Selasa, 04 April 2017

Lantamal IV Tanjungpinang Tangkap Speedboat Angkut 10.000 Slop Rokok Illegal

Lantamal IV Tanjungpinang Tangkap Speedboat Angkut 10.000 Slop Rokok Illegal

Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang salah satu Pangkalan Utama jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap dan mengamankan sebuah speed boat tanpa nama pembawa rokok tanpa cukai sebanyak 125 box (10.000 Slop), di perairan Tanjung Cakang Pulau Galang, Kepulauan Riau, Senin (3/4). Speed boat tanpa nama tersebut ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Lanal Batam tepatnya pada posisi  0°36' 727" LU - 104° 17 206" BT.

Menurut Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., bahwa dari hasil pemeriksaan Tim WFQR IV Lanal Batam, speed boat tanpa nama dengan ABK 3 orang dan tujuan Tanjung Dato Pulau Kijang, mengangkut rokok tanpa cukai pemilik rokok “H” yang beralamat Batam.

Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada SPB, tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam/FTZ yg akan diselundupkan lewat laut secara ilegal (tanpa cukai) ke Pulau Kijang dan akan dilanjutkan di bawa ke wilayah lainnya.

Selain itu, permasalahan rokok illegal tanpa cukai sangat mengemuka dan meresahkan masyarakat kepulauan Riau, bahkan beberapa waktu lalu Komisi II DPR Kepri turun langsung sidak kelapangan dan menemukan rokok-rokok berbagai merk tanpa cukai beredar di pasaran, hal ini membuat wakil rakyat sangat berang kenapa permasalahan ini bisa terjadi.

Modus yang mereka gunakan barang-barang tersebut dimasukkan ke speed boat pada malam hari untuk menghindari petugas dan kemudian membawa keluar Batam secara sembunyi-sembunyi bila memungkinkan mereka bergerak cepat dengan berkoordinasi menggunakan alat komunikasi Hp (Hand phon) dengan orang-orang mereka yang sudah menunggu dipelabuhan tertentu bila aman mereka akan masuk. Danlantamal IV.

Sampai saat ini barang bukti speed boat dan rokok di serahkan ke Patkamla Kal Nipa dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut.

Danlantamal telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran dibawahnya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus yang ada diseluruh wilayah kerja Lantamal IV agar upaya-upaya penyeludupan seperti ini dapat kita tekan.

Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas karena kita mempunyai pola operasi yang seluruh wilayah Kepri sudah kita petakan titik-titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi, Jelas Danlantamal IV.

Untuk itu Danlantamal IV terus berkoordinasi dengan aparat yang mempunyai kewenangan dilaut, untuk bersama-sama memberantas kegiatan illegal seperti penyeludupan rokok, hal ini terus kita intensifkan koordinasi yang mantap agar stigma negatif tentang wilayah kepri sarang penyeludupan tidak ada lagi.(Nk).

0 komentar:

Posting Komentar