Rabu, 03 Mei 2017

DARI ATAS KRI TANJUNG NUSANIVE 973, MARITIME YOUTH COMPETITION LAHIRKAN 3 KARYA TERBAIK KEMARITIMAN

DARI ATAS KRI TANJUNG NUSANIVE 973, MARITIME YOUTH COMPETITION LAHIRKAN 3 KARYA TERBAIK KEMARITIMAN

Kepala Staf Kolinlamil Laksamana Pertama TNI Edi Surjanto, SE, M.M., menyerahkan piagam kepada tiga pemenang Maritime Workshop dan Grand Final Maritime Youth Competition, di gedung laut nusantara, Mako Kolinlamil, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Ketiga pemenang Maritime Youth Competition tersebut yaitu; Terbaik 1: Aryton Fithiadi dan Aqidatul Izza dari UGM dengan judul karya "Palawa (Pembangkit Listrik Tenaga Ombak Laut serta Pembatas Wilayah); Terbaik 2: Very Wibowo dan Surya Edmma Syaputra dari Universitas Lampung dengan judul karya, Teknologi Fitrasi Air Laut dengan menggunakan Tanah Masam sebagai Solusi untuk menyediakan air siap pakai di wilayah Pesisir dan Pulau Kecil Indonesia; Terbaik 3: Kamalia Rizqi Awalina, Chairumi Tyas Satiti dan Chairila Azka Nurani dari UGM dengan judul karya, Lagu Anak untuk Menumbuhkan Jiwa Maritim.

Kegiatan final Maritime Youth Competition ini pagi harinya diawali dengan Workshop Maritim yang menghadirkan para narasumber yang kompeten pada bidang tekonologi kapal dan kedirgantaraan, serta pengelolaan limbah seperti Nino Krisnan (Kakanoo Marine Indonesia, Auliansyah Nauap (Indonesia Maritime Institute), Zulfah (AMV Universitas Indonesia), Surani Sterofoam, Tri Sesilia (Ametis Institute).

Kemudian pada pukul 16.30 WIB, acara puncak Grand Final sekaligus penutup kegiatan digelar, dalam acara ini hadir Kepala Staf Kolinlamil Laksamana Pertama TNI Edi Surjanto, S.E., M.M., Nina Nurlina Pramono dan Hardy Pramono selaku Dewan Pembina GPMI, perwalilan Aspotmar Kolonel Toto S, Dispotmar Kolonel Endra, Wakapushidros Laksamana Pertama Trismandi, Sekretaris Deputi Pengembangan Kepumudaan Kemenpora Imam Gunawan, Prof. Dr. Hasyim Djalal, Ismail Zulkarnanen, Tanty S. Thamrin, dan Jajaran petinggi Kolinalamil, dan para pengusaha di bidang maritim.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Pemuda Maritim Indonesia, Muhammad Nasir, menjelaskan karya-karya ini selanjutnya akan dikembangkan dan dikerjakasamakan melalui model pembinaan, Ayah Angkat. yaitu mendorong para pengusaha yang memiliki core business yang sejalan dengan karya-karya tersebut menjadi Ayahnya. Agar dapat dengan mudah dikembangkan dan implementasikan.

Beberapa pengusaha yang hadir dalam kegiatan ini, cukup tertarik pada karya-karya yang telah dibuat oleh para finalis, jelas Nasir.

Ditambahkannya penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik atau awalan untuk menggali dan mendorong terciptanya karya-karya baru dari para generasi muda Indonesia.

Seperti yang telah diberitakan, Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono sempat memberikan pengarahan dan pembekalan kepada para finalis Maritim Youth Festival. Dalam arahannya mantan Panglima TNI ini menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan yang diprakarsai anak anak muda Indonesia ini, diharapkan kegiatan tersebut dapat menumbuhkan dan lebih menanamkan kecintaan generasi muda pada bidang kemaritiman.

Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, berharap hendaknya kegiatan tersebut terus dilanjutkan dan dipertahankan.

Kedatangan mantan Panglima TNI ini disambut langsung oleh Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.AP.

Gerakan Pemuda Maritim Indonesia (GPMI) menggelar acara yang bertemakan Indonesia Maritim Youth Festival di atas KRI Tanjung Nusanive 973 yang sedang bersandar di Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Acara yang didukung TNI Angkatan Laut ini diikuti oleh berbagai organisasi pemuda yang bergelut di dunia kemaritiman ini telah berlangsung sejak 25 April 2017 dan akan berakhir 2 Mei 2017 nantinya akan menghasilkan karya dibidang kemaritiman dalam bentuk aplikatif dan aplikasi dari 6 peserta yang telah lulus uji bersaing dengan 48 tim.

Keenam karya tersebut adalah terciptanya lagu Senandung Laut, aplikasi pendeteksi banjir rob, pembangkit listrik tenaga ombak laut di perbatasan wilayah (pulau), filtasi air laut dengan sistem pengolahan tanah sebagai solusi penyediaan air siap pakai dan penerapan sistem berbasis web untuk pendataan kapal perikanan.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar