Kamis, 27 April 2017

Koarmabar Melaksanakan Komunikasi Sosial TNI Di Wilayah Jakarta Utara

Koarmabar Melaksanakan Komunikasi Sosial TNI Di Wilayah Jakarta Utara

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan Komunikasi Sosial TNI dengan tema, “Melalui Komsos TNI, Kita Jalin Silaturahmi Antara TNI dengan Komponen Masyarakat dan Keluarga Besar TNI (KBT) Dalam Rangka Mewaspadai Proxy War Di Wilayah NKRI”, bertempat di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/4). Kegiatan tersebut dibuka Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., diwakili Kepala Dinas Potensi Maritim Koarmabar (Kadispotmararmabar) Kolonel (Mar) Drs. Sony Kunila.

Dalam amanat Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., yang dibacakan Kadispotmararmabar antara lain mengatakan bahwa, Komunikasi Sosial TNI yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari kegiatan potensi maritim yang dilaksanakan Koarmabar dalam hal ini Dinas Potensi Maritim yang merupakan amanat undang-undang di masa damai.

Lebih lanjut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Marunda ini dalam bentuk kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik meliputi kerja bakti dan penyerahan alat pembuat pelet, sedangkan non fisik meliputi penyuluhan bela negara, penyuluhan hukum dan bahaya Narkoba, penyuluhan keselamatan berlayar serta penyuluhan ekonomi yang dilaksanakan oleh Kantor Pegadaian.

Pangarmabar menjelaskan, penyuluhan yang dilaksanakan sangat penting bagi masyarakat khususnya penyuluhan Narkoba, karena dampak negatif yang ditimbulkan bagi generasi penerus bangsa dapat menghambat pembangunan atau bahkan menghancurkan bangsa. Letak geografi Jakarta yang berhadapan langsung dengan perairan Teluk Jakarta dan dilalui oleh banyak kapal, sangat memungkinkan untuk menjadi jalur peredaran Narkoba.

Sedangkan penyuluhan hukum dan keselamatan berlayar penting diketahui berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir. Budaya maritim yang menjadi kebijakan pemerintah harus disikapi dengan membangun sektor maritim sebagai mata pencaharian. Peraturan pemerintah yang ditetapkan agar dilaksanakan dengan baik, karena hal tersebut semata-mata untuk kepentingan masyarakat sendiri, misalkan dengan memperhatikan dan melengkapi dokumen kapal yang bertujuan untuk keselamatan kapal saat berlayar.

Pada kesempatan tersebut, Pangarmabar mengingatkan kembali akan budaya luhur bangsa yang harus dilestarikan dan merupakan identitas bangsa yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Budaya bangsa seperti gotong royong dan tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam membangun bangsa harus dijaga denagan baik, seperti halnya interaksi antara TNI dan masyarakat dalam menyukseskan acara ini.

Mengakhiri sambutannya, Pangarmabar mengajak kepada masyarakat untuk menatap ke kehidupan yang lebih baik. “Ayo Bekerja” melalui inovasi dan komitmen dalam mengisi pembangunan nasional, yang tentunya menjadi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar