Minggu, 21 Mei 2017

Pangarmabar Meminpin Sertijab Asintel Dan Asops Pangarmabar Di KRI Sultan Hasanuddin - 366

Pangarmabar Meminpin Sertijab Asintel Dan Asops Pangarmabar Di KRI Sultan Hasanuddin - 366

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Asintel Pangarmabar dari pejabat lama Kolonel Laut (E) Angkasa Dipua kepada penggantinya Kolonel Laut (T) Widyanto Pudyo Purnomo dan Asops Pangarmabar dari Kolonel Laut (P) Suwito kepada Kolonel Laut (P) Pundhi Rusbandhi di atas KRI Sultan Hasanuddin-366 yang sedang sandar di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Sabtu (20/5).

Dalam amanatnya, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengatakan bahwa serah terima jabatan merupakan proses regenerasi yang bertujuan untuk memantapkan kulitas kepemimpinan, mengembangkan kemampuan manajerial dan memperluas wawasan serta memperkaya pengalaman bagi perwira, sehingga diharapkan mampu mengemban setiap tugas yang dibebankan kepadanya secara profesional demi kemajuan organisasi.

Lebih lanjut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., Asintel Pangarmabar sebagai pembantu dan pelaksana utama Pangarmabar bidang intelijen bertugas merumuskan dan mengembangkan kebijakan Pangarmabar di bidang intelijen maritim, pengamanan, persandian penggalangan termasuk penerangan. Sedangkan Asisten Operasi Pangarmabar memiliki tugas menyelenggarakan, menyusun, merumuskan serta mengembangkan pembinaan di bidang operasi, latihan, strategi dan taktik.

Dalam melaksanakan tugas pokok Koarmabar, staf intelijen dan operasi memiliki peranan yang sangat penting, karena dituntut untuk mampu mengolah informasi data yang diperoleh dan merumuskan perkiraan intelijen yang selanjutnya dijadikan dasar masukan bagi Pangarmabar dalam mengambil kebijakan dan keputusan organisasi yang selanjutnya ditindak lanjuti staf operasi melalui pelaksanaan tugas kepada jajaran Koarmabar.

Sebagai komando utama operasional dan pembinaan, koarmabar merupakan ujung tombak keberhasilan TNI Angkatan Laut. Dinamika tugas yang dihadapi dan hasil operasi saat ini merupakan wujud kerja keras jajaran Koarmabar yang bekerja secara profesional dan penuh rasa tanggung jawab. Situasi di laut Natuna yang terus berkembang sebagai dampak dari sengketa Laut Cina Selatan, saat ini menjadi perhatian semua pihak. Batas wilayah negara yang belum selesai di perairan Indonesia Barat, khususnya di Laut Natuna menimbulkan permasalahan bagi nelayan di lapangan. Hsl tersebut dibuktikan dengan masih  adanya illegal fishing olrh kapal-kapal asing di ZEEI Natuna yang telah ditangkap oleh KRI. Situasi demikian akan terus terjadi, sehingga dibutuhkan perhatian khusus dan langkah-langkah tepat guna dalam menghadapi kondisi dan situasi yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Pangarmabar Laksamana Muda TNi Aan Kurnia, S.Sos., menegaskan bahwa dengan keterbatasan yang kita miliki, kehadiran unsur-unsur operasi di laut sejauh ini telah mampu menunjukkan eksistensi Koarmabar dalam menjaga kedaulatan dan menegakkan kedaulatan serta hukum di perairan barat Indonesia. Hsil positif yang dicapai merupakan hasil kerja sama solid di jajaran Koarmabar dan harus dipertahankan serta ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Laut (E) Angkasa Dipua dan Kolonel Laut (P) Suwito yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Ny. Angkasa Dipua dan Ny. Suwito yang senantiasa mendampingi suami dalam melaksanakan tugas serta ikut berperan aktif dalam pembinaan Jalasenastri Armada Barat.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar