Sabtu, 14 Oktober 2017

Tuti Kanta Hadiri Undangan Gitaris  Sjahrul  G Bajumi

Tuti Kanta Hadiri Undangan Gitaris  Sjahrul  G Bajumi

Jakarta, SP
Artis Ibukota yang Ngetop dengan lagu-lagu Duet bersama Koes Plus serta A Riyanto, Tuti Kanta beberapa hari lalu hadir di kediaman Gitaris Kondang, Sjahrul G Bajumi dibilangan Mutiara Hijau Jakarta Selatan, pertemuan Musisi Era 80an dengan Vokalis yang sukses mengukir prestasi di Jerman tersebut, juga mengenang kembali lagu lawas dengan bernyanyi bersama di Studio yang dihiasi lebih dari 240 Gitar Fender berbagai jenis dan variannya.
Disela kunjungan ke Markas Arulan Band tersebut, Tuti Kanta mengaku ingin kembali membuat album di Indonesia, kerinduan di hiburan musik Indonesia timbul setelah banyak bertemu dengan rekan dan sahabat Musisi maupun Vocalis yang dahulu bersama-sama meremaikan kancah musik di tanah air.
Saat meramaikan jagad hiburan di Indonesia, Tuti Kanta yang memiliki nama panjang “Tuti Rusmini Kanta Zaini” merintis karir dari kampung halamannya, di Prabumulih, Sumatera Selatan sebagai penyanyi Festival, kemudian melangkah ke Ibukota Jakarta tahun 1982 menjadi penyanyi di Pub-pub & Hotel berbintang, seperti: Borobudur, Mandarin, Sahid Jaya (sekarang bernama Grand Sahid Jaya), Aryaduta, Mandarin (sekarang bernama Mandarin Oriental), dll. Dan akhirnya masuk dapur rekaman dibawah binaan Paul Irama serta berkesempatan Duet bersama “Yon Koeswoyo” menyelesaikan Album Perdana “Satu Kita Takkan Berpisah”.
Kesempatan lain untuk meramaikan dunia musik tanah air, Tuti Kanta mengukir prestasi dengan beberapa album, seperti Satu Kita Takkan Terpisah- Album Tuti Kasta (duet Yon Koeswoyo) - Remaco/1982, Mata Keranjang/Cipt.Roger W- D/D Record/1982,  Album ASEAN Populer Song Festival Madah Cinta/Cipt.Melky Goeslow & Massito (duet Melky Goeslow) Virgo Ramayana/1883, Cintaku Karena Cintamu/Cipt. – D/D Record/1984. Jumpa Kawan Lama/Cipt. A Riyanto- Arco/1985, Resah/cipt. Arie Wibowo – RCA/1987, Jejak-jejak Sepatu/Cipt. Youngky RM (duet Wahyu OS) – Blackboard/ 1988/-1989 serta Album Kompilasi Bintang Rock Indonesia berjudul Cinta Remaja/Cipt.Donny Fatah – 1989/1990.
Tuti Kanta mengaku, bahwa darah seni yang dialiri ketubuhnya berasal dari kedua orang tuanya, ayahnya (abah) M Kanta & ibunya Hasnah adalah pelantun ayat-ayat suci Al-Quran dengan baik. Suaranya yang merdu menurun kepada anak-anaknya yang terlibat didunia seni, namun kesempatan mengembangkan Talenta di dirinya, akhirnya Tuti Kanta berkarier di Industri Musik Indonesia.
Nasib berkata lain, Usai menikah dengan pujaan hati Erland Zaini yang berdomisili di Hamburg Germany, Tuti Kanta hijrah ke Jerman mendampingi suami, sebagai seseorang yang berjiwa seni meski tinggal di negeri orang, Tuti Kanta tetap menekuni entertain, hingga terus mengukir prestasi dan berkarya di Jerman, bahkan masuk di Grub Band ternama di Jeman yaitu “Kentucky Band”, serta berkesempatan show keliling Eropa dan Asia. Saat ditemui Wartawan di Studio Arulan Band, Tuti Kanta mengaku telah memperoleh tawaran Show serta pembuatan Album terbaru, namun semuanya masih proses, ungkapnya.
Sementara Pendiri dan Pimpinan Arulan Band, Sjahrul  G Bajumi mengaku bangga dengan karier yang dirintis Tuti Kanta, meski di negara orang namun mampu berkarier di Musik dan mensejajarkan diri dengan artis negara Jerman, dan dirinya sengaja mengajak untuk mengenang kembali tembang lawas bersama Arulan Band yang berdiri tahun 1960, namun hingga saat ini masih eksis menghibur pecinta musik tanah air.
Diakuinya Arulan band personilnya semua komit menjadikan musik sebagai bagian dari hidupnya, dengan personil Sjahrul G Bajumi (Gitar) Wibisono (Bass) Jarzuk (Organ/Keyboard), Lion (Vocal), Richard (Gitar) dan Isa Tartiasa (Drum), sebagai Musisi yang saat ini sudah cukup berusia, berharap pada Musisi dan Vocalis muda untuk bisa menggali Musik Tradisional dengan lagu-lagu daerah, dimana Indonesia memiliki banyak aliran musik tradisional yang bisa di gali dan dikembangkan, tegas Sjahrul Bajumi.
Saat disinggung Koleksi gitar di Studionya, Sjahrul Bajumi mengaku bahwa koleksi gitar tidak kurang 243 gitar Fender berbagai jenis dan variannya, banyak jura Gitar Milik Musisi Dunia yang dibelu dengan harga yang cukup tinggi, hobinya ini berawal saat dirinya pergi studi ke Amerika Serikat di tahun 1964. Arulan, bandnya saat itu sedang mengalami vakum, ditambah lagi ayahnya Sjahrul, yang seorang pengusaha ternama dari Sumatera Selatan melihat kondisi Indonesia sedang bergejolak. Sjahrul pun meninggalkan Arulan dengan lima set alat-alat bandnya, namun sayang ke 5 Set Gitar tersebut saat usai menyelesaikan Studi, semuanya sudah hilang entah kemana, akhirnya dirinya dendam dengan mengumpulkan Gitar Fender dari waktu ke waktu, dan menjadikan koleksi pribadinya.
Dan 90 persen dari ratusan gitar Fender koleksinya didapat dari negara asal gitar tersebut, yaitu Amerika Serikat. Harganya pun cukup bervariasi, dari yang termurah seharga 3000-4000 US dolar, sampai termahal yang harganya mencapai 93.000 US dolar. Bahkan ada bungkus gitar yang seharga 4000 US dollar. Mahalnya harga, karena Sjahrul mengatakan gitarnya ini merupakan limited Editon yang diproduksi di tahun 1950-an, jadi bisa dibayangkan gitar semacam ini hanya ada sedikit di dunia.
Hampir semua tipe yang dikeluarkan oleh Fender ada dikoleksinya, misalnya saja Fender Stratocaster , Telecaster, Jazz Master, Jaguar, Fender Hollow, Akustik 6 dan 12 string hingga elektrik 12 string dari berbagai tahun pembuatan ada dalam katalog koleksinya, Bahkan gitar telecaster tahun 1956 asli Leo Fender pun dikoleksinya.(Nrl)

0 komentar:

Posting Komentar