Kamis, 09 Februari 2017

PANGKOLINLAMIL PASTIKAN KESIAPAN OPERASI KRI MENTAWAI 959

PANGKOLINLAMIL PASTIKAN KESIAPAN OPERASI KRI MENTAWAI 959


Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Pertama TNI Agung Prasetiawan, M.AP. melakukan inspeksi ke KRI Mentawai 959 yang sandar di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (9/2). Dalam inspeksi tersebut, Pangkolinlamil didampingi para Asisten Pangkolinlamil, para Kasatker terkait, Komandan Satlinlamil Jakarta dan Komandan KRI Mentawai 959.

Pengecekan ini dilaksanakan untuk mengetahui secara langsung dan memastikan kesiapan KRI Mentawai 959 dalam mendukung tugas-tugas operasi lintas laut militer dan tugas operasi laut lainnya.

KRI Mentawai 959, jenis kapal perang Bantuan Umum (BU) diproduksi di Hongaria tahun 1964, memiliki spesifikasi panjang 74,54 meter dan lebar 11,30 meter.

KRI Mentawai 595 masuk jajaran TNI Angkatan Laut pada tanggal 1 September 1964 dan dioperasikan oleh Kolinlamil sejak tahun 1975. Kapal perang ini memiliki bobot berat 1.301 DWT dan awalnya mampu mengangkut 850 ton dan personel dengan fasilitas 250 pasukan dengan kelengkapan perorangan lainnya memiliki kemampuan menempuh kecepatan maksimal 11,5 knot/jam. Namun dengan kondisi usianya saat ini kemampuan awalnya tentunya sudah berkurang masih bisa mendukung tugas operasi.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima Kolinlamil menyampaikan arahannya kepada Komandan KRI Mentawai 959 Mayor Laut (P) Homa Sugama agar tetap menjaga kesiapan kapal perang, terus bangun semangat anak buah dan rasa bangga sebagai pengawak KRI serta jadikan landasan yang kuat dalam melaksanakan tugas pokok.

Jaga dan operasionalkan kapal ini sebaik-baiknya. Tetap semangat dan tumbuhkan terus rasa bangga sebagai prajurit KRI Mentawai 959, tingkatkan kesiapsiagan pelaksanaan purba jaga, tegas Panglima mengarahkan.

Ditambahkan pula, bahwa KRI Mentawai 959 yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi negara dalam melaksanakan dukungan operasi militer baik Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang harus terus dipelihara dan dirawat.

Anggaplah kapal ini seperti rumah sendiri bagi para pengawaknya, Komandan sebagai pemilik rumah ini, ujar Panglima.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama terkait dengan kerawanan akan bahaya kebakaran dan kebocoran, Pangkolinlamil juga mengingatkan agar prajurit yang melaksanakan jaga untuk melakukan pengecekan secara terus-menerus.

Waspadai bahaya kebakaran dan kebocoran, selalu utamakan zero accident, kata Panglima.

Operasi pergeseran pasukan dan material merupakan salah satu tugas dan fungsi Kolinlamil sebagai pembina kemampuan sistem angkutan laut militer, dengan menyelenggarakan pergeseran pasukan TNI yang meliputi personel, peralatan dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis strategis.(Pry)

0 komentar:

Posting Komentar