Selasa, 14 Februari 2017

Lantamal IV Tanjungpinang Amankan Kapal Bermuatan Bawang Merah Illegal Dari Malaysia

Lantamal IV Tanjungpinang Amankan Kapal Bermuatan Bawang Merah Illegal Dari Malaysia


Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Batam menangkap dan mengamankan kapal KM. Rizky Indah yang memuat bawang merah dan buah-buahan illegal dari Malaysia, di perairan Selat Dempo Pulau Galang Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (13/2).

Penangkapan terhadap KM Rizky Indah bukanlah suatu kebetulan dikarenakan kapal tersebut telah menjadi target operasi dari tim WFQR Lantamal IV karena disinyalir telah berulang kali melakukan tindakan illegal berupa penyelundupan barang dari luar negeri.

Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., mengatakan KM Rizky Indah GT 21 berbendera Indonesia saat ditangkap dinakhodai oleh AR bersama dua orang ABK dan menurut pengakuan nakhoda kapal tersebut berlayar dari Batam dengan tujuan Dabo Singkep Kabupaten Lingga. Dari hasil pemeriksaan sementara tim WFQR di lapangan, KM Risky Indah bermuatan + 600 karung bawang merah dan 50 karung buah-buahan yang berasal dari luar negeri tanpa dilengkapi dengan dokumen manifest muatan kapal. Selain itu, Surat Pemberitahuan Berlayar yang ditunjukkan oleh kapten kapal tidak sesuai.

Modus yang digunakan oleh para pelaku sama dengan pelaku penyelundupan yang telah terlebih dahulu ditangkap oleh tim WFQR yaitu bawang merah yang berasal dari Malaysia dibawa masuk ke Batam dengan menggunakan kontainer secara ilegal, selanjutnya dengan memanfaatkan cuaca buruk yang akhir-akhir ini terjadi di perairan Kepri, mereka mencoba mencari kelengahan petugas untuk membawa barang selundupan ke berbagai daerah dengan menggunakan kapal dengan tonase yang lebih kecil, ungkap orang nomor satu di jajaran Lantamal IV.

Kami akan membongkar jaringan sindikat penyelundup barang illegal ini, mereka tidak mungkin bermain sendiri-sendiri. Tim WFQR Lantamal IV telah memiliki data dan informasi berkaitan dengan kegiatan mereka. Jalur-jalur titik kerawanan telah dipetakan, pelabuhan-pelabuhan tikus yang selama ini dijadikan tempat bongkar muat telah kita data, jelas Danlantamal IV.

Saat ini kapal beserta seluruh ABK dan muatan dikawal Tim WFQR Lantamal IV dibawa menuju dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut sambil melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar