batas ISPU Sangat Tidak Sehat adalah 200 – 299 psi.

Arah angin masih bergerak dari barat ke timur sehingga asap menyeberang Selat Malaka hingga sebagian wilayah di Singapura dan Malaysia. Satelit Himawari dari BMKG dan satelit Modis dari NASA mendeteksi sebaran asap dengan konsentrasi tipis hingga sedang di wilayah Singapura dan sebagian Malaysia pada Sabtu (27/8/2016) pukul 13.00 Wib. Kualitas udara mulai membaik di Singapura. Pos pengatamatan kualitas udara dengan PM 2,5 mengukur 87 psi atau pada level Sedang pada 27/8/2016 pukul 17.00 Wib. Kualitas udara di Malaysia juga level Baik hingga Sedang. Tidak ada kualitas udara yang Tidak Sehat seperti halnya kemarin.

Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau. Kepala BNPB, Willem Rampangilei, memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau pada Sabtu (27/8/2016). BNPB menambah helicopter water bombing di Riau sehingga keseluruhan terdapat 4 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat Casa hujan buatan. Sekitar 7.200 personil tim satgas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan dan karyawan perusahaan melakukan pemadaman di Riau.  Total luas lahan terbakar di Riau sejak Januari hingga 27/8/2016 sekitar 3.218 hektar. 

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, mengatakan, “Pemerintah akan terus all out mengerahkan sumber daya nasional untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Enam provinsi yang saat ini sudah menetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan secara terus menerus melakukan pencegahan dan pemadaman. BNPB terus memperkuat BPBD dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Total sudah 18 helikopter dan pesawat BNPB yang dikerahkan untuk mendukung satgas udara di enam provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan Kalsel. 4 helikopter water bombing disiapkan jika Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menetapkan siaga darurat. Meskipun sebagian wilayah di Sumatera dan Kalimantan akan turun hujan, namun kita tidak boleh lengah. September adalah puncak musim kemarau sehingga pencegahan harus lebih ditingkatkan.” (Pusdatim BNPB)
Readmore »

PUSDALOPS BNPB SEBAGAI POSKO NASIONAL PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

PUSDALOPS BNPB SEBAGAI POSKO NASIONAL PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Pemerintah menetapkan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB sebagai Posko Nasional Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan. Penetapan tersebut berdasarkan pembicaraan antara Menteri LHK, Kepala BNPB, Kepala Kantor Staf Presiden, Kepala BMKG, Kepala BRG dan Tim Komunikasi Presiden menyikapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang makin meningkat.

Selama ini Pusdalops BNPB  sudah beroperasi 24/7. Artinya bekerja 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Fasilitas teknologi informasi dan komunikasi mendukung untuk melakukan pemantauan bencana di seluruh Indonesia. Jumlah dan sebaran hotspot kebakaran hutan dan lahan secara near realtime mendeteksi hotpsot karena server BNPB telah terkoneksi dengan satelit MODIS milik NASA, Lapan dan BMKG. Selain itu jaringan radio komunikasi dengan BPBD sudah terkoneksikan sehingga mudah mengakses data dan informasi bencana. 

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan, "Saya lihat satgas, BNPB dan BPBD serta situation room sudah sangat bagus. Konsentrasi  crisis room di BNPB saja karena infra struktur dan sumber daya manusianya sudah tersedia. Mereka berpengalaman memantau bencana. Media center perlu kita perkuat bersama. Untuk ke depannya juga penting. Jangan dikira kita bergerak dari ruang kosong. Tetapi kita bergerak berdasarkan data dan fakta. Kita koneksikan dengan petugas di lapangan. Satgas di lapangan yang paling dominan punya bahan dan saya lihat BPBD-nya sudah bekerja bagus-bagus. Posko di Manggala Wana Bhakti sebenarnya untuk back up saja jika ada berita negatif. Pekerjaan Manggala Agni di lapangan satgas."

Kepala BNPB, Willem Rampangilei langsung merespon penetapan Pusdalops BNPB sebagai Posko Nasional dengan mengaktivasi personil dan jalur komando yang ada. Pejabat eselon 1 dan 2 BNPB dibagi habis bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada BPBD di Sumatera dan Kalimantan rawan kebakaran hutan dan lahan. 

Update kebakaran hutan dan lahan dan upaya penanggulangan bencana dipantau terus menerus. BNPB telah menambah armada heli water bombing ke Sumatera dan Kalimantan. 
Readmore »

Jumat, 26 Agustus 2016

ASAP DARI RIAU MULAI MEMASUKI SINGAPORE*

ASAP DARI RIAU MULAI MEMASUKI SINGAPORE*

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau makin bertambah. Pantuan udara dan satgas darat melaporkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir, seperti di daerah Pujud dan Bagan Sinembah. Selain itu kebakaran hutan dan lahan juga terdapat di Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, dan Dumai. Pantauan satelit dari Lapan melaporkan ada 17 titik di Riau pada Jumat pagi (26/8/2016). Sedangkan dari Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau melaporkan terdapat 67 hotspot di Riau dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen yaitu di Rokan Hilir 44, Bengkalis 17, Siak 4 dan Rokan Hulu 2 pada Jumat pagi (26/8/2016). Data hostpot ini sesuai dengan hasil patroli udara di lapangan. Asap cukup pekat mengepul dari lokasi hotspot.

Berdasarkan analisis sebaran hotspot, arah angin, sebaran asap dari satelit dan kualitas udara menunjukkan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan di Riau terbawa angin ke arah Timur-Tenggara-Timur Laut hingga mencapai Singapore. Konsentrasi asap terpantau masih cukup tipis. Arah angin di atmosfer Riau dominan bergerak dari Barat-Barat Laut ke arah Timur-Tenggara, yang kemudian di sekitar barat Singapura mengarah ke Timur Laut. Ini adalah pola pergerakan angin pada musim kemarau di Riau yang selalu dikhawatirkan membawa asap dari Riau ke Singapore seperti halnya pada tahun sebelumnya seperti saat kebakaran hutan dan lahan tahun 2013, 2014 dan 2015.

Analisis citra satelit Himawari dari BMKG menunjukkan bahwa sebaran asap di Riau menyebar ke timur pada 26/8/2016 pukul 12.40 Wib dan 14.20 Wib. Begitu pula analisis dari citra satelit Modis dari NASA juga menunjukkan bahwa sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di Riau telah menjangkau wilayah di Riau dengan konsentrasi yang tipis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bau asap kebakaran hutan dan lahan yang dirasakan oleh masyarakat Singapore seperti halnya yang dimuat banyak media, bersumber dari kebakaran hutan dan lahan dari Riau. Di Jambi tidak terdeteksi hotspot, sedangkan di Sumatera Selatan hanya ada 2 hotpsot.

Kualitas udara di Singapore untuk PM10 masih tergolong Baik (Good), sedangkan untuk PM2,5 sudah Tidak Sehat (unhealthy). Terukur kualitas udara PM2,5 di beberapa wilayah di Singapore berkisar antara 215-217 psi yang artinya tidak sehat pada Jumat (26/8/2016) pukul 13 Wib. Udara dikatakan Sehat jiwa PM2.5 berkisar 65-88 psi, Baik (89-100 psi), Sedang (101-200 psi), dan Tidak Sehat (151-250 psi).

Upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau terus dilakukan. Sebanyak 7.200 personil satgas darat dan satgas udara dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. BNPB mengerahkan 3 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat Casa untuk hujan buatan. Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Riau. Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan-awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. Ribuan sekat kanal, embung dan sumur telah dibangun untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.(H
umas BNPB)
Readmore »

LAKSDYA TNI ARI SOEDEWO BEBERKAN PERAN BAKAMLA RI

LAKSDYA TNI ARI SOEDEWO BEBERKAN PERAN BAKAMLA RI

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., membeberkan peran Bakamla RI di hadapan sejumlah awak media yang tengah berkunjung ke Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Dr. Sutomo-11, Jakarta Pusat, Jum’at (26/8/2016).

Berikut ini petikan hasil wawancara orang nomor satu di jajaran Bakamla RI tersebut dengan sejumlah awak media.

Tanya: Sejak awal memerintah, Presiden Joko Widodo mengusung target Indonesia sebagai poros maritim dunia. Bagaimana Bakamla bisa mengambil peran dalam menyukseskan target tersebut?

Jawab: Seperti kita ketahui Presiden Ir. Joko Widodo telah bertekad ingin mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim, serta berkeinginan negara Indonesia menjadi poros maritim dunia.
 Keseriusan beliau ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 178 Tahun 2015 tentang Bakamla, dan pembentukan organisasi Bakamla, sebagai lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab kepada Presiden dengan tugas penjaga keamanan dan keselamatan di laut.

Pembentukan Bakamla juga menandakan era baru sinergitas operasi keamanan laut yang didukung oleh sistem peringatan dini dan unit penindakan hukum yang terpadu.

Kehadiran Bakamla tidak serta merta mengenyampingkan atau meniadakan institusi lain dalam tugasnya yang sama di laut, tetapi sebagai garda untuk menstimulus guna lebih menyinergikan pengamanan dan keselamatan wilayah perairan Indonesia, agar dapat mendukung program pemerintah yang memusatkan pembangunan di bidang maritim dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kejayaan bangsa Indonesia.

Tanya: Penanganan atas maraknya pelabuhan tikus, penyelundupan narkoba lewat laut, serta pencurian ikan adalah tantangan yang diamanatkan Presiden Jokowi kepada Bakamla. Bagaimana langkah taktis pengamanannya?
Jawab: Garis pantai Indonesia ini sangat panjang, yang memungkinkan banyak tumbuhnya pelabuhan-pelabuhan tikus selain pelabuhan resmi yang ada.

Penyelundupan berbagai barang termasuk narkotika melalui pelabuhan tikus tersebut merupakan upaya tidak saja untuk menghindari pengawasan aparat penegak hukum, tetapi juga untuk mengindari pajak sehingga merugikan keuangan negara. Apalagi jumlah aparat yang ada saat ini, lanjut dia, belum sebanding dengan pelabuhan-pelabuhan tikus yang menjadi jalan masuk tersebut.

Perintah presiden itu adalah prioritas demi mengoptimalkan penerimaan negara dari bea dan cukai. Untuk itu Bakamla siap mendukung upaya pencegahan penyelundupan yang saat ini banyak menggunakan jalur pelabuhan tikus tersebut. Berbagai upaya dilakukan Bakamla untuk mengantisipasi penyelundupan mulai dari menyebar intelijen, mengidentifikasi titik-titik pelabuhan tikus, hingga pelatihan untuk penanganan khusus untuk penyelundupan narkotika. Bakamla juga akan senantiasa akan berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengisi ruang kosong dalam upaya pencegahan penyelundupan lewat jalur tikus tersebut.

Karenanya, Bakamla tidak ada kompromi terhadap praktik-praktik penyelundupan barang, illegal fishing, juga masalah penyeludupan narkoba. Ini sudah menjadi kebijakan negara dan amanat presiden. Banyak pelabuhan tikus yang sering digunakan untuk penyelundupan selama bertahun-tahun. Bakamla juga akan membentuk gugus tugas intelijen yang akan dimaksimalkan untuk mempercepat operasi pemberantasan di setiap pelabuhan tikus tersebut.

Tanya: Isu terkait adanya aparat yang menjadi beking penyelundupan santer beredar. Bagaimana komitmen Bakamla untuk memberantasnya?

Jawab: Sejak dilantik oleh Bapak Presiden sebagai Kepala Bakamla, saya sudah mengumpulkan jajaran Bakamla dan memberikan instruksi dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan melakukan penangkapan sebanyak mungkin. Saya juga memerintahkan segera melaporkan kepada saya langsung jika di lapangan berhadapan dengan beking-beking oknum birokrasi dan aparat yang menyulitkan.

Bakamla merasa bersemangat karena Presiden Jokowi, dan pemangku kepentingan lain seperti Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kapolri dan Kasal, juga mendukung penuh komitmen Bakamla untuk menggasak oknum aparat yang mencoba mengkhianati negara dengan menjadi beking para penyelundup.

Saya yakin Bakamla dengan tekad dan semangat yang tinggi mampu menghadapi dan menggoyahkan penjahat. Apalagi ini Bapak Presiden mendukung penuh.

Makanya saya berani sampaikan ke jajaran di bawah, no excuse, tangkap, tangkap, dan tangkap, serta menyerahkan semua penyelundup ke penegak hukum.

Tanya: Bakamla adalah cikal bakal Coast Guard Indonesia. Bagaimana implementasi konsep tersebut?

Jawab: Sampai saat ini belum ada keputusan dari pemerintah bahwa Bakamla adalah cikal bakal terbentuknya Coast Guard Indonesia. Namun tupoksi fungsi Bakamla secara umum adalah reperesentasi dari tugas sebuah organisasi Coast Guard. Negara yang memiliki laut, hampir pasti memiliki coast guard. Ini adalah amanat UU, dengan nama Bakamla.

Whatever the name, fungsi bakamla adalah coast guard. Seperti halnya Malaysia bernama Maritime Enforcement Agency, dan Australian Border Force di Australia. Tapi fungsinya mereka ya coast guard.

Meski demikian, perlu adanya penguatan regulasi yang menjadi pijakan bahwa Bakamla adalah Indonesia Coast Guard. UU Keamanan Laut diharapkan dapat menjadi pijakan dan payung hukum bagi seluruh stakeholder dalam mengemban tugasnya di laut, sehingga masalah siapa yang berhak menyandang Indonesian Coast Guard dapat terjawab tuntas.

Tanya: Mei lalu, Bakamla menginisiasi pertemuan Coast Guard se-Asia.

Bagaimana follow-up terkait program sharing informasi kelautan maupun capacity building-nya?
Jawab: Bakamla sebagai salah satu komponen penegakkan keamanan di laut selama ini telah ikut berperan menciptakan iklim yang kondusif di kawasan, dengan terus meningkatkan kegiatan operasional dan kerja sama maritim dengan Coast Guard di kawasan regional.

Memang pada bulan tanggal 18-19 Mei 2016 lalu Bakamla telah menginisiasi kegiatan Working Level Meeting (WLM) di Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan pertemuan persiapan guna membahas pelaksanaan dan mendiskusikan agenda maupun isu yang nantinya dibahas dalam pertemuan Heads of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM) ke-12 pada bulan Oktober 2016 mendatang di Jakarta.
Kegiatan itu bertujuan untuk merumuskan kerja sama dan berbagi informasi di kalangan negara Asia. Setiap peserta bisa menyampaikan segala permasalahan isu maritim di negaranya. Sehingga, dalam forum pertemuan HACGAM nanti dapat dicarikan solusi untuk mengatasi masalah keamanan yang muncul di laut, seperti sharing informasi di bidang SAR, proteksi keamanan lingkungan yang berdampak bagi kelangsungan ekosistem, termasuk illegal activity.

Yang jelas, pertemuan WLM dan HACGAM merupakan upaya peningkatan kemampuan di bidang keamanan, keselamatan, perlindungan maritim yang telah bergerak ke arah kerja sama konkret, misalnya berupa seminar, joint exercise yang saling menguntungkan antara coast guard di Asia sekalaigus membangun kapasitas building dan persahabatan.

Tanya: Di laut, banyak instansi yang punya peran, seperti TNI AL, KKP, Polair, hingga Bea Cukai. Bagaimana strategi Bakamla yang masih new baby memainkan peran strategis sebagai koordinator?

Jawab: Sangat disadari, ketika sebuah lembaga atau badan baru seperti Bakamla muncul, akan timbul resistensi seakan instansi lainnya yang sama-sama berkiprah di laut takut akan kehilangan kewenangannya. Tetapi sesungguhnya tidak demikian, kehadiran Bakamla justru sebaliknya dalam rangka mengajak stakeholder yang ada serta segenap masyarakat untuk peduli terhadap perairan di negaranya sendiri. Tentu diperlukan sinergitas yang kuat dan kerja sama di bidang keamanan, keselamatan, lingkungan hidup serta penegakkan hukum di perairan yurisdiksi nasional yang menjadi tujuan utama kita semua.

Dalam mengemban tugas menjaga keamanan laut, Bakamla hadir tidak sendiri, tetapi bersama dengan stakeholder lainnya yang menjadi mitra Bakamla, antara lain TNI AL, Kepolisian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bea Cukai, KPLP, dan instansi lainnya yang mengemban tugas di laut. Tentu diperlukan sinergitas yang kuat dan kerja sama yang solid menjadi tujuan utama kita semua. 
Kehadiran Bakamla tidak serta merta mengenyampingkan atau meniadakan institusi lain dalam tugasnya yang sama di laut, tetapi sebagai garda untuk menstimulus guna lebih menyinergikan pengamanan dan keselamatan wilayah perairan Indonesia, agar dapat mendukung program pemerintah yang memusatkan pembangunan di bidang maritim dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kejayaan bangsa Indonesia.

Melalui Pusat Informasi Maritim (PIM) yang sudah dimiliki saat ini, Bakamla akan terus mengembangkan teknologi IT penginderaan jarak jauh melalui sistem surveillance terintegrasi, yang mampu memonitor segala aktivitas dan kegiatan di laut, sehingga data dan informasi tersebut dapat di-share kepada seluruh unsur terdekat dari stakeholder untuk segera melakukan tindakan antisipasif, baik cegah tangkal maupun penindakkan pada setiap pelanggaran hukum yang terjadi di laut. Hal tersebut merupakan salah satu peran strategis Bakamla dalam memainkan perannya dalam mensinergikan segenap institusi yang mengemban tugas di laut.

Tanya: Dari sisi resource, infrastruktur yang dimiliki Bakamla masih sangat terbatas. Apakah ada Minimum Essential Force (MEF) yang mesti dipenuhi agar Bakamla bisa menjalankan tugasnya secara efektif? Kira-kira berapa lama dana anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tahap tersebut?

Jawab: Sebagai organisasi yang baru berdiri kurang dari 2 (dua) tahun adalah wajar bila Bakamla memiliki keterbatasan resources. Sudah barang tentu dibutuhkan waktu dan dan anggaran yang tidak sedikit untuk mewujudkan organisasi Bakamla yang ideal dan diharapkan masyarakat.

Bakamla tidak menganut konsep Minimum Essential Force (MEF) seperti halnya TNI. Bakamla mengedepankan konsep Search and Protect dalam mewujudkan perairan yurisdiksi nasional yang aman dan nyaman. Bakamla tidak saja dituntut untuk mampu mengamankan (security), namun juga keselamatan (safety) dan menjaga lingkungan hidup (environment) di laut.

Bakamla juga tidak mengedepankan kuantitas bagi kebutuhaan unsurnya, namun lebih kepada menguatkan sinergitas stakeholder yang sudah ada. Melalui Pusat Informasi Maritim (PIM) yang dimilikinya, Bakamla harus terus mengembangkan teknologi IT penginderaan jarak jauh melalui sistem surveillance terintegrasi, yang mampu memonitor segala aktivitas dan kegiatan di laut, sehingga data dan informasi tersebut dapat di-share kepada seluruh unsur terdekat dari stakeholder untuk segera melakukan tindakan antisipasif, baik cegah tangkal maupun penindakkan pada setiap pelanggaran hukum yang terjadi di laut.

Menyadari anggaran negara yang terbatas, bakamla tidak mengutamakan budget oriented, akan tetapi kepada operation oriented, dengan tetap meningkatkan sinergitas stakeholder kemaritman yang ada.
Tanya: Secara geopolitik, laut kian memanas seiring klaim wilayah oleh beberapa Negara, terutama dalam kasus Laut Cina Selatan.

Bagaimana Pak Ari melihat hal tersebut? Dan bagaimana Indonesia mesti memposisikan diri dalam situasi tersebut?
Jawab: Indonesia tentu patut mewaspadai perkembangan yang terjadi di sekitarnya terutama di ka-wasan Laut Cina Selatan.

Sebab konsekuensi letak geografis Indonesia dipersilangan jalur lalu lintas internasional, maka setiap pergolakan berapa pun kadar intensitas pasti berpengaruh terhadap Indonesia.

Walaupun Cina dan Indonesia selalu menyatakan tidak ada masalah perbatasan perairan, tetapi insiden penangkapan kapal-kapal nelayan Cina oleh TNI AL baru-baru ini di perairan Kepulauan Natuna, membuktikan masalah itu nyata. Cina mengklaim perairan Natuna sebagai wilayah tradisional penangkapan ikan mereka. Sebuah sikap yang jelas-jelas ditolak oleh Indonesia dengan mengedepankan klaim Zona Ekonomi Eksklusifnya.

Berkaitan dengan kondisi Laut Cina Selatan ini, Indonesia seyogyanya segera mengambil sikap dengan mengadakan penguatan di wilayah perbatasan, khususnya di wilayah natuna. Membangun, menjaga, merawat dan memaksimalkan wilayah yang menjadi wilayah teritorial di Natuna merupakan bentuk nyata klaim Indonesia atas wilayah tersebut.

Seusai wawancara para awak media tersebut diajak untuk melihat secara langsung ruang Pusat Informasi Maritim (PIM) yang dimiliki Bakamla RI. Di ruang yang serba elektronik tersebut, para awak media mendapat penjelasan mengenai kiprah PIM dalam menjaga keamanan perairan yurisdiksi nasional oleh Kepala PIM Kolonel Laut (P) Arief Meidyanto. (Nurul)
Readmore »

Milad ke 7 LKJ : Kedaulatan Ekonomi dan Politik masih jauh api dari panggang

Milad ke 7 LKJ : Kedaulatan Ekonomi dan Politik masih jauh api dari panggang

Bertempat di Sanggar Krida Wanita Rawamangun Jakarta Timur, Hari Kamis 25 Agustus 2016, Lembaga Kebangunan Jakarta (LKJ) mengadakan acara Milad yang ke-7.

Dalam acara ini, LKJ juga mengadakan diskusi bertema: "Pemerataan vs Pertumbuhan".

Acara tersebut menghadirkan pembicara Amsar Dulmanan (Dosen Universitas NU); Karyono Wibowo (Peneliti Senior/Direktur IPI); dan Ekky Noviar (Pengamat Ekonomi Sosial) dengan Moderator Deddy Rachmadi.

Lembaga Kebangunan Jakarta merupakan lembaga advokasi rakyat dan dapurnya kajian studi bagi Pembangunan Kota Jakarta yang berkeadilan sosial dengan memanusiakan Manusia.

Menurut Lukman Hakim, Sekjen LKJ terpilih, LKJ juga Sebagai forum pencerahan akan kondisi Indonesia dalam dinamika pertarungan ekonomi politik dunia juga membangun kesadaran akan pentingnya gerakan pengorganisasian Rakyat dalam menghadapi tantangan jaman yg cenderung kearah kapitalistik.

Diskusi Ekonomi Politik adalah salah satu bagian dari rangkaian Agenda Milad ke 7 organisasi tersebut, mereka menyatakan lahir pada 25 Agustus 2009. Dalam momen itu juga, organisasi perhimpunan tersebut sekaligus melakukan Musyawarah Bersama sebagai media restrukturisasi sekaligus menyusun program dan sikap politik LKJ tuk 1 (satu) periodesasi ke depan.

Fenomena konflik Agraria, penggusuran, disorientasi kebijakan ekonomi politik baik ditingkat nasional maupun DKI Jakarta menjadi potret kondisi yang akan terus dikritisi.

Penguasaan alat produksi yang belum sepenuhnya dimiliki rakyat yang luas sebagai dampak regulasi ekonomi politik negara adalah masalah yang sangat mendasar. Pemusatan alat produksi terhadap segelintir orang adalah buah pengingkaran sistemik cita-cita Indonesia merdeka.

Semestinya dalam rangka mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan, negara haruslah menjadi Panglima penegak keadilan bagi segenap rakyat, semua kekayaan sumber daya alam, manusia beserta alat produksi seharusnya diperuntukkan bagikepentingan rakyat yang luas. Kebijakan ekonomi politik anti rakyat itulah menjadi sorotan tajam LKJ untuk disiapkan anti tesisnya, ujar Lukman.

Salah satu pembicara Karyono Wibowo beranggapan bahwa Mengembalikan jiwa dan semangat Pancasila dan UUD 1945 (asli) khususnya pasal 33 adalah sebuah upaya untuk mempejuangkan kemerdekaan ekonomi politik rakyat, disamping kritik keras karena pasca Reformasi sistem Tata negara kita telah menghilangkan target dan arah republik ini berlayar karena Konsep pembangunan semesta berencana tah dihapuskan.

GBHN telah dihilangkan, Republik ini bergerak tanpa konsep strategis terkait arah pembanguan yang terencana dan sistemik menuju pencapaian Cita-cita Proklamsi kemerdekaan 17 Agustus 1945 mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam Sosialisme Indonesia, tegas Karyono.

Adapun komposisi kepengurusan Sekretariat Sentral LKJ hasil Musyawarah Bersama terdiri dari

1. Sekretaris Jenderal : Lukman Hakim
2. Ketua Departemen Litbang & Kajian : Deddy Rachmadi
3. Ketua Departemen Penerbitan: M. Febrianto
4. Ketua Departemen Aksi Pelatihan : Doni Alfrian
5. Ketua Departemen Humas Jaringan : Goentoro Jati
6. Ketua Departemen Data Dokumentasi Perpustakaan : Chaika Nuri
7. Ketua Departemen Rumah Tangga & Usaha : Siti Wahyuningsih

Sementara Ketua Dewan Pakar oleh Amsar A. Dulmanan, wakil ketua Made Baskara serta beberapa anggota. Ketua Dewan Majelis : Indra Kramadipa, wakil ketua Hendryana serta beberapa anggota. Sekjen dan ketua departemen dibantu beberapa staf fungsional sc
Readmore »

Kamis, 25 Agustus 2016

Kalbar KLB Rabies

KLB Rabies

Kalimantan Barat saat terjadi kejadian luar biasa rabies. Sebagian besar kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengalami masalah merebaknya rabies. Pengobatan rabies dengan menggunakan vaksin, kedua menggunakan depopulasi, dari faktor lalu lintas penularan penyakit dan peran serta masyarakat. 

Selain itu, mengedukasi masyarakat agar selalu waspada terhadap rabies. Pertama adalah pengawasan sumber hewannya (hulunya ada dari Perternakan) kemudian pergerakan lalu lintas hewannya dalam beraktivitas agar manusia selalu waspada. Adanya keterbatasan anggaran dan peralatan untuk mengatasi KLB rabies tersebut maka Gubernur meminta bantuan kepada BNPB. BNPB akan membantu dengan Dana Siap Pakai untuk Darurat Rabies di Kalimantan Barat. 

Kebutuhan anggaran saat ini masih dilakukan perhitungan. Diharapkan KLB rabies dapat cepat diatasi mengingat korban masyarakat sudah cukup banyak. Saat ini rabies masih banyak ditemukan di Indonesia. Targetnya tahun 2030 Indonesia Bebas rabies tingkat dunia dan tahun 2020 Indonesia Bebas rabies di tingkat Asean.


Readmore »

SIAGA DARURAT KARHUTLA 2016

SIAGA DARURAT KARHUTLA 2016

PONTIANAK - Kepala BNPB Willem Rampangilei menghadiri rapat koordinasi penanggulangan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan serta pengendalian tanggap darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di kantor Gubernur, Kalimantan Barat (25/8). Rakor dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis. Serta dihadiri Kementerian/Lembaga terkait dari Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Walikota dan Bupati Se-Kalimantan Barat. 

Gubernur mengatakan Provinsi Kalimantan Barat membutuhkan bantuan pemerintah pusat dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Selain itu membutuhkan penanganan untuk Kejadian Luar Biasa Rabies. "Bupati dan Walikota saya harap untuk serius, menangani 2 kejadian bencana ini yakni Asap dan vaksin untuk rabies. Saat ini sudah hadir helikopter water bombing dan hujan buatan. Asap juga berkurang dari pada tahun 2015" ucapnya. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, penurunan kebakaran hutan dan lahan tahun ini sebesar 69,8%. 

Reputasi bangsa dipertaruhkan jika masalah asap menjadi masalah internasional. Karena Indonesia dianggap memberikan kontribusi CO2 terbesar akibat kebakaran hutan dan lahan. Kepala BNPB mengajak segenap Kementerian/Lembaga, dunia usaha dan masyarakat, serta pemerintah daerah untuk dapat menjaga lingkungannya agar tidak terbakar. "Pencegahannya adalah mengidentifikasi daerah yang rawan kebakaran, meningkatkan sistem peringatan dini agar api yang masih kecil mudah dipadamkan,  serta sosialisasi kepada masyarakat dan penegakan hukum" kata Willem Rampangilei. 

Pada tahun ini, ada perubahan pola untuk hujan buatan yang dilakukan Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Jika tahun lalu koordinasi langsung oleh Provinsi, karena keterbatasan sumber daya manusia. Tahun ini, TMC akan dikendalikan oleh pusat dan akan dialokasikan pada daerah yang membutuhkan untuk hujan buatan. Serta sesuai arahan Presiden, pembuatan kanal bloking akan terus dilakukan bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG). "Posko dan Incident Commander agar selalu aktif dan beroperasi. Briefing setiap pagi, dan sore harinya melakukan evaluasi sehingga kita selalu waspada terhadap Karhutla" tegasnya.

Berikut 6 Provinsi yang sudah menyatakan Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan yakni Riau (7 Maret-30 November 2016),  Sumatera Selatan (1 Maret -30 November 2016), Jambi (1 Juni - 1 September 2016), Kalimantan Barat (1 Juni - 1 September 2016), Kalimantan Tengah (11 Juni - 14 Oktober 2016),  dan Kalimantan Selatan (15 Agustus - 15 November 2016). 

Dukungan operasi udara dengan water bombing, Air Tractor Fix Wing dan TMC pesawat Cassa 212. Water Bombing menggunakan jenis pesawat Mi-8, Mi-71, Kamov, Sikorsy, Bell dan Bolco. Total semua dukungan udara adalah 17 pesawat/helikopter. Selain itu BNPB juga akan mendukung peralatan yang dibutuhkan untuk pemadaman api operasi darat. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Kapolda dan Pangdam melakukan video teleconference di kantor Polda Kalbar dengan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Kepala BMKG dan Kapolri yang berada di Mabes Polri Jakarta. Video conference membahas kesiapan pemerintah dalam penanggulangan bencana asap. Juga didengarkan langsung oleh Polda di seluruh Indonesia. 


Readmore »

Halal Bihalal Kadiv Humas Mabes Polri Dengan Pimpinan Redaksi Media Online Penuh Keakraban

Halal Bihalal Kadiv Humas Mabes Polri Dengan Pimpinan Redaksi Media Online Penuh Keakraban

Meski jumlah penduduk Indonesia berjumlah 250 juta jiwa, namun ternyata Pengguna HP di Indonesia telah menembus angka 300 juta orang, hal tersebut dikarenakan satu orang memiliki nomor HP lebih dari 3 nomor. Hal tersebut menunjukkan peran Media Online dalam sebuah pemberitaan menjadi sangat penting, karena masyarakat saat ini lebih condong memperoleh informasi berita melalui HP dengan akses Media Online, untuk itu guna mendukung tugas Kepolisian RI, Kadiv Humas Mabes Polri mengajak seluruh Pengelola serta Pimpinan Redaksi Media Online untuk bersama-sama mempublikasikan informasi jajaran Kepolisian RI.

Dalam sambutannya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, MH mengadakan acara pertemuan dengan Jajaran Pengelola Media Online yang digelar di Wisma Bhayangkara Mabes polri ini dapat meningkatkan kerjasama kedepan. Apalagi untuk divisi humas sudah dibentuk hingga tingkat Polsek, sehingga pemberitaan juga bisa diakses ditingkat Polsek atau Polres, dan informasi tidak harus dikonfirmasi ke Mabes Polri, ungkapnya.

Pada Pemred 107 media online yang diundang serta hadir acara hari ini, Boy Rafli Amar juga berharap hubungan ini harus dijalin suatu kerja sama yang positif dan saling menguntungkan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. 

Kita prihatin, masih banyak situs/web yang mengembangkan isu Sara, Intoleran, Radikalisme serta anti NKRI, Ujarnya.


“Prioritas Program Kerja Kapolri PROMOTER yaitu Profesional, Modern dan Terpercaya akan menjadi lebih mudah tercapai dengan membangun hubungan yang positif dengan semua pihak. Pada era Informasi dan Komunikasi yang berkembang sangat cepat maka sangat tepat Polri menjalin kerja sama yang baik dengan media online, netizen dan medsos,”tambahnya.

Nampaknya Para Pengelola Media Online yang hadir sepakat untuk dapat terjalinnya suatu relasi yang baik termasuk dengan Lembaga Kepolisian.

Acara berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. (Nurul)
Readmore »