Rabu, 13 September 2017

UKI Gelar Kuliah Umum, Bahas Indonesia Dan ASEAN Pasca 2015

UKI Gelar Kuliah Umum, Bahas Indonesia Dan ASEAN Pasca 2015


Bertempat di Aula Seminar,

Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prodi Fisipol UKI menggelar Kuliyan Umum, kegiatan tersebut diikuti Mahasiswa Baru UKI Tahun Akademik 2017-2018.


Kuliah Umum dengan mengambil tertempat di Ruang Seminar UKI ini Mengambil Thema "INDONESIA & ASEAN PASCA 2015" dengan pembicara Prof. YANYAN MOCHAMAD YANi MAIR., Ph.D selaku Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung dengan moderator Dr (Kand.) Ferdinand Robertus selaku sekretaris CESFAS UKI.


Dalam parannya Prof. YANYAN MOCHAMAD YANi MAIR., Ph.D mengatakan, bahwa di Era presiden Jokowi hubungan politik luar negeri Indonesia sangat baik, karena didasari oleh kepentingan nasional, sepanjang tidak menghargai kepentingan nasional kita tidak akan kompromi. Contoh penangan kasus Narkoba yang memakan setiap menit korban jutaan. Pak Jokowi tidak ada kompromi terhadap hukuman mati bandar narkoba.


Kita punya tetangga 9 negara dan kita berusaha menjadi anggota Asean yang baik. Asean+3 (China, Japan dan Korea). Bidang keamanan Asean adalah ARF.


Setengah penduduk Asean adalah penduduk Indonesia 255 juta. Yang punya laut, tambang dan hutan adalah Indonesia.


Prof. Yanyan menjelaskan Asean didirikan tahun 1967 dengan ditandai oleh Piagam Asean Tahun 2008. 7 Profesi yang bebas bekerja dalam anggota negara Asean (dokter umum, dokter gigi, arsitek).


Asean ibarat gadis cantik yang diminati negara asing. Ekonomi dunia sudah berpindah ke Asia Timur. 1 Januari 2010 ditanda tangani pasar bebas Asean China. 1 Januari 2011 pasar bebas Asean Korea. 2020 Asean bekerja sama pasar bebas dengan Indo Pacifik.


Yang diperebutkan Cina dan Amerika adalah Indonesia. Cina membuat jalur sutra maritim. Cina akan membangun 18 pangkalan angkatan laut. Orang Indonesia menolak sabang dijadikan Pangkalan Militer Cina pungkasnya.


Rektor UKI yang diwakili Dekan Psikologi UKI, Angel Damayanti, SIP, MSi, MSc dalam sambutannya mengaku bahwa Kuliah Umum dengan tema Asean Pasca 2015 ini merupakan bahasan yang menarik, dimana Indonesia saat ini harus bisa mengambil peran yang lebih besar, karena kalau dilihat dari sejarah, memang Indonesia adalah motor penggerak dan Pendiri Asean, untuk itu dalam Kerjasama Masyarakat Ekonomi Asean tersebut, Indonesia harus bisa melakukan banyak peranan yang bisa diambil.


Menurut Angel Damayanti, bahwa Pasar Bebas Asean yang dimulai pada Desember 2015 tersebut memang sudah berjalan dan banyak catatan keberhasilan Asean, namun demikian ada juga catatan buruk di Asean, seperti pelanggaran HAM di Myanmar, Masalah Perbatasan, Masalah Kabut Asap dan yang lain, ini adalah masalah bersama yang kini menjadi PR bersama, demikian juga masalah Terorisme, Indonesia sebagai Negara besar dan berpengaruh di Asean, harus bisa ampil peran dalam masalah-masalah tersebut.


Pada seluruh Mahasiswa yang hadir, sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, harus mengetahui hal-hal ditingkat Asean, untuk itu ikuti Kuliah Umum ini dengan baik, serap ilmu dari Prof. YANYAN MOCHAMAD YANi MAIR., Ph.D, karena kedepan bangsa Indonesia ada ditangan kalian, tegasnya.


Prodi Fisipol UKI juga telah banyak ambil peran dalam Kerjasama Masyarakat Ekonomi Asean ini, sepanjang tahun 2016 hingga saat ini sudah banyak peran UKI dalam mendukung program MEA tersebut, seperti Peringatan Ulang Tahun ASEAN yang ke 50 tahun, juga Peluncuran Buku ASEAN, juga banyak Mahasiswa yang Magang hingga ke Negara Asean, dan bertugas di Kantor Kedutaan, ada juga beberapa Alumni Fisipol UKI yang bekerja di Kantor Kedutaan Negara anggota ASEAN, inilah bukti Kontribusi Universitas Kristen Indonesia turut memperkuat posisi Indonesia ditingkat Asean, papar Angel Damayanti, SIP, MSi, MSc.


0 komentar:

Posting Komentar