Selasa, 15 November 2016

PANGKOLINLAMIL TERIMA 11 PERWIRA REMAJA BARU AAL ANGKATAN 61

PANGKOLINLAMIL TERIMA 11 PERWIRA REMAJA BARU AAL ANGKATAN 61


Sebanyak 11 orang perwira remaja berpangkat letnan dua dari berbagai korps, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-61 tahun 2016, resmi memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Para perwira remaja itu diterima langsung Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI I.G. Putu Wijamahaadi, S.H., dalam upacara tradisi khas TNI Angkatan Laut di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/11).

Untuk diketahui, TNI Angkatan Laut kaya akan tradisi korps dan berbagai tradisi internal di matra laut ini terus dilestarikan. Diantaranya tradisi Pedang Pora saat perwira TNI Angkatan Laut mengakhiri masa lajangnya, dan tadisi penyambutan para perwira remaja yang baru lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) ketika memasuki lingkungan kerja baru saat penempatan pertama.

Upacara penyambutan ini dilaksanakan pada pagi hari sebelum matahari terbit. Dimana satu persatu perwira remaja memasuki gerbang kesatuan baru dengan langkah tegap, selanjutnya memukul lonceng dan mencium bendera merah putih sebagai tanda pengabdian kepada bangsa dan negara kemudian memasuki lapangan upacara untuk diterima secara resmi oleh Panglima Kotama.

Panglima Kolinlamil didampingi Ketua Pengurus Gabungan Jalasenastri Kolinlamil, Ny. Erlies Putu Wijamahaadi menyiramkan air Tirta Amerta Putera Samudera Dewaruci, dari kendi yang telah disiapkan kepada satu persatu perwira remaja.

"Tirta Amerta Putera Samudera Dewaruci itu berarti air kehidupan bagi prajurit matra laut. Hal ini mengandung makna bahwa laut adalah tempat lahir dan medan juang kalian dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa," kata Laksda TNI I.G. Putu Wijamahaadi, S.H. saat menyampaikan amanat pada upacara penerimaan tersebut.

Selain itu, menurut mantan Waasops Kasal ini, prosesi ini juga memberi makna betapa besar perhatian seorang ibu untuk memberikan bekal dan doa restu kepada perwira remaja agar selalu dalam perlindungan dan semangat Dewa Laut (Dewaruci) serta ketika melaksanakan penugasan dan menempuh karier selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Pangkolinlamil, tradisi penerimaan yang selalu digelar menjelang fajar bertujuan menunjukkan kepada para perwira remaja, bahwa dini hari menggambarkan dimulainya karier mereka di lingkungan TNI Angkatan Laut.

"Simbol-simbol yang terkandung dari proses alam ini, mencerminkan proses kehidupan dalam meniti karier di kedinasan TNI Angkatan Laut. Sebagaimana matahari yang berputar pada orbitnya, maka proses pendewasaan jati diri setiap prajurit TNI Angkatan Laut akan selalu berjalan secara alamiah mulai dari pendidikan pertama sampai dengan melaksanakan penugasan," kata Pangkolinlamil.

Selanjutnya, ke 11 perwira remaja tersebut akan melaksanakan penugasan pertama di berbagai kapal perang di jajaran Komando Lintas Laut Militer.

"Dalam organisasi TNI Angkatan Laut, seorang perwira dituntut bertindak sebagai pemimpin dan manajer, dengan lebih mengedepankan keteladanan dalam sikap dan tindakan serta mampu memotivasi bawahannya," kata Laksamana dengan bintang dua dipundak itu mengakhiri.

Turut hadir pada acara itu Kaskolinlamil Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M., para Asisten Pangkolinlamil, para Kadis/Kasatker, dan Komandan Satlinlamil Jakarta serta Komandan KRI di jajaran Satlinlamil Jakarta. (Dispen Kolinlamil).

0 komentar:

Posting Komentar