Senin, 07 Agustus 2017

Pangarmabar Membuka Geladi Waskita Dharma Dikreg XLIV Sesko TNI

Pangarmabar Membuka Geladi Waskita Dharma Dikreg XLIV Sesko TNI

Jakarta, 7 Agustus 2017
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., membuka Geladi Waskita Dharma Dirkreg XLIV Sesko TNI TA. 2017 di Aula Yos Soedarso, Markas Komando Koarmabar, Jl. Gunung Sahari No. 67, Jakarta Pusat,  Senin (7/8). Adapun Perwira Siswa yang melaksanakan geladi di Koarmabar berjumlah 40 orang yang didampingi Staf, Patun dan pendukung dari Sesko TNI sejumlah 16 orang.

Dalam amanatnya, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos, antara lain mengatakan, Geladi Waskita Dharma yang akan dilaksanakan selama lima hari ini, merupakan kegiatan yang dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk mengaplikasikan pelajaran yang telah diterima khususnya kemampuan dan keterampilan Perwira Siswa dalam menganalisa dan menyusun rencana tindakan, guna menghadapi kontinjensi bagi Kotama Operasi TNI. Oleh karena itu, merupakan suatu kehormatan bagi jajaran Koarmabar, mendapat kepercayaan dari Sesko TNI menjadi penyelenggara kegiatan Geladi Waskita Dharma.

Pada kesempatan itu, Pangarmabar mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Komandan Sesko TNI beserta seluruh staf, serta mengucapkan selamat datang kepada para Perwira Siswa dan rombongan dari Sesko TNI di Mako Koarmabar.

Dalam penjelasannya, Pangarmabar mengatakan bahwa Koarmabar di samping sebagai Kotama Operasi Mabes TNI juga sebagai Kotama Pembinaan TNI Angkatan Laut. Dalam melaksanakan tugas pokoknya banyak diwarnai oleh berbagai tantangan yang cukup kompleks sebagai implilkasi dari perkembangan lingkungan strategik, baik nasional, regional maupun global, dikarenakan perairan wilayah kawasan barat Indonesia adalah wilayah yang sangat strategis, namun juga menyimpan potensi ancaman yang sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan wilayah kawasan barat berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan India. Sampai saat ini belum semua perbatasan laut sepenuhnya tuntas, sehingga sangat rawan terjadinya konflik antar negara.

Lebih jauh Pangarmabar mengatakan, belum lagi apabila mencermati konflik Laut Cina Selatan yang saat ini menjadi isu panas dunia. Permasalahan Laut Cina Selatan ini harus disikapi dengan kewapadaan tinggi dan penuh kehati-hatian, karena secara langsung ataupun tidak langsung akan turut mempengaruhi sistem politik dan perekonomian Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Pangarmabar, Wilayah kerja Koarmabar ini juga dilewati jalur ALKI I, Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan salah satu jalur pelayaran internasional terpadat di dunia. Hal ini patut diwaspadai, karena ancaman yang terjadi di wilayah tersebut tidak hanya berdampak terhadap kerugian negara tetapi juga akan mengganggu stabilitas keamanan nasional, regional, maupun global. Dengan memperhatikan fakta dan fenomena tersebut, Koarmabar merupakan obyek yang sangat baik dan cukup menantang bagi Perwira Siswa dalam memantapkan diri pada bidang perencanaan strategi.

Mengakhiri amanatnya, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengharapkan melalui Geladi Waskita Dharma ini akan dapat melahirkan ide-ide pemikiran yang cemerlang yang dapat menjadi masukan bagi Koarmabar dalam menyusun rencana tindakan kontinjensi atau rentinkon guna terciptanya penegakan kedaulatan, hukum dan kemanusiaan dalam bencana maupun kejadian di laut di perairan wilayah barat Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar