Minggu, 09 Juli 2017

KOMANDAN SESKOAL : STABILITAS KEAMANAN MARITIM DI PERAIRAN YURISDIKSI INDONESIA TIDAK BISA DITAWAR TAWAR LAGI

KOMANDAN SESKOAL : STABILITAS KEAMANAN MARITIM DI PERAIRAN YURISDIKSI INDONESIA TIDAK BISA DITAWAR TAWAR LAGI

Seskoal, Stabilitas keamanan maritim di perairan yuridiksi Indonesia merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar bagi Indonesia bukan saja karena laut sebagai sumber nafkah, media pemersatu dan media pertahanan bagi Indonesia, tetapi juga karena tanggung jawab Indonesia untuk menjamin stabilitas keamanan di kawasan”.

Hal tersebut disampaikan Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, S.E., M.M dalam amanat tertulis yang dibacakan Wadan Seskoal Laksma TNI TSNB. Hutabarat, M.MS saat membuka Seminar Maritim Nasional di Pendopo Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (10/07).

Seminar ini diawali dengan suatu kesadaran akan pentingnya kerjasama maritim dan membangun saling pengertian antar stakeholder guna menghadapi ancaman maritim modern serta implementasinya dalam penyelesaian masalah maritim secara komprehensif sesuai dengan hukum nasional dan internasional yang berlaku dan disepakati sehingga dapat memberikan sumbangan dalam upaya mewujudkan ketertiban di laut yurisdiksi Indonesia untuk bisa dinikmati bagi seluruh rakyat Indonesia.

Posisi geografis Indonesia merupakan Competitive Advantage dibandingkan dengan negara-negara lain baik dalam segi geoekonomis, geopolitics, dan geostrategik.
 Meskipun Indonesia mendapat keuntungan yang sangat potensial dari letak geografisnya tersebut namun Indonesia juga dalam posisi yang rentan terhadap ancaman keamanan maritim.

Menurut Komandan Seskoal dengan meningkatnya jumlah arus pelayaran yang melewati perairan Indonesia maka akan berdampak terhadap masalah lingkungan hidup, sumber daya alam dan ancaman keamanan maritim itu sendiri. Fakta bahwa Indonesia yang menduduki dua pertiga kawasan Asia Tenggara sekaligus sebagai jalur penghubung Samudera Pasifik dan Samudera Hindia menjadikannya sebagai kunci stabilisator kawasan dan barometer bagi situasi keamanan maritim di Asia Tenggara.

Seminar yang mengangkat tema “Meningkatkan Kerjasama Keamanan Maritim yang Komprehensif Dalam Rangka Membangun Ketertiban di Laut Yurisdiksi Indonesia”, mengundang 3 pembicara yaitu Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmabar Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) dengan materi Membangun Kerjasama Keamanan Maritim yang Komprehensif, Kasubdit Kerma Polair Korpolairud Kombes Pol. Triyono Wibowo dengan materi Peran Polri dalam Kerjasama Mewujudkan Keamanan di Laut dan Wakil Rektor President University Prof. Anak Agung Banyu Perwita, PHD dengan materi An Integrated Cooperation In Maritime Security : An Elusive Approach?
Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 peserta diantaranya sejumlah Perwira Tinggi TNI AL, Kementerian Pertahanan, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Bea Cukai, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai, Bakamla, Mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi, Para Pejabat Utama Seskoal, Patun dan Dosen serta Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-55 TP 2017.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar