Kamis, 20 April 2017

TAMAN SAFARI INDONESIA BOGOR, BALI, PASURUAN DAN BATANG SARANA WISATA KONSERVASI

TAMAN SAFARI INDONESIA BOGOR, BALI, PASURUAN DAN BATANG SARANA WISATA KONSERVASI


Sebagai pelopor dalam taman konservasi dan rekreasi, Taman Safari Indonesia telah menjadi Iembaga konservasi terbaik di Indonesia dan juga salah satu taman dengan tema alam yang paling populer di Indonesia.

Menurut Triyoba Nataria, CMO Head Marketing TSI, bahwa TSI dmulai dengan sederhana, dan kini teIah berhasil dikelola dan menjadi besar, memiliki banyak koleksi satwa dari berhagai spesies, burung dan reptil yang berasal lebih dari 5 benua berbeda, dengan Iatar belakang, perilaku dan habitat yang berbeda. Dengan pengalaman panjang di bidang ini, TSI telah memperoleh akreditasi nasional dan internasional sebagai lembaga konservasi terbaik di Indonesia untuk pengelolaan satwa liar dengan infrastruktur pendukungnya.

Pada tahun 1980 Taman Safari Indonesia Cisarua mulai dibangun, dari perkebunan teh yang tidak produktif lagi, dimulai dari 50 hektar. Pada tahun 1986 Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor, diresmikan sebagai taman konservasi satwa liar dan taman rekreasi di Indonesia. Taman ini dirancang sebagai Obyek Wisata Nasional yang diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi. Kemudian dinyatakan sebagai Endangered Species Breeding Center di Indonesia oIeh Menteri Kehutanan pada tanggal 16 Maret 1990. Saat ini, Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor sudah memiliki 150 hektar dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendidikan dan rekreasi. Safari Night menjadi salah satu produk perjalanan petualangan yang populer.

Melanjutkan kisah sukses sebelumnya, Taman Safari Indonesia Prigen, Pasuruan, Jawa Timur didirikan pada tahun 1997 di lereng gunung Arjuno, mencakup sekitar 350 hektar dilahan tanah yang subur, Taman Safari Prigen menjadi Taman Safari terbesar di Indonesia. Dengan berkomitmen sebagai konservasi dan pendidikan, Taman Safari memegang salah satu aspek yang paling penting dari konservasi Indonesia, dalam mengembangbiakan spesies Banteng Jawa yang terancam punah.

Pada tahun 2007, Bali Safari & Marine Park didirikan di Gianyar, Bali yang bertujuan untuk menarik pasar wisata internasional dan domestik. Diatas tanah seluas 50 hektar dengan alam yang indah, Bali Safari menawarkan banyak sensasi kultur Bali dipadu dengan berbagai atraksi. Fasilitas yang ditawarkan dengan standar International seperti perjalanan Safari Journey, Safari Night, Seni Budaya Bali Agung Show, Uma Restaurant, Tsavo Lion Restaurant, Mara River Safari Lodge, dan segera akan terbuka, Marine Park.

Pada tahun 2010, Taman Safari Indonesia didirikan Batang Dolphins Center di Batang, Jawa Tengah sebagai Iembaga pengembangbiakan satwa Iaut, penelitian, Pendidikan dan pusat konservasi. Batang Dolphin Center sekarang adalah salah satu tujuan wisata domestik terbaik di Jawa Tengah.

Pada tahun 2015 di Prigen, Pasuran dimulai pembangunan Baobab Safari Resort. Dan rencananya akan di launching di akhir bulan Mei 2017. Mengusung konsep African, dimana resort akan dikelilingi oleh exbibit satwa yang dapat dilihat dari balkon kamar.

Udara yang sejuk dan berada di kaki gunung Arjuno memberikan nuansa natural.

Baobab Safari Resort diambil dari nama pohon yang berasal dari Afrika yang berarti sebagai pohon kehidupan.

Ini merupakan resort atau property ke 4 setelah sebelumnya Taman Safari Group memiliki Royal Safari Garden yang berada di jalan Raya Puncak, Bogor, Safari Lodge & Caravan yang berada di dalam kawasan Taman Safari Cisarua dan Mara River Lodge di dalam Bali Safari & Marine Park.

Selain itu kami memiliki Safari Wonder yang didirikan pada tahun 1998, yang merupakan toko souvenir dengan tema satwa. Semua produksi dilakukan di dalam negeri untuk membantu membuka Iapangan pekerjaan. Saat ini sudah 59 outlet.

Hari ini, Taman Safari Indonesia ditentukan dalam komitmennya untuk terus berusaha untuk menjadi taman konservasi, pendidikan dan taman rekreasi yang diakui di seluruh dunia, papar Triyoba Nataria.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar