Rabu, 25 Mei 2016

PT Memiontec Indonesia Bangun Water Treatment Plant, Manfaatkan Air Kanal Barat

Kekurangan Air Bersih di DKI Jakarta akan segera teratasi, karena kebocoran air bersih yang mencapai 40% akan segera tertutup dengan penambahan suplai air baku, yang diambil dari Kanal Bajir Barat (KBB), untuk pemenuhan tersebut pada Rabu (25/5) Pemerintah DKI Jakarta yang diwakili Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta PT Jakarta Utilitas Propertindo melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Memiontec Indonesia. Untuk membangun sistem pengolahan air baku/water treatment plant (WTP) di Kanal Banjir Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau yang akrab disama Ahok menegaskan, bahwa perihal kebutuhan air baku menjadi air bersih masih kurang. Oleh sebab itu, Ia memilih untuk membangun sistem WTP.

"Pipa bocor ada 40 persen, ini katanya malah mau tambah 10 persen. Lah kenapa nggak beresin yang 40 persen dulu ?, Makanya kita mending bikin water treatment plant sendiri," ujarnya.

Ahok menilai, WTP milik PT Memiontec Indonesia ini dapat meningkatkan kebutuhan air bersih di Jakarta. Apalagi, perusahaan ini sebelumnya sudah memilik pengalaman, baik di negara asalnya Singapura dan Asia lainnya. "Ini air comberan aja bisa langsung diminum. Kita harus mencontoh dengan Singapura yang sebelumnya sudah melakuan hal ini juga," jelasnya.

Direktur PT Memiontec Indonesia, Soelistyo Dewi Kwek mengatakan, ada perbedaan dalam pengolahan air baku di Jakarta. Karena kondisi sungai yang masih terdapat sampah. Teknologi yang digunakan juga menggunakan sistem membran agar produksi air tetap berkelanjutan  disesuikan dengan air baku, kita sebagai perusahaan konstuksi juga sebagai operator dalam pengolahan air bersih yang siap diminum.

"Karena berkaitan dengan darimana air itu berasal ada bedanya. Tetapi tidak ada kendala. Kita juga gunakan membran sistem jadi produksi airnya nggak pernah absen serta menggunakan pipa berkualitas terbaik, untuk saat ini juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan di Indonesia, seperti Sinar Mas Grub, Vilma, Aqua, ABC serta perusahaan air lainnya" tandas Dewi Kwek.

Irawati Komisaris PT Memiontec Indonesia menambahkan, bahwa kerjasama ini sebagai upaya pemanfaatan air sungai Kanal Banjir Barat,  akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Air Minum warga Jakarta, karena dalam pengolahan air sungai  tersebut, tidak sekedar air bersih, tetapi air siap minum,  Bahkan dengan pemanfaatan air Sungai KBB, maka diharapkan juga mengurangi banjir, tegasnya.

Untuk lokasi Pengolahan Air Baku ada di daerah Jembatan Besi, nantinya air Kali akan jadi Air Minum, dan bukan standar bersih biasa, tetapi air yang bisa langsung diminum, dengan teknologi dari Singapura, yang sudah terbukti hasilnya baik, dengan produksi sekitar 500liter/detik, dan mampu mensuplai 250.000 rumah, dan kelebihan lain adalah pemanfaatan air sungai serta mengurangi banjir, dan kerjasama ini akan dilakukan selama 25 tahun, mulai hari ini akan kita segera bangun, pengurusan ijin, amdal, proses laboratorium air serta persyaratan lain. dan setelah 9 bulan, sudah siap produksi dan disalurkan ke warga Jakarta, dan kualitas air yang dihasilkan adalah standar air minum, bukan standar air bersih, tegas Irawati. (Nurul)
.

0 komentar:

Posting Komentar