Senin, 15 Mei 2017

KOARMABAR MENGGELAR PATKOR OPTIMA-26A/17 INDONESIA DAN MALAYSIA

KOARMABAR MENGGELAR PATKOR OPTIMA-26A/17 INDONESIA DAN MALAYSIA

Komando Armada RI Kawasan Barat  (Koarmabar) menggelar Patroli Koordinasi (Patkor) Optima-26A/17 antara Indonesia dan Malaysia yang dibuka Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, S.E., M.M., mewakili Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar (Danguskamlabar) Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) di Batam.

Dalam sambutanya Danlantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, S.E., M.M.,  mengatakan bahwa, Keamanan laut tidak hanya menyangkut kedaulatan dan hukum saja, tetapi mengandung pemahaman bahwa laut harus aman digunakan bagi pengguna, bebas dari ancaman dan gangguan terhadap segala aktifitas.

Laut bebas dari ancaman kekerasan yaitu ancaman dengan menggunakan kekuatan bersenjata seperti pembajakan, perompakan, sabotase, peranjauan dan terror, Jelas Danlantamal IV Tanjungpinang.

Lebih lanjut dijelaskan Danlantamal IV bahwa, laut harus bebas dari ancaman navigasi yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran dan bebas dari ancaman terhadap sumber daya laut, berupa pencemaran dan kerusakan ekosistim laut serta konflik pengelolaan sumber daya laut.

Menurut Danlantamal IV, laut  juga harus bebas dari ancaman pelanggaran hukum seperti illegal Fishing,Illegal Loging dan lain-lain, tetapi bertitik tolak dari persepsi di atas sangatlah jelas bahwa keamanan laut memiliki lingkup yang cukup luas, sehingga memerlukan organisasi,manajemen serta sarana prasarana yang memadai.

Untuk itu Danlantamal IV menekankan  pemasalahan keamanan laut merupakan masalah yang rumit dan semakin bertambah kompleks karena di laut bertemu dua kepentingan yang saling mengikat, yaitu kepentingan nasional dan internasional. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap permasalahan keamanan di laut karena memungkinkan terjadinya interaksi antara hukum nasional dan hukum internasional serta interaksi antar masyarakat maritim dunia.

Sedangkan kompleksitas permasalahan di laut semakin lama semakin meningkat untuk itu kerjasama dan koordinasi serta manajemen penanganan yang semakin meningkat. Patkor Optima Malindo yang selama ini sudah berjalan adalah merupakan salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan tersebut.

Unsur-unsur Patkor Optima-26A/17 dari TNI Angkatan Laut dengan Dansatgas Letkol Laut (P) Totok Irianto melibatkan beberapa unsur antara lain KRI Sembilang-850, KRI Sigurot-864, Kapal Bakamla, Kapal Polisi, Kapal KPLP, Kapal Bea Cukai dan Kapal KKP, sedangkan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) melibatkan KM Marlin, KM Danga, KM Satria, PA-51-PDRM, PA-52-PDRM dan Penumpas PO.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar