Senin, 18 April 2011

Pentas Seni dan Gebyar Permainan Anak, Tingkatkan Kecintaan Budaya Bangsa


Era Global dengan makin majunya tehnologi khususnya di Indoesia, telah membuat Permainan Tradisi Anak Indonesia kurang diminati anak-akan, belum lagi serangan masuknya painan dari Negara luar juga mengakibatkan permainan tradisi anak Indonesia semakin punah, oleh sebab itu dalam menggali serta menanamkan rasa cinta anak-anak akan permainan tradisi Indonesia, yayasan AULIA, YAPARI, PPSW serta Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Pentas Seni dan Gebyar Permainan Anak Indonesia, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Hj Tati Fauzi Bowo.

Panitia acara Titin Kustini, dalam laporannya saat pembukaan kegiatan menjelaskan, bahwa permainan anak tradisional ini sebenarnya banyak mengandung unsur edukasi, saling kerjasama dan saling menghargai, oleh sebab itu keberadaannya harus terus dikembangkan ditengah anak Indonesia.

Upaya lain yang terus dilakukan adalah mensosialisasikan permainan ini ke Pemerintah, khususnya dunia pendidikan, kita berharap Permainan tradisional anak Indonesia dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan melalui muatan lokal, pintanya.

Disamping itu untuk lebih menyebarluaskan permainan tradisi anak Indonesia, pihaknya juga telah menerbitkan buku, dan untuk perdana telah beredar 6.000 exsemplar dan bisa didapat ditoko buku terdekat, dan untuk lebih meningkatkan peran guru maupun masyarakat, dalam kegiatan ini juga digelar Seminar Gebyar Permainan Anak, sebagai sarana Olahraga dan pelestarian budaya, ungkap Titin Kustini.

Sementara dalam sambutannya, Ibu Gubernur DKI Jakarta tesebut mengaku gembira, atas prakarsa dari beberapa LSM dan Ormas yang peduli terhadap pelestarian permainan tradisional anak Indonesia, karena jenis mainan ini saat ini sudah mulai punah, dengan masuknya mainan-mainan modern dari Negara luar.

Menurut Tati Fauzi Bowo, permainan anak Indonesia sangat mendidik, karena bernuansa pendidikan, serta murah harganya, sehingga bisa dilakukan oleh anak-anak, serta tidak membutuhkan tempat yang luas, dan Gebyar Permainan Anak kali ini juga diharapkan mampu menggugah orang tua serta para guru untuk peduli melestarikan dan mengembangkan permainan anak asli Indonesia ini, pintanya.

0 komentar:

Poskan Komentar