Selasa, 08 November 2016

BNNK Jakarta Timur Gelar Workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Dilingkungan Masyarakat

BNNK Jakarta Timur Gelar Workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Dilingkungan Masyarakat

Bertempat di Gedung Cawang Kencana, Cawang Jakarta Timur, Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur, menggelar Workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Dilingkungan Komponen Masyarakat, bebera peserta Workshop diantaranya perwakilan Ormas Penggiat Anti Narkoba, Kepala Sekolah serta Guru BP, Tokoh Agama dari Islam, Kristen, Hindu, Katholik serta Budha, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),FKDM, Penggerak PKK serta Dewan Pendidikan Kota Jakarta Timur.

Dalam sambutannya Kepala BNNK Jaktim AKBP Mohammad Nasrun M,SH.MH menegaskan bahwa saat ini diyakini bahwa hampir tidak ada daerah, baik itu tingkat Kecamatan bahkan Kelurahan di Jakarta Timur ini, yang bisa kita katakan bebas dari pengaruh peredaran Narkoba, akibat yang ditimbulkan dari situasi ini, sangatlah jelas, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, dapat mengganggu stabilitas suatu negara, karena mengancam masa depan generasi muda, terlebih lagi Bangsa Indonesia yang akan menyongdong bonus Demografi pada tahun 2025.

Untuk itu bisa dibayangkan, jika tidak dilakukan langkah-langkah strategis dan komprehenshif dalam menangani laju prevalensi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, maka dipastikan, bukan generasi Emaslah yang kita dapat, melainkan generasi gelap, karena penyalahgunaan Narkoba.

Dari hasil Survai penyalahguna Narkoba oleh BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, pada tahun 2014, bahwa angka Prevalensi penyalahgunaan Narkoba mencapai 2,18%, atau 4,1 juta penduduk Indonesia. Bahkan 33 pecandu meninggal per 24jam, untuk itu perlu adanya perhatian serta peranserta masyarakat dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelam Narkotika (P4GN), sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, pasal 104 hingga 108, dimana masyarakat mempunyai kesempatan seluas-luasnya dalam upaya P4GN tersebut, hal tersebut diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan komitmen serta dengan kesadaran tinggi untuk mengatasi permasalahan Narkoba diwilayah masing-masing, karena keberadaan peredaran narkoba di suatu wilayah agar bisa ditolak oleh kekuatan masyarakat itu sendiri, untuk itu melalui kegiatan ini saya mengundang kepada seluruh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, FKDM, PKK, Guru dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang akan diberikan Pengembangan Kapasitas berupa Workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Dilingkungan Komponen Masyarakat, dan kita berharap seluruh peserta nantinya akan lebih peduli terhadap permasalahan Narkoba dilingkungan masing-masing, pinta AKBP Mohammad Nasrun M,SH.MH.


Sementara Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNN Kota Jakarta Timur, Anton S Siagian, SH, MH juga menambahkan, bahwa dengan pembekalan pengetahuan melalui Workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Dilingkungan Komponen Masyarakat ini akan meningkatkan peranserta masyarakat dalam membangun lingkungan sehat dan bersih dari Penyalahgunaan Narkoba serta peduli terhadap permasalan Narkoba yang ada ditengah masyarakat, dengan memulainya dari hal-hal yang kecil, misalkan dimulai dari Keluarga, kemudian beranjak pada lingkungan, hingga masyarakat luas. Marilah kita membuat rencana aksi, langkah-langkahnya apa, sehingga kita bisa aktif dalam P4GN, pintanya.

Sementara pembicara dalam Workshop tersebut, diantaranya Kepala BNNK Jaktim AKBP Mohammad Nasrun M,SH.MH dengan tema, Upaya Pencegahan Penyalahguna Narkoba, Bertujuan untuk Memperlambat atau Mengurangi Timbulnya Akibat Penyalahgunaan Narkoba, sementara Pembicara Kedua Dra. Sinta Dame Simanjuntak, MA Direktur Peran Serta Masyarakat BNN dengan tema Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN, dan Pembicara Ketiga, Sri Bardiyati, Kasubdit Fasilitasi Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat, Deputi Bidang Rehabilitasi dengan tema Pengetahuan Dasar Adiksi, Konseling Dan Rehabilitasi.(Pry)

0 komentar:

Posting Komentar