Sabtu, 16 September 2017

Pakar dan Pemerhati Lingkungan Deklarasikan Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia

Pakar dan Pemerhati Lingkungan Deklarasikan Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia


Pada Jumpat 15 September 2017, bertempat di Hotel Santika Depok Jakarta, para Akademisi, Pakar Lingkungan Hidup dan Pemerhati Lingkungan Hidup mendeklarasikan Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia (APTLI), Asosiasi ini hadir dalam rangka memberikan solusi penerapan teknologi ramah lingkungan.


Pakar Lingkungan Hidup yang juga dosen UI, Prof. DR. Tarsoen Waryono,juga menambahkan, bahwa sesuai visi misi APTLI, akan menjadikan Indonesia negara yang bersih dan sejahtera. Dan dalam misinya, mewujudkan profesi auditor/asesor teknologi lingkungan menjadi profesi yang diakui, diterima dan diperlukan oleh pemerintah dan masyarakat yang memiliki peran sentral dalam memperkuat eksistensi dan peran profesi audit teknologi lingkungan dalam menangani dan mengendalikan lingkungan.

Mengembangkan APTLI sebagai organisasi PROFESl teknologi lingkungan yang memiliki wewenang sebagai pendukung berdirinya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF) Teknologi dan Lembaga Verifikasi Teknologi (LVT) Lingkungan. Dan membangun jejaring dalam rangka mendukung lndonesia Hijau 2020 dan 2035.

APTLI hadir dalam rangka memberikan solusi penerapan teknologi ramah lingkungan bagi berbagai masalah lingkungan dan juga upaya pencegahannya. Namun disebut teknologi ramah lingkungan kata Ketua APTLI adalah suatu bentuk usaha pengelolaan lingkungan dalam mencegah atau meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan.

Sedangkan yang dimaksud dengan ramah lingkungan di sini adalah bersifat meminimalisir segala macam bentuk pencemaran yang telah ada di bumi kemudian mencegah terjadinya pencemaran yang terjadi pada masa depan, APTLI juga akan memberikan masukan pada Pemerintah dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah lingkungan, tegas Prof Tarsoen.



Ketua APTLI Junifer Panjaitan menyatakan, APTLI dibentuk pada tanggal 17 Agustus 2017 yang beralamat di jalan MH Thamrin, Komplek Mahkota Mas Blok E 28-30, Cikokol, Tangerang Kota. Menurutnya Pemerintah sebetulnya sudah cukup peduli dengan permasalahan lingkungan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, akan tetapi diperlukan peran serta masyarakat agar segala permasalahan bidang lingkungan ini dapat teratasi, dan salah satu bentuk peran masyarakat yang turut serta membantu Pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan adalah dengan membentuk Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia yang disingkat APTLI, yang di prakarsai oleh sekelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, tuturnya.


Dampak perubahan iklim dan pencemaran lingkungan sudah kita rasakan, mulai dari perubahan cuaca yang ekstrim, musim hujan dan musim kemarau yang tidak menentu dan yang utama pemanasan global yang menyebabkan kekeringan. Disamping itu proses pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah, baik limbah cair, dan limbah padat. Limbah makin besar akibat perilaku manusia yang makin tidak terkendali dan tidak beraturan, oleh karena itu Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia hadir dalam rangka memberikan solusi penerapan teknologi ramah lingkungan, tegasnya.


Hal yang sama juga diungkapkan Sekjen APTLI, Yanto Sugiharto, bahwa tujuan didirikannya APTLI adalah mendukung implementasi ISO 14034 dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dampak terhadap perubahan iklim dan manfaat APTLI ini,sebagai wadah peningkatan kemampuan dan tukar pengalaman profesi Auditor atau Asesor atau Pemerhati Teknologi Lingkungan. Dan visinya adalah mewujudkan Profesi Auditor Teknologi Lingkungan dan   menjadi profesi yang diakui, diterima dan diperlukan oleh Pemerintah, dan juga masyarakat yang memiliki peran sentral dalam Peningkatan daya saing nasional, perlindungan publik dan lingkungan hidup nasional serta dampak perubahan iklim, paparnya.(Nrl)


0 komentar:

Posting Komentar