Selasa, 15 November 2016

Pangarmabar Berikan Pengarahan Kepada Seluruh Personel Mako Koarmabar

Pangarmabar Berikan Pengarahan Kepada Seluruh Personel Mako Koarmabar

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memberikan pengarahan kepada seluruh personel  Markas Komando (Mako) Koarmabar di Gedung O.B. Syaaf, Mako Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67 Jakarta Pusat, Senin (14/11).

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam pengarahannya menyampaikan instruksi dan penekanan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantio, diantaranya tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, peak oil theory (turunnya produksi minyak bumi), perubahan secara dratis gaya hidup dan model bisnis, krisis ekonomi, depresi ekonomi, meningkatnya kejahatan/konflik, hancurnya tatanan masyarakat, kompetisi global, pertumbuhan penduduk dunia yang berakibat pada kelangkaan energy, kesuburan wilayah ekuator serta perang masa kini berupa perang energy dan perang ekonomi.

Lebih lanjut Pangarmabar juga menjelaskan tentang kondisi Indonesia dalam perspektif ancaman antara lain pelanggaran wilayah kapal ikan Tiongkok yang dikawal coast guard Tiongkok, keputusan pengadilan tetap Arbitrase Belanda mengenai Laut Cina Selatan, Indonesia berada ditengah-tengah Five Power Defence Arrangement (FPDA)yang terdiri dari Selandia Baru, Australia, Singapura, Malaysia dan Inggris, ancaman terorisme, ancaman Narkoba serta persaingan ekonomi.

Menurut Pangarmabar, perspektif ancaman Indonesia tersebut diatas sangatlah berpengaruh terhadap kondisi dalam negeri yang dapat melemahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dan memiliki sumber pangan, air dan energy yang melimpah seperti yang dikatakan Presiden RI Pertama Ir.Soekarno bahwa, “kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia”, dan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo saat baru dilantik menyampaikan hal yang sama bahwa, “kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka buat kita”.

Mewaspadai hal tersebut, Pangarmabar menginstruksikan kepada seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) Koarmabar agar memegang teguh Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia  dengan mencegah hasutan, provokasi dan adu domba terhadap rakyat, mengajak seluruh anak bangsa mewujudkan stabilitas keamanan dan politik untuk mencegah NKRI terpecah belah. Hal ini akan menjadikan iklim usaha yang kondusif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi sehingga rakyat sejahtera.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Danguspurlaarmabar, para Asisten Pangarmabar serta para Kadis/Kasatker Koarmabar.(nk)

0 komentar:

Posting Komentar