Jumat, 07 April 2017

KASKOLINLAMIL SIDAK PRAJURIT DALAM APEL KHUSUS

KASKOLINLAMIL SIDAK PRAJURIT DALAM APEL KHUSUS

Kepala Staf Komando Lintas Laut Militer (Kaskolinlamil) Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M. pimpin apel khusus dan menginspeksi kesiapan seluruh prajurit dan PNS Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), baik yang berdinas di staf Markas Komando maupun di Kapal Republik Indonesia (KRI) berlangsung di lapangan apel Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (6/4).

Menurut Kaskolinlamil, apel khusus seperti ini dilaksanakan untuk menginspeksi kesiapsiagaan setiap anggota, dari aspek kedisiplinan dan kehadiran dalam dinas maupun dalam melaksanakan tugas. Prajurit Kolinlamil harus memahami kembali jati dirinya sebagai prajurit yang harus memiliki disiplin dan berpenampilan sebagai seorang prajurit.

Sebagai prajurit yang mengabdi kepada bangsa dan negara, kita harus menyadari bahwa tugas yang kita laksanakan dipertanggungjawabkan kepada negara. Apa yang diberikan negara kepada kita harus kita manfaatkan dengan baik dan amanah, jelas Kaskolinlamil.

Kaskolinlamil mengatakan, belakangan ini banyaknya permasalahan yang timbul di kalangan prajurit yang mengarah kepada tindak pelanggaran disiplin maupun pidana disebabkan berbagai latar belakang yang menjadi penyebabnya.

Namun, sebagai prajurit yang memiliki Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI tentu pelanggaran merupakan hal yang harus dibenahi. Saya berharap di lingkungan kerja Kolinlamil hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum dan disiplin harus kita hindari. Kita jadikan Kolinlamil ini sebagai contoh bagi lingkungan sekitar kita, kata Kaskolinlamil.

Dalam apel khusus tersebut bertindak sebagai komandan apel dipimpin oleh Kolonel Laut (E) Edi Suhara yang sehari-hari menjabat Asisten Personel Pangkolinlamil.

Pada kesempatan Apel tersebut Kaskolinlamil menyoroti masalah prajurit KRI yang harus lebih banyak berlatih berbagai peran-peran yang ada. Misalnya peran kebakaran, peran kesiapsiagaan berlayar dan bertempur atau peran latihan senjata dn peran-peran lain yang ada dan berlaku di KRI.

Sebagai prajurit KRI yang handal, harus selalu siap dengan perbanyak latihan peran-peran yang ada di KRI. Agar selalu terasah kemampuan dalam melaksanakan tugas, jelasnya.

Kaskolinlamil menegaskan terhadap bahaya yang menghantui para prajurit adalah masalah kegiatan-kegiatan yang seolah menguntungkan tetapi justru menjerumuskan prajurit.

Saya tegaskan kepada para prajurit untuk jangan terperdaya atau cepat percaya dengan berbagai tawaran investasi yang tidak jelas. Lebih baik menghindari daripada menjerumuskan kita, tegas mantan Wagub AAL ini.(Nk).

0 komentar:

Posting Komentar