Minggu, 21 Mei 2017

TNI AL IKUTI WORKSHOP HYPERBARIC INTERNASIONAL DI BALI

TNI AL IKUTI WORKSHOP HYPERBARIC INTERNASIONAL DI BALI


TNI Angkatan Laut yang diwakili oleh  Kepala Dinas Kelaikan Material TNI Angkatan Laut (Kadislaikmatal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Sudarmoko, M.M  berserta perwakilan TNI AL lainnya, ikuti serta pada kegiatan Hyperbaric Safety Technical Workshop, Minggu (21/05) di Bali. Workshop Hyperbaric Internasional ini, diselenggarakan oleh AHDMA (Asian Hyperbaric and Diving Medical Association) dengan menghadirkan pembicara,  President AHDMA  Dr.Soh Chai Rick dan Ricard “Dick” Clarke,CHT dari national Board of diving & hyperbaric technology Columbia,USA.

Dikatakan oleh Kadislaikmatal yang hadir dalam kesempatan tersebut bahwa, keikutsertaan TNI AL pada Safety Technical Workshop ini, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan skill Surveyor dalam bidang Hyperbaric Chamber yang merupakan tugas dari Dislaikmatal (Dinas Kelaikan Materiel TNI Angkatan Laut) dalam melaksanakan kegiatan Verifikasi berkala dan Sertifikasi Hyperbaric Chamber yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut.

“Diharapkan dengan mengikuti workshop tersebut para Surveyor Dislaikmatal dapat mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia Hyperbarik yang setiap saat dapat mengalami perubahan” tegas, Laksamana Pertama TNI Sudarmoko, M.M.

Seperti yang sudah diketahui masyarakat secara luas, bahwa bagi TNI AL, Hyperbaric Chamber/ RUBT (ruang udara bertekanan tinggi) merupakan salah satu fasilitas untuk melayani kesehatan prajurit TNI AL, setelah melaksanakan penugasan penyelaman bawah air maupun pasca pelayaran di kapal selam. Keberadaan Terapi hyperbaric Chamber dimaksudkan untuk menetralisir efek negatif yang mempengaruhi kesehatan prajurit TNI AL, akibat decompressi, emboli gas dan keracunan gas pasca penugasan tersebut. Selain itu pada perkembangannya saat ini, aplikasi penggunaan Hyperbaric Chamber digunakan untuk kesehatan pada umumnya, guna mempercepat proses pemulihan kesehatan karena penyakit-penyakit tertentu atas rekomendasi dokter.

Lebih lanjut menurut Kadislaikmatal, pelaksanaan verifikasi kelaikan yang dilaksanakan TNI AL, berpedoman pada prosedur standar yang dilaksanakan oleh tim kelaikan materiil dan tenaga ahli/spesialis Hyperbaric Chamber. Selain itu,  uji fungsi  sistem yang terkait langsung juga dilaksanakan sesuai prinsip kelaikan yaitu ketelitian, universal, objektif dan sentralisasi, dalam mengikuti technical safety workshop programme  yang diselenggarakan oleh AHDMA.

“Kelaikan menggali ilmu sebanyak-banyaknya dalam perkembangan dan kemajuan teknologi Hyperbarik Chamber, sehingga tujuan kelaikan tercapai dalam mencegah dan memperkecil resiko kerugian, kegagalan, kerusakan dalam pengoperasian, sehingga memenuhi persyaratan keselamatan materiil, personel dan lingkungan”, kata Kadislaikmatal.

Selain Kadislaikmatal, turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, Laksma TNI (Purn) dr. Lukman Djauw, M.Kes., Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan RI Laksma TNI dr.Arie Zakaria, Sp.OT, Perwira di jajaran Dislaikmatal yaitu Kolonel Laut (T) Doddy S.Prambudi, Letkol Laut (E) Ir.Tunggul Puliwarna, Mayor Laut (T) Ir.Dwi S.Putro dan Mayor Laut (K) Setiyawan, S.Farm, perwakilan Perwira dari Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal) Letkol Laut (K/W) dr. Merlin Avongsa, MKes., serta Perwira perwakilan Lakesla Letkol Laut (K) Djoko Kriswanto, S.T., M.MT.(Nk)

0 komentar:

Posting Komentar