Sabtu, 02 Juli 2011

Bongkar Mafia Anggaran Proyek Bandara Bengkulu, KIB Minta Kapolda serta Kajati Bengkulu Segera Periksa dan Tahan PPK Tipriyanto & Purwanto Rotek


Juru bicara Komite Indonesia Bersih (KIB) Arif Yusuf meminta Kapolda dan Kajati Bengkulu segera mengusut tuntas korupsi dana proyek Bandara Fatmawati Soekarno dan Enggano Bengkulu yang melibatkan PT Roda Teknindo Purajaya (Rotek).

Proyek Bandara Bengkulu di monopoli oleh Rotek selama empat tahun terakhir sejak anggaran 2008 sampai dengan sekarang. Padahal kualitas dan efektifitas kerja dinilai buruk selama ini. 
Sementara paket run way tahun 2010 lalu bergelombang sebagai bukti ketidakprofesionalan dan ketidakmampuan Rotek dalam menyelesaikan pekerjaan. 

Paket Bandara Enggano 2011 sudah empat bulan belum dikerjakan hal ini membuat kerugian Negara dalam jumlah yang besar. Masayarakat juga sudah kerap melakukan aksi dan menolak kehadiran Rotek dalam pengerjaannya.

Saudara Tipriyanto,S.SIT sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu Nomor: 1231/PPTU/VI/PL-10 Tanggal 10 Juni 2010 Tentang Penetapan Pemenang paket Pekerjaan Tanah untuk Konstruksi Landasan Pacu, Apron, Taxiway dan Shoulder di Bndara Enggano adalah : PT ROTEK dengan penawaran 6.742.719.000 (Enam Milyard Tujuh Ratus Empat Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Sembilan Belas Ribu Rupiah). Hal ini berbeda dengan surat usulan penetapan pemenang oleh panitia nomor: 1181/PPTU/VI/PL-10 tanggal 07 Juni yang dengan sangat jelas disebutkan bahwa usulan pemenang dalam pelelangan tersebut: PT. Zuty Wijaya Sejati sebagai pemenang tunggal (Bukti Lengkap). Sehingga sangat besar indikasi persekongkolan atau telah terjadi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme antara Saudara TIPRIYANTO dengan Preskom Rotek saudara Purwanto.  Karena saudara Tipriyanto telah melakukan interfensi dan intimidasi kepada Ketua Panitia lelang Rustamuddin, SH untuk mengubah keputusan panitia yang sudah ditandatangani  

Berabgai  carut marut dan ketidak becusan Rotek dalam melkukan pekerajaan, namun mengapa selalu menang dalam setaip tender? .Berbagai kejanggalan  tersebut mengindiksikan telah terjadi parampokan uang Negara melalui jaringan Mafia proyek Bandara Bengkulu yang melibatkan orange dalam. Bahkan terjadi pencairan dana proyek sementara masa sanggah masih berlangsung, ini menunjukan keserakahan dan demi kepentingan mereka semata.  Untuk itu KIB sebagai komunitas yang konsens untuk memberantas korupsi mendesak Kapolda dan Kajati Bengkulu untuk segera memeriksa saudara Tipriyanto dan Purwanto  dan membongkar jaringan mafia anggaran Bandara Bengkulu. 

“Kami akan kerahkan aksi demonstrasi baik di Bengkulu maupun di Jakarta (KPK dan DEPHUB, agar segera diambil tindakan tegas terhadap oknum perhubungan yang nakal” pungkas Arif.

0 komentar:

Poskan Komentar