Kamis, 09 Maret 2017

Mentan RI Terjun Langsung ke Lapangan Kendalikan Harga Gabah Petani

Mentan  RI Terjun Langsung ke Lapangan Kendalikan Harga Gabah Petani

Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP. melaksanakan Panen Raya dan Serap Gabah Petani di Desa Megulung Kulon, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (9/3/2017).

Pemerintah melalui Menteri Pertanian RI terjun langsung ke lapangan, mengecek harga pembelian gabah kering petani, guna menghindari permainan harga yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan kecurangan terhadap petani dalam hal pembelian gabah.

Saya mendapat informasi bahwa masih ada harga gabah kering petani yang dijual dengan harga Rp 3.100 dan Rp 3.200 per kilogram. Makanya saya terjun langsung ke lapangan untuk memastikan harga gabah dengan kadar air 25-30% harus dibeli dengan harga Rp 3.700,- per kilogram, ujarnya.

Lebih lanjut Mentan  RI Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP menyampaikan bahwa, hal ini sesuai dengan instruksi Presiden RI Ir. Joko Widodo agar mengendalikan harga gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Presiden RI memerintahkan saya untuk terjun langsung ke lapangan untuk dialog dengan para petani dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan TNI, Bulog, Perdagangan, dan Pertanian untuk penyerapan gabah kering sehingga petani tidak dirugikan, katanya.

Mentan  RI juga mengatakan bahwa, perhatian  Presiden RI  sekarang ini terhadap petani sungguh luar biasa, begitu beliau mendengar harga gabah turun kami langsung diperintahkan untuk terjun ke lapangan dan melihat langsung serta memberikan solusi yang terbaik. Hari ini kami sudah memberikan solusi, dahulu kadar air maksimal 20% dan sekarang kadanya 25% tidak masalah. Intinya selesai panen gabah kering petani bisa langsung dibeli semuanya oleh Bulog dengan harga Rp 3.700, ucapnya.

Dr. Ir. Amran Sulaiman, MP. juga mengatakan bila gabah kering petani kualitasnya kurang bagus (kadar air melebih 25 %), maka bisa diperbaiki dengan alat pengeringan gabah. Kita jangan pasrah menerima kondisi yang ada saat ini, tetapi kita juga harus kreatif, imbuhnya.

Saya harapkan pemerintah daerah dalam hal ini Pak Bupati, Camat, kepala desa dan TNI semua bergerak untuk membantu penyerapan gabah petani untuk di jual ke Bulog. Kalau stok beras sudah surplus kita tidak impor lagi bahkan kita bisa ekspor beras, ungkap Andi Amran Sulaiman.

Dalam pengarahannya Mentan  RI  juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Dandim, Danramil dan Babinsa atas kinerja yang luar biasa sehingga serap gabah ini berhasil. Alhamdulillah serapan gabah kita sudah naik 700 %, tutupnya. (NPy)

0 komentar:

Posting Komentar