Jumat, 20 Januari 2017

Panglima TNI : Semangat Kebersamaan Membangun Desa Sebagai Basis Ketahanan Wilayah

Panglima TNI : Semangat Kebersamaan Membangun Desa Sebagai Basis Ketahanan Wilayah

Kehadiran Program TMMD bukan sekedar menghadirkan bangunan fisik, tetapi yang lebih penting yaitu terbangunnya semangat gotong royong, meningkatnya kepedulian sosial dan semangat kebersamaan membangun desa sebagai basis ketahanan wilayah menuju ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat membuka Rapat Paripurna TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) ke-37 TA. 2016, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (20/1/2017).

Panglima TNI menyatakan bahwa, semangat kejiwaan TMMD adalah semangat gotong-royong sebagai ciri dan budaya bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Pelaksanaan TMMD harus dapat memberi nilai tambah dalam prestasi kerja dan terbangunnya kondisi sosial, wawasan kebangsaan, ketahanan masyarakat serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat, jelasnya.

Kita perlu terus bangun komunikasi sosial dengan masyarakat desa, agar pembangunan di desa dapat terlaksana dengan cepat sesuai harapan rakyat, tegas Panglima TNI.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, sejalan dengan meningkatnya keinginan Pemda, Kabupaten dan Kota untuk dilaksanakan TMMD di wilayahnya, maka pelaksanaan TMMD yang selama ini dilaksanakan dua kali setahun di tingkatkan menjadi tiga kali setahun.

Selama TMMD para prajurit saya perintahkan tidur di rumah penduduk, kemudian uang lauk pauknya dimasak dan dimakan bersama penduduk dimana prajurit tersebut tinggal, dari situ diharapkan terjalin kekeluargaan dan persaudaraan dengan masyarakat, ungkapnya.

Diakhir pengarahannya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan kepada peserta Rapat Paripurna TMMD, yaitu: Pertama, pelaksanaan TMMD tidak keluar dari tujuan dan semangat TMMD. Kedua, keberhasilan TMMD bukan bangunan fisik semata, tetapi yang lebih penting adalah dampak positif dari pelaksanaan TMMD. Ketiga, pelaksanaan TMMD dimaknai sebagai program yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Keempat, evaluasi hasil TMMD sebelumnya untuk dapat meningkatkan dan mencapai hasil yang optimal pada pelaksanaan TMMD yang akan datang. Kelima, laksanakan TMMD dengan niat ingin berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada pemenang Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-37, serta penyerahan bantuan Laptop kepada perwakilan siswa SMA dari seluruh Indonesia yang berjumlah 1.000 orang.

Tema yang diangkat dalam penyelenggaraan Rapat Paripuna TMMD ke-37 TA. 2016 yaitu Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI.

Rapat Paripurna TMMD ke-37 TA. 2016 diikuti oleh 520 peserta, terdiri dari para staf PJO TMMD, anggota Tim Asistensi Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), para Danrem selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP), para Aster Kotama/Kostrad/ Kopassus, para Kapen Kotama/Kostrad/Kopassus, para Dandim/Dansatgas TMMD ke-98 dan ke-99, para Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi, para Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi, serta perwakilan Bupati/ Walikota penyelenggera TMMD.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.(Rul)

0 komentar:

Posting Komentar