Kamis, 17 November 2016

SDM Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata, Miliki Daya Saing Internasional

SDM Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata, Miliki Daya Saing Internasional


Disela acara International Conference  Turism Gastronomi Destination, yang digelar Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti bersama stakeholder, pada 14 – 15 November 2016,di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan Jakarta, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristek Dikti, Dr. Ir Patdono Suwignjo, M. Eng. Sc, menegaskan, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan dari Sekolah Tinggi Pariwisata jika dibandingkan dengan lulusan lain, maka lulusan Pariwisata adalah yang terbaik diantara politeknik yang lain, karena SDM lulusan Pariwisata memiliki standar dan berdaya saing internasional.

Lebih jauh ditegaskan, bahwa saat ini Pemerintah memiliki 4 Program Unggulan, yaitu Industri Kreatif, Kemaritiman, Industri Makanan dan Produk Pertanian serta Pengembangan Kepariwisataan, untuk itu seluruh komponen wajib mendukung dan mensukseskannya, demikian juga peran Perguruan Tinggi di Indonesia agar mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia yang dapat mensukseskan program tersebut.
Pada Sektor Pariwisata, menurut  Dr. Ir Patdono Suwignjo, perlu adanya Sarana Prasarana menuju Obyek Wisata, perlu adanya Sarana Wisata yang bagus, adah Hotel sebagai variable pendukung, yang tidak kalah penting adalah SDM, untuk itu Pemerintah melalui Kementrian Ristek Dikti juga terus mensinergikan dengan Kementrian Pariwisata dan lembaga terkait lainnya, untuk bersama-sama menyusun regulasi dan kebijakan dalam mengembangkan daya saing industry Pariwisata, Travel dan Turism.

Pihaknya juga berterimakasih pada Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang terus berupaya mengembangkan ilmu Kepariwisataan serta meningkatkan kualitas akademik maupun lulusan dibidang Pariwisata dan Hospitality yang berdaya saing internasional, dengan terus membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan dari luar negeri, maupun dengan organisasi pariwisata internasional, pintanya.

Diakuinya saat ini kondisi Indonesia dibidang Turism berada di urutan 50, dan masih kalah dengan Malaysia maupun Thailand, padahal Indonesia memiliki keanekaragaman Budaya, Kuliner maupun Obyek Wisata yang banyak dan lebih indah, pemerintah telah memprogramkan kunjungan wisatawan Mancanegara di 10 Destinasi unggulan, untuk itu Kemenristek Dikti juga berharap STP Trisakti dapat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk bisa mendukung pengembangan 10 destinasi tersebut, pinta Dr. Ir Patdono Suwignjo.

Sementara ditempat yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Harry Tjan Silalahi, juga menegaskan, bahwa didirikannya Yayasan Pendidikan Trisakti, atas amanat dari Presiden RI pertama, Ir Soekarno, untuk mencerdaskan anak bangsa, serta membangun Sumber Daya Manusia yang unggul, hanya saja Pemerintah masih ada tendensi birokrasi, sehingga menjadikan yang gampang dibikin susah, dan pihaknya bersyukur Kementerian Riset dan Dikti saat ini dipimpin oleh orang yang benar-benar memahami kebutuhan perguruan tinggi swasta.

Sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Trisakti, Harry Tjan juga prihatin, dimana ada pihak-pihak yang ingin menegrikan Universitas Trisakti, padahal pemerintah sendiri tidak keconggah dalam penyediaan pendidikan tinggi di Indonesia, padahal lembaga pendidikan sifatnya Nirlaba, jadi kalau ada tuduhan Trisakti sebagai sumber pengumpulan uang itu tidak benar, seluruh civitas akademika Trisakti betul-betul ingin bekerja, dan itu semua karena panggilan, kami semua mendirikan Trisakti, karena dititipi Bung Karno, dan sampai sekarang belum selesai, tegasnya.

Saat disinggung tentang STP Trisakti, Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti ini menegaskan, bahwa STP Trisakti telah banyak berkontribusi dalam peningkatan SDM Pariwisata, dan yayasan terus mendukung upaya pengembangan sarana, prasarana agar terus maju dan berkembang, hingga saat ini STP Trisakti termasuk yang terbaik diantara sekolah tinggi pariwisata yang lain, tegas Harry Tjan Silalahi. (Nl).

0 komentar:

Posting Komentar