Minggu, 21 Mei 2017

Akbar Tanjung Pesimis Kemenangan Golkar Di Pemilu 2019

Akbar Tanjung Pesimis Kemenangan Golkar Di Pemilu 2019

Dalam Refleksi 1 Tahun Partai Golkar yang digelar Generasi Muda Partai Golkar di Hotel Puri Denpasar Jakarta, Pembina Partai Golkar Akbar Tanjung mengaku pesimis Golkar bisa bertahan di nonor dua partai terbesar pada Pemilu 2019 mendatang.

Akbar Tanjung melihat elektabilitas Partai Golkar menurun terus saat ini, apalagi Ketua Umum dicekal oleh Kejaksaan Agung, dirinya juga prihatin di beberapa daerah tokoh-tokoh Golkar tidak bisa menduduki posisi Ketua atau Wakil Ketua DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk itu saat ini Partai Golkar harus bisa melakukan terobosan membangun nama baik partai dengan paradigma baru serta Konsolidasi ke daerah-daerah, paparnya.

Sementara pembicara Refleksi 1 tahun Partai Golkar Reza Watimena melihat bahwa Partai Golkar banyak diisi elit bisnis disamping elit politik itu sendiri, dengan mengejar uang dan kekuasaan, sehingga terjadi krisis idiologi sebagai golongan yang berkarya, mendukung pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat, menjaga keutuhan NKRI.

Disamping itu tidak adanya prinsif spiritualitas partai, membuat menculnya kasus-kasus baru pada anggota dewan maupun pengurus partai. Untuk itu kedepan seluruh jajaran partai harus kembali pada nafas perjuangan yaitu idiologi partai, wujudkan dasar filosofi partai, hingga ke akar rumput.

Era media sosial saat ini maka dibutuhkan pemimpin yang bisa menjadi keteladanan masyarakat, seperti hidup sederhana, hal tersebut harus dilakukan elit partai Golkar di Pusat dan daerah, ungkap Reza Watumena.

Hal yang sama juga diungkapkan Politisi Muda Partai Gokkar, Ahmad Doli Kurnia, bahwa saat ini Partai Golkar sedang mengalami banyak masalah, bahkan kadernya juga terindikasi korupsi, padahal pakta integritas sudah ditegaskan bahwa yang terkena kasus korupsi harus mundur dari partai, isu-isu partai ini sangat berdampak negatif pada partai Golkar, paparnya. (Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar