Kamis, 20 April 2017

Crisye

 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi Kangen Penggemar’. Bukan rahasia lagi, jika Ferry Mursyidan Baldan merupakan penggemar Chrisyeyang militan. Untuk selalu “menghidupkan” Chrisye, ia mengajak sejumlahteman mendirikan Komunitas Kangen Chrisye (#K2C), dan menyelengarakanpertemuan di tiap waktu Chrisye lahir maupun wafat,Ia juga merilis dua buku. Buku pertama ‘Chrisye ‘Kesan di Mata Media, sahabatdan Fans dirilis pada 2012, bertepatan dengan lima tahun Chrisye wafat. 

Kini ditahun 2017, Ferry menerbitkan buku bertajuk “10 Tahun Setelah Chrisye Pergi :Ekspresi Kangen Penggemar’. Untuk merampungkan penerbitan buku “10 Tahun Setelah Chrisye Pergi :Ekspresi Kangen Penggemar’, Ferry dibantu Nini Sunny (Manajer Produksi),Indrawan Ibonk (Photografer ) Dudut Suhendra Putra (Kurator Foto), MuhamadIhsan (Pengumpul Data Internet) dan Morenk Beladro (Design Grafis).Menurut Nini Sunny, buku ‘10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi KangenPenggemar’ adalah sebuah buku yang unik dan sangat personal yangdirancang oleh seorang penggemar. Isinya bukan tentang biografi Chrisye.“Bang Ferry menginginkan isi buku memuat tulisan media tentang Chrisyesepanjang 10 tahun setelah ia wafat , tulisan itu harus sudah pernah tercetakbaik via koran maupun media online. Ini jadi semacam kliping yang kitabukukan. Agar tampilan menarik, kami mengajak Morenk untuk mendisain bukuagar tampil lebih menarik, dan tidak terlihat sekadar tempel kliping.” Nini menyetujui usul Ferry tentang isi buku, dengan pertimbangan, sang tokohIdola sudah wafat, dan pernah pula menerbitkan dua buah buku biografi yangsangat terkenal. “Jika kami menerbitkan isi buku dalam format biografi, sifatnyabisa jadi pengulangan materi. Terlebih nara sumbernya sangat mungkin adalahjuga orang yang sama seperti dalam buku biografi almarhum!” 
Isi Buku ini ‘10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi Kangen Penggemar’kemudian terbagi menjadi tiga Bab. Bab Pertama memuat kliping berita yangdikumpulkan Ferry persis ketika Chrisye wafat. “Pada pada saat Chrisye wafatpada tahun 2007, saya membuat kliping berita dari seluruh media yangmemuat pemberitaan tentang Chrisye wafat! Saya ingin kliping itu menjadibagian dari buku ini”,” ujar Ferry yang lahir 16 Juni 1961 itu.Pada Bab Dua, Ferry mencoba memetakan apa yang terjadi sepanjang 10tahun setelah Chrisye wafat. Ide ini dilihat Nini cemerlang. “Karena dalamindustri hiburan Indonesia, ternyata nama Chrisye masih terus laku ‘dijual’, baikuntuk pementasan live, rekaman bahkan film atas namanya juga akan dirilisakhir tahun ini!”Khusus dalam Bab Ketiga, Ferry dengan tegas dan tidak ingin dibatahmengingkinkan isi bab III dengan menyalin Buku yang pernah diterbitkannyapada tahun 2012, yakni Chrisye Kesan di Mata Media, Sahabat dan Fans.“Jadi Buku yang kita terbitkan pada tahun 2012 tidak terpisah dengan bukuterbitan tahun 2017!”Untuk pembuatan cover buku, Nini menginginkan Ferry muncul sebagai coverberdampingan dengan foto Chrisye. Foto Chrisye sendiri dipinjam dari koleksifoto Firdaus Fadlil yang kini disimpan Musica Studio. Kata Nini, “Entahbagaimana caranya. Pokoknya, Bang Ferry harus ada di cover! Karena judulbuku merujuk kata Ekspresi Kangen Penggemar. Masak penggemarnya nggakmuncul di cover?” Nini berargumen. Ferry awalnya dengan tegas menolak usulitu. Nini dan Tim buku tidak lelah melobi, sampai di minggu ketiga, akhirnyaFerry luluh juga. Adalah Dudut Suhendra Putra yang pertama mengajukan ide memotret Ferrydari balik kaca berdampingan dengan foto Chrisye. Indrawan Ibonk kemudianmengeksekusi ide ini dengan cemerlang. Pemotretan yang berlangsung di
restoran Patio itu memperlihatkan Ferry berdiri berdampingan dengan fotoChrisye dengan posisi sedang memegang mikerophone. Namun belakangan, Ferry merasa kurang pas dengan foto Chrisye, ia minta fotoitu diganti dengan foto Chrisye sedang menunduk dan memainkan piano.“Memang kesannya lebih touchy foto ini,” kata Morenk yang melakukan olahdigital pada foto tersebut.Ferry mengaku, apa yang dilakukannya lewat buku ini sesungguhnya tidaksedang ingin mengkultuskan Chrisye. “Namun, kami merasa 'tidak rela' jikaChrisye hilang begitu saja ditelan perjalanan waktu. Kami ingin berbicara,bahwa Bangsa ini perlu menghargai dan menghormati seorang musisi, meskidia sudah tidak ada lagi b

0 komentar:

Posting Komentar