Jumat, 10 Maret 2017

Pramuka Peduli Distribusikan Bantuan k‎e Korban Bencana Alam Kab Lima Puluh Kota

Pramuka Peduli Distribusikan Bantuan k‎e Korban Bencana Alam Kab Lima Puluh Kota

‎Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, Eko Sulistio melakukan aksi kemanusiaan membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Eko Sulistio mengatakan, meski bencana banjir dan tanah longsor terjadi pekan lalu (4/3/2017), namun kondisi saat ini masih banyak wilayah-wilayah yang terisolasi karena jalan penghubung antar kecamatan terputus. Sehingga sebagian distribusi bantuan harus diberikan dengan berjalan kaki melewati lumpur.

Distribusi bantuan dilakukan dengan jalan kaki berjam-jam, melewati lumpur dan medannya sangat susah. Karena itu mobil tidak ada yang bisa masuk‎, ujar Eko, saat dihubungi, Jumat (10/3/2017).

‎Banjir dan longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota terjadi di 25 titik, yakni 13 titik longsor dan 12 titik banjir. Longsor tersebar di sembilan titik di Kecamatan Pangkalan. Sedangkan banjir tersebar di tujuh kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Eko, aktivitas masyarakat sampai saat ini masih belum bisa bergerak. Anak-anak sekolah juga masih diliburkan karena banyak gedung-gedung sekolah yang rusak tertimbun tanah, dan diterjang banjir. Sementara listrik juga masih padam.

Aktivitas masyarakat di sini masih lumpuh, anak-anak sekolah masih diliburkan. Kecamatan Pangkalan salah satu dari delapan kecamatan terparah dari dampak banjir bandang, terangnya.

Beberapa bantuan yang dikirim untuk para korban, antara lain, ganset listrik, kabel, lampu, tikar, selimut, sembakau berupa beras, mie, biskuit, susu, coklat, peralatan mandi, baju, dan juga ada empat ekor kambing untuk dimasak.

Kita distribusikan ke empat jorong atau desa, yakni Desa Lakuak Gadang, Lubuk Naga, Muaro, dan Koto Panjang, jelasnya.

Dalam melakukan aksinya, Eko tidak sendirian. Ia dibantu oleh anggota Pramuka Peduli dari Sumatera Selatan dan UNP Padang. Mereka tidak hanya bekerja mendistribusikan bantuan. Selama di sana Eko aktif turut serta bersama warga membersihkan jalan, rumah, dan gedung-gedung sekolah yang terkena lumpur banjir.

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, me‎nyatakan turut berduka atas musibah tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan kehadiran Eko mewakili Kwarnas diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang menjadi korban.

Kami sangat berduka mendengar kabar bencana banjir dan tanah longsor di Lima Puluh Kota.‎ Tentu, kita menghimbau kepada anggota Pramuka untuk ikut sama-sama bergotong royong membantu para korban, karena kita adalah bagian dari mereka. Mereka adalah saudara kita yang perlu diperhatikan dan dibantu, tuturnya.

‎Diketahui, banjir ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, Sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, Sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban, dan Sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.

Mengingat masih banyak kondisi yang belum pulih, dan banyak korban yang belum ditemukan, BNPB memperpanjang masa darurat bencana sampai Jumat 17 Maret 2017. Sejauh ini baru ada enam korban meninggal yang sudah ditemukan. Bantuan dari sejumlah relawan juga terus berdatangan. (Nk)

0 komentar:

Posting Komentar