Sabtu, 28 Oktober 2017

Sosialisasi 4 Pilar Digelar di Kampus Universitas Islam Jakarta

Sosialisasi 4 Pilar Digelar di Kampus Universitas Islam Jakarta


Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) terus melakukan sosialisasi Empat Pilar ke semua kalangan, baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat luas, dan Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin berkesempatan melakukan sosialisasi Empat Pilar Di Universitas Islam Jakarta (UIJ) Jakarta Timur.

Didepan para Wartawan Mahyudin menegaskan, bahwa Sosialisasi 4 Pilar digelar guna untuk membangun kesadaran sejak dini kepada para mahasiswa. Sebab, Menurutnya, Banyak anak bangsa sekarang masih belum pintar, hal itu menimbulkan masalah sosial dan dampak kemiskinan hingga menyebabkan angka kriminalitas semakin tinggi.

Diakuinya, Musuh bangsa ini adalah kemiskinan dan kebodohan… pendapatan per kapita kita jauh lebih rendah dibanding negara-negara maju yang jauh lebih besar pendapatan per kapitanya, dari situ kita belum bisa masuk ke era teknologi. Itu menunjukkan bangsa kita belum pintar dan belum kaya, nah dengan itu melahirkan masalah lain, terutama masalah sosial, “Ini dibuktikan dampak pada kriminalitas yang tinggi, kejahatan meningkat ,dan mungkin dalam dagang kita lebih banyak jadi konsumen daripada produsen, itu fakta yang kita hadapi dan harus kita selesaikan,” pungkas politisi Golkar itu.

Mahyudin meyakini, Sebenarnya bangsa kita bangsa yang besar, kuat, tinggal harus ada kemauan, jangan sampai kita menginjak lubang yang sama, rusaknya bangsa Indonesia karena lama dijajah oleh bangsa karena mudah diadu domba. Jadi harus meningkatkan persatuan dan kesatuan yang lebih kuat, itulah kemudian sosialisasi empat pilar ini, dengan tujuan membangun persatuan dan kesatuan, sehingga tercipta gotong royong di jiwa setiap bangsa Indonesia, yang menjadikan empat pilar ini menjadi perilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sosialisasi 4 Pilar ini sebagai upaya memasyarakatkan Pancasila sebagai perilaku semua warga negara di Indonesia, 4 Pilar ini harus kita jadikan landasan dalam hidup berbangsa dan bernegara, terang Mahyudin.

Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof H Raihan juga menambahkan, bahwa kegiatan Sosialisasi 4 Pilar kali ini digelar oleh Mahasiswa Fakultas Hukum UIJ, dan diikuti oleh beberapa perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta, dan diharapkan 4 Pilar Kebangsaan ini dapat lebih di jabarkan lagi, dengan penajaman nilai-nilai Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, pada kita sebagai makluk individu maupun makluk sosial, dan Mahasiswa sebagai calon intelektual, calon pemimpin bangsa harus bisa mengimplementasikan 4 pilar tersebut.

Pendidikan Kewarganegaraan sebenarnya sudah diajarkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar bahkan mungkin TK, hingga di bangku kuliyah, dan yang dibutuhkan saat ini bukan menghafalnya, tetapi bagaimana itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan itu semua tidak bertentangan dengan nilai-nilai Agama yang kita anut masing-masing, dimana pada Pancasila, sila pertama, disitu wajib bagi setiap warga negara Indonesia untuk memiliki agama dan mengimplementasikan sebaik-bainya, baik secara individu maupun ditengah masyarakat, juga sila yang lain, seperti semangat gotong-royong, bantu membantu perlu ditekankan, dan kita sebagai warga negara Indonesia, hidup di tanah air Indonesia, berarti kita wajib menjunjung tinggi aturan-aturan yang sudah diatur oleh negara, baik secara umum maupun secara khusus, ini adalah kekuatan masyarakat agar tidak terpecah belah, karena NKRI ini adalah negara besar dengan berbagai suku, ras, budaya maupun agama, inilah perlunya 4 pilar untuk tuntunan hidup berbangsa dan bernegara, tegas Prof Raihan.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar