Minggu, 13 Agustus 2017

Taruna Merah Putih Gelar Simposium Nasional Peringati Hari Kemerdekaan RI

Taruna Merah Putih Gelar Simposium Nasional Peringati Hari Kemerdekaan RI

Bertempat di Balai Kartini Jakarta, Taruna Merah Putih menggelar Simposium Nasional dengan tema, Bangkit Bergerak Pemuda Indonesia Majukan Bangsa.

Maruarar Sirait Ketua Umum Taruna Marah Purih saat membuka Simposium menegaskan, bahwa aktifis Taruna Merah Putih harus menjunjung tinggi idiologi Pancasila serta tidak korupsi, masa depan adalah milik para Pemuda, untuk itu Pemuda harus bisa tampil di depan, baik di Legeslatif maupun Eksekutif, lawan kita mamang berat, karena elit politik duitnya banyak, tapi tidak boleh gentar, jangan takut kehilangan kepercayaan, tetaplah berjuang mesti dalam tekanan, ungkar Maruarar Sirait.

Hasto Krisdianto Sekjen DPP PDIP dalam sambutanya juga menegaskan DPP PDIP Mengapresiasi kerja Taruna Merah Putih yang telah mampu mencetak Pemuda sebagai Kader Bangsa dengan Merah Purih di dadanya.

Republik ini dibangun untuk semua golongan, sehingga toleransi sudah final, dan Indonesia menjadi bangsa yang Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Gotong Royong dan Ekonomi Kerakyatan dilakukan untuk membangun daya saing Indonesia, karena Kapitalisme merusak ekonomi rakyat, dan Presiden Jokowi memiliki program pemberdayaan ekonomi kerakyatan untuk membangun peradaban ekonomi menghadapi persaingan negara lain, ditangan pemuda pergerakan pembangunan harus berjalan dengan baik, Pemuda harus mampu mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkebudayaan serta adil dan makmur, harapnya.

Dan dalam paparannya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, Konflik Pangan dan Energi menjadi ancaman kita, demikian juga intoleransi merupakan ancaman untuk memecahbelah bangsa, karena Indonesia adalah negara besar dengan berbagai ragam suku, ras, budaya maupun Agama, untuk itu jaga Indonesia agar jangan terjadi konflik antar agama, pintanya.

Para Pemuda harus bekerja keras, berjuang jangan pernah menyerah, wujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang.

Didepan para Wartawan Panglima TNI menepis isu tentang adanya perpecahan di negri ini, Selama ada Pancasila pasti utuh dan tidak akan terpecah-pecah, karena negara ini penduduknya adalah kumpulan orang-orang ksatria, jadi tidak ada bangsa lain menghancurkan bangsa ini selama masih ada Pancasila, untuk itu mari implementasikan Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari, pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, bahwa sebenarnya bangsa Indonesia lahir dibentuk oleh para Pemuda dan Mahasiswa, diawali dengan Sumpah Pemuda, ini juga lahirnya semangat kebangsaan Indonesia 1928, dan lahirlah Generasi Militan untuk melawan penjajah.

Dan kini kita harus bisa mensyukuri karena pada HUT Ke 72 tahun ini Indonesia tetap satu, pinta Kapolri.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar