Pelantikan Mahasiswa Baru UNINDRA PGRI, Upaya Pengenalan Proses Akademik


Selama ini banyak Universitas dalam memperkenalkan dunia kampus pada mahasiswa baru dengan kegiatan ospek/penggojlogan, namun demikian, hal tersebut tidak dilakukan di Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta, menurut Rektor UNINDRA, Dr. H Sumaryoto, SE,MM, hal tersebut sudah tidak dilakukan cukup lama, dan untuk pengenalan dunia kampus, pihaknya lebih memilih dengan bentuk pembekalan mahasiswa baru, untuk mengarungi kegiatan perkuliahan.
Acara Pelantikan Mahasiswa Baru yang digelar di Gedung Bapra Marinir Cilandak kali ini, pihaknya lebih menitikberatkan pada pengenalan proses akademik, karena kegiatan perkuliahan sangat berbeda dengan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk memperkenalkan dunia kampus pada para mahasiswa baru, bagaimana mereka dapat mengetahui lebih dalam tentang selukbeluk perkuliahan, baik masalah SKS atau masalah akademik lainnya, sehingga mereka nanti betul-betul siap untuk menempuh proses belajar mengajar di Universitas Indraprasta PGRI. Apalagi mereka saat ini akan beralih tataran belajar dari SMA/K ke Perguruan tinggi, kalau mereka tidak dibekali, saya kawatir nanti mereka banyak waktu terbuang, hanya untuk menyesuaikan diri dalam proses akademik maupun memahami situasi di kampus dengan situasi di sekolah.
Seluruh peserta Pelantikan Mahasiswa Baru saat ini berjumlah 7.196 mahasiswa, dan jumlah mahasiswa baru mengalami kenaikan 40,22 % jika dibandingkan dengan tahun lalu, dimana tahun lalu jumlah mahasiswa baru 5.322 orang, angkatan 2009 ini, 71% adalah lulusan SMA/K, sementara 29% adalah mahasiswa program Ekstensi, yang telah bekerja, tingginya kerpercayaan masyarakat untuk belajar di Unindra PGRI ini, menurutnya taklain, karena adanya kemudahan, khususnya dibidang pembiayaan perkuliahan yang sangat terjangkau masyarakat.
Sementara menanggapi akan kemajuan tehnologi saat ini, Dr H Sumaryoto mengaku untuk menunjang proses pembelajaran di Unindra PGRI, pihaknya telah menyiapkan fasilitas sesuai dengan kemampuan yang ada, sehingga para Mahasiswa bisa ikut menanfaatkan tehnologi dalam proses belajar mengajar saat ini, namun demikian pihaknya tetap lebih mengedepankan masalah moral, sehingga di kampus nanti mereka akan memperoleh mata pelajaran agama dua semester, dan Unindra PGRI juga mulai merintis untuk menjadikan Mahasiswa yang mandiri, dengan penambahan matakuliah “Wirausaha” selama dua semester.
Sesuai dengan misinya, Unindra PGRI ingin menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berperan aktif dalam pembangunan pendidikan nasional, melalui pengembangan sumber daya manusia profesional yang berwatak mandiri, peduli dan kreatif serta adaptif dengan perkembangan global. Bagaimana kedepan lembaga ini dapat membina dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tenaga akademik yang professional dan kegiatan yang integral dalam bentuk pengabdian masyarakat. Dengan proses pembelajaran yang baik, Unindra PGRI terus berupaya menghasilkan tenaga yang profesional dalam berbagai bidang kependidikan dan non kependidikan yang dilandasi watak kreatif, inovatif, mandiri, dan peduli. tegas Dr. H Sumaryoto, SE, MM





Readmore »

Paduan Suara STIETN Raih Juara Favorit


Dalam Ajang Adu Vokal 2009, tingat remaja se-DKI Jakarta, menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 64, yang digelar Universitas Sahid Jakarta beberapa waktu lalu, kelompok Paduan Suara STIE Tunas Nusantara berhasil meraih Juara Favorit, kesuksesan tersebut, taklain karena kampus pelopor Wirausaha tersebut memiliki kepedulian tinggi dalam turutserta melestarikan budaya asli Indonesia.

menurut Ketua Tim Paduan Suara STIETN, Sigit Slamet Raharjo, bahwa personil Paduan Suara STIETN ada 8 orang, yaitu Okky Ramli Bakrie, Yoanita Nur Radillah, Aryan Abdul Madjid, Sigit Slamet Raharjo, Supriadi Prastian, Ulfa Dwi Ningtias, Eka Septian dan Asep Rizwan tersebut merupakan binaan dari Yan Medya Putri,SE, M. Ak salahsatu dosen di STIE Tunas Nusantara, grub paduan suara ini memang belum lama dibentuk, namun dengan kemampuan mahasiswa dibidang seni tersebut, telah membuat paduan suara ini lebih kompak.

Beberapa lagu yang dibawakan juga lagu daraeh, sementara Busana adat Papua yang dikenakan, juga sebagai bentuk kecintaan akan busana daerah, karena pakaian adat seperti ini, hanya ada di Indonesia, kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi ?, tegas Sigit Slamet Raharjo, saat ditemui wartawan disela acara tersebut. (Sos).





Readmore »

Polres Jaktim Gelar Olahraga Bersama



Setelah beberapa bulan menyelesaikan tugas dalam pengamanan Pemilu serta Pemilihan Presiden RI, tahun 2009, bertempat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), jajaran Kepolisian Resort Jakarta Timur, bersama jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, serta Angkatan Darat dan Angkatan Udara menggelar kegiatan Lomba Gerak Jalan, acara yang juga dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur serta Ketua Pengadilan Negeri Jaktim tersebut, dibuka secara resmi oleh Walikita Jakarta Timur, H Murdhani.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Hasanuddin seusai acara tersebut pada wartawan menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi sesama warga dan aparat di Jakarta Timur, pihaknya sengaja mengundang beberapa anggota TNI yang ada diwilayah Jakarta Timur, seperti anggota Kodim Jaktim, Kopasus dan Angkatan Udara, ini juga sebagai ungkapan terimakasih Kepolisian Jakarta Timur, atas peranserta mereka selama ini dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Timur.

Dengan berolahraga bersama kita juga ingin membangun masyarakat yang sehat jasmani dan rohani, dengan mereka berolahraga maka tubuh juga akan menjadi sehat, sehingga setelah berolahraga mereka dapat kembali bekerja dengan baik. Duakuinya kegiatan seperti ini adalah kegiatan pertama kali, dan kedepan diharapkan panitianya dapat dilakukan secara bergantian, apakah dari jajaran Pemkot Jakarta Timur, Kodim Jaktim atau dari AU, kita akan menyambut baik, dan Polres siap berpartisipasi, tegas Kombes Pol Hasanuddin.

Seusai mengikuti Gerak Jalan, seluruh peserta bertempat di Parkit Utara TMII, mereka dihibur dengan musik dangdut, tak ketinggalan Walikota Jakarta Timur H Murdhani, berkenan membawakan lagu-lagu dangdut, demikian juga Kapolres Jaktim, Kombes Pol Hasanuddin membawakan lagu Pop berjudul “Bento” karya Iwan Fals, sehingga suasana menjadi meriah. Puluhan door price mulai dari barang elektronik, sepeda gunung, HP hingga TV berwarna dan Kulkas diundi bagi peserta, wajah ceria terlihat dari awal hingga acara usai. (Pry).





Readmore »

H Probosutedjo Renovasi Masjid Al-Hidayah Sunan Giri


Setelah memperoleh ijin dari Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, pada Sabtu (21/8), Yayasan Diponegoro Jakarta melakukan renovasi Masjid Al-Hidayah yang ada di jalan Sunan Giri, dan berada dilingkungan pendidikan Diponegoro Jakarta Timur, berkenana meletakkan batu pertama, adalah Pengusaha Nasional, H Probosutedjo, yang juga adik Presiden RI pertama HM. Soeharto (Pendiri Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila).

Didepan para wartawan, H Probosutedjo berharap, agar Masjid Al-Hidayah yang akan direnovasi dua lantai, dimana lantai atas digunakan untuk Sholat, dan lantai dua untuk kegiatan kesiswaan dan masyarakat tersebut, dapat benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat secara luas, apalagi dengan bangunan baru yang lebih bagus, diharapkan juga akan lebih nyaman untuk digunakan, selain untuk tempat ibadah, juga diharapkan menjadi pusat kehidupan komunitas muslim. Seperti kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an.

Dalam pesannya H Probosutedjo juga meminta agar kubah Masjid ada 5, satu kubah ditengah besan, dan disudut ada 4 kubah, menurutnya angka lima melambangkan Pancasila, sebab Pacasila adalah dasar negara Republik Indonesia serta satu-satunya idiologi nasional bangsa Indonesia, seluruh dana renovasi akan ditanggung H Probosutedjo, uang yang digunakan adalah hasil jerih payah selama ini, sehingga dirinya berharap masyarakat luas juga dapat memanfaatkan Masjid ini, pinta H Probosutedjo.

Sementara Pembina Yayasan Diponegoro, Prof. DR H Arief Rahman, M.Pd menambahkan bahwa, setahun lalu, bapak Probosutedjo sudah memberikan dana untuk renovasi,senilai 100 juta rupiah, namun belum digunakan, dan pemugaran baru bisa dilakukan tahun ini, dan pak Probo sudah berjanji akan mendanai pemugaran Masjid Al-Hidayah ini hingga selesai, dan karena tempat ibadah ini dibangun sudah sejak tahun 1971, maka perlu direnovasi total, agar disamping untuk tempat ibadah, juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain, kita bersyukur pak Probo bersedia membiayai hingga selesai.

Bangunan Masjid yang ada di depan, diharapkan anak-anak didik, hatinya juga terpaut pada rumah Allah, saya yakin kalau anak dekat dengan Masjid, maka akan menjadi anak yang baik, sehingga kedepan menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. dan Allah juga sudah menetapkan, Aku akan berikan tempat khusus bagi anak muda yang hatinya terpaut pada Masjid, ini hukumnya yang harus kita sukseskan, dan kegiatan Masjid ini juga harus dimaksimalkan, kita akan lakukan kajian-kajian Islam, Seminar, penelitian Islam, serta sosialisasi tentang HIV/AIDS dan Narkoba, bagaimana hal-hal negatif dapat digempur dari masjid ini, sehingga Masjid bisa menjadi kegiatan Primer sementara kelas menjadi kegiatan sekunder, papar H Arief Rahman.

Sementara menaggapi akan hikmah Ramadhan terhadap Pendidikan, Pakar pendidikan ini menegaskan, bahwa saat Ramadhan tiba, didalam pendidikan harus ada nilai tambah, kecerdasan spriritual, yang pertama bagaimana siswa memiliki keyakinan bahwa Allah itu ada, dan Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga iman anak-anak didik akan lebih kuat, yang kedua meraka dalam mengerjakan sesuatu harus dengan nilai ibadah, belajar jangan dianggap sebagai tanggung jawab, tugas yang harus dilakukan, agar berprestasi, tetapi meraka harus menganggap bahwa belajar adalah perintah Tuhan, ketiga harus ada nilai tambah keteraturan dalam beribadah, sebagai umat muslim, sholat lima waktu adalah keharusan, sebab didalam ibadah sholat itu ada kalimat yang sangat unggul bahwa hidupku, matiku,segalaku, ibadahku hanya untuk Allah, dan yang keempat yang harus dikembangkan pelajar adalah tingkat kesabaran yang tinggi, tidak boleh putus asa, kita juga harus toleransi kepada perbedaan, toleransi kepada kekurangan, jadi jangan bersikap seperti teroris kalau ada yang berbeda terus dibunuh, bahkan membunuh diri sendiri, oleh sebab itu di bulah suci Ramadhan saat ini, kita harus mengambil hikmah, bahwa umat Islam harus meningkatkan toleransi kepada perbedaan itu, Tuhan telah berfirman, bahwa “Aku jadikan kau bersuku-suku, dan berbahasa yang berbeda-beda, agar kau saling mengenal”. Dan didalam bulan puasa ini kita juga harus banyak bersyukur, insyaallah dengan banyak bersyukur, kita terus mendapatkan nikmat dari Allah SWT, sehingga setelah kita menjalankan ibada puasa, kita akan menjadi orang yang bertaqwa, papar Dr H Arief Rahman, M.Pd (Ul)




Readmore »

Menkominfo Lantik Pejabat Eselon I


Sesuai dengan Keputusan Presiden RI, yang telah menetabkan beberapa pejabat eselon I, Departemen Kominfo, bertempat di Gedung Serbaguna,pada Jumat (21/8), Menkominfo, M Nuh secara resmi melantik beberapa pejabat eselon I, dan menggantikan pejabat lama, dimana Sekjen Depkominfo yang dahulu dipegang Dr. Ir. Ashwin Sasongko, M.Sc kini diserahterimakan kepada Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA yang sebelumnya menjabat Dirjen Postel, dan poisis Ashwin Sasongko kini menjabat Dirjen Aplikasi Telematika.
Ir Cahyana Ahmadjayadi yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Aplikasi Telamatika menempati pos baru menjadi Kepala Badan Litbang SDM, demikian juga Drs. Freddy H. Tulung, MUA yang sebelumnya menjabat Plt. Direktur Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi kini menduduki jabatan Kepala Badan Informasi Publik.
Pejabat lain yang dimutasi adalah Dr. Suprawoto, SH, M.Si dari Kepala Badan Informasi Publik menempati posisi Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat dan Aizirman Djusan, MSc. Econ yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Litbang SDM kini menduduki posisi Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kemitraan.
Sementara dalam sambutannya, Mohammad Nur menegaskan, bahwa pergantian pimpinan pada jajarannya merupakan hal yang biasa, pergantian pejabat merupakan bentuk penyegaran serta membuka peluang untuk munculnya ide-ide baru, yang kesemuanya itu dilakukan untuk menumbuhkan kinerja kelangsungan organisasi.
Dalam pesannya Menkominfo juga meminta agar para pejabat baru untuk kerja keras, karena pekerjaan telah menanti, yang pertema masalah penyusunan regulasi baik dalam bentuk RUU, RPP serta Permen tantang konsekuensi konfergensi masalah RUU Multi Media, IPDP, Ciber Crime, Tivi Digital serta yang lain, dan dalam waktu dekat sangat diperlukan adanya optimalisasi Sumber daya informatika, baik berupa frekuensi maupun nomor, serta menciptakan iklim yang kondusif dibidang telekomunikasi maupun IT, khususnya dalam menumbuhkan ekonomi kreatif.
Saat ini juga perlu adanya upaya peningkatan aksen informasi dan pemanfaatannya, serta melakukan penataan organisasi/restrukturisasi atas jawaban adabtabilitas terhadap konvergansi, serta perlu adanya kerjasama dengan organisasi yang lain seperti Dewan Pers, KPI serta yang lain, guna mendorong kualitas penyiaran, tegas M Nuh.





Readmore »

Universitas Tama Jagakarsa Wisuda Sarjana dan Diploma


Setelah menempuh pembelajaran, beberapa mahasiswa Universitas Tama Jagakarsa bertempat di Balai Sudirman Jakarta, mengikuti prosesi pelantikan kelulusan (Wisuda), acara tersebut juga dihadiri keluarga wisudawan yang membuat suasana menjadi lebih haru dan khidmat.

Menurut Rektor Universitas Tama Jagakarsa, Dr.H.M Noor Sembiring, SE, MM bahwa Wisuda kali ini diikuti oleh 565 wisudawan, dan diantaranya 42 orang lulusan S2 dan 10 orang dari Magister Hukum, dengan makin banyaknya tenaga professional dibidang masing-masing akademik, diharapkan mereka dapat berkiprah ditengah masyarakat, sehingga dapat turutserta membangun bangsa dan Negara.

Pada wartawan H.M Noor Sembiring juga mengaku, persaingan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi saat ini cukup ketat, apalagi diera globalisasi juga telah dibuka invetasi, untuk PMA pada dunia pendidikan, namun demikian pihaknya terus membangun sarana pendukung pendidikan, seperti Laboratorium, Sarana Olahraga serta penambahan Gedung yang memadai.

Yang tidak kalah penting, menurutnya adalah meningkatkan peran seluruh alumni Universitas Tama Jagakarsa untuk bersama-sama membangun almamaternya, bagaimana mereka yang telah bekerja serta memiliki usaha, untuk dapat memberikan akses kerja pada adik-adiknya, oleh sebab itu pihaknya juga sering mengundang para alumni serta menggelar acara Temu Alumni untuk bersama-sama mengembangkan Universitas Tama Jagakarsa, papar HM Noor Sembiring.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Yayasan Pendidikan Jagakarsa, Prof. Drs.H Tama Sembiring, SH, MM, sebagai pendiri pihaknya akan terus mengembangkan Universitas Tama Jagakarsa agar maju dan jaya, bagaimana kedepan Universitas Tama Jagakarsa bias menjadi Perguruan Tinggi, yang mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan profesional serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan lingkungan dan mampu mengamalkan secara ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan nasional.

Untuk membantu masyarakat kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, Yayasan Pendidikan Jagakarsa juga memberikan beasiswa melalui program Amaliah, sampai mereka lulus, baik pada jurusan Ekonomi, Hukum maupun teknik, ini wujud kepedulian pada mereka yang berprestasi namun kurang mampu dalam ekonomi, tegas Prof H Tama Sembiring.





Readmore »

Museum Listrik TMII, Wahana Edukasi dan Rekreasi


Museum Listrik yang berada di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, merupakan salahsatu Wahana Edukasi dan Rekreasi yang patut dikunjungi setiap siswa-siswi, karena dengan mempelajari keberadaan koleksi Museum Listrik, maka kita akan lebih mengenal wawasan tantang kelistrikan dan energi, namun demikian dorongan dari para guru sekolah, sebagai pembimbing siswa, sangat dibutuhkan agar anak didik benar-benar mampu memahami akan manfaat serta proses energi serta listrik yang ada di sekitar kita, oleh sebab itu Manajemen Museum Listrik TMII, beberapa waktu lalu mengundah seluruh guru bidang studi IPA untuk lebih mengenal berbagai koleksi yang ada di Museum Listrik.

Menurut Kepala Museum Listrik TMII, Drs. Soetrisno Hadi Sastro, MM bahwa kehadiran para guru ini sangat penting, kita sengaja mengundang mereka agar mereka kenal dengan Museum Listrik, karena pada kenyataannya banyak guru-guru, khususnya yang ada di DKI Jakarta ini, belum mengetahui akan keberadaan Museum Listrik beserta isinya, padahal Museum Listrik dapat membantu para guru untuk menyampaikan ilmu pendidikan, yang berkaitan dengan listrik dan energi.

Sebagai sarana edukasi, Museum Listrik dan Energi Baru, memberikan anda pengalaman berpetualang, belajar dan berekreasi untuk mengenal wawasan tentang listrik dan energi disekitar kita, dengan fasilitas yang ada, Museum Listrik dan Energi Baru, mengambil peranan penting dalam merefleksikan perkembangan teknologi kelistrikan dan energi baru, melalui koleksi yang didapat dan menyajikannya secara interaktif. Dan dengan memahami akan kelistrikan, kita juga berharap para guru dan siswa, akan dapat turutserta dalam melakukan penghematan energi listrik.

Kehadiran para guru, yang diharapkan dapat diikuti dengan kunjungan para siswa, merupakan upapaya untuk lebih memperkenalkan keberadaan Museum Listrik ke sekolah, hal tersebut juga sesuai dengan misi Museum Listrik, dalam enjadikan Museum sebagai sumber informasi Ilmu Pengetahuan, Energi & Teknologi Kelistrikan, serta berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan peragaan tentang pengetahuan energi yang dilakukan sejak dini kepada generasi muda. Kita juga ingin Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemakaian energi listrik yang aman dan usaha penghematannya., papar Soetrisno.





Readmore »

STIETN Pelopor Program Ikatan Dinas


Kalau selama ini kita mengenal program kuliah dengan ikatan dinas, hanya di beberapa perguruan tinggi negeri, maupun lembaga pendidikan tinggi lain, dibawah binaan departemen, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Akademi Kepolisian, Sekolah Tinggi Perhubungan, Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Dalam Negeri (STPDN), serta beberapa akademi lainnya, namun kini Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tunas Nusantara (STIETN) telah melakukan gebrakan, dengan meluncurkan program Ikatan Dinas, bagi Mahasiwa baru.

Ketua STIETN, Iwan Darmawansyah, SE, MM,Ak saat ditemui wartawan di kampus STIETN, jalan Budi no.21 Dewi Sartika, Cawang Jakarta Timur, menegaskan, bahwa Program Ikatan Dinas, merupakan terobosan baru, ditengah sulitnya para lulusan SMA/K untuk study lanjut, ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena kondisi ekonomi orang tua, serta tingginya biaya kuliah selama ini.

Ikatan Dinas STIETN merupakan program bagi Mahasiswa baru, tahun ajaran 2009 – 2010, untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi di STIETN, namun mahasiwa juga bisa memperoleh penghasilan, dengan magang kerja, di beberapa Perusahaan, yang telah bermitra dengan STIETN, bagi mahasiswa yang diterima dalam program ini, akan kita tempatkan untuk magang kerja, sehingga mereka bisa bekerja dengan memperoleh gaji/penghasilan, serta dapat kuliah gratis di STIETN.

Untuk angkatan I dan II sudah selesai penerimaan, namun untuk gelombang III, kini STIETN membuka kesempatan bagi lulusan SMA/K atau Madrasah yang berprestasi, untuk mengikuti seleksi, dan pendaftaran akan ditutup pada 15 Agustus 2009, perekrutan mahasiswa baru ini, akan dilakukan bertahap, mulai dari tes seleksi tertulis, wawancara, maupun uji kompetensi.

Selama ini para peserta program ikatan dinas, ditempatkan di costamer sevise, perpustakaan, unit kavetaria serta marketing, namun untuk penempatan baru, akan ditempatkan di bisang IT serta pusat pelatihan komputer dan lembaga kursus/bimbingan belajar, terobosan ini sangat inovatif serta akan memberikan banyak manfaat, karena ditengah sulitnya siswa untuk kuliah, STIETN justru memberiken kesempatan mereka yang berprestasi untuk kuliah gratis, serta memberikan mereka kesempatan kerja dengan memperoleh uang saku/gaji, serta setelah lulus kuliah, bisa langsung diterima kerja pada perusahaan yang bersangkutan, sehingga program ini juga dapat membantu Pemerintah, mengurangi pengangguran serta menyiapkan SDM yang berkualitas.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, STIETN juga membuka kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang konsen dengan dunia pendidikan, untuk memberikan beasiswa pada karyawannya untuk study lanjut/kuliah, serta lembaga kemasyarakatan maupun paguyuban, untuk menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anggota paguyuban, kita mengundang semua pihak, untuk bersama-sama menyiapkan SDM generasi bangsa yang ungul, profesinal, handal dan amanah, tegas Iwan Darmawansyah, SE, MM, Ak


Readmore »

Mendiknas Buka Jambore UKS Tingkat Nasional II


Jambore Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat nasional ke II, yang digelar setiap dua tahun sekali, digelar di Taman Mini Indonesia Indah, acara yang diikuti oleh 800 siswa dari 33 Provinsi tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Nasional, Prof.DR Bambang Sudibyo. Serta dihadiri beberapa pejabat Depdiknas, Depkes, Depag serta Departemen Dalam Negeri.

Dalam sambutannya, Mendiknas menegaskan, bahwa pihaknya mendorong segala upaya, untuk membina dan mengembangkan UKS, melalui Jambore UKS seperti ini, dirinya berharap agar, bagaimana kedepan para siswa dapat melaksanakan Trias Program UKS, yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan serta Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar dengan baik.

“Marilah kita budayakan untuk senantiasa hidup sehat, bersih serta menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, sehingga proses belajar mengajar di sekolah dapat optimal, sehingga kedepan, pendidikan akan mampu menjadikan generasi bangsa yang berkualitas, secara intelaktual, fisik, mental dan sosial, serta memiliki daya saing, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua pantiia Jambore UKS tahun 2009, yang juga Kepala Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas, dr. Widaninggar, W, M.Ed. bahwa Jambore UKS merupakan upaya untuk memotivasi serta mendorong, kader UKS disekolah agar lebih berkualitas, serta bagaimana kedepan program Usaha Kesehatan Sekolah bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama, sehingga nanti sekolah-sekolah sehat di Indonesia.

Kegiatan ini juga sebagai ajang kompetisi untuk menunjukkan ketrampilan sebagai kader kesehatan sekolah, acara yang diikuti oleh para siswa-siswi dari berbagai darah di Indonesia ini, juga diharapkan dapat meningkatkan talisilaturahmi sesame pelajar, sehingga terbangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa, diantara generasi bangsa, tegas dr Widaninggar.

Semantara ditempat yang sama, wakil Bupati Buleleng, Drs Made Arga Piratih yang juga ketua tim rombongan peserta Jambore Nasional UKS mengaku, bahwa lomba UKS di Provinsi Bali, telah digelar secara berjenjang, baik ditingkat Kabupaten/Kota serta Provinsi tentang kenyamanan sekolah, dan peserta dari Bali dalam Jambore UKS tingkat nasional 2009 ini, adalah pemenang dalam lomba UKS tingkat Provinsi, dan untuk mensukseskan program UKS, Provinsi Bali juga senantiasa melakukan koordinasi masing-masing pimpinan daerah, akan pentingnya daripada anak didik, untuk memahami agar hidup sehat disekolah, sehingga Trias UKS dapat terealisasi.

Khusus untuk Kabupaten Buleleng, yang wilayahnya masih berupa hutan, Pemerintah darah senantiasa mengajak anak didik, mulai dari TK hingga SMA/K agar memahami akan arti pentingnya UKS, bagaimana dapat mempraktekan teoritis UKS tersebut, karena Buleleng daerahnya hujau, maka kita ajak anak-anak, untuk bersama-sama melestarikan hutan, dan untuk Usaha Kesehatan Sekolah, pihaknya juga terus mensosialisasikan pada anak, akan bahaya Narkotika serta HIV/AIDS, agar anak-anak tetap menjaga kebersihan untuk hidup sehat di rumah dan sekolah, papar Made Arga Piratih




Readmore »

YASPEN Tugu Ibu Dukung Program Pemerintah


Yayasan Pendidikan Nasional (YASPEN) sebagai salahsatu Yayasan yang konsen terhadap pendidikan serta kesehatan anak bangsa, dengan mengelola Sekolah maupun Rumah Sakit Tugu Ibu, kini terus meningkatkan kiprahnya di masyarakat, salahsatu Organisasi Kemasyarakatan yang dibentuk, guna membantu masyarakat yang kurang mampu, adalah Generasi Bangsa Anak Semua Suku (GIBASS).

Menurut Ketua Dewan Pembina, yang juga pendiri YASPEN, Drs H Suhaibin Sidi, MBA, bahwa didirikannya Yayasan Pendidikan Nasional Tugu Ibu, merupakan niat dirinya untuk membantu masyarakat, bagaimana usaha yang didirikan, dapat bermanfaat bagi umat, agama, Negara, Nusa dan bangsa, oleh sebab itu beberapa perusahaan yang dimiliki, satu persatu dijual, untuk mendirikan Poliklinik, Rumah Sakit serta Lembaga Pendidikan, mulai dari Sekolah TK, SD, SMP, SMA hingga Akademi Keperawatan dan Kebidanan.

Dengan niat yang luhur ini, maka lembaga pendidikan Tugu Ibu serta Rumah Sakit Tugu Ibu terus mengalami kemajuan, dimana Lembaga Pendidikan Tugu Ibu, meskipun disekitarnya banyak sekolah negeri, namun siswa-siswi yang belajar di Tugu Ibu terus meningkat, demikian juga para lulusan, bisa meneruskan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, bahkan saat Pemerintah memberlakukan Ujian Nasional (UN), dengan nilai rata-rata 5, seluruh siswa lulus 100%, dengan nilai yang memuaskan, ini menunjukkan, kualitas belajar mengajar di Tugu Ibu cukup baik, bahkan saat ini pihaknya juga telah diberi kepercayaan oleh Pemerintah Kota Depok, untuk mendidik para Guru di Depok, untuk menempuh pendidikan Sarjana (S1), untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme para guru di Depok, hal ini juga sebagai bukti kepercayaan masyarakat pada Yayasan Pendidikan Nasional Tugu Ibu.

Sebagai pendiri Rumah Sakit Tugu Ibu, Putra Betawi dari Menteng yang juga pernah menjadi anggota DPRD DKI maupun anggota DPRRI ini, juga mengaku bersyukur bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat Depok dan Jakarta, karena salahsatu misinya adalah menyelamatkan orang, pihaknya selalu menekankan pada seluruh dokter, perawat maupun jajaran rumah sakit, agar menyelamatkan pasien terlebih dahulu, urusan keuangan nomor belakang, yang utama adalah memberikan pertolongan secepatnya pada pasien yang masuk.

Dengan makin tingginya kepercayaan masyarakat, kini Rumah Sakit Tugu Ibu telah memiliki peralatan medis yang cukup canggih, seperti Citiscan maupun peralatan ICU, sehingga RS Tugu Ibu juga menjadi rujukan, bagi pasien dari rumahsakit atau poliklinik lain, di Depok dan Jakarta, serta dapat memberikan kesejahteraan pada seluruh karyawan RS Tugu Ibu, bahkan mereka yang telah bekerja selama 20 tahun, pihak Yayasan juga telah memberangkatkan mereka untuk pergi menunaikan ibadah haji, ini adalah berkah kita semua, tegas H Suhaibin Sidi.

Hal senada juga ditambahkan Direktur RS Tugu Ibu, Dr. Peppy R Firaidie, MM bahwa pihaknya juga menyisihkan sebagian penghasilan karyawan baik dokter maupun perawat, melalui Bin Rois rumah sakit, untuk membantu mereka yang kurang mampu dan anak-anak yatim piatu, dimana anak-anak yatim secara rutin dibantu peralawan sekolah maupun beasiswa, bahkan untuk lebih membantu Pemerintah Daerah baik di Jakarta Timur maupun Depok, RS Tugu Ibu telah bekerjasama dengan GIBASS, untuk memberikan penyuluhan kesehatan, seperti bantuan penyemprotan nyamuk atau fogging ke masyarakat, dan dengan dibentuknya pengurus GIBASS di daerah Depok, diharapkan kedepan kiprah GIBASS semakin besar.

Untuk membantu warga kurang mampu, RS Tugu Ibu juga melayani program Pemerintah melalui Askeskin serta Jamkesmas, ini semua dilakukan sesuai petunjuk dewan pendiri, untuk menolong pasien, menyelamatkan nyawa, dan untuk mereka yang kurang mampu tetapi tidak memiliki Gakin, Jamkesmas, atau Askeskin, maka rumah sakit juga memberikan potongan biaya, sehingga apabila dilihat angka, RS Tugu Ibu pada 12 rumah sakit, di Jakarta, Depok dan Bogor, selama 2 tahun telah membantu masyarakat melalui Jamkesmas, senilai 6 milyar, ini adalah misi sosial, dan untuk kegiatan sosial rumah sakit, disamping bekerjasama dengan GIBASS juga melibatkan Bin Rois, papar dr Peppy.



Readmore »

Yayasan Diponegoro Terima Kunjungan Rektor Dari Amerika


Bersamaan dengan kegiatan doa bersama, untuk keamanan dan keselamatan bangsa, khususnya DKI Jakarta, Yayasan Diponegoro Jakarta Timur, menerima kunjungan secara resmi, beberapa Rektor dari Universitas ternama dari Amerika, dalam acara tersebut juga digelar dialog antara siswa-siswi SMA Diponegoro dengan para rektor.
Penasehat Yayasan Diponegoro yang juga pakar pendidikan, Prof. Dr Arief Rachman pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya merasa bersyukur atas kunjungan para rektor dari Amerika serta Atase Kebudayaan Washington mewakili Indonesia, kehadiran mereka di Yayasan Diponegoro adalah atas dukungan dari Direktorat Perguruan Tinggi Depdiknas.

Kunjungan mereka adalah kehormatan bagi Yayasan Diponegoro, karena para siswa bisa bertemu dan berdialog langsung dengan para rektor dari Amerika, bahkan Presiden Institute International Edukation Amerika, mengundang siswa-siswi berprestasi untuk dapat belajar ke Amerika dengan beasiswa, demikian juga Gubernur DKI Jakarta bapak Fauzi Bowo juga telah menyampaikan dukungannya pada siswa yang berprestasi untuk meneruskan ke Amerika.

Sementara menanggapi akan acara Doa bersama untuk keamanan dan keselamatan bangsa dan Negara, yang dilakukan oleh Keluarga besar Yayasan Diponegoro serta masyarakat Jakarta, bersamaan dengan Sholat Jumat berjamaah, Prof Arief Rachman menegaskan, bahwa pihaknya terus berupaya menumbuhkan Perdamaian Dunia melalui Pendidikan, bagaimana anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, untuk tetap cinta perdamaian, tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, bahwa sebagai umat Muslim, kita harus bisa menunjukkan pada dunia, bahwa umat Islam di Indonesia adalah umat yang cinta damai, dan Agama Islam adalah agama yang Rahmatanilallamin, dan bukan agama yang menebar benih-benih terror, “Sebagai Gubernur DKI, saya menyampaikan terimakasih pada seluruh jamaah yang telah mendoakan keamanan dan keselamatan kota Jakarta, serta atas dukungannya sehingga kondisi Jakarta yang dapat kembali pulih seperti sediakala, karena terror memang bisa terjadi di mana saja, bukan saja di Indonesia, tetapi juga di Negara lain”, paparnya.

Orang nomer satu di ibukota Jakarta ini, juga mengajak siswa-siswi SMA Diponegoro, dan masyarakat secara luas, agar tidak tergoda serta mudah terbawa isu-isu yang tidak bertanggung jawab, karena ada isu orang yang bartanggung jawab atas kejadian JW Mariot dan Ritz Carton, pada salahsatu blog di internet, sekali lagi, terror tidak bisa diberikan toletansi, harus bersama-sama memeranginya, agar terror jangan tumbuh di Indonesia, juga pada diri kita, mari kita tunjukkan, agama Islam adalah agama yang membawa keberkahan, mari kita jaga lingkungan kita, sekolah kita, serta jaga diri kita masing-masing, ajak Bang Foke.





Readmore »

Sudinsos Jakpus Gelar Bimbingan Sosial Penyandang Cacat dan Varia


Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang – Undang No.4 tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat, Pemerintah berkewajiban membina dan membantu para penyandang cacat, dan bertempat di Hotel Grand Menteng Matraman Jakpus, Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, menggelar kegiatan Bimbingan Sosial Penyandang Cacat dan Varia, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Jakpus Drs A.Syarifudin, MSi.
Dalam sambutannya A Syarifudin meminta pada para penyandang cacat agar tidak berkecil hati, karena mereka juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh mereka yang tidak memiliki kekurangan secara fisik (normal), oleh sebab itu melalui bimbingan ini, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk menimba ilmu serta berkarya, ini semua adalah ujian, namun bagaimana kedepan agar kita terus berkarya.
Sebagai pimpinan wilayah Jakarta Pusat, dirinya juga berpesan pada para penyandang cacat, agar dibulan Ramadhan ini, mereka tidak turun ke jalan meminta-minta, serta jangan mengajak saudaranya yang ada di daerah ke Jakarta, karena Jakarta penuh tantangan dan tidak enak, Paparnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kasudin Sosial, Ika Lestari Aji, SE,MM bahwa bimbingan sosial ini juga sebagai upaya memotivasi para penyandang cacat, agar memiliki keyakinan, bahwa dirinya mampu untuk berkarya sebagaimana masyarakat yang lain, Sudinsos Jakpus juga secara rutin membantu para penyandang cacat maupun varia, dan unuk kali ini pihaknya disamping melatih mereka dalam bidang ketrampilan, tetapi juga memberikan bantuak peralatan.
Sudinsos Jakpus juga terus berupaya membantu para penyandang tuna, baik itu tuna netra, tuna rungu serta penyandang cacat fisik, agar seluruh instansi terkait mau peduli dengan mereka, bagaimana mereka memperoleh kesempatan yang sama dalam aspek kehidupan, karena UU tantang penyandang cacat juga mengamanatkan semua perusahaan untuk mempekerjakan mereka, minimal 1% dari jumlah pekerja, sesuai dengan ketrampilannya, tegas Ika Lestari Aji.
Sementara panitia Bimbingan yang juga Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Sudinsos Jakpus, Andi Muchdar pada wartawan menjelaskan, bahwa kegiatan kali ini diikuti oleh 100 orang, dimana varia 50 orang, dan penderita tuna 50 orang, sementara bantuan kali ini berupa Kursi Roda sebanyak 16 buah, Kaca Pembesar untuk 30 orang, Alat Bantu dengan 20 buah, Kaki Palsu 4 buah serta Al Quran Braile sebanyak 4 buah, dengan bantuan alat ini, diharapkan aktifitas mereka sehari-hari bisa lebih meningkat.
Disamping kegiatan hari ini, Sudinsos juga telah memberikan pelatihan pada mereka sesuai kemampuannya, dimana untuk varia telah dilatih kursus salon, dan penderita cacat dilatih servis HP maupun servis elektronika lainnya, dan untuk tuna netra kita tingkatkan pengetahuan tentang pijat refleksi dan kesehatan, dan untuk mendukung usaha mereka, Sudinsos juga bekerjasama dengan pihak lain, untuk memberikan permodalan untuk usaha produktif, dan kita terus memonitor serta membantu menejemen, bagaimana mereka bisa berkarya, dan mampu menghidupi dirisendiri dan keluarganya, tegas Andi Muchdar.






Readmore »

Mendiknas Buka Jambore UKS Nasional II

Mendiknas Bambang Sudibyo bertempat di anjungan Lampung TMII berkenan membuka secara resmi Jambore UKS Nasional ke II. kegiatan kali ini diikuti 800 peserta dari sel INDONESIA.
dalam sambutanya Mendiknas meminta agar anak-anak dapat hidup bersih baik disekolah maupun di rumah maupun dimasyarakat. laksanakan trias UKS. agar dapat hidup sehat serta dapat belajar dengan baik. ciptakan juga kebersihan lingkungan sekolah.


Readmore »

 

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6

CALEG PERINDO DPRD DKI DAPIL 9 NO.6