Selasa, 03 Mei 2016

Bangsa Indonesia Berduka Atas Kepergian Prof. Hj Tutty Alawiyah. AS

Bangsa Indonesia kembali berduka, Tokoh Wanita, Ketua Umum Internasional Muslim Union yang juga Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim serta Mantan Menteri Peranan Wanita, Prof Hj Tutty Alawiyah Abdullah Syafi,ie pada Rabu (4 mei 2016) berpulang ke Rahmatullah.

Atas nama keluarga, Anggota DPDRI, H Daelami Firdaus mengungkapkan permohonan maaf jika ada kesalahan yang dilakukan alm Ibu Tutty Alawiyah, untuk pamakaman akan fikebumikan hari ini.

Readmore »

Minggu, 01 Mei 2016

RA.KAYLA.MAW GOYANG TMII

Penyanyi cilik yang eksis di dunia Dangdut, RA.KAYLA.MAW yang juga dikenal dengan Si Kembang Goyang, padak minggu tgl 1 mei 2016 mampu tampil memukau didepan pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Dua lagu unggulan karya Papa T Bob diantaranya lagu Kembang Goyang dan lagu Muara Kasih Bunda dibawakan dengan penuh ceria, gayanya yang lincah mampu mengajak Goyang penonton yang memadati panggung hiburan TMII.

Artis cilik dengan nama asli Kayla Mustika Ayu Wingkal ini, adalah putri dari pasangan Mujiman - Enny, Dan lahir Bekasi pada 4 Juli 2007, kini tengah menyiapkan album terbarunya melengkapi album sebelumnya, diantaranya judul lagu Doa Untuk Papa, Kembang Goyang, Anak Petani, Tante Cerewet, Yang Berulang Tahun serta lagu Religi Alhamdulillah, kesepuluh lagu tersebut adalah karya Papa T Bob.

Selain bernyanyi ternyata Kayla sudah merambah ke dunia Sinetron, turut tampil pada Sinetron Anak Jalanan serta Tukang Bubur Naik Haji, bagi yang ingin menyaksikan penampilan tarik suara dalam promo albumnya, Kayla punya jatwal rutin tampil di TMII tiap Minggu pukul 12 hingga pukul 2 siang, ajaknya. (Nurul)



Readmore »

Sabtu, 30 April 2016

Musda SOKSI DKI Bangun Komitmen Pada Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sebagai organisasi nasional yang juga Pendiri Golkar, kini terus melakukan penataan internal, sebagaimana AD/ART Organisasi SOKSI, bertempat di Gedung Juang 45 Jakarta, Sabtu (30/4) digelar Musyawarah Daerah, acara tersebut dibuka secara resmi oleh PLT Ketua Umum Soksi, Ir Ali Wongso H Sinaga.

Dalam sambutannya, Ali Wongso H Sinaga menegaskan, bahwa SOKSI tidak pecah dan hanya ada satu, yaitu hasil Munas, sebagaimana yang diatur dalam AD/ART, dan Kementerian Hukum dan HAM RI juga telah mengeluarkan keputusan, Pengesahan Pendirian Bahan Hukum, bahwa Kepengurusan SOKSI adalah yang diketuai oleh M Rusli Zaenal dan PLT Ketua Umum Ali Wongso H Sinaga.

Dan seluruh Depinda SOKSI juga akan menggelar Musda, hari ini Musda DKI Jakarta, adalah yang pertama digelar, oleh sebab itu Depinda SOKSI DKI Jakarta juga harus bisa menjadi contoh bagi Provinsi lainnya, demikian juga program yang akan dilakukan. Kepengurusan sebelumnya sudah cukup bagus, dan kepengurusan yang baru nanti juga harus lebih baik lagi untuk dapat mendukung program Pemda DKI Jakarta dalam mensejahterakan warga Jakarta. Ketua Depinda SOKSI DKI harus Tegas, Fisionar, Integritate dan bisa meluangkan waktu untuk kemajuan organisasi, pinta Ir Ali Wongso.

Ketua Harian Depinas SOKSI, Erwin Ricardo Silalahi yang juga PLT Ketua SOKSI DKI, bahwa Musyawarah Daerah ini merupakan moment yang strategis, seiring dengan telah dikeluarkannya SK Menteri Hukum dan HAM RI, bahwa SOKSI yang sah adalah SOKSI dibawah pimpinan PLT Ir Ali Wongso H Sinaga, sebagai Kepengurusan hasil Musyawarah Nasional tahun 2010 lalu, sehingga kebijakan strategis tersebut, dapat meningkatkan peranserta SOKSI dalam mensejahterakan masyarakat dan bangsa.

Kalau dilihat sejarah ditahun 50an, dimana Presiden Soekarno saat itu mengeluarkan Dekrit Presiden dan mengembalikan pada Undang-Undang Dasar 1945, dan sejak Pemilu pertama tahun 1955 sistem Rezim Parlementer telah menimbulkan berbagai konflik baik partai maupun ormas, bahkan Media yang seharusnya berpihak pada rakyat untuk mencerdaskan politik masyarakat, tetapi justru dimanfaatkan oleh Partai Politik untuk kepentingan Parpol sebagai corong partai,  inilah yang akhirnya diterbitkanya Dekrit Presiden kembali ke UUD 45.

Sementara situasi politik saat ini memprihatinkan, karena sudah tidak lagi sejalan dengan UUD 45, karena sudah 6 kali di amandemen, dimana Prediden dan Wakil Presiden yang dulu harus Warga Negara Indonesia Asli, tetapi saat ini kata Asli sudah dihapuskan, demikian juga Pasal 33, bahwa Kekayaan Alam dikelola Negara untuk kemakmuran rakyat, tetapi yang terjadi Kekayaan Alam kita dikuasai oleh asing, dan rakyat hanya menjadi penonton di negeri sendiri, dan SOKSI yang dibentuk oleh Soekarno dan dipercayakan kepemimpinannya pada Kolonel Suhardiman, berada didepan untuk melawan kelompok yang anti Pancasila, oleh sebab itu melihat sejarah tersebut saat seluruh anggota SOKSI harus berada di garis depan dalam menghadapi kelompok yang anti Pancasila, oleh sebab itu kita bersyukur saat ini Pemerintah mengakui kepengurusan SOKSI dibawah Ruzli Zaenal dan Ali Wongso Sinaga, dan momen ini juga menjadi titik balik bagi kita untuk membangun komitmen mendukung Pemerintahan yang sah, bahwa SOKSI adalah support terdepan bagi musuh Pancasila, yaitu Anarkisme, Promordialisme, Etnosentris sempit dan kemiskinan, karena kita menganut paham Pansila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tegasnya.

Melalui Musda, Erwin Ricardo Silalahi berharap agar Musda SOKSI ini dapat merumuskan pemikiran strategis untuk mengangkat permasalahan fundamental,khususnya di DKI Jakarta ini, apalagi sebentar lagi akan digelar Pilkada DKI Jakarta, Musda harus bisa menginventarisir serta mengangkat persoalan yang menjadi konsen SOKSI sehingga akan menjadi rekomendasi bagi publik dan bagi Pemda DKI Jakarta, tegasnya.

Dalam putusan Musda SOKSI DKI menetapkan dan mendukung Basuki Tjahaya Purnama untuk kembali memimpin DKI, sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Periode 2017 sampai 2022 dan menginstuksikan kepada selruuh kader dan anggota SOKSI DKI untuk melaksanakan keputusan Musda IX tersebut.(Pry).

Readmore »

Jumat, 29 April 2016

Musda Baladika Karya DKI Dukung Pembangunan Jakarta

Bertempat di Gedung Juang Jakarta, Dewan Pimpinan Daerah Baladhika Karya DKI Jakarta. sebagai Organisasi yang berafiliasi ke Partai Golkar menggelar Musyawarah Daerah, acara tersebut dibuka secara resmi oleh PLT Ketua Umum Soksi, Ir Ali Wongso H Sinaga.

Ketua DPP Baladhika Karya Basuki Rahmat, disela acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa Musda Baladhika Karya Provinsi DKI Jakarta ini akan memilih dan membentuk kepengurusan yang baru, dan pengurud lama sudah banyak berbuat  bagi pembangunan Jakarta, oleh sebab itu Pengurus baru nantinya dapat meningkatkan peran, dengan program kerja yang lebih baik lagi.
DKI Jakarta sebagai ibukota harus bisa menjadi barometer bagi daerah lain, program kerja harus bermanfaat bagi masyarakat banyak, bagaimana kedepan Baladhika Karya DKI Jakarta dapat menciptakan masyarakat karya, pinta Basuki Rahmat.

Hal yang sama juga diungkapkan Ichsan E, Ketua DPD Baladhika Karya Provinsi DKI Jakarta, bahwa Baladhika Karya DKI Jakarta terus mendukung Pembangunan yang dilakukan Pemda DKI, banyak progran yang cukup baik sudah ditata dan dibenahi Pemda DKI, Seperti pelayanan satu pintu, upaya mencegah banjir. Kita  melihat apa yang dilakukan Pemda DKI banyak positifnya.

Yang jadi masalah justru orang atau kelompok yang mencoba mencari celah dalam pembangunan untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya serta pihak-pihak yang mengail di air keruh,  oleh sebab itu Baladhika karya siap berada didepan melawan kelimpok yang menghalang-halangi pembangunan di Jakarta, tegasnya.

Ichsan E juga mengaku akan mendukung Pemerintahan yang Sah, kita tidak ingin program pembangunan Jakarta diganggu pihak yang tidak bertanggung jawab, ataupun tidak sejalan dengan Pemda DKI., ungkapnya.



Readmore »

Rabu, 27 April 2016

Dirut Ancol Diduga Terlibat Korupsi Berjamaah

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD DKI Jakarta, Maman Firmansyah meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pengalihan penggunaan lahan dengan Perjanjian Kerjasama BTO antara PT. Pembangunan Jaya Ancol (PJA) dengan PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP) di Ancol Beach City Music Stadium, Jakarta Utara.

“Jika terjadi pelanggaran, pihak berwajib harus melakukan penyelidikan.” ujar Maman kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (27/4).

Ditegaskannya, siapapun dia, terlebih menyangkut aset negara, yang diduga menyalahi aturan, Maka bila terjadi pelanggaran, pihak berwajib harus melakukan penyelidikan.

Menurut Maman, sebagai perusahaan publik, sudah seyogyanya PT PJA bekerja secara profesional dalam mengejar keuntungan. Namun jika dicermati isi kontrak kerja sama antara PJA dengan WAIP terdapat banyak kejanggalan. Apalagi diketahui WAIP sudah 17 kali wan prestasi terhitung sejak tahun 2004, dan 13 wan prestasi tidak bisa memenuhi kewajibannya. Justru dengan adanya kasus tersebut dan membiarkannya, maka menjadi pertanyaannya, Ada apa antara PJA dan WAIP di Ancol Beach City?.

Dari hasil penelusurannya juga diketahui sewa jangka panjang dalam perjanjian WAIP-MEIS/Mata Elang International Stadium terdapat ketidak sesuaian dengan Perjanjian Kerjasama BTO antara PJA-WAIP antara lain, harga sewa per meter perseginya nilainya di bawah standar perjanjian PJA-WAIP. Selain itu juga perjanjian tanpa melibatkan PJA selaku pemilik sah bangunan ABC Music Stadium.

“Kerjasama PJA dengan WAIP itu kalau dibiarkan terus sangat merugikan PJA dan ini akan menjadi kerugian Negara yang berkelanjutan bila dibiarkan selama 25 tahun ke depan. Dan seharusnya segera pula dievaluasi, karena tidak dapat memberikan apa-apa, untuk itu harus diputus kerjasamanya", ujar Maman.

Dalam data perhitungan kerugian yang didapatkan, jika PJA membiarkannya hingga tahun 2037 maka kerugian PJA yang terjadi akan mencapai lebih dari Rp 515 milyar. Dan keuntungan minimal WAIP/Fredy Tan akibat kecurangan yang dikolaborasikan dengan PJA mencapai lebih dari Rp 3,3 trilyun.

Keuntungan yang seharusnya ada itu dapat menjadi kontribusi bagi pendapatan asli daerah. Kerjasama dengan PT. WAIP yang mengikat harusnya ada evaluasi dan dihentikan. “PT PJA itu bukan milik nenek moyang direksi. Karena disitu ada saham Pemprov, yang secara berkala harus dipertanggung jawabkan kepada pemilik saham", sergah Maman.

Menurutnya berbagai upaya pengalihan pengolahan lahan dari satu PT ke PT lain hingga ke PT WAIP terjadi hanya untuk berkelit dan menghindar dari tanggung jawab dalam kewajiban si pemilik perusahaan yang orangnya dia-dia juga. “Siapapun disitu, jelas direksi PT PJA punya kewenangan untuk memutuskan kerjasama dengan PT WAIP seperti yang tertera dalam PERJANJIAN BTO yang ditandatangani bersama", tegasnya.

Dalam data yang diperoleh terdapat beberapa wan prestasi penting WAIP antara lain, WAIP tidak sanggup menentukan berapa kali show International yang harus diadakan dalam 1 tahun dalam Music Stadium yang dioperasikannya. WAIP berusaha merubah fungsi Music Stadium ABC (Ancol Beach City) menjadi Mall dengan terlebih dahulu merubah namanya menjadi ABC Lifestyle Mall lalu ABC Mall lalu ABC Celebrity Mall.

WAIP juga tidak melakukan Pembayaran Pajak Pembangunan dan tidak mampu mengadakan Show International setelah ribut dengan MEIS, hal ini merugikan PJA karena tidak mendatangkan ratusan ribu pengunjung lagi tiap tahunnya. Bersengketa pula dengan MEIS sehingga tidak terjadi Show International lagi di ABC Music Stadium.

Atas dasar wan prestasi tersebut PJA sebenarnya sudah mengeluarkan peringatan kepada WAIP berupa SP 1, kemudian SP 2, dan bahkan sampai mensomasi WAIP. Namun yang terjadi kemudian PJA justru tidak mengikuti ketentuan Perjanjian BTO yaitu memutus dan/atau mengakhiri kerjasama sesuai Pasal 17.5 Perjanjian Pengalihan Kerjasama BTO dan membiarkannya hingga 2 tahun ini.

"Bisa jadi dari direksi PT PJA yang sengaja mengendapkan persoalan ini  atas dasar kongkalikong tadi. Maka lebih tepat kita serahkan kepada pihak yang berwenang untuk mengusut persoalan ini, supaya besok akan kelihatan siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab", cetus Maman.

Dengan adanya pengalihan usaha dari PT WAIP dengan perusahaan lain,menurutnya, bisa disebut sebagai main tak umpet, artinya sangat jelas dapat dilakukan penelusuran hingga kenapa hal itu dapat terjadi. “Jangan kemudian diendapkan, sehingga kelihatan ujung pangkalnya. Apalagi kasus ini sudah lama sejak dari tahun 2004", ujar Maman.

Diungkapkannya pula, ada mata rantai yang perlu ditelusuri oleh semua pihak, terutama penegak hukum. Segala hal yang menyangkut timbulnya permasalahan hukum, termasuk kerjasama tersebut. Direksi PT PJA sebegai resprentatif jangan hanya menguntungkan pihak lain, sementara keuntungan perusahaan dihilangkan begitu saja. Apalagi jika terjadi dugaan kongkalikong antara PT WAIP yang bekerjasama dengan pihak PT PJA.

"Bisa jadi ada kongkalikong antara direksi PJA lama dengan pihak WAIP. Hal ini terjadi karena sudah gagal dalam menjalankan kewajibannya, lalu pihak pemilik menghilangkan jejak dengan membuat sejumlah perusahaan baru", katanya.

Menurut Maman, perusahaan tersebut hanya ganti baju saja. Sementara orangnya itu-itu saja. Hal ini yang harus diusut tuntas. Sedangkan menyangkut kewajiban pihak PT. WAIP yang melalaikan kewajibannya tidak menutup kemungkinan direksi baru juga ikut terlibat bermain.

Karena dapat terlihat direksi baru (Gatot Setyo Waluyo) juga membiarkan permasalahan ini berlarut-larut. Untuk itu Maman juga berencana akan membicarakan hal tersebut kepada anggota dewan agar memanggil direksi PT PJA untuk dapat mempertanyakan masalah tersebut.

“Ada anggota kita di komisi D yang akan mempertanyakan masalah ini dalam rapat anggota dewan nanti", pungkasnya.

Apalagi dalam penyelidikan, tim dari Kejaksaan Agung sudah menetapkan tersangka yakni Freddie Tan alias Awi selaku Direktur Utama PT. WAIP dalam kasus JAKPRO (Jakarta Propertindo) sehingga sangat janggal bila PJA masih menggandeng pihak WAIP dalam pengelolaan Gedung Music Stadium Ancol Beach City, padahal sudah 17 kali wan prestasi terhitung sejak tahun 2004, dan 13 wan prestasi tidak dapat memenuhi kewajibannya.

Melihat permasalahan di atas, menurut Maman jelas terlihat adanya permufakatan jahat untuk korupsi berjamaah dan adanya kejahatan korporasi, untuk itu Dewan Direksi/Komisaris PJA harus diperiksa.

Seperti diketahui, salah satu mantan direktur utama PJA era perjanjian dengan pihak WAIP, kini menjabat pucuk pimpinan PT Angkasa Pura II, yakni Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, sehubungan dengan adanya pemberitaan di media beberapa hari lalu yang menyebutkan bahwa PJA mengalami pertumbuhan dengan laba di tahun 2015 sebesar 22% dari tahun 2014, maka karyawan Ancol menyoroti bahwa pemberitaan tersebut berkesan manipulatif terhadap pertumbuhan Perusahaan.

Menurut sumber di PJA, hal ini sangatlah jelas dapat dilihat, bahwa sesungguhnya pertumbuhan Pendapatan PJA hanya sebesar 2,7% di tahun 2015, yaitu dari pendapatan tahun 2014 sebesar 1,1 menjadi 1,13 trilyun rupiah di tahun 2015.

Sumber yang enggan disebut namanya tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan Pendapatan PJA dari tahun ke tahun selalu diatas 10% bahkan bisa mencapai hingga 18% lebih. Melihat kondisi seperti ini maka para karyawan merasa prihatin melihat Direksi dibawah kepemimpinan Dirut Gatot Setyo Waluyo. Ini menunjukan bahwa tidak terjadi loncatan kreatifitas, dan pertumbuhan laba dicapai hanya melalui pengetatan biaya yang ujung2nya kesejahteraan karyawan dikorbankan dan terjadi ketidak-adilan.

Apalagi dilhat dari harga saham PJAA.JK yang turun jauh ke level 1,800.00 pada tanggal 24 April 2015 dari 52HIGH 2,875.00. Kemudian tiket Pintu Gerbang Utama, DUFAN, ATLANTIS, OCEAN DREAM dijual dengan harga tahunan individu sangat murah yaitu seharga tiket sekali masuk individu. Betapa turunnya Citra Ancol yang dulu sudah susah payah dibangun oleh para pendahulu sekarang menjadi terpuruk dan bahkan akan segera dilibas oleh pesaing bila tidak segera Turn Over.

Memperhatikan mutu tata kelola Perusahaan seperti yang diuraikan di atas, maka harapan karyawan sekarang hanyalah menunggu hasil RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) di awal Juni nanti, dimana Gubernur DKI akan menepati janjinya yaitu mencopot Gatot Setyo Waluyo dari Dirut PJA



Readmore »

Senin, 25 April 2016

Mayasari Bakti Operasionalkan 51 Bus Gandeng

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini terus melakukan pembenahan transportasi secara berkesinambungan, guna menyediakan transportasi massal.dan PT Mayadari Bakti sebagai perusahaan yang bergerak dibidang transportasi akan terus mendukung kebijakan tersebut. Ungkap Ast Direktur PT Mayasari Bakti, Akhmad Zulkifli saat Peluncuran Pengoperasian 51 unit Articulated Bus (Gandeng).

lebih jauh Zulkifli menegaskan, bahwa 51 Bus Gandeng tersebut siap melayani di 17 rute  koridor busway, bergabungnya Mayasari dalam manajemen PT Transportasi Jakarta tersebut merupakan wujut peran Mayasari dalam membangun transportasi massal di Jakarta, tegasnya.


Ditempat yang sama penanghung jawab operasional Bus Mayasari, Daryono juga menambahkan, bahwa dalam pengoperasian Articulatef Bus Gandeng ini, awak Bus sudah tersertivikasi, hal tersebut guna mamanuhi standar mutu pelayanan guna mendukung Pasar Bebas Asean, dan mereka hasil seleksi ketat dari pengemudi Bus Mayasari. Serta telah mengikuti pelatihan pengoperasionalan Articulated Bus.



Readmore »

Jumat, 22 April 2016

Ternyata Aziz Syamsuddin Lebih Unggul Daripada Kandidat Lain

Di tengah pertarungan kandidat Ketua Umum Partai Golkar yang semakin tajam, nama Aziz Syamsuddin ternyata menjadi calon ketua umum paling populer di antara pemilik suara. Popularitas Aziz mencapai 26 persen.

Hal ini sebagaimana diketahui dari hasil tim survei media hariannegeri.com. Survei ini dilakukan pada tanggal 22 Maret sampai dengan 20 april 2016.

Survei digunakan dengan metode pengisian kuesioner. Peserta kuesioner adalah ketua DPD II Kabupaten/Kota Partai Golkar.

Sebagaimana informasi dari tim sukses Aziz,  peserta yang mau mengisi kuesioner berjumlah 412 orang dari 512 orang jumlah total ketua DPD II kabupaten kota partai Golkar. Pengisian kuesioner sendiri dilaksanakan di daerah masing-masing dan langsung didatangi oleh tim survei hariannegeri.com.

Di bawah popularitas Aziz ada Ade Komarudin (21 persen), Seyta Novanto (20 persen), Idrus Marham (11 persen), Sahrul Yasin Linpo (10 persen),  Mahyudin (6 persen) dan Erlangga Hartato (6 persen).
Readmore »

BNN, OJK Dan FOKAN Bekali Guru PAUD Akan P4GN

Bertempat di Aula Kantor Walikota Jakarta Selatan, BNN, OJK Dan FOKAN menggelar kegiatan bersama Pelatihan Pemberdayaan Guru PAUD akan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), acara tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso.

Usai membuka acara, Buwas sapaan akrab Kepala BNN tersebut pada wartawan menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Mendagri untuk penyelamatan anak usia dini, Guru PAUD merupakan posisi yang strategis dalam penangkalan secara dini terhadap penyalahgunaan Narkotika, dan untuk diluar sekolah akan diberikan pembekalan pada Ibu-ibu PKK, dan ini wujud kepedulian pada Generasi Muda.

Peranserta Otoritas Jasa Keuangan juga diharapkan akan menjadi contoh maupun dorongan pada pihak dunia usaha lainya,  terhadap penyelamatan Generasi Muda akan bahaya narkoba, dan kegiatan kali ini juga sebagai percontohan yang nantinya bisa ditiru di seluruh wilayah Indonesia, pinta Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso.

Sementara ditempat yang sama, Sekjen FOKAN H. Anhar Nasution juga menegaskan, bahwa Pembekalan pada Guru PAUD ini sebagai aplikasi keinginan Kepala BNN Pak Buwas akan perlunya pencegahan sejak dini, dan dari hasil pertemuan dengan ketua atau koordinator Guru PAUD, ternyata mereka juga ingin memperoleh pengetahuan dasar akan materi tentang bahaya Narkoba, dan ini langkah awal untuk dapat di getok tularkan pada Guru PAUD lainnya.

FOKAN juga tengah menyiapkan kegiatan khusus, berupa pembekalan 10.000 Guru PAUD akan bahaya penyalahgunaan Narkotika, yang akan digelar di Senayan serta dibuka oleh Presiden Jokowi, karena kegiatan ini juga sebagai bagian dalam mewujudkan Revolusi Mental untuk menanamkan pondasi membangun generasi penerus bangsa,serta menyelamatkan anak-anak dari bahaya penyalahgunaan Narkotika, tegas H Anhar Nasution.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua FOKAN Kota Jakarta Timur, H Husni Thamrin, bahwa pencanangan ini akan ditindaklanjuti oleh FOKAN Jakarta Timur, direncanakan pada Juni mendatang akan kita kumpulkan guru PAUD di Taman Mini Indonesia Indah, untuk memperoleh pembekalan dasar, pencegahan bahaya narkota dikalangan anak didik, sejak usia ini, tegasnya.

Readmore »

Aziz Syamsuddin Tak Pernah Berniat Nyalon Pilkada DKI

Politikus Partai Golkar Aziz Syamsuddin meluruskan informasi yang menyebutkan bahwa dirinya akan ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta, 2017 mendatang.

Informasi mengenai majunya Aziz dalam Pilkada DKI sebelumnya sempat dihembuskan oleh salah seorang koleganya di Golkar, Tantowi Yahya.

Aziz menegaskan informasi tersebut tidak benar. Saat ini, dia mengaku akan tetap fokus dalam persiapan nyalon sebagai ketua umum Golkar dalam Munaslub yang rencananya akan digelar, Mei mendatang.

"Saya tegaskan saya tetap maju sebagai kandidat Ketua Umum Partai Golkar", kata Aziz Syamsuddin kepada wartawan, Jumat (22/4).
"Dan saya mempunyai keteguhan hati!", tegasnya.

Dalam sebuah pemberitaan media nasional, Tantowi yang Ketua DPP Golkar itu menyebutkan bahwa selain Aziz, nama Idrus Marham juga ikut dilirik oleh partai. Adapun penyaringan baru akan dibuka pasca Rakerda Golkar, Februari 2017.

Readmore »

Kamis, 21 April 2016

Kartini Masa Kini, Dalam Memajukan Pendidikan Yang Lebih Baik

Perjuangan Raden Adjeng Kartini/Raden Ayu Kartini (RA. Kartini), salahsatunya adalah niat dan tekad untuk memajukan perempuan Indonesia melalui jalur pendidikan, Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia ini, berjuang agar  wanita Indonesia yang saat itu, hanya melayani suami di rumah, RA. Kartini berjuang agar Wanita bisa  memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum. Dan cita-cita Kartini itupun saat ini telah terwujud, dengan banyaknya Wanita yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga Doktor maupun Proffesor, demikian juga jabatan strategis baik di Eksekutif/Pemerintahan, Legeslatif, Yudikatif  maupun di Dunia Usaha.

Perjuangan Raden Adjeng Kartini kini juga diteruskan oleh para Guru serta Kepala Sekolah di SMKN 48 Jakarta, dimana Kepala Sekolahnya adalah seorang Perempuan, demikian juga guru di SMKN 48 Jakarta, sebagian besar adalah kaum Wanita, bagaimana melalui peningkatan kualitas pendidikan, dapat menciptakan Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas, Berbudi Luhur, beraklak baik, menguasai IPTEK, Cinta Tanah Air dan berjiwa patriot.


Disela acara Peringatan Hari Kartini, Kepala Sekolah SMKN 48 Jakarta, Yayah Nur Alilyah, S.Pd pada wartawan menjelaskan, bahwa Peringatan Hari Kartini ini harus bisa kita maknai, khususnya bagi siswa perempuan untuk lebih bersemangat lagi dalam belajar, dimana kaum perempuan telah memperoleh hak sederajat dengan kaum laki-laki, untuk memperoleh pendidikan hingga ketingkat yang lebih tinggi, kesempatan ini agar tidak disia-siakan.

Keteladanan RA. Kartini untuk terus belajar dan belajar, serta memperjuangkan emansipasi wanita, juga diharapkan dapat menumbuhkan motivasi semangat Kartini, agar dapat menjadi pendorong bagi siswa-siswi, untuk terus berkarya dan berprestasi mengisi pembangunan Indonesia kedepan, Ungkap Yayah Nur Aliyah.


Berbagai kegiatan digelar di SMKN 48 Jakarta, mulai dari Lomba Berbusana Kebaya, Lomba Baca Puisi, Lomba Paduan Suara Lagu-lagu Perjuangan, Lomba Olahraga maupun Lomba Masak untuk menumbuhkan kebersamaan siswa dengan guru dan wali kelas.



Readmore »

Rabu, 20 April 2016

Museum Listrik dan Energi Baru Peringati HUT KE 21 dan TMII ke 41

Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kini terus berupaya mensosialisasikan diri pada masyarakat luas, bangunan megah yang menyimpan benda-benda laboratorium kelistrikan dan sejarah listrik di Indonesia tersebut,  jangan sampai mubajir. oleh sebab itu dalam memperingati HUT ke 21 Museum LEP dan memperingati hari jadi TMII ke 41 tahun ini, Museum LEB menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar SD, SMP hingga SMA/K.

Menurut Kepala Pusdiklat PLN, Wisnue Satrijono, bahwa Museu Listrik dan Energi Baru ini dibangun disamping sebagai sarana wisata, tetapi juga wahana edukasi pendidikan tentang kelistrikan, selama ini juga digunakan untuk pegawai PLN meningkatkan kompetensi.dalam bidang pengoperasian penyediaan tenga listrik, mengopersikan dan memelihara tenaga listrik.

Museum Listrik dan Energi Baru terus mengkomunikasikan terhadap masyarakat, tentang bagaimana listrik itu dibangun, bagaimana proses hingga menimbulkan energi listrik, serta disalurkan ke masyarakat, bagimana dengan listrik bisa mensejahterakan masyarakat dan bermanfaat untuk kehidupan yang lebih baik, tegasnya.

Dengan mengajak siswa-siswi, kita ingin memberikan edukasi dan informasi bahwa betapa pentingnya listrik untuk kehidupan di dunia ini, sehingga diharapkan siswa-siswi juga dapat menggunakan listrik secara hemat, serta diharapkan kedepan mereka dapat tertarik untuk bekerja dibidang kelistrikan, karena sebagaimana program Presiden Jokowi, telah mencanangkan penambahan listrik hingga 35.000 mega wat, ini kedepan kita akan banyak membutuhkan tenaga-tenaga muda untuk menangani kelistrikan di Indonesia, ungkap Wisnue Satrijono.


 Saat disinggung akan Pasar Bebas Asean atau Masyarakat   Ekonomi Asean (MEA), Wisnue menegaskan, bahwa program yang dilakukan adalah memberikan sertifikasi pada mitra PLN dan tehnisi pemeliharaan, agar mampu bersaing dengan perusahaan dari luar, dan untuk siswa SMK Teknik, khususnya jurusan Teknil Listrik, pihak PLN sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk memasukkan Pendidikan Pembangkit Tenaga Listrik dalam Kurikulum Pendidikan SMK Teknil Lestrik, dan PLN juga memberikan kesempatan pada siswa kelas 11 untuk magang di PLN, sehingga saat mereka lulus sudah memperoleh tambahan sertifikasi tenaga kelistikan, sehingga diharapkan setelah lulus SMK Teknil Listrik sudah bisa bekerja di PLN maupun Mitra PLN yang bergerak dibidang perawatan maupun instalasi listrik, tegasnya.
Readmore »

Senin, 18 April 2016

"Wanita Emas" Serahkan Formulir Pendaftaran Cagub, Ke DPD PDIP

Wanita Pengusaha Hasnaeni Moein, yang juga dikenal dengan julukan “wanita emas” setelah mendeklarasikan diri siap maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, pada Pilkada DKI 2017 mendatang, kini terus melakukan pendekatan ke beberapa Partai Politik, dan siap memaparkan visi, misi maupun program kerja jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Salahsatu Parpol yang di sambanginya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dimana Partai yang di komandoi oleh Tokoh Nasional mantan Presiden RI ke 5, Megawati Soekarnoputri tersebut, telah membuka pendaftaran pada Putra-putri terbaik bangsa, untuk mengikuti seleksi Calon Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan.

Pada Senin (18/4), Hasnaeni disambut oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan, Ady Wijaya untuk mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur DKI Jakarta, dan siap untuk mengikuti proses seleksi berikutnya.

Hasnaeni juga merasa terhormat bisa menjadi bakal calon Gubernur dari PDI Perjuangan. Suatu kehotrmatan bagi saya bisa mendaftar di PDI Perjuangan. Mudah-mudahan dapat dukungan, karena PDI-P satu-satunya partai yang bisa mengusung sendiri.

Hasnaeni berharap partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu dapat mengusung dirinya menjadi orang nomor satu di DKI. “Semoga saya bisa dapat dukungan dari PDIP karena kita lihat ibu Megawati wanita hebat dan bertangan dingin jadi saya harus banyak belajar dari beliau, terbukti beliau sudah mencetak Presiden dan beberapa Kepala Pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Ia mengaku, tidak mengkhawatirkan pesaing-pesaing politiknya yang juga akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 karena itu berarti memberikan ruang lebih luas bagi warga Ibu Kota untuk memilih pemimpinnya.

Mengenai calon wakil gubernur, Hasnaeni menyatakan kesediaannya dipasangkan dengan siapapun. “Kalau saya terserah partai dan masyarakat, yang penting kita menginginkan pemimpin yang harus bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat,” katanya.

Sementara Bendahara DPD PDIP DKI Jakarta, Ady Wijaya, setelah menerima formulir dari Hasnaeni di kantor DPD PDIP Jakarta pada wartawan menjelaskan, bahwa Ibu Hasnaeni merupakan peserta seleksi Calon Gubernur DKI Jakarta, yang pertama menyerahkan berkas administrasi, diantara 23 Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, mudah-mudahan ibu terpilih sebagai Calon Gubernur dari PDI Perjuangan, paparya. (Nurul).

Readmore »