Sabtu, 18 Maret 2017

HUT 61 TAHUN, PARFI GELAR MALAM ANUGERAH ARTIS FILM INDONESIA

HUT 61 TAHUN, PARFI GELAR MALAM ANUGERAH ARTIS FILM INDONESIA

Setelah sukses menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), bertempat di Auditorium Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, jajaran PARFI menggelar serangkaian Hari Ulang Tahun PAFRI ke 61, dengan menggelar rangkaian acara “Malam Anugerah Artis Film Indonesia 2017”, acara dipandu oleh Host, Jose Choa Linge SE (Jose), dan Rini Siregar, acara terlihat meriah dan semarak oleh artis-artis ternama yang mengisi acara Malam Anugerah Artis Film Indonesia tersebut.

Host Jose dalam membawakan acara tersebut, mengungkapkan, bahwa Malam Anugerah Artis Film Indonesia ini merupakan rangkaian hari ulang tahun PARFI yang ke 61 tahun, dan penghargaan diberikan pada para Artis-artis yang berprestasi, serta telah meraih Piala Citra maupun FFA Internasional, dan mereka yang telah berjasa membesarkan PARFI hingga saat ini.

Sementara penerima penghargaan dari PARFI adalah :

1.    Slamet Raharjo, Film ; Ranjang Pengantin/Sutrd. Teguh Karya – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 1975. Rembulan dan Matahari/Sutrd. Slamet Rahardjo – Sutradara Terbaik II FFI – 1980, Di Balik Kelambu/Sutrd. Teguh Karya – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 1983, Kembang Kertas/Sutrd.Slamet Rahardjo – Sutradara Terbaik FFI – 1985, Kodrat /Sutrd. Slamet Rahardjo – Sutradara Terbaik FFI – 1987,

2.    Deddy Mizwar, Film: Arie Hanggara /Sutrd. Frank Rorimpandey – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 1986. Opera Jakarta /Sutrd. Sjuman Djaya – Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI – 1986, Naga Bonar/Sutrd.MT Risyaf – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 1987, Kuberikan Segalanya/Sutrd.Galeb Husein – Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI – 1992, Naga Bonar Jadi 2 /Sutrd. Deddy Mizwar – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 2007,

3.    Deddy Sutomo, Film: Mencari Hilal /Sutrd. Ismail Basbeth – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI -2015,

4.    Tio Pakusadewo, Film: Lagu Untuk Seruni /Sutrd.Labbes Widar – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 1991 Identitas /Sutrd. Aria Kusumadewa – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 2009.

5.    El Manik Film : November 1828 / Sutrd. Teguh Karya – Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 1979, Budak Nafsu /Sutrd.Sjuman Djaya – Pemeran Utama Pria FFI – 1984, Carok /Sutrd.Imam Tantowi- Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI -1985, Jejak Pengantin /Sutrd.MT Risyaf – Pendukung Pria Terbaik FFA Pasific – 1985, Berbagi Suami / Sutrd. Nia Dinata – Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI – 2006,

6.    Vino G Bastian, Film: Radit dan Jani/Sutrd. Upi Avianto – Pemeran Utama Pria FFI – 2008,

7.    Reza Rahadian Film: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta /Sutrd.Benni Setiawan – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 2010, Perempuan Berkalung Sorban /Sutrd. Hanung Bramantyo – Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI -2009, Habibie dan Ainun /Sutrd. Faozan Rizal – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI -2013, My Stupid Boss /Sutrd. Upi Avianto – Pemeran Utama Pria Terbaik FFI – 2016, Vino G Bastian mewakili Aktor dari Generasi Muda.


Untuk kategori Aktris;

1.    Rima Melati, Film: Intan Berduri /Sutrd. Turino Djunaedy – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1973.

2.    Widyawati, Film: Pengantin Remaja /Sutrd. Wim Umboh – Runner UP II Aktris Terbaiik – FFA Taiwan -1971, One Way Tiket (Semoga Kau Kembali)/ Sutrd. Motinggo Boesje – Pemeran Pendukung Wanita FFI – 1972, Arini -Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat /Sutrd. Sophan Sophiaan – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1987, Perempuan Berkalung Sorban/Sutrd. Hanung Bramantyo – Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FFA Pacific – 2010,

3.    Lydia Kandou, Film: Boneka dari Indiana/ Sutrd.Nyak Abbas Akup – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1991 Ramadhan dan Ramona /Sutrd. Chaerul Umam – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1992, 4. Jenny Rachman, Film: Kabut Sutra Ungu /Sutrd.Sjuman Djaya – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1980, Kabut Sutra Ungu /Sutrd. Sjuman Djaya – Aktris Terbaik – FFA Pacific – 1980, Gadis Marathon /Sutrd.Chaerul Umam – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI- 1982.

4.    Christine Hakim, Film: Cinta Pertama/Sutrd. Teguh Karya – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI -1974, Sesuatu Yang Indah/Sutrd. Pemeran Utama Wanita Terbaim FFI – 1977, Pengemis dan Tukang Becak /Sutrd.Wim Umboh – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1979, Di Balik Kelambu /Sutrd. Teguh Karya – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1983, Kerikil – Kerikil Tajam /Sutrd. Sjuman Djaya – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1985, Tjoet Nja’ Dhien /Sutrd.Eros Djarot – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 1988, Daun di Atas Bantal/ Sutrd. – FFA Pacific International – 1998, Pendekar Tongkat Emas /Sutrd. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FFI – 2015),

5.    Marcella Zalianty, Film: Brownies /Sutrd. Hanung Bramantyo – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 2005, 7. Dian Sastrowardoyo, Film: Ada Apa Dengan Cinta / Sutrd.Rudi Sudjarwo – Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI – 2004.7 Jenny Rachman, semoga dalam waktu dekat sudah komgirmasi kehadirannya menerima AWARD yang sudah Panitia HUT – PARFI siapkan. Acara Hut PARFI ini juga Menampilkan artis-artis seperti : Betharia Sonatha, Imaniar, Nenny Triàna, Yuyun George, Yopie Latul, Sovie Djasmin, dan lain-lain.


Yang tidak kalah menarik adalah pemberian penghargaan pada khusus pada seorang Office Boy yang telah bekerja/mengabdi di PARFI selama 34 tahun, yaitu Suryanto atau biasa disapa Yono, sehingga membuat suasana penuh haru, dimana Sandec Sahetapy selaku Ketua Panitia Malam Anugerah Artis Film Indonesia memberikan Reward khusus serta memberikan uang sebagai ucapan terimakasih dari PARFI atas pengabdiannya selama 34 tahun tersebut.

Sandec Sahetapy juga berharap, dengan penghargaan insan Film dari PARFI sebagai apresiasi terhadap film Indonesia, juga diharapkan akan mampu membangkitkan kembali karya Film di tanah air, serta mampu membangun minat masyarakat untuk mencintai film-film nasional, pada HUT PARFI ke 61 tahun ini, juga menjadi momentum yang baik, untuk menggugah insan film Indonesia, untuk kembali menyajikan karya film nasional, bahkan mampu bersaing di kancah Film Asean maupun internasional, di era MEA saat ini. (Nk)


0 komentar:

Posting Komentar