Sabtu, 11 Maret 2017

51 Tahun Supersemar, Momentum Introspeksi Diri Bangsa Indonesia

51 Tahun Supersemar, Momentum Introspeksi Diri Bangsa Indonesia

Peringatan 51 tahun Supersemar yang di rayakan sekaligus Tablig Akbar, bener-bener membangun kembali kerinduan atas kepemimpinan Pak Harto, suasana Rindu Pak Harto semakin jelas dengan antusiasnya para pengunjung dating,  yang jumlahnya ratusan ribu sampai ke areal luar mesjid.

Setelah mendengarkan sambutan, Titik Soeharto atas nama keluarga dengan bahasa yang mantap  ternyata pak Harto pernah pesan sebelum lengser tahun 1998, bahwa sejarah nanti akan membuktikan dan saat ini peristiwa itu sudah 19 tahun tidak ada yg lebih baik kepemimpinan saat ini dari pak Harto.

Pak Harto banyak jasanya membangun bangsa ini, bahkan badan resmi dunia PBB  mengakui jasa pak harto seperti FAO ketika Pak Harto berhasil swasembada beras di Indonesia. sekali lagi penghargaan resmi badan dunia seperti PBB bukan LSM luar yang nggak jelas.

Suasana aman damai dan mudah mencari kerja itulah jaman pak Harto dan Demokrasi terpimpin  yang di ajarkan Soekarno, Demokrasi Pancasila yang di ajarkan Soeharto tidak terlihat lagi bahkan reformasi demokrasi sudah ke bablasan menuruk pak Jokowi.

Saya bersyukur dan haru mendengar anak pak Harto tampil dalam kegiatan  51 tahun super semar dengan ratusan ribu pengunjung di mesjid Attin menandakan Rakyat merindukan Pak Harto,Mari kita bangun Bangsa ini dengan kedamaian tidak saling membenci, jangan lagi ada penista Agama karena ini merusak kerukunan dan toleransi umat beragama yg sudah terjaga di bumi Pancasila karena sesungguhnya penista agama bertentangan dengan Pancasila dan penista agama mestinya tidak boleh hidup di bumi Pancasila.ujar Rachmat Hs ketua dewan pembina FPB.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar