Jumat, 20 Oktober 2017

Akibat Bom Ikan Terumbu Karang Di Pulau Sumba Rusak Dan Tangkapan Nelayan Menurun

Akibat Bom Ikan Terumbu Karang Di Pulau Sumba Rusak Dan Tangkapan Nelayan Menurun

Terumbu karang di perairan Selatan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan karena penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak. Kerusakan terutama terjadi di perairan Konda Maloba dan Loku Lihi Kabupaten Sumba Tengah serta Wanukaka kabupaten Sumba Barat. Hal ini menyebabkan nelayan setempat mengalami kesulitan untuk mendapat ikan karena hanya mengandalkan peralatan seadanya seperti pukat dan pancing. 

Sony Hawolung nelayan dari Wanukaka mengatakan Terumbu Karang di perairan konda Maloba dan Wanukaka mengalami kerusakan yang cukup parah karena nelayan yang berasal dari luar pulau Sumba menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak atau Bom. Diduga nelayan tersebut berasal dari Pulau Bajo Sape dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat.

Hal ini lanjut Sony sudah berlangsung cukup lama tanpa ada perhatian yang serius dari pemangku kepentingan di daerah tersebut. Pihaknya sudah melaporkan masalah ini kepada Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Barat, namun hingga kini belum tindakan lanjut dari laporan tersebut.

“Kami sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menyikapi masalah ini. Apabila tidak ada tindakan, dikhawatirkan akan terjadi intimidasi yang berujung pada saling serang antar nelayan jelas Sony. 

"Nelayan kecil semakin sulit mendapatkan ikan. Kami harus keperairan yang lebih dalam untuk mencari ikan. Sementara peralatan yang kami miliki masih sangat terbatas" ujar Sony.


Sementara mereka bisa menangkap ikan dalam jumlah yang sangat banyak karena menggunakan bahan peledak. Mereka tidak peduli dengan kerusakan terumbu karang dan biota laut ujar Sony. 

Hal senada diungkap oleh Nixon L Natar dari Sumba Tengah, menurutnya penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak sudah sering terjadi di perairan selatan pulau Sumba. Bahkan pihaknya pernah menemukan seekor ikan Paus berukuran besar mati diduga karena keracunan bahan peledak.

0 komentar:

Posting Komentar