Minggu, 01 Oktober 2017

Kostrad Gelar Nobar Film Pengkhianatan G30 S/PKI

Kostrad Gelar Nobar Film Pengkhianatan G30 S/PKI


Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menggelar acara Nonton Bareng film Penghianatan G30 S/PKI yang diikuti kurang lebih 3.500 personel Kostrad yang ada diwilayah Jabodetabek baik militer, ASN, masyarakat, beserta keluarganya. Nonton bareng dilaksanakan di lapangan Markas Brigade Infanteri Para Raider 17 Kostrad, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (28/9). Pemutaran film yang dimulai pukul 19.30 WIB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam sambutan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang dibacakan oleh Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI Ainurrahman mengatakan, bahwa kegiatan nonton bareng ini, sebagai upaya TNI AD khususnya Kostrad untukmengingatkan kembali dan menyebarluaskan fakta-fakta nilai sejarah bagi seluruh anak bangsa, khususnya generasi muda Indonesia, yang mana pemutaran film penumpasan pengkhianatan G 30 S/PKI ini bertujuan, tidak untuk mendiskreditkan siapa yang salah ataupun siapa yang benar, apalagi untuk menumbuhkan dendam. Melainkan memberikan gambaran kepada generasi muda.

Saya ingatkan, kepada prajurit Kostrad beserta keluarga dan generasi muda, agar tidak sekali-kali melupakan sejarah. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali, semuanya sangat menyakitkan dan banyak memakan korban, tegas Pangkostrad.

Hal ini juga Menindaklanjuti Perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk mengadakan nonton bareng (Nobar) Film Pengkhianatan G30S/PKI di seluruh jajaran TNI. Kostrad mengadakan Nobar diseluruh markas-markas satuan jajaran Kostrad baik Divisi Infanteri 1 Kostrad Maupun Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Sementara itu Wali Kota DepokMuhammad Idris Somad mengatakan isu komunisme dan agama menjadi isu sensitif akhir-akhir ini. PKI dan paham komunisme tidak boleh diberi ruang sedikit pun di negara ini. Acara Nobar film G30S/PKI merupakan salah satu cara agar mata rantai masa kelam sejarah Indonesia tidak terputus.

Agar anak-anak kita paham dan jangan sampai kita masuk ke lubang yang sama. Kita belajar dari sejarah dan jangan sampai kita terperosok dalam lubang yang sama, ujar Muhammad Idris.

Putra Alm Letjen TNI ANM. M.T. Haryono bapak Rianto Nurhadi bercerita soal peristiwa G30S/PKI. Ia bercerita saat rumahnya digerebek PKI untuk menculik dan membunuh ayahnya.

Saya melihat ayah saya pada waktu pintu terbuka. Jadi pintu ditembak sampai hancur dan terbuka dan ayah saya merebut senjata dari gerombolan itu. Ketika dia rebut senjata itu dia ditembak dari belakang kemudian saya lari, ujar bapak Rianto.

Hal ini disampaikan bapak Rianto seusai nonton bareng film G30S/PKI di Lapangan Brigif PR 17 Kostrad. Saat itu, ia melihat perlakuan kejam PKI kepada Alm Letjen TNI ANM. M.T. Haryono.

Dilokasi Nobar, Komandan Brigade Infanteri PR 17 Kostrad Letkol Inf Riksani Gumay selaku penyelenggara menyampaikan bahwa pemutaran film tersebut pada awalnya hanya ditujukan kepada para Prajurit, Aparatur Sipil Negara, keluarga beserta masyarakat  yang ada di sekitar lingkungan Markas Brigif Para Raider 17 Kostrad, Cijantung, ternyata menarik minat masyarakat yang tinggal di sekitar Cijantung.

Melihat besarnya antusias warga sekitar Markas Brigif Para Raider 17 Kostrad ini, maka Markas Brigif Para Raider 17 Kostrad juga menyiapkan akomodasi dan logistik mempersilahkan masyarakat untuk menyaksikan dan menikmati bersama pemutaran film.

Acara Nobar ini dihadiri dihadiri juga oleh Irkostrad,Koorsahli, Pamen Ahli, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, para Asisten Kasdivif 1 Kostrad, Kabalak Kostrad, Dandim Depok,  Komandan Satuan dan Staf Jajaran Brigif Para Raider 17 Kostrad.

0 komentar:

Posting Komentar