Selasa, 25 Oktober 2016

PELTU MARINIR H. RIYONO SUHADI, S.Pd. I (Ustadz Ngapak Marinir) PEDULI PENDIDIKAN USIA DINI

PELTU MARINIR H. RIYONO SUHADI, S.Pd. I (Ustadz Ngapak Marinir)
PEDULI PENDIDIKAN USIA DINI

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Aad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no : 3289).

Ajaran inilah yang menjadi landasan Peltu Marinir H.Riyono Suhadi, S.Pd. I dalam menjalani kehidupan dalam kesehariannya. Profesinya sebagai seorang Marinir tak menghalanginya untuk menjadi seorang da’i yang selalu menebar kemaslahatan untuk umat. Marinir yang satu ini mendapat panggilan “Ustadz Ngapak Marinir” karena ceramahnya dengan ciri khas bahasa “ngapak” .Dengan “bondo nekat” ayah dua putera ini menggadaikan SK (Surat Keputusan ) Impassing (Pengangkatan) - nya untuk membangun Yayasan Atfal Amri Ahsani. Pria yang juga punya hobbi berkebun ini tinggal di Jln. Haji Kocen No. 58 RT 06 RW 01 Kebun Duren Kel Kalimulya Cilodong Depok. Rumah lulusan Dikcaba Milsuk TNI AL Angkatan 10 tahun 1991/1992 ini cukup asri dan kelihatan semakin damai karena juga berdampingan dengan sebuah masjid yang cukup luas dan besar yang bernama Masjid Al Muhajirin.  

Suami dari Ibu Yuniarsih, S.Pd. ini mendirikan TK (Taman Kanak Kanak) Ilman Nafiah. Berbagai macam kegiatan sosial dan dakwah digelar di tempat ini . Bagi anak yatim dan yatim piatu diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan di TK yang sudah meluluskan lebih 200 (dua ratus anak) ini tanpa dipungut biaya. Anak yatim dan yatim piatu bahkan masih mendapat santunan sembako, baju, alat sekolah dan uang saku.


Berikut petikan wawancara pria kelahiran Brebes 27 Mei 1970 ini. 

1.BAGAIMANA AWAL MULANYA MENDIRIKAN YAYASAN ALFAL AMRI AHSANI ?
Saya mendirikan Yayasan ini pada akhir 2009. Dan baru dua tahun lalu disyahkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Hukum dan HAM (Hak Azasi Manusia) . Saya mendirikan TK Islam. TK Islam Ilman Nafiah pada tahun 2010. Sedangkan untuk TK disyahkan oleh Depag (Departemen Agama) Depok juga dua tahun yang lalu. Saya juga lagi ngurus ke Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan masalah ijin-ijin lainnya. Saya untuk mendapatkan dana dengan “modal nekat”. Kita kan dinas masih lama, ya waktu itu saya gadaikan saja SK (Surat Keputusan. Saya taruh di Bank BRI buat “boroh hutang”. Dari pada dimakan rayab , coro (kecoa) atu ureng-ureng itu SK, mendingan simpan di bank. SK Pengangkatan kalau di Marinir namanya “impassing” . Utang saya “Seratus Lima Puluh Juta Rupiah”. Saya belikan tanah, untuk membangun. Ditambah mobil saya saya jual. Ya tinggal motor saja. Sampai sekarang belum lunas.
2. KALAU DIPIKIR ITU KAN, SUSAH. MENGAPA USTADZ RELA HATI HUTANG UNTUK MEMBANGUN SEBUAH YAYASAN SAMPAI MENGGADAIKAN “ SK IMPASSING” - NYA KE BANK ?  
Dalam pikiran saya dan istri waktu itu, kan kalau gaji saya, hanya saya makan sendiri kan kurang berkah, ya waktu itu saya pikir, yang separuh, ya saya bagi-bagi. Nah dengan hutang modal itulah saya bangun TK atau Taman Pendidikan Quran agar bermanfaat buat lingkungan sekitar. Dalam mengelola yayasan , ya kadang-kadang kurang juga pendanaan, tapi alhamdulillah “ada bae” rejeki untuk mengelola yayasan terutama untuk membayar tenaga penagajar. Ya, terutama dari rejeki “ceramah”. Saya dapat, ya saya bagi lagi. Ceramah saya kan macem-macem dari maulidan, yasinan, pengajian, bahkan Hari ulang tahun, syukuran, orang mau berangkat haji. Yang namanya rejeki , kadang juga sepi. Tapi, alhamdulillah sampai sekarang masih bisa hidup. Alhamdulillah istri saya kan juga PNS di Resimen Kavaleri – 2 Marinir. Saya kelola yayasan berdua dengan istri, untuk TK nya istri yang jadi Kepala Sekolahnya. 

3. SELAIN PENDIDIKAN TK, YAYASAN BERGERAK DI BIDANG APA?
Selain TK saya juga memberi santunan kepada anak yatim. Anak yatim yang sekolah di TK saya, saya bebaskan biaya, gratis. Sekarang ada tiga anak yatim. Bahkan dikasih duit, alat sekolah dan baju. Baik yatim maupun yatim piatu saya gratiskan. Setiap tiga bulan , kami sedekah anak yatim, tapi kalau ada rejeki lebih bisa tiap bulan. Saya juga membantu untuk pelaksanakan ibadah haji dan umroh. 
Jika pagi hari anak-anak TK belajar dalam dua gelombang, jam 07.00 s.d. 09.30 untuk gelombang I, sedang untuk gelombang II (09.30 s.d. 11.30). Pada sore harinya Madrasah Diniyah, habis ashar, untuk anak-anak di sekitar sini untuk belajar surat-surat pendek, ngaji dan hafalan.

Kegiatan lain adalah “sharing”, konsultasi orang-orang yang mempunyai masalah. Konsultasi sama saya “gratis” tidak membayar. Kasihan kan, kalau harus membayar, mereka hidupnya sudah penuh dengan masalah kok malah mbayar. Apapun masalahnya. Tapi kebanyakan masalah rumah tangga. Ada teman-teman marinir, tentara dari angkatan lain dan orang umum. Silakan curhat dengan saya. Dengan curhat insya Allah jadi ringan beban dan ada solusinya. Ini HP saya 0812-8941-630  
4. USTADZ KAN, LATAR BELAKANG PROFESINYA MARINIR, TAPI SEKARANG MENJADI SEORANG DA’1. BISA DICERITAKAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN USTADZ.
Dalam pendidikan Agama Islam yang paling utama adalah lingkungan. Di lingkungan saya memang lingungan agamis. Saya belajar dengan keluarga dan lingkungan , terutama ibu saya. Saya lahir dan besar di Desa Dukuh Maja Kecamatan Songgom Jati Barang Brebes Tegal Jawa Tengah. Saya cenderung belajar secara “otodidak” , hafalan surat-surat. Lingkungan saya juga lingkungan santri. Setiap hari di rumah saya ada pengajian, lingkungan pun demikian ada pengajian rutin setiap harinya. Disamping itu saya juga belajar dengan para kiyayi yang ada, istilahnya “ngaji secara sorogan” yaitu ngaji secara “face to face” ngaji langsung bersama kiyayi. Pesantrennya, pesantren kilat bukan pesantrean yang “mendekam” atau tinggal. Sebenarnya waktu itu saya pingin dipondokpesantrenkan di Babakan Ciwaringin Cirebon namun karena kendala biaya akhirnya saya ngaji ala kadarnya. Disamping itu saya juga sekolah madrasah sorenya, paginya saya sekolah negeri biasa. Madarasah tempat saya ngaji sore Madarasah Diniyah Khoirul Huda. Malamnya saya juga ngaji , guru ngaji saya namanya Kiyayi Said. SMP saya di SMP Negeri 1 Jati Barang. SMP pun demikian saya masih akhtif ngaji. Tamat SMP saya melanjutkan ke SMA Negeri 1 Brebes. Itupun saya masih ngaji. Pas SMA saya mulai ngaji-ngaji kitab, saya merasa lebih cepat pintar dengan belajar demikian, dari pada belajar di pesantren. karena langsung belajar sama gurunya. Kitab yang saya pelajari diantaranya Kitab Syafinah, Kitab Jurniah (Nahwu Shorof) Tata Bahasa Arab dan kitab-kitab lainnya. Kemudian belajar Aqidah Akhlak. Ada enam tahunlah saya belajar demikian langsung dengan para Kiyayi.

Namun saya tidak berhenti demikian, setelah saya masuk jadi Marinir saya terus belajar dan belajar untuk menuntut ilmu, saya tidak statis berhenti sampai disitu. Saya melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Shalahuddin Al Ayyubi Tanjung Priuk Jakarta Utara. Saya juga pernah kuliah di Universitas Terbuka sudah enam semester, tapi tidak saya selesaikan. Dan yang saya lulus berijazah dan dapat Akta Mengajar IV di STAI Shalahuddin Al Ayyubi. Masih ada cita-cita untuk bisa melanjutkan ke Pendidikan S2 di UI (Universitas Indonesia) atau di UIN (Universitas Islam Negeri), nanti kalau ada rezeki. Amien.

Namun saya tidak pernah berhenti belajar, saya rajin membaca setiap hari, di kereta, di rumah, di kantor saya gunakan waktu yang ada untuk belajar, mungkin bisa dilihat koleksi buku saya ada di almari. Setiap bulan saya pasti membeli buku agama. Saya belajar apa saja, artinya dari empat mashab , Syafei, Maliki, Hambali, Hanafi saya pelajari semua, karena untuk perbandingan . Tujuan saya agar ilmu agama saya jadi luas dan berwawasan, agar saya tidak fanatik. Tidak menjustiskan paling benar paling alim sendiri. Walaupun background saya, Ahli Sunah Waljamaah, atau NU (Nahdhatul Ulama).
5. MULAI KAPAN MENGEMBANGKAN DAKWAH DI LUAR MARINIR.
Ya kalau mengembangkan sayap, sejak saya di Yon 4 , saya sudah mulai ceramah di sekitar Cilandak. Masjid Janatin Cilandak dan Masjid Kampung Kandang. Ya memang tidak selaris sekarang. Yang paling berkembang justru pas saya berdinas di Mako Kormar (Markas Komando Korps Marinir). Di Mako Kormar saya sudah mulai terbuka wawasannya, terbuka pergaulannya, alhamdulillah pergaulan ada , teman banyak, teman ustadz banyak, saya bersilaturahmi ke PB NU, ke PP Muhamadiyah, ke Dewan Dakwah, ke ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) , sampai ke HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Akhirnya banyak dikenal dan banyak diminta untuk ceramah. Terutama Khutbah Jumat dan Ramadhan. Untuk Khotbah Jumat sudah kontrak satu tahun. Bahkan jadwal ceramah 2017 sudah masuk. Bulan Ramadhan padat kegiatan mulai dari kultum dzuhur, jelang puasa dan giat taraweh di wilayah Jabodetabek (Jakarta, bogor, depok, tanggerang, bekasi). Ceramah saya juga sampai Cikampek, Balaraja, Solear, Rangkas Bitung. Saya jua pernah ceramah jauh sampai Wates. Saya pernah ditangkep Makodim Wates. Mohon maaf waktu itu malah komandannya non-muslim Letkol Cornelis Rompas, tapi sama saya beiau luar biasa. Tegal. Brebes sering kampung sendiri. Indramayu, Cianjur di daerah Warung Kondang juga perna diundang saya.

6. APA CITA-CITA KE DEPAN UNTUK MEMBANGUN YAYASAN INI ?
Jika ada rejeki dan dana , saya ingin membeli tanah yang di samping saya, tanah saya ini luasnya sekarang 1800 m persegi, ada empat ruangan pada bangunan TK, aula, tempat tinggal tenaga pengajar, kamar istirahat dan tempat bermain anak-anak. Jika ada rejeki saya pingin membangun buat Pondok Pesantren. Dan tidak mesti di daerah sini, mungkin di tempat lain yang lebih strategis. 
Kalau ada donatur yang mau mendukung saya insya Allah siap mengelola. Alhamdulillah TK yang dikelola istri saya telah meluluskan lebih 200 anak, dan cukup punya prestasi. Istri saya dibantu tiga tenaga pengajar perempuan yang saya ambil langsung dari Tegal Jawa Tengah. Mereka semua tinggal di sini. Ya untuk menghemat operasional. Anak saya dua, semuanya sekarang juga pada sekolah sambil “nyantri”.
7. APA PESAN USTADZ KEPADA KELUARGA MUSLIM TENTANG PENDIDIKAN ANAK? 
 Saya berpesan kepada semua, khususnya keluarga , bekalilah anak-anak dengan ilmu agama. Kehidupan anak-anak sekarang banyak ancamannya. Lebih berat ke depan dalam menghadapi kehidupan . Untuk itu aqidah, iman dan akhlak harus jadi pondasi utama. Dan pendidikan sejak usia dini sebagai salah satu kuncinya. “Usia dini adalah “golden age” usia mas. Isi otak mereka dengan agama yang kuat. 
Kegiatan di Yayasan ini cukup bagus. TK yang dikelola dengan baik mampu menghasilkan anak-anak yang cukup berprestasi. Setiap hari Rabu , untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme anak-anak mengenakan baju seragam loreng. Berikut ini daftar prestasi yang dirangkum oleh salah satu tenaga pengajar Ibu. Azimatus Syakdiah, S.Pd. I.

PRESTASI TK ILMAN NAFI'AN :
1. Juara II Lomba Senam se-Kecamatan Cilodong
2. Juara II lomba Fashion Show se-Kecamatan Cilodong 
3. Juara 1 Lomba membaca di SDIT BIK Depok
4. Juara 2 Lomba membaca di SDIT BIK Depok
5. Juara 2 Lomba Paduan Suara di SDIT BIK Depok
6. Juara 3 Lomba Tahfidz di SDIT BIK
7. Juara 2 Lomba Hafalan Doa di SDIT BIK Depok
8. Juara 1 Lomba Tari Islami se-Kecamatan Cilodong
9. Juara 3 Lomba Sholat Ajang Kreatifitas Anak Sholeh (AKAS) di UI
10. Juara 3 Lomba Puitisasi (AKAS) di UI
11. Juara 3 Lomba Senam (AKAS) di UI
12. Juara 3 Lomba Tahfidz (AKAS) di UI
13. Juara 2 Lomba Pidato se-Kecamatan Cilodong.

PRESTASI TPQ ILMAN NAFI'AN :
1. Juara 2 Lomba Adzan IGTKA Kec. Cilodong
2. Juara 2 Senam IGTKA Kec. Cilodong
3. Juara 1 Tari Islami IGTKA Kec. Cilodong
4. Juara 2 lomba Pidato IGTKA Kec. Cilodong
5. Juara 2 Lomba doa harian IGTKA Kec. Cilodong
6. Juara 2 Lomba Tahfidz IGTKA Kec. Cilodong
7. Juara 1 lomba Senam IGTKA Kec. Cilodong
8. Juara 2 Lomba tari Islami IGTKA Kota Depok
9. Juara 3 Lomba Fashion Show IGTKA Kec. Cilodong

0 komentar:

Posting Komentar