Prof. DR. Paiman Raharjo, M.M, M.Si Dari Tukang Sapu Kini Raih Guru Besar

Mungkin ini bisa menjadi suri tauladan bagi Generasi Muda Indonesia, seorang tukang sapu, bisa sukses berkarir di dunia Pendidikan, hingga meraih Gelar Guru Besar dan Keprofesorannya, itulah yang ditunjukkan Putra kelahiran Klaten, Jawa Tengah 49 tahun silam, Prof. DR. Paiman Raharjo, MM, MSi. Dan bertempat di Gedung FKG Ruang Serbaguna Fx Soeseko, Kampus II Bintaro Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta Selatan, melalui Sidang Senat Terbuka yang dipimpin langsung oleh  Rektor Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn, Prof. DR. Paiman Raharjo, MM, MSi dikukuhkan secara resmi sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Program Pasca Sarjana Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama).

Dalam Pengukuhan sebagai Guru Besar pertama yang dimiliki Program Pascasarjana Ilmu Administrasi ini,turut hadir  sekitar 50 guru besar dari berbagai disiplin Ilmu UPDM (B), para undangan dan tamu VVIP, pejabat negara, tokoh partai, serta para tokoh pendidikan dari beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta.

Rektor Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn dalam sambutannya  memuji perjuangan Prof  Paiman Raharjo yang cukup panjang, sehingga bisa mengispirasi kita semua, Pengukuhan ini disamping sebagai kehormatan pribadi anda, tetapi juga kehormatan bagi Universitas, dan selamat bergabung dengan jajaran Guru Besar, bersama jajaran Civitas Akademika Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), yang terus membangun menjadi sebuah Perguruan Tinggi yang Terkemuka dan terus menerus untuk mempertahankan dan meningkatkan kualias dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, pintanya.

Sementara dalam orasinya, Prof. Dr. Paiman Raharjo, M.M. M.Si. mengungkapkan, bahwa apa yang dicapai saat ini, bukanlah hal mudah dan saya tidak menyangka bisa menyandang gelar tertinggi dalam akademik, Saya dulu nya tukang sapu,ujarnya.

Lebih jauh ditegaskan, Gaya kepemimpinan Jokowi yang tegas, lugas dan trengginas, serta jujur, dan itu merupakan cermin kepemimpinan yang langka, disaat negara dan bangsa ini dihimpit kemiskinan dan mental birokrat yang semakin rusak, oleh prilaku korupsi, kolusi dan nepotisme. Mental yang baik sebagai dasar kepemimpinan wajib dimiliki setiap pemimpin, sambil memberikan contoh nilai-nilai sikap kepemimpinan yang melekat pada Jokowi.

Sebagaimana cita-cita besar revolusi mental yang terus menerus digapai dalam praktek penyelenggaraan Pemerintahan Presiden Jokowi adalah, Indonesia yang lebih bermartabat, berwibawa, disegani, makmur, gemah ripah loh jinawi. Dan garis besar konsepnya ini adalah rakyat Indonesia harus termotivasi untuk lebih kreatif, inovatif, jujur, anti korupsi dan tidak melanggar HAM dalam segala bentuknya.

Kepemimpinan Jokowi dalam Revolusi mental yang ditekankan ini, telah dilakukan Jokowi (Presiden RI sekarang) sejak menjabat Walikota Solo, dilanjutkan kemudian ketika Jokowi dipilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Revolusi mental dilakukannya dengan baik, Pertama, ketika di Solo Jokowi membenahi birokrasi, dan di DKI Jakarta merapihkan kampung-kampung kumuh pinggir kali, membangun rumah-rumah deret, rapih dan bersih. Merehabilitasi waduk-waduk (pluit) agar berfungsi normal pengendali banjir, menjadi taman yang bersih dan asri. Mengubah birokrasi agar lebih efisien, tertata dan bebas korupsi, paparnya.

Saat dimintai tanggapan akan Program Revolusi Mental, Prof. Paiman Raharjo menegaskan, bahwa hal tersebut harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, kalau selama ini tidak disiplin waktu maka saat ini harus disiplin, kalau selama ini kita males.. ya jangan males-malesan, oleh sebab itu Revolusi Mentel kalau tidak dimulai dari diri sendiri, maka akan sulit.

Revolusi mental tidak bisa merubah dengan cepat, oleh sebab itu harus dilakukan mulai dari Pendidikan , kalau saat ini banyak korupsi maka harus diimbangi dengan penegakan hukum yang tegas, dan Jaksa, Hakim, Polisi maupun penegak hukum lainnya harus menegaskan, bahwa Hukum adalah pronsip keadilan, sehingga nantinya tidak adalagi Korupsi dan Kolusi. Dan untuk mendukung Revolusi mental tersebut dukungan masyarakat sangat dibutuhkan, paparnya. (Nurul).

0 komentar:

Posting Komentar