Senin, 20 Februari 2017

Berikan Berbagai Manfaat, AEO Buat Indonesia Siap Bersaing di Pasar Internasional

Berikan Berbagai Manfaat, AEO Buat Indonesia Siap Bersaing di Pasar Internasional 

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah memberikan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEC) dan penetapan Mitra Utama (MITA) Kepabeanan Perlakuan yang diterima berupa simplikasi prosedur kepabeanan melalui program partnership ini menyasar para pelaku usaha yang memiliki kualitas baik Hingga saat ini. program yang lahir dari inisiatif World Customs Organization (WCO) dengan tujuan mengamankan rantai pasokan logistik dalam perdagangan Internasional. telah disepakati, diakui dan diimplementasikan oleh sekitar 160 negara di dunia. salah satunya Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Republik lndonesia, Mardiasmo. mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan melalui DJBC berkomitmen untuk memperluas manfaat dan program AEO dan MITA Kepabeanan HasiInya tak main-main. Jumlah perusahaan yang tergabung dalam AEO terus menunjukkan peningkatan dari tahun 2015 terdapat 5 perusahaan penerima sertifikat AEO. di tahun 2016 terdapat 40 perusahaan, dan hingga Februari 2017 sudah mencapai 44 perusahaan dengan 46 sertifikasi Bea Cukai Juga telah menetapkan 264 perusahaan MITA Kepabeanan hingga awal tahun 2017. 

Lebrh lanjut Mardiasmo menjelaskan bahwa tak hanya menerima manfaat kemudahan dan DJBC, para pelaku usaha yang telah bersertifikasi AEO dan tergabung dalam MITA Kepabeanan nyatanya juga memberikan kontribusi signifikan dari bidang kepabeanan dan penerimaan negara Dan segi upaya percepatan dwelling time. perusahaan AEO dan MITA Kepabeanan berkontribusi terhadap penurunan 30% dan waktu rata-rata dwelling time normal yaitu dari 3,4 hari menjadi 2,38 hari Dan segi Jumlah importasi, perusahaan AEO dan MITA berkontribusi sekltar 26.84% atau sekrtar 265 ribu kontainer sepanjang tahun 2016 Perusahaan AEO dan MITA Kepabeanan juga berkontribusi dalam efisiensi biaya penimbunan hingga mencapai 34% jika dibandingkan perusahaan Jalur Hijau. hal ini dimungkinkan karena waktu penumpukan yang lebih rendah dan proses pengeluaran barang perusahaan AEO dan MITA Kepabeanan lebih cepat Tak hanya itu. kontribusinya terhadap penerimaan negara mencapai 29.30% dan total penerimaan negara berupa Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka lmpor pada tahun 2016 yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok Ke depannya, fasilitas ini diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional karena murahnya biaya logistik Reputasi sebagai lndonesia Trusted Panner Juga diharapkan menunjang daya saing produk ekspor lndonesia di dunia intemasional. 

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Bea dan Cukar, Heru Pambudi mengungkapkan bahwa AEO merupakan salah satu sertifikasi yang dikeluarkan oleh DJBC Tujuannya selain untuk mengamankan rental pasokan logistik dalam perdagangan Internasional. juga untuk memberikan kepastian, keamanan, dan dan kenyamanan para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya.

Dalam testimoni tertulis. PT Eratex Djaja Tbk. PT Sriboga Flour Mull, PT Megasetia Agung Kimia. dan PT Bentoel lnterasional lnvestama menyatakan bahwa setelah mendapatkan sertñkasi AEO, perusahaannya menjadi lebih percaya diri dalam persaingan global karena mendapatkan Jaminan keamanan, fasilitasi dan kecepatan terhadap mata rantai pasokan sesuai dengan standar perdagangan internasional.

Mardiasmo menambahkan bahwa program AEO bukan hanya milik satu Instansi pemerintah. namun diharapkan akan ada sinergi yang muncul dengan instansi pemerrntah lain yang terkait dengan kegiatan ekspor. Impor dan rantai pasokan logistik barang Dengan terwujudnya sinergi antar Instansi pemerintah dan partnership dengan pengguna usaha melalui program AEO, serta terbentuknya single risk management antara DJBC dengan instansi pemerintah lainnya tentu akan memiliki kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan menjadi leverage bagi kemajuan bangsa dan negara (Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar