Selasa, 11 April 2017

PANGKOLINLAMIL LEPAS KEBERANGKATAN KRI BANJARMASIN 592 DUKUNG LATSITARDA 2017

PANGKOLINLAMIL LEPAS KEBERANGKATAN KRI BANJARMASIN 592 DUKUNG LATSITARDA 2017


Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.AP. melepas keberangkatan KRI Banjarmasin 592 yang akan mendukung kegiatan Latsitarda Nusantara XXXVII 2017 di Kalimantan Utara. KRI Banjarmasin bertolak dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (11/4).

KRI Banjarmasin 592 yang dikomandani Letkol Laut (P) Stanley Lekahena mengangkut 432 taruna Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan 30 orang pendukung dari Mako Akademi TNI berlayar tujuan pelabuhan Semarang. Sementara dari Surabaya KRI Bintuni 520 mengangkut Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dengan tujuan yang sama di Semarang.

KRI Banjarmasin 592 dan KRI Bintuni 520 dikerahkan untuk mendukung sekitar 1500 taruna dari Akmil, AAL, AAU, Akpol dan IPDN menuju Kalimantan Utara untuk mengikuti kegiatan Latsitarda 2017 yang akan dilaksanakan mulai 12 April s.d. 18 Mei 2017.

Latsitarda merupakan kegiatan kurikulum integratif Taruna dewasa Akademi TNI, Polri, bersama dengan Praja IPDN serta mahasiswa dari beberapa universitas yang dilaksanakan menjelang akhir pendidikan Taruna tingkat IV. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Latsitarda ini meliputi karya bhakti, teknologi tepat guna, riset sosial, wisata juang dan bhakti sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para Taruna sebagai kader pemimpin TNI dalam menyongsong tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dimasa datang.

Latsitarda juga untuk menumbuhkembangkan jiwa dan semangat integrasi, meningkatkan etika moral kejuangan sebagai upaya membangun soliditas TNI, memberikan wawasan kepada para Taruna melalui pengenalan suatu daerah sebagai bagian integral wilayah NKRI dan memupuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui karya bakti dan penyuluhan.

KRI Banjamasin 592 merupakan salah satu unsur KRI di bawah Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), merupakan hasil karya anak bangsa yang dibangun di galangan PT PAL, dan bergabung resmi di Angkatan Laut pada tanggal 28 November 2009.

KRI Banjarmasin adalah salah satu dari empat kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dimiliki TNI AL selain KRI Dr Suharso 990, KRI Makassar 590, dan KRI Surabaya 591. Bangunan atas kapal berdesain “stealth” untuk mengurangi ”Radar Cross Section” sehingga tidak mudah ditangkap radar musuh. Getaran kapal yang rendah membuat pelayaran menjadi lebih nyaman.

Kapal ini juga dipersenjatai dengan 1 unit meriam kaliber 57 mm dan 2 unit senjata anti serangan udara yaitu meriam kaliber 40 mm di haluan dan dua meriam 20 mm di kanan dan kiri anjungan. Selain itu, KRI BJM 592 didesain dapat dipasang senjata 1 unit meriam kaliber 100 mm dan dilengkapi sistem kendali senjata sehingga kapal memilki kemampuan mempertahankan diri.

Berbicara tentang fungsinya, KRI Banjarmasin 592 sesuai dengan kelasnya, yaitu sebagai kapal angkut personel, pengangkut Ranpur Amphibi hingga Helikopter, juga mempunyai kemampuan docking dan undocking dalam rangka memproyeksikan kekuatan dari laut ke darat melalui landing craft unit, baik dalam operasi amphibi maupun operasi lainnya.

Selain fungsi tersebut kapal ini juga mampu memiliki fungsi penjajakan pasukan, material logistik, mendukung pengoperasian heli, melaksanakan patroli keamanan laut rutin disaat linla serpas, pengumpul bahan intelijen maritim dan mendukung operasi bhakti.

Di dalam negeri kapal ini sering terlibat dalam mendukung tugas operasi antara lain pengamanan perbatasan, VVIP dan lainnya. Operasi di Luar Negeri yang pernah dilaksanakan adalah mendukung operasi Satgas Merah Putih membebaskan KM Sinar Kudus di perairan Somalia, Operasi di Brunai dan tahun 2014 juga melaksanakan KJK di Sindau China dan pelayaran Kartika Jaya Krida 2015 ke Milan.(Nk).

0 komentar:

Posting Komentar