Selasa, 17 Januari 2017

Koarmabar Laksanakan Upacara Bendera 17-an

Koarmabar Laksanakan Upacara Bendera 17-an

Kepala Staf  Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Bendera 17-an  di Lapangan Arafuru, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jakarta Pusat, Selasa (17/1).

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh Kasarmabar, antara lain mengatakan bahwa TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, juga dinilai mampu berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan serta bersama-sama segenap komponen bangsa melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tenteram di masyarakat. Namun demikian masih adanya pelanggaran yang dilakukan oknum Prajurit dan PNS TNI yang melakukan tindakan tidak terpuji bahkan menyakiti hati rakyat seperti korupsi, penyalahgunaan Narkoba dan lain sebagainya yang dapat merusak citra TNI. Oleh karena itu tahun 2017 ini menjadi tugas berat untuk menjaga kepercayaan masyarakan terhadap TNI. Jadikan tahun 2017 ini sebagai tahun bersih-bersih dari korupsi bagi seluruh jajaran TNI.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan, tantangan tahun ini akan semakin kompleks dan tidak ringan, salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan media sosial. Media sosial menjadi medan pertempuran baru oleh sekelompok masyarkat untuk mencapai tujuannya. Penyebaran informasi dan berita-berita bohon (hoax) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinnekaan dan munculnya radikalisme. Sehubungan hal tersebut, Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI agar jangan mudah percaya terhadap berita bohong tersebut, tetapi percayalah kepada komandan satuan masing-masing. Prajurit dan PNS TNI harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat.

Terkait pelaksanaan Pilkada Serentak, Panglima TNI menegaskan kembali bahwa TNI harus netral dan ikut menjamin pilkada berjalan aman, damai dan lancar. Seluruh prajurit TNI harus tetap bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Mengakhiri amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menyampaikan perintah hariannya untuk dipedomani dan dilaksanakan yaitu: Tingkatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman dalam kehidupan serta pengabdian terhadap bangsa dan negara; Tingkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas sebagai jati diri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara; Kembangkan cara berfikir sederhana namun menyentuh dan berpengaruh nyata terhadap percepatan pembangunan TNI di tengah dinamika dan kompleksitas tugas TNI ke depan; Patuhi aturan yang berlaku dan segala bentuk perintah kedinasan, serta menghindari dan jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun; Pelihara dan tingkatkan harmonisasi dengan rakyat agar bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian; Tingkatkan kinerja dengan semangat dan motivasi yang tinggi untuk TNI dan NKRI yang sangat-sangat kita cintai.

Hadir pada Upacara Tujuh Belasan tersebut para Asisten Pangarmabar, para Komandan satuan jajaran Koarmabar serta para Kepala Dinas/Kepala Satuan Kerja Mako Koarmabar.(Pry)

0 komentar:

Posting Komentar