Sabtu, 01 April 2017

Adakan KPL, Kwarnas Terus Cetak Pelatih Handal

Adakan KPL, Kwarnas Terus Cetak Pelatih Handal

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) mengadakan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL) mandiri angkatan I tahun 2017 di area Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung mulai 31 Maret sampai 6 April 2017.

Ketua Pusdiklatnas Gerakan Pramuka, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya kursus KPL adalah agar para calon pembina dan pelatih Pramuka punya daya kreatifitas yang tinggi dalam mengajarkan pendidikan kepramukaan kepada adik-adik di luar maupun di dalam sekolah secara mandiri.

KPL mandiri dimaksudkan agar peserta punya tanggung jawab yang lebih dalam mendidik Pramuka sehingga berkarakter, ujarnya di lokasi, Jumat (31/3/2017).

Suyatno menuturkan, dengan kursus KPL ini, Kwarnas Gerakan Pramuka juga ingin membentuk pembina dan pelatih yang profesional dan berkualitas. Sebab, kemahiran dan kepintaran pelatih sangat menentukan keberlangsungan Gerakan Pramuka dalam menjalankan program.

KPL ini bersifat mandiri. Artinya, pelaksanaan KPL ini atas biaya para peserta sendiri yang dimulai dengan pembukaan pendaftaran lewat medsos (FB, IG Pusdiklatnas), kemudian peserta mendaftar yang kemudian diseleksi oleh Pusdiklatnas, jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Anggota Dewasa Dr. Susi Yuliati yang membuka acara kegiatan ini mengatakan, ‎‎Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non-formal, melengkapi pendidikan keluarga dan pendidikan sekolah. Untuk mewujudkan itu, diperlukan pelatih handal.

Jadi, kursus ini juga berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pendidikan dan pelatihan kepramukaan guna meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka, terangnya.

Susi Yuliati berharap, kursus ini nantinya akan tercipta pemahaman yang sama di dalam mengelola pendidikan dan pelatihan dalam Gerakan Pramuka. Serta bisa mewujudkan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang sistematis, efektif, dan efisien dalam Gerakan Pramuka.

Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Binawasa, Muhammad Laiyin menambahkan, baik KMD, KML, KPD dan KPL materinya sudah seragam se-Indonesia karena distandarkan oleh Pusdiklatnas. Namun, yang berbeda untuk KPL kali ini adalah KPL sudah menggunakan kurikulum baru dengan 70 jam pelajaran selama 7 hari.

Standar kompetensi lulusan KPL adalah mampu menjadi pemimpin pelatihan dengan manajemen yang baik, desainer pelatihan, dan menguasai metode kepelatihan dengan baik, imbuhnya.

‎Dalam kursus ini, peserta diajarkan bagaimana cara menyusun standar kompetensi peserta didik sesuai dengan jenjang dan golongannya. Kemudian, ‎menyusun standar kompetensi tenaga pendidik kepramukaan. ‎Serta bagaimana m‎enyusun kurikulum, materi, metode pendidikan dan pelatihan serta metode penilaian pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

KPL gelombang I tahun 2017 yang diselenggarakan di Pusdiklatnas ini diikuti oleh 31 peserta dari berbagai daerah. Yaitu dari Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Banten dan Bengkulu. (Nk).

0 komentar:

Posting Komentar