Selasa, 04 April 2017

PUN 2017, Narapidana from Nothing so Something 

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN 


PUN 2017, Narapidana from Nothing so Something 

 Geliat industri dalam lapas yang dicanangkan Menteri Hukum dan HAM menjadikan Pemasyarakatan semakin piawai membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan produkif. Membentuk pribadi narapidana yang selama ini tidak diperhitungkan menjadi sosok inspiratif dalam masyarakat.

From Nothing to Something, Pemasyarakatan membina warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjadi sumber daya manusia potensial,terampil berkualitas. dan berbudaya dengan ragam hasil karya inspiratif yang diakui pasar nasional hingga intemasional. Bermodal SDM yang melimpah, Pemasyarakatan bangkit menuju perusahaan lapas modem, profesional, dan berorientasi profit. 

Memperingati Hari Ulang Tahun Pemasyarakatan ke 53 tanggal 27 April 2017, serta menindaklanjuti MoU antara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Kemeterian Perindustrian Republik Indonesia Nomor : MHH-04 HM03.02 Tahun 2012 dan Nomor : 209 l/M-IND 5/2012 tentang Peningkatan Pembinaan Pelatihan Keterampilan WBP, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggelar Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2017 di Plasa Pameran Industri Kcmentrian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto Kav 52-53 Jakarta Selatan selama empat hari, dari tanggal 4 hingga 7 April 2017. 

Dengan tema “Kreatifitas tanpa batas meskipun tempat terbatas“ Pagelaran PUN 2017 menghadirkan 33 Diwisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kememenan Hukum dan HAM yang akan memperkenalkan produk-produk unggulan industri dalam lapas dan napi wilayah di Indonesia, serta mengikutsertakan 5 Mitra Karja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Tak hanya itu, akan disuguhkan juga talk show dengan terna “Napi dibina Untuk Berguna , From Nothing to Somethink,” bagi para pengunjung serta demo kesenian dan demo kegiatan kerja oleh WBP. 

Pameran PUN 2017 memadukan unsur pameran (exhibition) dan hiburan (entertainment). Perpaduan dua unsur ini menjadikan event ini tidak hanya memamerkan hasil karya narapidana tetapi merupakan arena yang baik untuk berdiskusi dan sarana hiburan yang mencerahkan Menampilkan hasil kreatifitas dan karya narapidana sebagai produk unggulan yang kompetitlf dan layak untuk dipersandingkan dengan produk unggulan dan bermutu tinggi, dengan tujuan manjaring pangsa pasar dan para pemangku kepentingan untuk bekerjasama dalam memproduksi dan memasarkan hasil karya narapidana. 

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menyampaikan, Maksud díadakan kegiatan ini adalah sebagai ajang Promosí, Sosialisasi dan Pemasaran Program Pembinaan Kegiatan Kerja Warga Binaan Pemasyaraknmatan di Lapas Meningkatkan motivasi jiwa wirausaha bagi petugas pemasyarakatan. Meningkatkan kerjasama dan partisípasi masyarakat dalam kegiatan pembinaan narapidana serta Mendukung salah satu program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yaitu mewujudkan Lapas Industri melalui APBNP 2016. 

Melalui Momen pameran ini, Pemasyarakatan ingin menunjukkan bahwa tebal dan tinggínya tembok bukan penghalang bagi WBP untuk terus berkarya, mematahkan stigma negatif tentang Lapas dan WPB, ujamya. Menurutnya yang terpenting adalah membangun sarana reintegrasi sosial dalam Sistem Pemasyarakatan yaitu menyatukan hidup, kehidupan, serta penghidupan WBP dan masyarakat,paparnya.

Disela Pameran juga digelar lelang produk Warga binaan dan mampu menjual banyak karya WBS.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar