Senin, 05 Desember 2016

Pangarmabar Perintahkan 2 KRI Lagi Membantu Tim SAR di Perairan Lingga

Pangarmabar Perintahkan 2 KRI Lagi Membantu Tim SAR di Perairan Lingga


Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., melalui Danguskamlaarmabar Laksamana Pertama TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., dan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., telah memerintahkan menambah lagi 2 KRI yaitu KRI Siada-862 dan KRI Sigurot-864 untuk membantu Tim SAR menemukan pesawat POLRI jenis Skytruck tipe M 28 yang jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepri, Senin (5/12).

Kedua kapal perang tersebut bergabung dengan unsur-unsur Koarmabar  yang terlebih dahulu membantu Tim SAR yaitu KRI Patimura-371, KRI Tenggiri-865 dan KRI Cucut 866 serta empat unsur Lantamal IV yakni Patkamla Kuala Gaung, Patkamla Kuala Cenaku, Patkamla DBS dan Patkamla Cempa serta unsur udara Koarmabar yakni pesawat intai maritim U-618.

Hal ini menurut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., untuk mempercepat penemuan korban dan saat ini juga pihak TNI Angkatan Laut sudah mempersiapkan Tim Penyelam untuk membantu dan bergabung dengan Tim SAR, dengan harapan kekuatan yang ada dapat dimaksimalkan baik pencarian badan pesawat ataupun korban yang belum ditemukan.

Dari hari pertama kejadian jatuhnya pesawat POLRI jenis Skytruck tipe M 28 di perairan Kabupaten Lingga, Danlantamal IV memerintahkan Lanal dan Posal Dabo Singkep terdekat untuk membantu dengan menurunkan tiga kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) bersama masyarakat nelayan setempat melakukan pencarian walau terkendala cuaca dan alat komunikasi yang terbatas.

Sedangkan pada hari Minggu 4 Desember, Danlantamal IV telah melakukan pertemuan dengan Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigjen TNI Mar Ivan Titus di Kantor Basarnas Tanjungpinang untuk membahas percepatan dan memaksimalkan operasi SAR dalam musibah jatuhnya pesawat POLRI jenis Skytruck tipe M 28 diperairan Kabupaten Lingga.

Sementara itu, lokasi pencarian SAR yang semula hanya 4 sektor akan diperluas menjadi 6 sektor. Dalam pelaksanaan SAR, seluruh unsur-unsur SAR yang sudah dibagi sektor pencarian masing-masing akan melaporkan perkembangan SAR kepada Kapal Basarnas RB 209 selaku Kapal Poskotis.

Pada pelaksanaan SAR hari ke-4 ini akan difokuskan pada penyelaman di lokasi dimana ditemukannya 11 titik anomali (yang diduga sebagai bagian dari pesawat) dengan luas daerah pencarian 600m X 600m. Waktu penyelaman akan dilaksanakan pada pukul 12.00 hingga 14.00 oleh tim penyelam gabungan.

0 komentar:

Posting Komentar