Kamis, 15 Desember 2016

MASYARAKAT BALIKPAPAN BANJIRI KRI TELUK BINTUNI 520

MASYARAKAT BALIKPAPAN BANJIRI KRI TELUK BINTUNI 520


KRI Teluk Bintuni 520 sewaktu mendukung pelayaran Taruna tingkat II Akademi Angkatan Laut (AAL) ke wilayah timur, saat sandar di dermaga pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur dibanjiri dengan kunjungan masyarakat yang naik ke kapal.

KRI Teluk Bintuni 520 tiba di pelabuhan Semayang Balikpapan pada hari Minggu 11 Desember 2016. Selama tiga hari hingga tanggal 13 Desember 2016 terbuka bagi masyarakat setempat untuk naik ke kapal.

Acara open ship yang digelar selama 3 hari mulai dari pukul 10.00 – 17.00 Wita oleh Komandan KRI Teluk Bintuni 520 Mayor Laut (P) Yusup Yanto, M.tr (Hanla) telah menjadi tempat wisata baru masyarakat setempat. Masyarakat yang penasaran dan ingin melihat lebih dekat KRI Teluk Bintuni 520, bisa datang langsung sambil berfoto-foto diatas kapal dengan para prajurit maupun dengan para Taruna Tahuni AAL.

Ada yang menarik dari KRI Teluk Bintuni 520 ini, jika dilihat dari tugas pokoknya KRI Teluk Bintuni 520 adalah kapal yang dirangcang dan didesain untuk mengangkut tank Leopard TNI AD. Tank tersebut tiap unit berbobot 62 ton. Dan KRI Teluk Bintuni mampu mengangkut Tank Leopard tersebut sebanyak 10 unit sekaligus ditambah dengan satu batalion pasukan.

Kapal ini produksi dalam negeri sebuah karya anak bangsa indonesia dari galangan kapal di Bandar Lampung tahun 2014 lalu. Dalam pelayarannya kali ini, kapal perang berukuran panjang 120 meter dan lebar 18 meter itu, membawa Taruna tingkat II AAL yang berjumlah 125 orang untuk mengikuti program berlayar. Terdiri dari 112 Taruna dan 13 Taruni. Mereka akan diajarkan seluk-beluk mengenai proses dan kegiatan apa saja selama dalam pelayaran.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi berkesempatan kunjungan ke KRI Teluk Bintuni 520 sewaktu sandar di dermaga pelabuhan Semayang dan disambut oleh Komandan KRI serta para Taruna Taruni AAL.

Saat kunjungan tersebut Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat berada di KRI mengatakan bahwa dari 125 Taruna yang ikut program berlayar ini, kenapa tidak ada perwakilan dari Balikpapan. Padahal jika dilihat secara geografis, kota ini bersebelahan dengan laut. Seharusnya mampu juga mencetak calon-calon prajurit terbaik dari sini. Makanya dengan hadirnya kapal perang ini, generasi muda jadi bisa terinspirasi untuk bisa berkarier menjadi seorang anggota TNI Angkatan Laut, ungkapnya.(pry)

0 komentar:

Posting Komentar