Minggu, 23 April 2017

Pertemuan Pimpinan Pramuka se-Asia Pasifik Dimulai, Indonesia Diharap Tambah 1 juta Anggota pada 2023

Pertemuan Pimpinan Pramuka se-Asia Pasifik Dimulai, Indonesia Diharap Tambah 1 juta Anggota pada 2023

Denpasar, Pertemuan Pimpinan Pramuka se-Asia Pasifik ke-9 atau 9th Asia-Pacific Regional Scout Leaders Summit 2017 yang diikuti 152 delegasi dan tamu dari 30 negara di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, dimulai, Sabtu (22/4), di mana dalam diskusi disebutkan bahwa anggota Gerakan Pramuka Indonesia diharapkan bertambah menjadi 1 juta sehingga menjadi 22,7 juta anggota pada 2023.

Pertemuan tiga tahunan ini dimaksudkan untuk menentukan arah kebijakan pembinaan pramuka di masing-masing negara. Fokusnya adalah menyelesaikan tantangan dan hambatan serta menyepakati arah dan langkah Pramuka se-Asia Pasifik. Acara ini semakin strategis karena digelar menjelang Konferensi Pramuka se Dunia ke-41 (41st World Scout Conference) di Baku, Azerbaijan, Agustus 2017, dan Konferensi Pramuka se Asia-Pasifik ke-27 (27th APR Scout Conference) di Filipina 2018.

Pertemuan ini secara khusus dihadiri 25 pimpinan pramuka se-Asia Pasifik dari 25 NSO (National Scout Organization) setara Chief Commissioner (Ketua Kwarnas),  International Commissioner (Waka Hubungan luar negeri) dan Chief Executive (Sekretaris jendral). Adapun negara-negara yang hadir adalah Australia, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Fiji, Hongkong, India, Indonesia, Japan, Kamboja, Kiribati, Korea Selatan, Malaysia, Maldives, Mongolia, Maldive, Mongolia, Myanmar, Nepal, New Zealand, Pakistan, Papua Nugini, Singapura, Sri Langka, Taiwan, Thailand, serta tamu-tamu Pramuka dari Polandia, Spanyol, Ghana, Mesir, Timor Leste, dan Macau.

Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault mengaku bangga dan senang dengan terlaksananya kegiatan APR Scout Leaders Summit 2017 di Bali ini. Terpilih sebagai tuan rumah pertemuan pimpinan pramuka se-Asia Pasifik merupakan kehormatan sekaligus kebanggan bagi Gerakan Pramuka. Harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault.

Kak Adhyaksa berharap Gerakan Pramuka bisa terus mengambil peran penting dalam kegiatan kepanduan dunia. Pramuka ini kegiatan internasional. Gak hanya ada di Indonesia. Jadi ini bagian dari diplomasi pendidikan kita ke dunia internasional. Apalagi kita dianggap memiliki anggota terbesar di dunia, ujar Kak Adhyaksa.

Pramuka Indonesia memang sangat diperhitungkan di dunia, karena merupakan satu-satunya organisasi pramuka, dari 162 NSO anggota WOSM (World Organization of Scout Movement /Organisasi Gerakan Pramuka Dunia) yang memiliki anggota terbesar di dunia, yaitu 17.200.595 anggota (data Munas 2013), atau 21.842.404 anggota (data WOSM 2017).

Karena itu, menurut Kak Brata T. Hardjosubroto, andalan nasional bidang Hubungan Luar Negeri sekaligus ketua panitia pelaksana APR Scout Leaders Summit 2017, dalam diskusi yang terjadi, pada tahun 2023 Indonesia diharapkan dapat mencapai target 22,7 juta anggota dari total upaya pencapaian Visi WOSM 2023, yakni mencapai 100 juta anggota Pramuka seluruh dunia.

Indonesia memiliki tingkat densitas (kepadatan) paling tinggi di dunia. Dari 109 juta anak muda di Indonesia usia pramuka, 21,8  juta di antaranya adalah anak pramuka. Rasionya 1:5. Artinya, saatu dari lima anak muda Indonesia adalah anggota pramuka! jelasnya.

Sekadar perbandingan, menduduki posisi kedua setelah Indonesia adalah Hongkong dan Bhutan. Namun densitasnya terpaut jauh. Pramuka Hongkong tercatat memiliki 97 ribu anggota dari 1,6 juta anak muda usia pramuka. Rasionya, 1: 17. Artinya, dari 17 anak muda di Hongkong, 1 di antaranya anggota pramuka. Adapun anggota yang kecil sekaligus densitas paling rendah adalah pramuka Papua Nugini. Jumlah anggota  pramuknya hanya 4900 anggota dari 3,6 juta anak muda usia pramuka. Rasionya 1: 727. Artinya, dari 727 anak muda Papua Nugini hanya 1 orang yang tercatat sebagai anggota pramuka.

Sementara itu Paul Parkinson, Ketua Komite Pramuka Se-Asia Pasifik, menjelaskan bahwa salah satu yang dibahas dalam APRS Leaders Summit 2017 adalah sharing praktik baik dari tata kelola organisasi pramuka yang baik. Kami berharap setelah pertemuan ini, kita bisa lebih mengembangkan anggota pramuka lebih banyak lagi di negara masing-masing, jelas Paul yang mengaku sangat senang bisa datang ke Bali.

Kalian memiliki setengah dari anggota Pramuka sedunia. Jadi kami sangat hormat dan mengapresiasi gerakan Pramuka Indonesia.  Kalian sangat penting dalam perkembangan organisasi pramuka dunia. Bahkan Sekjen WOSM yang baru, Ahmad El-Hendawi, akan hadir untuk acara ini, tambah JR. Pangilingan, Direktur Regional APRS.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar