Tulang Togu : Tukang Bubur Naik Haji, Gambaran Kehidupan Bermasyarakat

Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series merupakan sinetron yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat baik di tanah air maupun mancanegara, menurut pemain yang tampil dengan karakter suku Batak Tulang Togu, pihaknya terkejut saat berkunjung ke negara-negara Asia maupun Eropa, ternyata mereka cukup mengenal dan memahami sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series.

Lebih jauh Tulang Togu yang memiliki nama asli Hamka Siregar saat ditemui Suara Kota seusai menghibur anak-anak yatim dan Bukber di Depok menegaskan, bahwa Sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini, merupakan Sinetron terbaik dan terpanjang di dunia, karena dapat tayang hampir mencapai 2.000 episode, dan kehadirannya tetap di tunggu masyarakat serta tetap memiliki rating terbaik, hal tersebut taklain karena Sinetron ini mampu menyajikan tontonan yang memiliki nilai tuntunan bermasyarakat, apalagi gambaran kehidupan di tingkat RW maupun RT, telah menjadi tuntunan bagi kehidupan masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia maupun di negara luar.
Kehidupan bermasyarakat atau gambaran kecil yang hidup ditingkat RT dan RW, yang hidup rukun dan damai. Meskipun terkadang ada sengketa warga, namun selalu diselesaikan ditingkat warga oleh tokoh-tokoh masyarakat serta dengan sidang balai warga. Jika ditingkat RW tidak terselesaikan baru dibawa ke tingkal Kelurahan, dan kalau memang sudah tidak bisa diselesaikan oleh warga sendiri, terpaksa diselesaikan di Kepolisian, hal tersebutlah yang saat ini jadi acuan RT atau RW lain, dan dirinya bangga karena Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series ini mampu mencerdaskan bangsa serta pesan-pesan moral yang ada.

Saat disinggung perannya dalam Tukang Bubur Naik Haji The Series tersebut, Hamka Togu mengaku pada awalnya memang agak kaku untuk tampil bersama artis-artis senior, namun dengan profesionalisme dan penyesuaian yang juga disambut seluruh pemain didalamnya, akhirnya bisa tampil  maksimal dengan tetap menyuarakan keragaman dan kehidupan bermasyarakat yang hidup berdampingan dan rukun di ibukota Jakarta, paparnya.

0 komentar:

Posting Komentar