Rabu, 21 September 2016

PDI Perjuangan Jaktim Gelar Konsolidasi Pemenangan Pilkada

Lebih dari 700 Orang pengurus PDI Perjuangan Jakarta Timur menghadiri Rapat Kerja Khusus (RAKERDASUS) Diperluas dengan mengusung tema Memantapkan Soliditas & Loyalitas Sebagai Jalan Kemenangan, yang digelar di Halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Jalan Haji Naman Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Massa kader PDI Perjuangan yang datang sejak pagi hari mengikuti Rakerdasus Diperluas secara antusias. Memenuhi seluruh halaman Kantor DPC sampai menjalar ke jalan-jalan, datang dari seluruh sudut wilayah 10 kecamatan dan 65 kelurahan se-Jakarta Timur.

Segenap pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan tampak memimpin Rakerdasus yakni Wakil sekjen, H. Achmad Basarah, Idham Samawi dan Wiryanti Sukamdani. Serta Jajaran DPD PDI Perjuangan hadir ditengah-tengah jajaran pengurus yang diliputi semangat satu komando. 

Ketua DPC Jakarta Timur, Dwi Rio Sambodo, yang didampingi seluruh jajaran DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur full team, dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh jajaran kader pengurus siap mengamankan keputusan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri.

Sikap kritis kader yang selama ini ditunjukkan adalah kewajiban kader dalam membangun karakternya sebagai pejuang. Namun kader dituntut terlatih untuk taat tunduk komando partai. Seperti halnya di saat Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan bersama DPP PDI Perjuangan kemarin Rabu, 21 September 2016 memutuskan Basuki-Djarot sebagai Cagub/Cawagub DKI Jakarta.

Dengan penuh semangat yang menggelora, Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah, saat memimpin Rakerdasus sekaligus orasi politiknya yang membakar semangat juang kader.

Ditegaskan bahwa Untuk PDI Perjuangan Masalah Suku Agama Ras Dan Antargolongan (SARA) sudah selesai, sebagai partai yang memiliki Idiologi Yang jelas yaitu Pancasila 1 Juni 1945, seluruh warga Masyarakat dari suku dan golongan manapun berhak untuk diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta asalkan mampu membuat yang terbaik untuk masyarakat.


Sebelum Ibu Ketua Umum menyampaikan keputusannya kita semua dapat dipastikan memiliki aspirasi harapan calon masing-masing, akan tetapi ketika Partai sudah menetapkan Calon , seorang kader wajib hukumnya untuk patuh pada keputusan tersebut.

Diusungnya Basuki-Djarot tanpa tidak melibatkan kontrak politik partai. Diantaranya memenuhi mekanisme partai yaitu mendaftar ke partai, menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai pengusung dan wajib menandatangani Dasa prasetya Partai yang isinya berintikan tentang komitmen terhadap cita-cita perjuangan termasuk memihak jelas pada kepentingan rakyat luas (wong cilik) melalui program jaminan sosial, reforma agraria, dll.

Di akhir orasinya, Achmad Basarah mengajak semua kader menyatukan sikap gerak komando partai secara simbolik dengan mengajak massa kader melambaikan lima jari ke atas dan meneriakkan yel-yel. Massa kader pun secara serentak mengikuti dengan penuh suasana gegap gempita. (Nurul)

0 komentar:

Posting Komentar