Media Gathering Dirjen Pemasyarakatan, Tingkatkan Wawasan Wartawan

Media Gathering Dirjen Pemasyarakatan, Tingkatkan Wawasan Wartawan

Dengan tema, "Kami Kerja Pasti Bersih Melayani", Dirjen Pemasyarakatan pada Rabu, 26 April 2017 menggelar kegiatan Media Gathering / Pers Discussion tentang Pemasyarakatan, acara yang dikuti Wartawan Cetak, Elektronik dan Online tersebut mengangkat subtema, “MAU TAU AJA ATAU MAU TAU BANGET TENTANG Pemasyarakatan ?”.

Kali ini, Dirjen Pemasyarakatan akan buka-bukaan menjawab semua pertanyaan tentang isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait Pemasyarakatan. Menyajikan dengan gamblang tugas, fungsi, prestasi hingga kendala dan kemelut yang kerap dihadapi dalam usaha menegakkan system Pemasyarakatan di Indonesia.

Meningkatnya trend kejahatan dewasa ini juga turut berpengaruh besar dengan kondisi Pemasyarakatan di Indonesia saat ini, salah satunya adalah over crowded. Ditengah-tengah keadaan itu, Pemasyarakatan terus dituntut untuk dapat menjawab tantangan dengan kinerja yang lebih baik mengikuti perkembangan jaman.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, I Wayan K Dusak mengatakan,” Pemasyarakatan tidak perlu berkecil hati, karena hampir semua Negara di dunia menghadapi hal yang sama akibat perkembangan kejahatan dan  tidak hanya di Indonesia dengan system Pemasyarakatannya, hal ini juga dialami oleh hampir semua penjara diseluruh dunia”, ujarnya.

Dusak mengungkapkan ada 4 (empat) unsur penting yang menjamin berjalannya system Pemasyarakatan dapat berjalan dengan baik di Indonesia. Empat unsur tersebut adalah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mau di bina, Petugas Pemasyarakatan yang berintegritas, Keluarga dan Masyarakat, serta pihak swasta sebagai wadah pengembangan kreativitasnya.

Ada pun empat unsur penting pembinaan dan penegakan system Pemasyarakatan tersebut juga diimbangi oleh empat kendala yang muncul akibat terus berkembangnya jenis kejahatan.

Secara detail dapat dijelaskan bahwa “Empat kendala tersebut adalah Regulasi dan penerapannya, over crowded, sarana dan prasarana yang minim, serta sumber daya manusia yang pa-pasan,” Lanjut Dusak kepada awak media.

Terlepas dari pada itu, ia juga menerangkan bahwa dalam keterbatasan dan tantangan itu Pemasyarakatan telah berhasil membentuk UPT (Unit Pelayan Teknis) Pemasyarakatan menjadi tempat pembinaan yang potensial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi insan yang mandiri hingga membentuk wirausaha baru melalui program industry dalam Lapas.

“Lapas tidak bisa lagi dianggap sebagai gudangnya masalah, namun tempat potensial membentuk WBP menjadi pribadi yang lebih baik dengan bekal kompetensi yang menginspirasi,”Pungkasnya.

Nampak dalam pantauan kami, hadir seluruh jajaran Kabag,dan Staff Pemasyarakatan, ratusan personil awak media baik dari media online, cetak maupun televisi dan elektronik. Acara berlangsung dengan penuh keakraban dan ramah tamah. Nampaknya kegiatan Media Gathering seperti yang diselenggarakan oleh Dirjen Pemasyarakatan ini perlu untuk dicontoh oleh lembaga lembaga Negara yang lain, agar terjalin suatu sinergi yang positif antara pemerintah dengan media massa.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar