Jumat, 16 Juni 2017

Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti Ajak Peternak Selamatkan Jagung dan Unggas

Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti Ajak Peternak Selamatkan Jagung dan Unggas



Para peternak ayam broiler dan ayam petelur, beberapa bulan ini menderita kerugian cukup besar, hal tersebut akibat harga jual ayam hidup (live bird) maupun harga Telor Ayam anjlok, sementara biaya Pokok Produksinya tinggi, selain harga jual jatuh, peternak juga kesulitan mendapatkan jagung, dimana Jagung merupakan bahan dasar utama pembuatan pakan ayam.

Untuk mencari solusi, sebanyak 29 peternak ayam broiler dan layer yang berasal dari Pulau Jawa dan Sumatera mendatangi kantor Perum Bulog, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, mereka berkeluh kesah karena kesulitan mendapatkan jagung, dan para Peternak Unggas tersebut diterima jajaran Bulog serta Perwakilan dari Kementerian Pertanian RI.

Jagung terlunta-lunta karena sejak 6 bulan kondisi nya seperti itu, ungkap peternak ayam layer asal Kendal, Jawa Tengah, Suwardi saat ditemui di kantor Perum Bulog, Jakarta, Rabu (14/6).

Sulitnya ketersediaan jagung membuat para peternak merugi. Bahkan dirinya mengaku telah mengalami kerugian sekitar Rp 6,5 juta. Ia mengungkapkan bila hal ini tetap dibiarkan maka banyak peternak ayam lokal kolaps.

Yeka Hendra Patika dari Advokasi  Pusat Kajian Pertanian Pangan disela acara tersebut menegaskan, bahwa hari ini Asosiasi Peternak Unggas ingin audensi untuk menyapaikan masalah perunggasan, khususnya masalah pasokan Jagung, beberapa bulan ini para peternak mengalami kesulitan dalam pemenuhan Jagung, dan kita juga ingin kepastian ketersediaan pakan ayam di bulan berikutnya, paparnya.

Sementara Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengaku masih ada stok jagung sekitar 62.000 ton yang belum terserap oleh para peternak ayam, Stok jagung yang belum diserap oleh para peternak ayam disebabkan karena komunikasi yang tidak lancar antara para peternak dan Bulog. Karena lama tak terjual, mutu jagung pun berkurang, diinternal Bulog juga akan terus menelusuri masalah apa yang menyebabkan ketersendatan pendistribusian Jagung, pihaknya akan menindak tegas jika ada jajarannya yang berbuat salah, sehingga stok di gudang menumpuk dan membuat kualitas jagung berkurang, untuk itu melalui pertemuan ini, untuk memperbaiki komunikasi supaya tidak ada yang salah, supaya semua menjadi lebih lancar, tegasnya. (Nrl).

0 komentar:

Posting Komentar