Kamis, 18 September 2014

KOBRA dan GERAK Dukung Ahok Calonkan Nachrowi Ramli Jadi Wagub

Disela sambutannya dalam acara Lebaran Betawi di Monas beberapa hari lalu,  Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali membuat pernyataan yang menimbulkan pertanyaan semua pihak. Orang nomor dua di Jakarta yang bakal mengisi kursi Gubernur DKI itu menyebut Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nachrowi Ramli, sebagai calon wakil gubernur mendampingi dirinya.

Tindakannya menyebut Nachrowi Ramli sebagai bakal wagub, 'lebih serius' dibanding saat menyeru memilih Raisa sebagai wagub. Nachrowi yang pernah mendampingi Fauzi Bowo sebagai Wagub DKI Jakarta, diyakini lebih mudah dan cepat beradaptasi. "Pak Nachrowi itu wakilnya Pak Fauzi Bowo, saya kan gak mungkin ngajakin Pak Foke jadi wakil," sambung Ahok.

Menurut Ahok, dirinya dengan Nachrowi memang dekat. Nachrowi dianggap Ahok sebagai ikon betawi. "Saya kan sudah bukan orang partai, jadi kalau kalau suruh pilih orang partai yah, kan kita bicara Betawi siapa tahu Gerindra mau dukung Pak Nachrowi," jelas mantan Bupati Belitung Timur ini.

Disela acara tersebut Tokoh Muda Betawi yang juga Ketua Umum GERAK (Generasi Rakyat Anti Korupsi) serta Sekjend Ormas KOBRA ( Komando Betawi Raya ), Budi S atau yang biasa disapa Bewok Kelana pada wartawan menegaskan, bahwa apa yang di nyatakan oleh Ahok akan keinginannya didampingi Nachrowi Ramli dalam memimpin Ibukota Jakarta, sangatlah masuk akal dan warga Jakarta pasti mendukung.

“itu udah PAS BANGET, menunjuk H Nachrowi Ramli menjadi Wagub DKI,  itu didasarkan Karena H Nachrowi Ramli adalah Tokoh Betawi tulen yg bisa merangkul dan di terima oleh semua suku yg ada di DKI Jakarta, juga bisa diterima oleh Partai-partai di DPRD DKI, Keinginan Ahok menjadikan H Nachrowi Ramli Wagubnya udah sesuai dengan Kemauan Masyarakat Betawi Khususnya,  dan Masyarakat Jakarta pada umumnya”, papar Bewok.

Diakui Bewok Kelana, kalau saat ini yang masih menjadi masalah adalah Partai Gerindra, karena Ketua DPD Partai Gerindra yang juga anggota DPRD DKI, M Taufik juga ingin maju sebagai Wagub, namun pihaknya meminta pada Partai Gerindra untuk dapat mempertimbangkan H Nachrowi Ramli untuk menjaga keberlangsungan kepemimpinan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta untuk menjaga keamanan dan ketertiban di DKI Jakarta, penentuan siapa Wagub yang akan mendampingi Ahok adalah keputusan dengan proses pemilihan di DPRD DKI, oleh sebab itu saya meminta pada partai-partai yang dahulu mendukung Nachrowi Ramli menjadi Wagub mendampingi Foke, seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, PKB, PKS, HANURA, PPP  untuk tetap berkomitmen mendukung H Nachrowi Ramli, dan kembali mendukung H Nachrowi dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta, pada mekanisme pemilihan oleh anggota dewan nantinya, tegas Bewok Kelana. 
Readmore »

BNN Bersama Kwarda DKI Gelar Advokasi Kader Anti Narkoba Bagi Pramuka Perguruan Tinggi

Tahun 2014 merupakan tahun penyelamatan bagi pengguna Narkoba, dan Pemerintah bersama BNN juga telah mencanangkan 2015 Indonesia Bebas Narkoba, sehingga upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dilakukan, dan salahsatu yang dilakukan jajaran BNN adalah meningkatkan peranserta masyarakat dengan Advokasi Kader Anti Narkoba.

Beberapa waktu lalu Deputi Pencegahan BNN telah melakukan Advokasi Kader Anti Narkoba bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta, yang dikhususkan bagi Penggalang dan Penegak dari Gugus Depan yang berpangkalan di SMA/K, dan pada tahap kedua BNN kembali melakukan Advokasi Kader Anti Narkoba khusus buat Penegak dan Pandega Pramuka yang berpangkalan di Perguruan Tinggi.

Dalam acara penutupan kegiatan tersebut,  Andalan Kwarda DKI, Kak Karyono, pada wartawan menjelaskan,  bahwa peserta Advokasi Anti Narkoba ini diharapkan akan bisa menjadi Duta Anti Narkoba yang ada di Kampus masing-masing, apalagi Pramuka adalah Praja Muda Karana yang selalu siap berada didepan dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba.

Para Mahasiswa kali ini disamping calon guru juga dari kelompok Pecinta Alam, BEM serta aktifis kampus lainnya yang telah bergabung di Pramuka Mahasiswa, oleh sebab itu kita juga berharap mereka dapat tampil menginformasikan bahaya Narkoba pada generasi muda, Pramuka harus bisa menjadi contoh dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba, tegas Kak Karyono.

Sementara  Kasubdit Masyarakat Deputi Pencegahan BNN, Hj Siti Alfiasih juga menambahkan, bahwa Pramuka Mahasiswa merupakan ujung tombak di Kampus dalam turutserta memerangi penyalahgunaan Narkoba, Dari hasil penelitian Pemakai Narkoba di kalangan Mahasiswa, dimulai saat dirinya duduk dibangku SMP maupun SLTA,  apalagi Mahasiswa sudah masuk pada kehidupan yang  lebih bebas, tidak seperti saat mereka duduk di bangku SMA/K, oleh sebab itu melalui kegiatan Advokasi kader Anti Naroba ini diharapkan akan mampu mengigatkan pada mereka tentang bahaya Narkoba.

Lebih jauh Hj Siti Alfiasih menegaskan, bahwa adanya otoritas kampus selama ini telah menghambat Pegutas dalam pemberantasan Narkoba, oleh sebab itu melalui Pramuka Kampus diharapkan akan bisa mendobrak itu semua, dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba serta bisa memberdayakan dengan sosialisasi ke sesama mahasiswa, untuk tidak menggunakan Narkoba, pintanya. (NRL)

Readmore »

Sudin Dikmen Jaktim Gelar Seleksi Da’i Siswa SMK

Bertempat di Museum Listrik TMII, Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Timur  menyelenggarakan kegiatan kesiswaan, yaitu “Seleksi Da’i  Siswa SMK”,  dimana kegiatan ini diikuti oleh 209 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dari SMK baik negeri maupun swasta, Acara tersebut dibuka secara resmi oleh  Plt Kasudin Dikmen Jaktim Drs H Nasrudin, M.Pd

Dalam sambutannya H Nasrudin menegaskan, bahwa pihaknya mengapresiasi pada seluruh peserta yang telah melewati seleksi tingkat sekolah, dan saat ini hadir untuk mengikuti seleksi tingkat Kota Jakarta Timur, berarti anda semua adalah peserta Da’i yang sudah baik-baik, dan seleksi ini akan diambil yang terbaik, untuk nantinya mewakili Kota Jakarta Timur ditingkat Provinsi.

Dengan seleksi Da’i ini juga diharapkan seluruh peserta untuk dapat lebih memahami akan ilmu dan ajaran Islam, sehingga terbentuk karakter kepribadian yang baik, sebagai Dai diharapkan akan terus mengajak temen-temannya hidup dijalan kebenaran, sehingga dapat menjauhkan diri dari tawuran, karena sejatinya taruwan itu adalah menyakiti orang lain, padahal dalam agama sudah ditegaskan, bahwa sesama muslim adalah saudara, oleh sebab itu mari berdakwah mengajarkan tentang kebaikan itu, dan dakwah tidak harus di mimbar, tetapi bisa juga dilakukan ditiap kegiatan di sekolah maupun di rumah, pintanya.


Sementara Kasie SMK Sudin Dikmen Jaktim Wurdono M.Pd juga menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan berjenjang, seluruh peserta merupakan wakil dari SMK, baik negeri maupun swasta di Jakarta TImur, dimana untuk tiap sekolah mengirimkan satu peserta pria dan satu putri, seleksi digelar 3 hari, nantinya akan diambil yang terbaik yaitu juara 1,2, 3 serta harapan 1,2 dan harapan 3, yang terbaik akan mengikuti kegaitan seleksi tingkat Provinsi, pemenang akan memperoleh uang pembinaan maupun Tropy serta sertivikat, tegasnya.

Dengan kegaitan ini juga diharapkan akan dapat membangun iman dan takwa seluruh peserta, dan sekolah juga dapat meningkatkan kegiatan keagamaan secara rutin, seluruh komunitas pendidikan juga diharapkan dapat memberikan support pada kegiatan ini, serta seluruh peserta akan membudayakan diri dalam kehidupan sehari-hari, dan mereka tidak sekedar memperoleh pengetahuan agama, namun dapat membangun sikap, perilaku dan pola hidup yang agamis pada diri mereka, tegas Wurdono. MPd 
Readmore »

80 Anggota Baru Saka Bhakti Husada Kota Jakarta Timur Siap Bantu Korban Bencana

Bencana Banjir dan Kebakaran di Ibukota Jakarta bukanlah hal baru, karena setiap hujan deras baik di Jakarta maupun Kota Bogor, maka warga yang tinggal di sepanjang Sungai Ciliwung seringkali kebanjiran, bahkan banjir yang terjadi tidak sedikit menenggelamkan kediaman warga Jakarta, oleh sebab itu untuk membantu masyarakat korban bencana baik Banjir maupun Kebakaran, Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur menggelar Lomba Saka dan Pelantikan Anggota baru dari Saka Bhakti Husada.

 Kegiatan rutin yang dikemas dalam Perkemahan Sabtu –Minggu tersebut, seluruh peserta akan memperoleh bekal ilmu dan ketrampilan dalam P3K serta kepalangmerahan, dimana dalam Persami Kemah Saka Bhakti Husada tersebut, Kasudin Kesehatan Kota Jakarta Timur Yudhita berkesempatan mengukuhkan 80 Penggalang dan Penegak dari perwakilan 10 Kwaran, sebagai anggota baru Saka Bhakti Husada tingkat Kota Jakarta Timur.


Disela acara tersebut Kasudin Kesehatan Jaktim Yudhita pada wartawan menjelaskan, bahwa Kemah Saka Bhakti Husada kali ini diikuti dari perwakilan 80 peserta didampingi Pamong Saka,  mereka akan memperoleh materi tentang ilmu kesehatan, setelah itu mereka akan mengikuti lomba Saka Bhakti Husada, sehingga mereka lebih trampil dalam ilmu kesehatan.

Diakuinya seluruh peserta yang saat ini dilantik juga akan menjadi kader pramuka kesakaan yang nantinya akan mentransfer ilmu kesehatan dilingkungan tempat tinggal maupun sekolah, ungkapnya, 



Readmore »

Fasilitasi Penerapan Kehalalan Produk PKL Upaya Sambut MEA

Pasar Bebas Asean atau yang juga dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan mulai diberlakukan pada tahun 2015, dimana nantinya akan masuk produk makanan dari 10 negara ASEAN, ke Indonesia, bahkan tidak tertutup kemingkinan makanan olahan setingkat Pedagang Kaki Lima juga masuk ke Indonesia, karena memang sudah tidak ada batas lagi dalam perdagangan bebas tersebut. Oleh sebab itu untuk menghadapi MEA tersebut, Pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Perdagangan bertempat di Hotel Mega Puri Jakpus menggelar Fasilitasi Penerapan Kehalalan produk PKL I dan UMKM.

Dalam laporannya Sarifudin, selaku Ketua Panitia Acara  menjelaskan, bahwa kegaitan “Pembekalan Fasilitasi Penerapan Kehalalan Produk bagi PKL I dan UKMP” ini merupakan upaya meningkatkan kualitas produk, dengan diikuti oleh para pedagang kaki lima dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat serta Jakarta Pusat, dengan pembicara dari POM MUI, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI serta Akademisi. dan tindak lanjut akan dilakukan proses sertifikat halal di produk rumahan peserta, dimana sertifikat halal akan diberikan secara gratis, paparnya

Sementara disela acara tersebut, Johnson M Siregar pada wartawan menegaskan, bahwa kegaitan fasilitasi penerapan kehalalan produk PKL dan UMKM ini, merupakan salahsatu upaya menyiapkan pedagang kaki lima maupun produk UMKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015, dimana nanti akan banyak pedagang dari Negara Malaysia, Filipina maupun Negara Asia Tenggara lainya, yang akan berjualan di Indonesia, dan mereka akan melakukan registrasi produk halal, oleh sebab itu PKL dan produk UMKM di Jakarta juga tidak boleh kedahuluan.

Diakuinya, bahwa kegiatan fasilitasi penerapan kehalalan sudah dilakukan sejak tahun 2011, bahkan dengan bantuan sertifikat halal, beberapa Pengusaha UMKM produknya sudah bisa masuk ke Supermaket, seperti Ikan Asin, Telor Asin, Kerupuk Kulit serta produk lainnya, sehingga dapat meningkatkan nilai lebih baik pedagang.

Disamping itu penerapan kehalalan dan menyiapkan masakan  yang sehat dan bebas dari zat pengawet maupun pewarna hal tersebut sebagai tanggung jawab dalam menyiapkan generasi yang sehat dan pandai, para pedagang makanan juga harus memiliki tanggung jawab agar tidak menyajikan masakan yang membahayakan anak-anak sebagai calon pemimpin masa depan, pinta Johnson M Siregar.
Readmore »

Wujud Kepedulian Budaya Betawi, Pemkot Jakarta Timur Meriahkan Lebaran Betawi

Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Dinas Pariwisata dan BAMUS (Badan Musyawarah Masyarakat Betawi) menggelar acara Lebaran Betawi 2014 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Acara tersebut juga diikuti dengan penampilan Rumah Adat yang ditampilkan 5 Pemerintah Kota dan 1 Kabupaten Kepulauan Seribu. Acara ini merupakan bentuk silaturrahmi masyarakat Betawi dengan sesama masyarakat Betawi dan juga masyarakat Jakarta. Jadi, Betawi harus tetap hidup ditengah-tengah keragaman budaya Jakarta karena ini merupakan bentuk pelaksanaan kearifan lokal yang diamanatkan oleh Undang-Undang.

Rumah Adat Walikota Jakarta Timur yang juga didukung Rumah adat 10 Camat se-Jakarta Timur, memperoleh sambutan meriah bagi pengunjung acara akbar tersebut, ada yang sekedar melihat-lihat aneka kesenian, berfoto dengan tokoh masyarakat, namun juga ada yang turut menyantap sajian makanan khas Betawi yang disajikan di Rumah Camat serta Rumah Walikota.

Disela acara tersebut,  Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur, Husnison Nizar saat ditemui wartawan menjelaskan,  bahwa dalam Lebaran Betawi kali ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur lebih menonjolkan Seni Budaya dan Kuliner Betawi, karena saat ini diwilayah Jakarta Timur masih banyak Sanggar Seni maupun Musik serta Grub Lenong tradisi, yang harus di tumbuh kembangkan, komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan kesempatan para seniman di Jakarta Timur untuk tampil dan berseni di Panggung Lebaran Betawi sebagai iven nasional yang sudah digelar ke 7 kalinya.

Untuk tema saat ini adalah “Kembali Ke Fitri Membangun Jakarta”, dimana Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur di hari yang Fitri ini ingin terus membangun budaya Betawi sebagai Budaya asli masyarakat Jakarta, baik dibidang Kebudayaan, Kesenian tradisional, Makanan tradisional hingga bangunan dengan cirikhas Betawi, sehingga Seni Budaya dan Kuliner Betawi akan semakin dicintai dan ada dihati warga Jakarta, tegas Sony.

Untuk kesenian yang ditampilkan baik di Panggung Walikota maupun Panggung Gubernur, seperti Tari Betawi, Musik Gambang Kromong, Musik Pop Betawi tari Zapin, sementara bintang tamu yang dihadirkan diantaranya Mpok Nori, Kubil, Rita Hamzah, Jaya, Pelawak Masnur Mpok Munaroh serta artis lainnya, yang keseluruh grub kesenian yang ditampilkan adalah seniman yang ada di Jakarta Timur, tambah Husnison Nizar.

Pada Lebaran Betawi di hari pertama, Rumah Walikota Jakarta Timur ditempati Wakil Walikota Jakarta Timur, demikian juga 10 Camat se-Kota Jakarta Timur, terlihat menyambut tamu yang berlebaran, disela acara tersebut Wakil Walikota Jakarta Timur, H Husein Murad pada wartawan menjelaskan, bahwa melalui moment Lebaran Betawi ini adalah komitmen dalam melestarikan Budaya Betawi.

 Pemerintah Kota Jakarta Timur  menampilkan aneke makanan khas Betawi seperti Selendang Mayang, Kue Cucur, Nasi Kebuli, Gabus Pucung, Kerak Telor, Bir Pletok, sementara kesenian juga dihadirkan untuk menghibur masyarakat, kegiatan ini sebagai wujud apresiasi Budaya Betawi, oleh sebab itu silahkan nikmati aneka Seni, Kuliner maupun silaturahmi yang ada disini, pintanya.
Readmore »

Minggu, 07 September 2014

Rektor Unindra Prof Sumaryoto Buka Pengenalan Studi Mahasiswa Baru Pasca Sarjana

Program Penerimaan Mahasiswa baru Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), semester Ganjil tahun akademik 2014 – 2015 telah selesai, dan untuk memulai kuliah perdana Rektor Unindra melalui Sidang Senat Terbuka mengukuhkan Mahasiswa Baru, setelah beberapa hari lalu mengukuhkan Mahasiswa Program S1 sebanyak 8.050 orang, pada Jumat (5 September 2014) kembali mengukuhkan 880 mahasiswa Program Pasca Sarjana (S2).

Kuliah Perdana Program Pasca Sarjana diisi oleh Prof Wisnijati dengan materi “Aplikai Statistika”, sebagai pendukung penyusunan thesis, Statistika nantinya juga digunakan dalam berbagai ilmu baik sosial, ekonomi, psikologi dan ekstrakta. Misalkan digunakan untuk menghitung jumlah penduduk, membuat grafik, juga untuk menunjukkan berbagai kebudayaan di Indonesia.

Sementara dalam sambutannya, Rektor Unindra Prof. H Sumaryoto menegaskan, bahwa saat ini Unindra telah menyeleksi dan menerima mahasiswa baru sebanyak 8.050 orang untuk S1 dan 880 mahasiswa Program Pasca Sarjana,  hal tersebut sebagai bukti tingginya keperdayaan masyarakat pada UNINDRA, sebagai amanah orang tua, seluruh jajaran Akademika Unindra akan memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal, sesuai dengan kemampuan dan kondisi obyektif di Kampus Unindra.

Untuk meningkatkan proses pembelajaran, Unindra akan terus membangun sarana dan prasarana akademik, saat ini Unindra juga tengah membangun kampus yang cukup besar, serta guna memenuhi persyaratan akreditasi lembaga, jikalau masih ada kekurangan disana-sini agar bisa dimengerti, namun pihaknya akan terus membenahi serta menata kondisi proses akademik yang lebih baik, sebagaimana prinsip kemandirian yang dikelola dengan amanah.

Lebih jauh Prof Sumaryoto menjelaskan, bahwa sesuai dengan perkembangan kurikulum 2014, sebagaimana edaran Dirjen Dikti, Kemdikbud penataan kurikulum  program Pasca Sarjana nantinya mencapai 72 SKS, dengan komposisi perkuliahan 32 SKS dan 40 SKS untuk Penelitian sampai tesis, dan batas kuliah nantinya hingga 4 tahun, dan hal tersebut akan berlaku 2 tahun kedepan, oleh sebab itu dirinya mengajak seluruh mahasiswa baru Program Pasca Sarjana yang saat ini dikukuhkan, agar benar-benar mempersiapkan diri secara efektif mengikuti perkuliahan dengan bersungguh-sungguh, sehingga tidak tekena penerapan peraturan baru tersebut, pinyanya.

Perkembangan kedepan akan berlaku kawasan Masyarakat Ekonomi Asean, artinya Lembaga Pendidikan harus menyesuaikan diri dalam menghadapi masyarakat Ekonomi Asean tersebut, dimana akan terjadi persaingan tenaga kerja yang tidak ada kendala lagi, dimana 10 negara Asia Tenggara akan bersaing, oleh sebab Unindra juga terus berupaya meningkatkan kualitas akademik maupun kurikulum, termasuk menanamkan Budi Pekerti dan aturan sebagaimana ajaran agama yang kita anut, ungkap Prof H Sumaryoto. (NRL)

Readmore »

Jumat, 05 September 2014

Ahok Berang, 19 orang PNS Dinas PU Positif Konsumsi Ganja

Sebanyak 19 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta diketahui positif mengonsumsi ganja. Hal tersebut terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes terhadap 533 PNS. Sebagai sanksinya, mereka akan diberikan hukuman baik berupa penurunan pangkat hingga pemecatan untuk tenaga honorer.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, setelah BNN melakukan pemeriksaan ditemukan 19 PNS positif mengonsumsi narkoba jenis ganja. PNS yang positif tidak hanya satu, tetapi ada juga pejabat eselon IV setingkat kepala seksi.

"Ada 19 orang, positif ada ganja dan obat di Dinas PU. Itu dari 500 lebih yang dites," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (5/9).

Basuki menegaskan, sanksi yang diberikan kepada PNS yang positif mengonsumsi ganja adalah mulai dari penurunan pangkat hingga pemecatan. Dari 19 PNS, juga ada yang terindikasi meminum obat penenang. Namun, hal tersebut harus dibuktikan dengan resep dokter. Jika tidak ada resep dokter, maka bisa diindikasikan sebagai pemakai.

"Saya sudah disposisi ke Pak Made (Kepala Badan Kepegawaian Daerah). Yang duduk di eselon dicopot jadi staf. Ada honorer yang (memakai) ganja langsung pecat. Ada staf yang main ganja turun golongan. Itu kalau sekali lagi kita pecat. Tidak ada toleransi main narkoba di DKI," tegas Ahok, sapaan akrabnya.

Menurutnya, pemeriksaan serupa akan dilakukan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. Pasalnya, Ahok mensinyalir, penggunaan narkoba tidak hanya ada di Dinas PU saja. Bahkan, Ahok kerap melihat anak buahnya yang mengonsumsi obat terlarang tersebut, sehingga ia meminta pihak BNN untuk mengeceknya. Terlebih, saat pemeriksaan dilakukan pada 1 September lalu, ada dua PNS yang enggan diperiksa. Ahok mensinyalir kedua PNS tersebut menggunakan obat terlarang pada saat hari libur yakni Sabtu dan Minggu. Kemudian pada Rabu, keduanya baru mau diperiksa oleh BNN.

"Dia pinter, pakainya Sabtu-Minggu. Senen periksa, dia kabur. Begitu dicek lagi hari Rabunya dia negatif," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan BNN DKI, Sapari Partodihardjo mengatakan, pemeriksaan terhadap PNS di Dinas PU atas permintaan Basuki langsung. Selain Dinas PU, ada tiga SKPD lainnya yang juga sudah diperiksa yakni Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata. Namun, hasilnya belum diketahui.

"Kita lakukan atas permintaan dari Pak Ahok dan sudah dilaporkan langsung. Rekomendasi sudah kita sampaikan, untuk sanksi kewenangan dari Pak Ahok," tandas Sapari.



Readmore »

Kesbangpol DKI Bekali Tokoh Masyarakat Akan Wawasan Demokrasi dan HAM

Bertempat di Hotel Grand Mutiara, Bogor Jakarta, pada Kamis 4 September hingga Sabtu 6 September 2014, Badan Kesbangpol Provinsi DKI menggelar kegiatan “Pemantapan Pemahaman Demokrasi dan HAM bagi Tokoh Masyarakat” , beberapa nara sumber dihadirkan, baik Pakar Politik, Akademisi serta beberapa pejabat tinggi di Kementrian Dalam Negeri.

Dalam laporannya Kasubdit Pengembangan HAM, Badan Kesbangpol DKI, Tumpak DN dalam laporannya menjelakan, bahwa kegiatan kali ini diikuti oleh 100 orang diantaranya Tokoh Masyarakat, perwakilan dari 5 Wilayah Ibukota Jakarta, dan untuk memberikan pencerahan, pendidikan serta wawasan politik bagi masyarakat, berkaitan dengan pengembangan Demokrasi dan Hak Azasi Manusia serta implementasinya di masyarakat, Badan Kesbangpol DKI terus mendorong partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam implementai kehidupan politik yang demokratis demi tegaknya nilai-nilai hak azasi manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernega, khususnya di Ibukota Jakarta, paparnya.


Sementara metode kegiatan disamping sosialisasi, Tanya jawab serta dialog antara nara sumber dengan peserta, para pembicara akan membahas masalah Sejarah dan Perkembangan Demokrasi di Indonesia, Implementasi nilai Demokrasi dan hak azasi manusia, upaya dan strategi dalam membangun kehidupan demokrasi yang berorientasi hak azasi manusia, strategi peningkatan pengembangan demokrasi serta pembangunan peranserta masyarakat dalam pembangunan nilai kebangsaan.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol DKI, H Fatahillah dalam sambutan yang disampaikan oleh Kabid Pengembangan Demokrasi, Badan Kesbangpol DKI, Alamsyah Gayo menegaskan, bahwa melalui kegiatan Pemantapan Pemahaman Demokrasi dan HAM bagi Tokoh Masyarakat ini merupakan upaya untuk memberikan fasilitas dalam membahas berbagai masalah yang terus berkembang di Jakarta, sehingga akan berdampak positif dalam pengembangan Demokrasi dan Hak Azasi Manusia serta dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kegiatan ini juga diharapkan akan meningkatkan pencerahan dan wawasan bagi tokoh masyarakat akan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengembangan demokrasi dan HAM di Indonesia, Pemerintah bersama masyarakat harus mampu membangun kehidupan berpolitik yang baik dan berkualitas, mengerti nilai-nilai serta norma dan peraturan tentang Demokrasi dan HAM, untuk membangun masyarakat yang sadar serta tertib guna mendorong situasi yang aman, nyaman, damai dan menghargasi setiap hak dasar setiap orang akan hak azasi manusia, pintanya.


Readmore »

Ketua Umum IKRW Tolak Wacana, Ketua RW Dipilih Walikota

Seandainya negara kita dari dulu sudah kaya, mungkin ketika pemerintah Indonesia menyusun peraturan tentang RT/RW maksud dan tujuan tidak seperti yang sekarang ini, memiliki tugas dan kewajiban yang berat namun mulia diantaranya
1). Memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat.
2). Menciptakan swadaya masyarakat/bergotong royong.
3). Berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan fisik ekonomi dan sosial.
4). Berpartisipasi menjaga ketentraman, ketertiban keamanan lingkungan.

Betapa penting dan bermanfaanya peran RT/RW di Indonesia khususnya bagi Pemerintah Daerah. Maka wajar jika RT/RW disebut sebagai ujung tombak pembanguan, meskipun istilah tersebut sekarang ini sudah mulai jarang disebut khususnya oleh para Pejabat Pemprov DKI Jakarta. Bisa jadi karena merasa pengurus RT/RW sudah mendapat “Jasa” sehingga istilah ujung tombak tidak perlu untuk disebut sebut lagi.

Adanya wacana dari Wagub agar Ketua RW dipilih Walikota. Saya rasa itu  bertentangan dengan semangat tujuan RT/RW dibentuk, sebaiknya jangan dipaksakan.

Karena pemilihan Ketua RW selama ini yang diatur oleh SK Gubernur No. 36 Tahun 2001 sudah berjalan sesuai dengan tujuan dan semangat reformasi. Kalau Ketua RW dipilih oleh Walikota justru dikhawatirkan akan bertentangan dengan tugas dan kewajiban serta maksud dibuat peraturan RT/RW oleh Pemerintah Pusat.
1). Ketua RW pilihan Walikota pasti tidak bekerja untuk warganya, melainkan untuk kepentingan yang memilih.
2). Menyuburkan kembali tumbuhnya KKN, karena Lurah dan Camat sudah sama sama pilihan oleh Walikota.
3). Dikhawatirkan masyarakat akan apatis terhadap Pemprov DKI Jakarta.

Dan lambat laun pasti akan berdampak pada swadaya masyarakat. Kecuali masyarakat sudah tidak dilibatkan lagi untuk swadaya.
4. Ketua RW dipilih Walikota belum tentu lebih baik. Baik untuk Pemerintah Daerah belum tentu untuk masyarakat. Dan pasti cenderung arogan karena merasa dipilih oleh Walikota.

Kenapa Ketua RW harus dipilih masyarakat? karena Ketua RW mempunyai peran ganda, menjadi mediator yang baik untuk warganya dan pemerintah. Membela kepentingan warga dan mengontrol kebijakan pemerintah daerah. Kenapa harus dikontrol? Lurah dan Camat bukan warga setempat. Lurah berbeda dengan Kepala Desa yang memang penduduk setempat dan dipilih masyarakatnya, sedangkan Lurah/camat adalah pejabat yang ditugaskan oleh Pemerintah Daerah.

Itulah perlunya Ketua RW harus tokoh masyarakat dari pilihan warga. Maka siapapun Pemimpin Negeri ini jangan sampai pernah membuat kebijakan yang salah dengan memasukkan Ketua RT/RW dalam struktur pemerintahan, karena akan terjadi ketidakadilan untuk masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui, Ketua RW bukan bawahan atau perangkat Kelurahan/Kecamatan melainkan sebagai mitra, sehingga tidak perlu harus dipilih oleh Walikota. Biarkan warga sendiri yang memilih tokoh masyarakatnya untuk dijadikan “Pejabat” dilingkungannya.

Kalau selama ini Ketua RW dianggap kurang maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa yang harus maksimalkan? wong tugas pokok Ketua RW dalam kaitan pelayanan hanya sebatas membantu administrasi, membuatkan surat pengantar warga ke Kelurahan. Kalau sudah sampai Kelurahan sepenuhnya tanggungjawab Lurah. Justru yang harus diperbaiki system kerja pelayanan yang ada di Kelurahan, terutama bagian kependudukan yang masih sering mendapat cemohaan juga adanya birokrasi yang tumpang tindih antara Kelurahan dengan Sudin terkait.

Adanya temuan beberapa ketua RW yang melakukan kebijakan diluar ketentuan pemerintah daerah, Seperti pengelolaan parkir, mengelola pedagang kaki lima, menarik restribusi pedagang, penyewaan lahan dll. seharusnya dari awal telah dilakukan pembinaan bukan pembiaran. Tidak sepenuhnya ketua RW yang salah, justru para ketua RW membantu menertibkan lingkungannya karena tidak mendapat diperhatian oleh pemerintah setempat. Ketika dilingkungan masih semrawut dibiarkan, jangan kemudian setelah dibantu oleh para ketua RW hingga tertata rapi dan menjadi besar, lalu kemudian mau diambil untuk dikelola tanpa adanya solusi yang baik dan setelah kalah ber argumentasi kemudian menuduh ketua RW preman. Ini ngak fair. Pak Wagub yang sebentar lagi akan menjabat Gubernur DKI Jakarta harus mendapat pemasukan yang seimbang.


Readmore »

Rabu, 03 September 2014

STIE Gotong Royong Gelar Wisuda Program Pasca Sarjana (S2)

Bertempat di Auditorium Radio Republik Indonesia, jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gotong Royong, yang didirikan oleh RH Sugandhi kembali menggelar Wisuda, menurut Direktur Program Pasca Sarjana STIE Gotong Royong, Irsyad Sudiro, Wisuda kali ini merupakan Wisuda khusus untuk program Pasca Sarjana, karena selama ini Wisuda S2 selalu menjadi satu dengan program S1, oleh sebab itu kali ini 206 Wisudawan adalah khusus dari Program Pasca Sarjana.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa sebagaimana Program Tri Dharma Perguruan Tinggi, dalam membantu masyarakat yang kurang mampu, namun memiliki kemampuan akademik, STIE Gotong Royong juga memberikan beasiswa pada mereka yang kurang mampu, baik pada Program Sarjana S1 maupun Pasca Sarjana, mulai dari Beasiswa 50% hingga 100%, hal tersebut juga berkat kerjasama dengan dunia usaha, yang selama ini menjadi mitra STIE Gotong Royong, Beasiswa juga diberikan oleh DPP Partai Golkar.

Para wisudawan Program Pasca Sarjana ini, menurut Irsyad Sudiro semuanya sudah bekerja, baik di Pemerintahan maupun Swasta, dimana bagi mereka yang sudah bekerja di Pemerintahan dengan telah menyelesaikan program S2, maka akan membantu mereka untuk meningkatkan persyaratan kualivikasi golongan, sementara bagi yang bekerja di Swasta maka akan menambah bekal ilmu pengetahuan, khususnya dibidang Menejemen Usaha.

Lebih jauh Irsyad Sudiro menjelaskan, sebagaimana pesan pendiri RH Sugandhi, seorang Pendiri juga sesepuh GOLKAR,  STIE Gotong Royong juga menyalurkan aspirasinya ke DPP Partai Golkar, sehingga sebagaimana visi dan misi juga merupakan wujud dari implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, ungkapnya. (NKS).

Readmore »

Mahasiswa Baru Universitas Islam Jakarta Ikuti Pengenalan Kampus

Universitas Islam Jakarta yang lebih dikenal dengan sebutan UID, sebagai Lembaga Perguruan Tinggi Swasta tertua di Jakarta, yang didirikan dan dibina oleh Yayasan Wakaf  Perguruan Tinggi Islam Djakarta (YWPTID), setelah melakukan seleksi bagi calon mahasiswa baru,  tahun akademik 2014 - 2015 ini kembali menerima mahasiswa baru, dan diawal kuliah perdana, seluruh mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pelantikan Mahasiswa Baru dan Pembekalan dunia kampus.

Wajah cerah terpancar dari raut muka mahasiswa baru Universitas Islam Jakarta, dimana selama ini mereka bersekolah di SMA/K dengan sistem pembelajaran yang ternyata berbeda di Perguruan Tinggi, setelah mereka menjadi mahasiswa dituntut untuk lebih aktif lagi dalam menimba ilmu dan mengembangkan ilmu pengetahuan dari beberapa sumber ilmu.

Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Jakarta, Edi Suhara SE,MM bahwa Pelantikan Mahasiswa Baru kali ini diikuti sekitar 400 mahasiswa baru, meraka akan menerima pembekalan dunia kampus serta memperoleh pembekalan dari Badan Narkotika Nasional dalam mendukung program “Kampus Bersih Narkoba”, kita tidak ingin ada mahasiswa Universitas Islam Jakarta yang menggunakan Narkoba, sehingga kedepan saat kembali ke masyarakat mengabdikan diri, baik di Pemerintahan maupun di dunia usaha, akan tetap terbebas dari penyalahgunaan Narkotika, Alkohol dan zar adektif lainnya, ungkapnya tegas.
Pengenalan Akademik ini juga sebagai kegiatan tahap awal, mekanisme mahasiswa masuk perguruan tinggi, kita ingin memotivasi mahasiswa baru akan cara belajar dari sebelumnya di SMA/K, ke Universitas sekaligus kita ingin mengenalkan Visi dan Misi Universitas Islam Jakarta, yaitu menciptakan Mahasiswa yang Enterpreneurshif sekaligus menyongsong Masyarakat Bebas Asean, kita harus siap dari awal,  sehingga setelah selesai tugas akademik dan menjadi Sarjana akan mampu bersaing di kancah ASEAN, untuk bersaing dengan Negara-negara tetangga. Universitas Islam Jakarta terus berupaya menjadikan Perguruan Tinggi yang mampu menghasilkan manusia yang mempunyai keseimbangan iman, amal dan intelektual, tegas Edi Suhara, SE, MM (NKS)
Readmore »