Jumat, 13 Oktober 2017

SESKOAL LAKSANAKAN FGD PERTAHANAN NEGARA DAN KEAMANAN MARITIM

SESKOAL LAKSANAKAN FGD PERTAHANAN NEGARA DAN KEAMANAN MARITIM

Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Pertama TNI TSNB. Hutabarat, M.MS, membuka pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) 2017, Jumat (13/11) di Lobby gedung Pusjianmar Seskoal, Bumi Cipulir Jakarta Selatan dengan tema, Sinergi pembangunan ekonomi maritim dan pertahanan keamanan maritim dalam rangka mewujudkan Indonesia poros maritim dunia.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 75 peserta ini menghadirkan 3 (tiga) nara sumber antara lain Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan  Strategi Pertahanan (Kapuslitbang Strahan) Kementerian Pertahanan RI  Laksma TNI Ir. Agus Rustandi, M.A., M.EngSc, MMDS., Asisten Deputi Kemenko Kemaritiman RI  Basilo Dias Araoujo dan Sekretaris Departemen Kemenko Kemaritiman RI  Dedi Miharja.

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arusukmono I.S., S.E., M.M. dalam sambutannya yang dibacakan Wadan Seskoal mengatakan bahwa saat ini ekonomi maritim merupakan isu yang aktual dalam rangka mendukung kebijakan poros maritim dunia. Untuk itu sudah menjadi kewajiban bagi TNI AL sebagai alat negara dibidang pertahanan  mengoptimalkan perannya sesuai undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI dan Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.

Selain itu menurut Laksamana bintang dua ini,  ekonomi maritim dan pertahanan merupakan dua bidang yang memiliki korelasi dan interdependensi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi yang baik harus didukung oleh pertahanan  yang kuat demikian pula sebaliknya, penguatan teknologi pertahanan harus didukung oleh ekonomi yang mapan.  Ekonomi dan pertahanan juga menjadi indikator kemajuan suatu bangsa. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Geoffrey Till dalam buku Sea Power yang menyebutkan bahwa keterkaitan erat antara pembangunan ekonomi maritim dan pertahanan keamanan maritim dalam konsep pembentukan Sea Power suatu bangsa.

Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) diharapkan dapat menjawab persoalan tentang apa saja action plan yang perlu disinergikan ekonomi maritim dan pertahanan keamanan maritim, potensi pembangunan ekonomi yang dapat menunjang aspek pertahanan keamanan, serta dapat menyusun postur pertahanan keamanan yang mampu menjamin pembangunan ekonomi nasional.

0 komentar:

Posting Komentar